Saat pertama netbook ini di booting, logo Android langsung muncul pada
layar monitor. Jika didiamkan selama 10 detik, netbook akan otomatis
login ke Windows 7. Namun jika touchpad disentuh, OS Android bakal
mengambil alih peran.

http://goo.gl/3Rsg


Jakarta - Acer menjadi salah satu pelopor dalam merilis netbook
berbasis Intel Atom dual core pertama di Indonesia. Dengan beragam
fitur yang ada, produk bertajuk Acer Aspire One D255 (AOD255) itu pun
praktis menyita perhatian pecinta komputer jinjing.

Spesifikasi yang ditawarkan produk tersebut memang menggiurkan.
Bagaimana tidak? Selain telah dimotori oleh prosesor dual core, produk
senilai Rp 3 jutaan tersebut telah memiliki kapasitas memori sebesar 1
GB berbasis DDR 3. Itu saja sudah membuat produk ini paling cepat di
kelasnya.

Selain itu, masih ada beberapa fitur andalan seperti hadirnya sistem
operasi Android di dalamnya. Setelah menekan tombol power, pengguna
bakal langsung dihantarkan ke tampilan khas OS Android 1.6. Alhasil
netbook ini pas dimiliki para pemilik ponsel Android.

Desain Baru Aspire One: Tipis dan Rapi

Untuk line up terbaru tahun ini netbook Acer Aspire One memiliki
desain berbeda dari sebelumnya. Jika diamati, seluruh permukaanya kini
lebih glossy dan rapi. Sementara bagian bawahnya hampir tak ada
lubang-lubang sekrup, karena tertutup permukaan glossy.

Jika diingat desain netbook Aspire One besutan Acer dulunya sedikit
bulky, dengan baterai menonjol. Hal ini sudah tak dijumpai pada
AOD255. Bagian belakang netbook ini lebih mulus dengan baterai 6 cell
yang menancap rapi. Selain itu bobotnya juga ringan.

Netbook Aspire One yang dijajal detikINET kali ini kebetulan adalah
yang berwarna putih. Dengan campuran bahan plastik glossy, bagian
cover atas produk ini terkesan mulus menyatu dengan logo 'Aspire One'
berwarna abu-abu.

Saat beberapa line up merek lain mengusung corak brushed metal, tidak
dengan AOD255. Netbook ini sebagian besar dibalut bahan plastik dengan
bercorak polos. Mungkin hal ini yang membuat body netbook ini terkesan
ringkih namun ringan.

Salah satu daya tarik netbook ini adalah monitornya yang bisa
'diluruskan' hampir 180 derajat. Dengan posisi tersebut, produk ini
sangat nyaman jika digunakan untuk mengetik dalam sudut apapun.

Bicara soal mengetik, AOD255 juga telah dilengkapi chiclet keyboard
yang membuat jemari terasa nyaman untuk menari-nari di atas papan
ketik. Sementara touchpad nya didesain dengan tekstur sama dan rata
menyatu dengan body bawah netbook.

Port Acer Aspire One D255

Pada bagian sisi-sisi netbook, pengguna bakal menemukan tiga buah port
USB, port VGA, LAN, mic dan earphone, serta slot SDHC.

AOD255 tak memiliki tombol shortcut terpisah apapun. Yang ada hanyalah
tombol power yang terletak di bagian kiri atas keyboard. DetikINET
terkesan dengan desain tombol power tersebut. Sangat rapi. Sementara
pada bagian depan kiri terdapat indikator wi-fi, hardisk, power serta
standby.



'Kepribadian Ganda'

Selain hadir dengan Intel Atom Dual Core, AOD255 merupakan netbook
yang memiliki dua 'kepribadian'. Kepribadian yang dimaksudkan di sini
adalah sistem operasi (OS).

Saat pertama netbook ini di booting, logo Android langsung muncul pada
layar monitor. Jika didiamkan selama 10 detik, netbook akan otomatis
login ke Windows 7. Namun jika touchpad disentuh, OS Android bakal
mengambil alih peran.

Setelah detikINET mencoba beberapa saat untuk kepribadian yang pertama
(OS Android), rasanya tak ada yang terlalu istimewa pada OS tersebut.
Pertama mungkin karena produk ini belum mendukung layar sentuh atau
fitur multi-touch di dalamnya.

Kendati demikian, OS Android dalam AOD255 ini memiliki beberapa
aplikasi wajib Google seperti Google Maps dan Gmail. Sayangnya pasar
Aplikasi Android Market malah belum ada di dalamnya.

AOD255 yang dijajal detikINET ini juga dibekali OS Windows 7 Starter
Edition. Tampaknya tak terlalu banyak aplikasi istimewa yang ada di
dalamnya, selain Acer GameZone seperti seri Aspire One terdahulu.



