Guys,
pernah denger handset android merk Spriiing? :-)

Ini saya sempat coba, dan review sedikit.
Kabarnya mau masuk ke Indonesia.

Buat yang mau baca lengkap dengan gambar, silahkan ke:

http://goo.gl/MLwzI

otherwise silahkan dibaca langsung:

Spriiing, begitu saja device smartphone lucu ini dinamakan di dusnya. Dengan
tulisan IDEOS di tutup batere belakangnya. Tidak menyatakan dari manufaktur
mana, tetapi kata IDEOS pasti mengacu kepada pabrikan Huawei yang sedang
naik daun.

Kata Spriiing (betul dengan 3 buah huruf i) , melihat dari demo loadernya
mengacu kepada spring – per, lilitan kawat yang bisa memanjang dan memendek,
kemungkinan filosofi dari perusahanan atau devicenya yang bisa menjangkau
orang lebih jauh, dengan aplikasi utama pendukungnya yang nanti diceritakan,
kiranya bisa lebih memperjelasnya.

Huawei sendiri mungkin lebih dikenal di Indonesia sebagai pembuat modem,
tapi namanya melejit sebagai handphone yang tidak mahal setelah
diperkenalkan oleh operator2 CDMA.

Secara Desain, Spriiing ini didesain di Eropa, tepatnya di Swedia dan
dimanufaktur di China oleh Huawei. Bentuknya menjadi menarik, karena kita
terbiasa melihat perbandingan panjang dan lebarnya dengan handphone qwerty
seperti Blackberry yang cenderung memanjang kebawah, dan smartphone ini
lebih terlihat perbandingannya seperti lebih kotak, dengan sebagian besar
area diambil oleh layar.

Datang dengan ukuran 96.4mm x 62.22mm dan tebal 12mm , dan beratnya hanya
110gram, menjadikan ukurannya mirip kotak rokok, dengan lekukan “pinggang”
ditengah dengan alur memotong, termasuk dibelakang tutup batere, menjadi
pemisah yang jelas antara bagian layar dengan bagian keyboard.



Handset ini pernah saya lihat di bulan Juli 2010 waktu masih berbentuk
prototype yang dipamerkan di ICW Jakarta, di stand huawei. Nama aslinya
adalah Huawei u8300, dikeluarakan dengan 2 warna Hitam dan putih. Tetapi
beberapa situs memperlihatkan device ini memiliki warna2 lain yang catchy ,
seperti hijau dan kuning bahkan ungu. Kemunculan pertama kali di internet
diperlihatkan di Februari 2010.

Berbeda dengan smartphone lain yang sekarang semakin mengikuti apple dalam
paket hardwarenya, serba minimalis, hanya unit, kabel data dan charger,
Spriing dalam ukuran wadah kardus yang tidak besar, datang dengan paket
komplit. Selain unit dan manual book komplit , masih di tambah dengan 2 buah
batere, yang satu 880 mAH dan satunya 930mAH, entah kenapa berbeda begitu.
Didalamnya sudah disediakan kartu memory sebesar 2Giga, memang kartu memori
adahalah hal yang krusial untuk handset berbasis android, karena foto dan
program tidak mau diunduh kalau tidak ada kartu memory atau internal memory
yang diposisikan sebagai storage memory. Masih belum cukup komplit diberikan
lagi jelly case bening dan screen protector plus landyard, tali untuk
menggantung handset ini menjadi kalung. Ini seperti mengisyaratkan setelah
kita menerima handset ini dia ready to go, bisa langsung dibawa-bawa tanpa
takut cepat cacat.

Kebiasaan paket smartphone yang minimalis adalah memberikan charger dengan
pemisahan kepala charger dan kabel nya, supaya kabel yang sama bisa memiliki
2 fungsi, selain menjadi bagian charger juga kabel data ke komputer. Tapi
Spiiing ini sekali lagi berbeda, walau sama memiliki pemisahan charger
antara kepala charger dan kabelnya, tetap diberikan 2 buah kabel data.
Karena memang kebiasaan orang-orang adalah meninggalkan charger di rumah dan
terpaksa memiliki charger lain untuk di kantor, dengan tambahan kabel data
ini, maka keperluah sync dan charge di kantor bisa dibantu kabel ini yang
dicolokkan ke usb komputer.



