http://goo.gl/969LS

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebagai perusahaan teknologi, salah satu yang
serius digarap Google adalah investasi di bidang lokalisasi bahasa
sehingga makin mudah digunakan pengguna berbagai negara. Di Indonesia,
Google berjanji akan terus menyediakan layanan yang makin baik dalam
mengenali Bahasa Indonesia.

Termasuk dalam layanan Google Voice Search yang baru diperkenalkan
secara resmi di Jakarta, Rabu (16/3/2011). Ini merupakan layananj
pencarian berbasis suara di mana pengguan cukup mengucapkan apa yang
dicari dan akan muncul hasil pencarian di internet. Mesin ini tidak
dijamin 100 persen dapat selalu tepat mengenali Bahasa Indonesia,
namun bisa belajar.

"Tentu tergantung bagaimana pengguna mengucapkan kata yang dicari.
Kalau pengucapannya jelas di langsung mengerti dan keluar hasil
pencarian yang sesuai," kata Henky Prihatna, Indonesia Country
Consultant Google di Jakarta, Rabu (16/3/2011). Kalau tidak menemukan
kalimat atau frasa yang sesuai, mesin akan memberikan rekomendasi
daftar frasa yang mirip. Begitu dipilih, mesin Google akan otomatis
belajar frasa baru. Begitulah cara Google belajar Bahasa Indonesia.

Namun, sebelum Google bisa belajar, sebelum diluncurkan layanan
tersebut telah lebih dulu belajar mengenali kata, susunan kalimat, dan
tata bahasa Indonesia. Bahkan, pengecualian-pengecualian yang banyak
ditemukan dalam Bahasa Indonesia.

"Banyak tantangan untuk melokalkan layanan dalam Bahasa Indonesia,"
kata dia. Pertama, Bahasa Indonesia ada homograf kata yang penulisan
sama tapi pengucapan dan artinya berbeda misalnya kata apel (upacara)
dan apel (buah), voice search harus bisa membedakan

Kedua, Bahasa Indonesia bahkan setelah ada EYD (ajaan yang
disempurnakan) masih banyak kata yang terimbas Bahasa Belanda.
Misalnya nama Sukarno dan Soekarno yang pengucapannya sama tapi
tulisannya berbeda. Voice search harus dapat mengatasi hal itu.

Ketiga, sebagian orang Indonesia menggunakan kalimat campuran Bahasa
Indonesia dan Bahasa Inggris. Layanan harus dapat menegenali kata
dalam bahasa berbeda dalam satu kalimat.

Keempat, saat ini belum ada standardisasi pengucapan kata dalam Bahasa
Indonesia. EYD baru untuk penulisan, namun untuk pengucapan sangat
tergantung akses sehingga prononciation berbeda-beda tergantung asal
suku bangsa atau daerah asal penutur.

"Google sejak tahun lalu mengerahkan tenaga dan memberikan waktu bagi
para engineer untuk mengumpulan data," jelas Hengky. Ia mengatakan,
salah satu caranya adalah melibatkan sukarelawan sebanyak 500
mahasiswa. Mereka diminta mengucapkan daftar kata sehingga terkumpul
database hingga ratusan ribu frasa. Database ini kemudian disimpan di
cloud server yang akan menerjemahkan dalam teks pencarian.

Menurut cerita hengky yang terlibat langsung dalam proyek tersebut, ia
juga dikirim ke salah satu pusat riset Google di New York untuk
menyempurnakan model voice search berbahasa Indonesia itu. Mesin duji
coba untuk melakukan pencarian dengan suara berkali-kali sampai
tingkat kebenaran sebesar mungkin. Dan seiring waktu, mesin belajar
frasa-frasa baru dari banyak pengguna layanan.



-- 
Salam,


Agus Hamonangan

Founder Indonesian Android Community
http://forum.android.or.id

Indonesian Android Community
http://groups.google.com/group/id-android

Gtalk  : id.android
Follow : @agushamonangan
E-mail :  [email protected]

-- 
===============
Indonesian Android Community,  join:  http://forum.android.or.id

HTC Android Phone with HTC Sense and HTCsense.com 
http://www.htc.com/DesireHD/
---------------------
Unlimited Data XL Mobile Broadband  
http://www.xl.co.id/XLInternet/BroadbandInternet
--------------------
i-gadget Store - BEC Bandung
E-mail: [email protected] Ph. 0812-21111191
--------------------
Toko Gila Original  Surabaya
Email: [email protected]  Ph. (031) 91555898
--------------------
Toko EceranShop - BEC  Bandung
E-mail: [email protected]  Ph. 0815-56599888
--------------------

Aturan Jual/Kloteran ID-Android  http://goo.gl/azW7

Kirim email ke