Performa: Prosesor Dual Core Baru

Netbook tipis ini hadir dengan prosesor Atom terbaru yang bisa berlari
lebih kencang. Prosesor Atom N550 kini memiliki dua core, alhasil
mampu menjalankan 4 thread sekaligus. Sebagai informasi, prosesor Atom
terdahulu hanya memiliki satu core dan dua thread.

Selain itu, prosesor Atom terbaru ini juga dilengkapi dengan L2 cache
memori dua kali lebih besar (1 MB) dari seri terdahulu. Kesemuanya itu
bakal membawa kinerja prosesor lebih kencang tentunya.

Dalam pengujian baterai kali ini, detikINET mencoba membebani netbook
ini dengan tes benchmark, menggunakan Imtec Battery Mark secara
real-time.

Alhasil netbook termuda Acer ini 'disiksa' dengan beban load prosesor
100 persen secara konstan hingga baterai mati. Ternyata Aspire One
D255 sanggup bertahan selama 4 jam 17 menit 44 detik. Acer sendiri
mengkalim untuk pemakaian normal, produk ini sanggup bertahan sekitar
8 jam.


Untuk kebutuhan lain seperti menonton streaming YouTube full HD, serta
melakukan pekerjaan multi-tasking, office, AOD255 jauh lebih lancar
dari seri terdahulu. Ini semua karena prosesor Intel Atom Dual Core
terbaru N550 (1,55Ghz). Sayang RAM bawaan netbook ini hanya sebesar
1GB. Padahal sudah menggunakan DDR3. Sementara dari sisi grafis produk
ini dibekali Intel GMA 3150 (256MB), yang cukup untuk memainkan grafis
ringan.

Dengan spesifikasi diatas, terbukti AOD255 cukup lancar saat digunakan
untuk bermain World of Warcraft (Dota) dengan setting medium. Namun
netbook ini sedikit tersendat saat merender game full effect dalam
modus permainan LAN. Game lain yang pas dijalankan AOD255 dengan cukup
lancar adalah Point Blank.

Dari sisi sirkulasi udara, body netbook ini terasa panas di bagian
kiri, namun tidak memunculkan suara fan hardisk yang terdengar sedikit
berisik.

Untuk urusan audio, produk ini tergolong standar untuk ukuran netbook.
Bass tak terdengar, suara sedikit cempreng. Sementara untuk urusan
video, AOD255 terbukti sangat lancar untuk menyaksikan video streaming
HD (720p) atau Full HD (1020p) pada YouTube.


Kesimpulan

Dengan prosesor Intel Atom dual core, plus 'kepribadian ganda', maka
detikINET merekomendasikan laptop ini untuk dimiliki pengguna yang
berkarakter mobile dan gemar mengakses internet dimana saja. Pasalnya
desain AOD255 ini mulus dan tipis, sehingga enak dijinjing.

Berbekal prosesor baru tersebut produk ini sanggup melibas game-game
standar netbook yang ada saat ini, walau dengan resolusi minimalis.
Sayangnya kemampuan tersebut membuat baterai AOD255 jika dipaksa kerja
rodi, hanya sanggup bertahan tak sampai lima jam.

Dibanderol seharga Rp 3,5 juta (Windows 7 Starter dan Android) serta
Rp 2,9 juta (Linux), rasanya produk ini merupakan pilihan yang menarik
bagi pemburu netbook, mengingat kelebihan dan kekurangan yang
dimilikinya.


Kelebihan:
+ 'Kepribadian Ganda'
+ Desain tipis
+ Ringan

Kekurangan:
- Memori RAM sedikit tanggung hanya 1GB
- Engsel display sedikit kurang kokoh


Spesifikasi Acer Aspire One D255:

- Prosesor: Intel Atom N550 (1MB L2 Cache, 1,5Ghz, 8 watt).
- Memori: Single channel DDR3 1GB.
- Display: 10,1 inch, resolusi 1024 X 600 (WSVGA).
- Kartu grafis: Intel 3150, dengan 64MB Ram dedicated.
- Hardisk: 160/250 GB
- Berat: 1,25 KG (termasuk baterai 6 cell).
- Daya tahan baterai: Sekitar 8 jam

-- 
Salam,


Agus Hamonangan

http://groups.google.com/group/id-android
http://groups.google.com/group/id-gtug
Gtalk  : id.android
Follow : @agushamonangan
E-mail :  [email protected]

-- 
"Indonesian Android Community [id-android]" 

Join: http://groups.google.com/group/id-android/subscribe?hl=en-GB  
Moderator: [email protected]
Peraturan Jual dan Kloteran ID-Android  http://goo.gl/azW7
ID Android Developer: http://groups.google.com/group/id-android-dev
ID Android Surabaya: http://groups.google.com/group/id-android-sby
ID Android on FB: http://www.facebook.com/group.php?gid=112207700729

Kirim email ke