Belakangan ini memang ada trend baru di handset berbasis android, yang
meng-otaki smartphone ini, untuk dibuat bukan hanya full touch screeen, tapi
dilengkapi dengan keyboard seperti Blackberry, seperti dilakukan oleh
motorola pada beberapa produknya seperti charm, flipout dan pro.

Layar handset android yang biasa memanjang ke bawah secara potrait, kini
berganti menjadi landscape, dan resolusi 320×240 pixel pada layar 2,6 inci
dimiliki oleh spriiing ini. Walaupun resolusinya agak dibawah standard
resolusi yang biasa dimiliki handset android di 320×480 pixel, gambar2 cukup
halus ditampilkan disini. Layar sentuh yang disediakan masih bertipe
resistif, responsif terhadap sentuhan kuku jari, tetapi agak butuh penekanan
kalau menggunakan ujung jari.

Bagusnya kekurangan di layar sentuh yang masih resistif, dibantu dengan
adanya trackball. Kadang orang2 menganggap teknologi trackball mengacu ke
teknologi lama, karena memandang blackberry yang sudah berganti ke trackpad.
Tapi pemakai-pemakai lama blackberry sendiri sering mengakui kalau putaran
trackball yang bisa di kontrol, lebih menghasilkan pemilihan dan scrolling
yang tepat.

Dengan adanya trackball, seringakali kita bisa menggunakan device ini
seperti tidak memerlukan layar sentuh, pilihan yang baik, karena layar yang
kecil seringkali membuat jari agak sulit melakukan pilihan.

Ada 4 tombol utama dibawah layar, sebelah kiri dan kanan dipakai seperti
fungsi kebanyakan telepon, untuk menerima dan menutup telepon. Biasanya
tombol di handset android memiliki 4 tombol tambahan, Menu, Back dan Home
dan Search.. Kali ini pada Spriiing tembol menu ada , tetapi tombol back dan
home disatukan. Tombol back digunakan untuk balik satu langkah pada aplikasi
atau halaman yang sebelumnya kita akses, tombol home berguna untuk kembali
cepat ke halaman utama, atau jika ditekan lama menampilkan 6 aplikasi
terkakhir yang kita akses.

Dengan disatukannya tombol back dan home, setiap ditekan fungsi back yang
akan dieksekusi, kalau ditahan agak lama baru berfungsi seperti tombol home.
Tetapi tombol merah untuk menutup telepon, bisa berlaku sama seperti tombol
home untuk kembali ke halaman utama. Sedangkan sekarang tombol Search nya
ditempatkan dibagian baris bawah dalam salah satu tombol keyboard.

Dari ke empat tombol besar yang tersedia tadi, ketika salah satu ditekan
akan menyalakan layar, hal ini menurut saya bagus, untuk akses cepat, karena
seringkali keharusan menghidupkan unit dengan menekan tombol kecil on-off di
atas, lebih sulit daripada menekan salah satu dari ke empat tombol ini.
Ketakutan kalau terpencet akan membuat telepon menyala dan mendial atau
tertekan sendiri bisa dihindari, karena setelah layar menyala, masih
diharuskan menggeseri icon lock dari kiri ke kanan, atau kalau hanya sekedar
ingin membuat bunyi telepon menjadi silent, cukup memilih icon sebelahnya
yang bergambar speaker dan menggesernya dari kanan ke kiri.

Secara bentuk, handset Spriiing ini memang di desain untuk menjadi
smartphone yang menitikberatkan pada social networking, dimana orang akan
banyak mengetik. Sisi terbaik penunjang aktifitas itu adalah keyboard yang
ada. Tactile atau cara membalnya keyboard ketika dipencet pada device ini
terasa berbeda, sangat empuk dan terasa nyaman. Hanya 2 device yang pernah
saya coba memiliki tactile seperti ini, pertama adalah Palm Pixi yang
berbasis webOS dan yang ke-2 adalah Spriiing ini. Bahkan device seperti
Blackberry pun yang sebagian besar ber qwerty keyboard, tidak pernah
memiliki keypad yang empuk seperti yang dimilik Palm Pixi atau Spriiing.
Dalam analoginya, Spriiing ini seperti mobil yang sudah ber-per keong,
dibandingkan device lain seperti mobil yang masih mamakai per daun.

