http://goo.gl/Yjk8

INILAH.COM, Jakarta – Sebuah riset menemukan aplikasi ponsel yang
tersedia secara bebas sering kali mencuri informasi pemilik ponsel.

Peneliti dari Intel Labs, Penn State dan Duke University mengembangkan
pengawasan realtime untuk mengawasi layanan TaintDroid di mana layanan
ini secara tepat menganalisa bagaimana informasi pribadi diperoleh dan
dirilis oleh aplikasi yang telah terunduh oleh konsumen.

TaintDroid merupakan platform ponsel yang dapat melacak aliran data
sensitif melalui aplikasi pihak ketiga.

Pada studi 30 aplikasi populer, terbukti TaintDroid mengirimkan 15
lokasi geografis pada server iklan, menurut pernyataan Intel Labs dan
Penn State.

Studi ini menemukan tujuh dari 30 aplikasi mengirimkan identitas unik
ponsel, bahkan dalam beberapa kasus mengirimkan nomor ponsel dan
serial kartu SIM pada pengembang.

Secara keseluruhan, peneliti mengidentifikasi ada 68 yang berpotensi
menyalahgunakan informasi dari 20 aplikasi itu.

“Kami terkejut atas banyaknya informasi yang disebarkan oleh aplikasi
itu,” kata William Enck, lulusan Penn State.

Smartphone menawarkan cara mudah untuk mengunduh dan menginstal
aplikasi pihak ketiga.

Lebih dari 200 ribu aplikasi tersedia di App Store Apple dan 70 ribu
di Android Market.

“Banyak di antara aplikasi ini yang bisa mengakses data pribadi
pengguna seperti lokasi, informasi ponsel dan sejarah penggunaan,”
kata Patrick McDaniel, profesor Computer Science and Engineering di
Penn State.

“Namun pengguna harus mempercayai aplikasi tersebut bahwa aplikasi
tidak menyalahgunakan infromasi sensitif mereka,” tambahnya. [ito]

-- 
"Indonesian Android Community [id-android]" 

Join: http://groups.google.com/group/id-android/subscribe?hl=en-GB  
Moderator: [email protected]
Peraturan Jual dan Kloteran ID-Android  http://goo.gl/azW7
ID Android Developer: http://groups.google.com/group/id-android-dev
ID Android Surabaya: http://groups.google.com/group/id-android-sby
ID Android on FB: http://www.facebook.com/group.php?gid=112207700729

Kirim email ke