BULAN Maret lalu, pasar telekomunikasi tanah air diramaikan kehadiran
enam merk handset dengan sistem operasi menggunakan android. Sementara
android sendiri merupakan sistem operasi untuk telepon seluler yang
berbasis Linux. Sistem yang diluncurkan secara internasional pada 5
November 2007 ini, menyediakan platform terbuka bagi para pengembang
untuk menciptakan aplikasi mereka sendiri.

Tujuh bulan berlalu. Banyak yang tak mengerti, bahkan sama sekali
belum mendengar teknologi yang satu ini. Namun, tak sedikit pula yang
sudah mulai berkreasi dengan platform terbuka, yang tersedia untuk
menciptakan bermacam aplikasi hasil kreativitas mereka sendiri.

Salah satunya ialah Ibnu Sina, Chief Technical Officer di GITS
Indonesia. Pada perusahaan yang bergerak dalam teknologi informasi
itu, Ibnu secara khusus memfokuskan diri pada pembuatan
aplikasi-aplikasi android

Sejak 2009 (sebelum android masuk ke Indonesia) hingga saat ini, Ibnu
telah merampungkan sebelas aplikasi android yang dua di antaranya
dipesan khusus oleh perusahaan peminatnya. Sementara sembilan sisanya
dipasarkan secara gratis yakni aplikasi kamus, komik, permainan, dan
kumpulan berita dari sejumlah koran.

Meskipun gratis, tak berarti Ibnu sebagai sang pembuat tak kecipratan
untung. Makin banyakpengguna aplikasi buatannya, pemasukan yang
diperolehnya pun otomatis bertambah, karena dari sembilan aplikasi
gratis buatannya tujuh di antaranya telah memiliki pengiklan. Lebih
istimewa lagi karena pendapatan yang masuk ke koceknya dalam bentuk
dolar.

Ibnu mencontohkan, iklan yang terpasang di aplikasi buatannya jika
diklik pengguna, akan mendatangkan pendapatan antara 0,01-0,05 dolar
AS. Dengan keberadaan lima ribu pengguna aplikasi kamus, ditambah
1.500 pengguna aplikasi koran hari ini, serta pengguna
aplikasi-aplikasi lainnya, tambahan 40 dolar AS berhasil diraihnya.

Nilai tersebut, memang sedikit dibandingkan harga aplikasi buatannya
yang dimanfaatkan perusahaan. Satu aplikasi buatannya bisa dihargai Rp
20 juta. Namun, ada cara khusus untuk bisa mendapat penghasilan sama
banyaknya dari aplikasi gratis, mengingat tak mudah memasarkan
aplikasi ke perusahaan. "Intinya, kita harus tahu kebutuhan pengguna,
karena yang seperti itu akan paling banyak diklik. Selain itu, tentu
tampilannya

harus menarik dan jangan pernah error. Sekab error, pengguna biasanya
enggan untuk kembali mengkliknya lagi," ujarnya memberi sedikit tips.

Menurut Ibnu, sesungguhnya tak sulit berkreasi membuat aplikasi
android. Cukup memahami ilmu pemrograman dan tentunya kreativitas,
saat berkreasi serta kejelian menangkap kebutuhan pengguna. Mereka
yang jeli juga pasti langsung paham bahwa kegiatan kreatif yang satu
ini merupakan bisnis menjanjikan, mengingat Indonesia merupakan pasar
yang amat potensial. Apalagi, persaingan masih cenderung sepi karena
belum banyak orang yang serius menggelutinya.

Meskipun belum ada angka pasti, diperkirakan pembuat dan pengguna
aplikasi android di Indonesia terus bertambah. Sebagai gambaran kasar,
satu komunitas yang menaungi pembuat dan pengguna aplikasi android,
telah menampung sedikitnya empat ribu anggota. Angka tersebut
kemungkinan bertambah, mengingat masih banyak pembuat dan pengguna
android yang tak tergabung dalam komunitas tersebut atau bahkan
pembuat dan pengguna baru.

Popularitas android yang terus tumbuh, diakomodasi Direktorat Jenderal
IATT (Industri Alat Transportasi dan Telematika) Kementerian
Perindustrian, dengan menyelenggarakan Kompetisi Open Source Tingkat
Nasional yang dikemas dalam bentuk acara Open Source Software
Competition dan Festival Indonesia (OSSFEST) 2010. Kompetisi berskala
nasional yang memasuki tahun kedua penyelenggaraan ini memfokuskan
lomba pada aplikasi android, setelah sebelumnya lebih bersifat umum.

Ketua panitia lomba Ferie Budiansyah mengatakan, kompetisi yang
terbuka umum ini membuka pendaftaran sejak 11 Oktober hingga 11
November 2010. Sepuluh ide atau karya terbaik akan dinilai lebih
lanjut dengan memperhatikan aspek orisinalitas ide, inovasi
pengoptimalan fitur-fitur android, manfaat, kecanggihan penggunaan
fitur android, serta potensinya di pasaran. Pengumuman pemenang
dilakukan pada 25 November 2010 di Bandung yang berkesempatan menjadi
tuan rumah. Peminat lomba ini cukup mengunduh formulir pendaftaran di
alamat http://www.ossfest-indonesia.web.id serta mengirimkan proposal
dan formulimya ke [email protected].

--
Ibnu Sina
just call me Ibun
twitter: @iboen

-- 
"Indonesian Android Community [id-android]" 

Join: http://groups.google.com/group/id-android/subscribe?hl=en-GB  
Moderator: [email protected]
Peraturan Jual dan Kloteran ID-Android  http://goo.gl/azW7
ID Android Developer: http://groups.google.com/group/id-android-dev
ID Android Surabaya: http://groups.google.com/group/id-android-sby
ID Android on FB: http://www.facebook.com/group.php?gid=112207700729

Kirim email ke