Sudah siap dengan segala persiapan hardwarenya, device Spriiing yang
dipersenjatai OS android 2.1 Eclair, memiliki aplikasi utama yang bernama
Spriiing. Ini adalah gabungan seperti Blackberry Messenger ditambah facebook
dan twitter. Sementara aplikasi chat Spriiing ini baru berada di device ini,
kabarnya akan dimiliki oleh multi device dan multi OS, sehingga nantinya
mereka yang memakai aplikasi ini bisa saling berhubungan.

Ada 6 bagian utama dari aplikas Spriiing ini, diantaranya:

Spriiing Feed, untuk memberikan komentar tentang status atau apa yang
dilakukan teman.

Spriiing Info Feed, untuk mengatur informasi yang menjadi favorit kita, juga
termasuk untuk mem-follow orang di twitter.

Spriiing Group, ini untuk membuat grup atau komunitas seperti Blackberry
grup. Bedanya grup disini bisa mencapai 200 orang, dimana bb grup dibatasi
30 orang.

Spriiing Promotion, ini bisa menjadi tempat untuk melihat info, misalkan
toko A yang menjual pakaian sedang diskon, dan berita2 lain disekitar kita
termasuk acara2 pertunjukkan yang mungkin ada, dll.

Spriiing Lobby, ini adalah Friend Stream, kita bisa mengamati kegiatan yang
dilakukan teman-teman kita di Spriiing.

Spriiing Notifcation, memberi notifikasi untuk kita mengetahui ada berita
atau status yang baru saja update atau di posting melalui Spriiing ini.

Dengan kelengkapan sebuah aplikasi ini, kemungkinan jika banyak penggunanya
akan menjadi keasikan tersendiri. Sementara itu , karena di tenagai android,
kita tetap saja bisa menggunakan sarana chat dan social network yang lain,
seperti Yahoo Messenger, Google Talk, Facebook, Twitter, Glue, FourSquare
dan lain-lain dengan cukup mengunduhnya secara free di Market android.

Mengapa sekarang banyak device yang ingin mengetengahkan porsi besar Social
Networking memakai android sebagai OS pilihannya? Bahkan Facebook sendiri
sebagai Social Networking terbesar di dunia akan memakai OS ini untuk
membuat handset yang didedikasikan untuk para penggemar berat facebook yang
dinamai orang sebagai facebook phone.

Dasar salah satunya karena fitur Share, atau bagikan , tersedia dengan mudah
di android. Misalkan dengan handset Spriiing kita akan membagikan sebuah
foto hasil jepretannya dari kamera 3 mega pixelnya, setelah foto diambil,
yang bisa ditentukan dalam 4 efek yang tersedia di menu fotonya, Mono,
Sepia, Negative atau Aqua, bisa langsung di share dengan semakin banyak
pilihan untuk dibagi kemana sesuai program yang kita install yang memiliki
fitur ini. Pada dasarnya kita akan bisa membagikannya sebagai attachment
email, upload ke facebook, twitter, atau dibagikan ke handphone sebelah via
bluetooth. Jejeran tempat untuk dibagikan akan menjadi lebih banyak, setelah
program-program lain terinstal, misalkan ke Picsay Pro, untuk memberi efek
dan edit pada foto, diupload ke situs untuk menaruh foto online gratis
seperti Imgur, atau untuk dianalisa oleh program dari google, bernama
Goggles dan lain-lain.



