*http://goo.gl/7PUr3*

*KOMPAS.com* — Dunia telekomunikasi kian melebarkan "sayap" tidak hanya pada
sektor komunikasi lewat suara ataupun teks. Perpaduan antara telekomunikasi
dan internet, seperti pernah diungkapkan Presiden Direktur Telkomsel Sarwoto
Atmosutarno, akan menjadi tren menarik pada tahun ke depan.

Faktanya, menurut ABI Research, lalu lintas suara dan data pada akhir 2010
oleh pengguna*mobile* menghasilkan lebih dari 3,7 miliar *gigabyte*. Lima
tahun kelak, pada 2015, diperkirakan akan mencapai 20,4 miliar *gigabyte*.

Jake Saunders, VP untuk Forecast, lembaga riset pada ajang Huawei Asia
Pacific CTO Forum keempat yang berlangsung di Hongkong, tempo hari bilang,
"Pada tahun 2012, sekitar 2,6 miliar *gigabyte *untuk trafik jaringan yang
dihasilkan di wilayah Asia Pasifik akan melebihi gabungan total trafik
jaringan *mobile *dari Eropa Timur, Amerika Latin, Timur Tengah, dan
Afrika."

Indikasinya, menurut Suanders, "Semua orang menyukai ponsel pintar dan
kemudahan yang ditawarkan seperti mengirim *e-mail*, menginstal aplikasi *
game*, mengakses Facebook, dan mengikuti gosip bintang film favorit mereka
di Twitter."

Jika melihat peningkatan lalu lintas ini, rasanya para operator (bersama
pendukungnya) perlu melakukan persiapan optimal. Sebab, penggunaan industri
seluler telah menampakkan perubahan yang signifikan. Huawei melihat
pertumbuhan internet bergerak sangat membutuhkan ketersediaan dan koordinasi
antara terminal, pipa, dan *cloud platform* yang juga tengah menjadi tren.

Tak heran jika Presiden LTE Network Product Line up Huawei Technologies,
Weimin Ying, menyebutkan bahwa tanpa hal itu semua, produk bernama ponsel
pintar atau tablet internet hanya akan menjadi sebuah alat atau mainan orang
dewasa yang mahal semata. Dengan kata lain fungsinya tak bisa digunakan
secara optimal.

"Industri *mobile broadband *sedang menghadapi masa transformasi yang
menyeluruh. Layanan*cloud computing *akan semakin meningkat. Sementara
konsumen memerlukan layanan dan mobilitas yang stabil. Karena itu, industri
harus mampu mengatasi permintaan konsumen dan menampung layanan *mobile* *
broadband *yang meningkat sampai 500 kali," ujarnya.

Lantas apa yang harus dilakukan operator di masa mendatang?

Ying menyebut tiga kunci utama, yaitu melakukan investasi ke teknologi
terbaru seperti LTE secepatnya untuk meningkatkan efisiensi spektrum. Kedua,
memperluas sumber spektrum. "Dan menyediakan infrastruktur yang tepat
sehingga menjangkau ke daerah-daerah *hotspot*," ujarnya.

Lonjakan pemakaian jaringan seluler untuk kebutuhan data memang makin besar.
Di sisi lain, tampaknya operator lokal juga sedang dilanda dilema, antara
mengucurkan investasi yang besar untuk menyediakan jaringan LTE dan apa yang
diharapkan untuk mengisi jaringan ini kelak. *(ANDRA/FORSEL)*

-- 
Salam,


Agus Hamonangan


<http://groups.google.com/group/id-gtug>Founder Indonesian Android Community
http://groups.google.com/group/id-android

Gtalk  : id.android
Follow : @agushamonangan
E-mail :  [email protected]

-- 
===============
"Indonesian Android Community [id-android]"

PING'S mobile™ 
Email: [email protected]  Ph. (021) 96087100
---------------------
Yopie Ratjoen
Email: [email protected]  
--------------------
Gila original
Email: [email protected]  Ph. (031) 91555898
--------------------

Aturan Jual/Kloteran ID-Android  http://goo.gl/azW7

Kirim email ke