Spica adalah cinta pertamaku pada Android. Si hitam manis ini langsung dioprek tak lama setelah aku terima dari seorang seller di Ambass. Sampai kantor, langsung masak memasak di dapurnya Leshak dengan kombinasi bumbu yang bervariasi. Coba ini, kurang puas, masak lagi. Coba itu, masih ada yang kurang, masak lagi. Akibatnya keesokan hari bos memarahi aku. Katanya, setengah hari kemarin kenapa hapemu tidak bisa dikontak. Bagaimana bisa dikontak, lha wong hapenya lagi makan masakan Leshak.
Sudah sampai level 2.1 aku lepas Spicaku. Bukan karena ia tidak bagus. Hape ini bagus sekali buat dioprek. Akibatnya, banyak yang complaint padaku mulai dari bos, customer sampai istri di rumah karena keasikan ngoprek spica sampai sampai fungsi teleponnya sendiri terabaikan :) Aku pun pindah ke lain hati, hape swedia jepang yang punya kamera dan video bagus sekali. Tetapi, pengalaman sentuh menyentuh di spica ternyata tidak aku dapatkan lagi. Layar sentuhnya kurang responsif. Contact sync dengan outlook yang agak ribet dan banyak kekecewaan lainya. Baru dua minggu akhirnya hape ini saya jual. Rinduku pada android ternyata terus menyala. Hasil penjualan hape swedia jepang ini kubelikan Android lagi. Kali ini punyanya HTC yang banyak dibahas di milis. Desire. Wuih...loncat dari spica ke desire lumayan berkesan. Nggak sempat dioprek karena lagi sibuk kerja. Walaupun demikian, tanpa dioprekpun Desire ini memang top. Racun HTC pun menyebar. Aku jadi sering berkunjung ke www.htc.com. ada satu produk baru htc saat itu yang katanya the best htc android hh. DHD. Setiap hari lihat situsnya, lihat hands onnya di youtube, jadi keracunan akut DHD. Tidak berapa lama Desire kujual pada salah seorang master developer Android di Bandung. Aku bersyukur karena desire yang kujual dimaksimalkan oleh beliau untuk menguji program2 ciptaannya. Setelah itu, aku melepaskan rinduku pada DHD. Mantap. Yang paling aku senangi adalah ketika memutarkan file video Shrek 3D yang berjalan mulus tanpa putus putus. Tapi, yang paling tidak aku senangi, daya tahan baterainya yang mengecewakan. Harus bawa charger tiap hari dan kadang sudah tewas ditengah jalan padahal saat itu sedang menuju ke tempat client. Tidak beberapa lama tersiar kabar tablet dari amerika sudah masuk resmi ke Indonesia dengan harga yang sangat menarik. Mulanya hendak memecah celengan ayam buat beli tablet tersebut tapi khawatir menteri keuangan di rumah bisa marah besar. Akhirnya, DHD aku relakan dilepas untuk merasakan daya tarik gadget dengan layar 6 inch lebih besar dari DHD ini. Untuk sementara, aku kembali ke hape finland yang layar sentuh dan juga keyboard qwerty fisik Beberapa waktu menjalani hari dengan tablet ini, aku rindu dengan sense-nya htc, dengan live wallpaper, dengan navigation-nya, rindu dengan banyak hal di Android. Akhirnya, ketika menteri keuangan mengijinkan, aku melepas rinduku pada Android dengan Desire Z. Android kembali mengisi hari hariku. Dia membantuku mencari tempat makan yang enak saat berkunjung ke solo. Membantu mencari informasi rumah sakit terdekat saat anakku tiba tiba terserang demam tinggi tengah malam. Membantuku merekam momen momen indah dan penting dalam kehidupanku. Android, I'm in Love -- =============== Indonesian Android Community, join: http://forum.android.or.id HTC Android Phone with HTC Sense and HTCsense.com http://www.htc.com/DesireHD/ --------------------- Unlimited Data XL Mobile Broadband http://www.xl.co.id/XLInternet/BroadbandInternet -------------------- i-gadget Store - BEC Bandung E-mail: [email protected] Ph. 0812-21111191 -------------------- Toko Gila Original Surabaya Email: [email protected] Ph. (031) 91555898 -------------------- Toko EceranShop - BEC Bandung E-mail: [email protected] Ph. 0815-56599888 -------------------- Aturan Jual/Kloteran ID-Android http://goo.gl/azW7