Pada kamera fix focus ini, juga sudah dilengkapi dengan lampu flash, dimana
lampu flash ini selain berguna untuk memotret objek dikondisi kekurangan
cahaya, juga ada dedicated button di jajaran keyboard bawah yang kalau
ditekan lama akan menyalakan flash ini untuk digunakan sebagai senter. Jika
dirasa efek bawaannya masih kurang, kita bisa mengunduh program-program
photo related di market android yang sudah disediakan, seperti vignette,
camera 360 dll, yang secara instant akan memberikan efek2 menakjubkan dalam
sekejam setelah menjepret objeknya, seolah-olah dikerjakan oleh program
photoshop secara profesional. Dalam posisi siap foto, ada icon yang jika
ditap akan merubah fungsi foto untuk merekam video, dengan batasan durasi
sebesar memory card yang kita pakai.



Walau sepertinya spek yang dibawa Spriiing ,

· – Android 2.1

· – Qualcomm® MSM7225-1TM, 528 MHz

· – ROM 512 MB

· – RAM 256 MB

· – External memory support:

·   microSDTMCard (up to 16GB)

Mengisyaratkan handset ini akan masuk ke pasar entry level, tapi kekuatan
android didalamnya membuat handset ini bukan berarti bisa dianggap
biasa-biasa saja, karena biasanya handset android walaupun dengan
spesifikasi awal, senantiasa mensyaratkan handset memiliki fitur-fitur
hardware yang bisanya dulu hanya dimiliki handset kelas atas, seperti
komplitnya koneksi, seperti yang juga ada di handset Spriiing ini:

Bluetooth 2.1 yang support untuk mengalirkan lagu secara stereo, selain
hanya untuk berbicara di telepon secara wireless.

Wifi yang ada didalamnya juga sudah support sampai kecepatan terbaru 802.11
b/g/n plus kemampuan 3G / HSDPA 7.2 Mbps, dan perangkat GPS yg dilengkapi
assisted-GPS untuk mendapatkan posisi lokasi secara cepat melalui bantuan
lokasi BTS handpone.

Belum lagi tambahan akselerometer menjadi syarat mutlak di android, supaya
kalau handset diputar 90 derajat maka layar akan ikut menjadi landscape atau
potrait. Akselerometer ini juga banyak dimanfaatkan oleh banyak game untuk
membuat permainan yang biasanya didominasi penekanan tombol, digantikan
dengan gerakan handphone.

Pelengkap lain secara hardware adalah Digital Compass, kenapa sih alat ini
dibutuhkan? Digital compass akan bekerjasama dengan akselerometer dan GPS
untuk membimbing kita dalam navigasi peta GPS, dan program yang cocok,
semisal star chart, akan membantu kita mengarahkan device untuk mencari
posisi bintang, bahkan dalam kegunaannya yang simpel tapi sangat berguna,
selain murni menjadikannya kompas untuk mengetahui arah utara-selatan, juga
untuk secara instan mengetahui arah kiblat untuk mereka yang membutuhkannya
dalam panduan sembahyang, dimanapun mereka berada dimuka bumi ini.

Walaupun biasanya di OS android 2.2 secara default baru disertakan wireless
tethering yang bisa membuat handset menjadi hotspot modem secara wireless
bagi perangkat lain, misalkan notebook atau pc, pada Spriiing ini aplikasi
wireless tether juga sudah tersedia, menjadikan unit ini bisa juga melakukan
hal yang sama menjadi hotspot modem bagi perangkat lainnya.

Kalau perangkat kita, semisal PC tidak memiliki perangkat wifi untuk
terhubung dengan Spriiing untuk menjadikannya modem, cara lain bisa
digunakan, yaitu menghubungkan kabel data antara PC dan Spriiing yang akan
langsung mentriger pop up di layar komputer untuk memilih menjadikan
Spriiing sebagai mobile modem, atau akan melakukan sinkronisasi dengan PC
melalui Pcsuite nya, atau hanya menjadikan Spriiing sebagai flash disk,
untuk diakses data di memcardnya, dan pilihan terakhir adalah membaca
manual.



Terakhir tidak lupa, dimana segala perangkat handphone banyak
dititikberatkan juga untuk menjadikannya sebagi device multimedia, pemutar
lagu , video dan streaming. Spriiing juga diposisikan seperti itu, untuk
mereka yang sangat suka mengoleksi lagu, silahkan memenuhkan eksternal
memory yang mendukung sampai 16giga dengan segala macam lagu.

Bosan dengan lagu masih ada Radio FM yang ada di devicenya, cukup tancapkan
handsfree sebagai antenna nya, dan jalankan software radionya maka stasion
radio dalam cakupan device bisa ditemukan dengan autoscanning. Suara speaker
yang dihasilkan cukup kencang, dan suara yang dihasilkan handsfree dengan
jack standard 3.5mm tidak memekakkan telinga ketika dipasangkan.

Bukankah hampir semua device juga bisa seperti itu? … tapi kekuatan android
di dalamnya akan memberikan lebih tentang multimedia. Ada banyak program
pemutar music di market android yang bisa diunduh gratis, masing-masing
memiliki kelebihannya. Cukup lagu2 yang ada di memory memiliki judul lagu
dan nama penyanyi atau album, maka akan diunduhkan cover album secara
otomatis. Bahkan ketika lagu diputar akan dicarikan liriknya supaya kita
bisa ikut bersenandung.

Stasiun radio yang ada dirasa belum memutarkan lagu kesukaan anda, silahkan
menginstalkan program radio streaming, maka selama 24 jam akan diputarkan
lagu2 dari stasiun radio yang online diseluruh dunia, bahkan stasiun radio
internet yang memutarkan lagu khusus penyanyi tertentu, misalkan anda
penggemar Michael Jackson, 24 jam full lagu2nya bisa anda dengarkan secara
streaming.

Hal yang sama bisa dilakukan untuk memutar video dalam banyak format,
termasuk streaming langsung dari pc dalam koneksi jaringan atau menonton
youtube, bahkan mengunduhnya.

Buat mereka yang mendambakan semua kelengkapan diatas, tapi bertanya bisakah
device ini dipakai untuk bekerja? Tentu saja bisa , selain android memiliki
kemudahan penyimpan data di cloud, yang memudahkan kontak, dan kalender kita
disimpan dalam akun google gmail, program-program office seperti excel, word
dan powerpoint, secara default bisa langsung dijalankan di device ini karena
docs to go sudah terinstall di dalamnya. Untuk program office lain tinggal
diinstalkan dari market, dan bermacam-macam aplikasinya dengan segala
kelebihannya sesuai keperluan kita, bahkan format PDF dengan mudah dibaca
disini.

Jika email menjadi kepentingan kita, push email sudah menjadi bawaan di
android dan gratis, tanpa harus terikat dengan langganan tertentu, syaratnya
asal kita memiliki koneksi internet saja, boleh via kartu sim, boleh via
wifi.

Layar Spriiing yang mini, 2.6”, tidak menjadi hambatan untuk mencari
informasi di browsernya. Karena tulisan2 di web yang terlihat kecil, ketika
kita zoom-in agar lebih nyaman dibaca, akan langsung merapikan diri sesuai
dengan lebar layar, sehingga dengan nyaman kita tinggal scroll-kan trackball
ke bawah untuk membaca seluruh tulisan di web, tanpa dipusingkan harus geser
ke kiri dan ke kanan.

200.000 aplikasi berbagai genre sekarang tersedia di market android, dan
lebih dari setengahnya adalah aplikasi free yang bebas diunduh tanpa bayar,
menjadikan device entry level Spriiing ini, tidak akan sesederhana perkiraan
kita, tapi akan melipatkan kemampuannya.

-Lucky Sebastian-

-- 
===============
Indonesian Android Community,  join:  http://forum.android.or.id

HTC Android Phone with HTC Sense and HTCsense.com 
http://www.htc.com/DesireHD/
---------------------
Unlimited Data XL Mobile Broadband  
http://www.xl.co.id/XLInternet/BroadbandInternet
--------------------
i-gadget Store - BEC Bandung
E-mail: [email protected] Ph. 0812-21111191
--------------------
Toko Gila Original  Surabaya
Email: [email protected]  Ph. (031) 91555898
--------------------
Toko EceranShop - BEC  Bandung
E-mail: [email protected]  Ph. 0815-56599888
--------------------

Aturan Jual/Kloteran ID-Android  http://goo.gl/azW7

Kirim email ke