Jadi ngiler baca review dari oom lucky. 9 april berasa lama ya.

Sent from HP Androidku
On Apr 3, 2011 10:31 AM, "lucky sebastian" <[email protected]> wrote:
>
>
> Kebetulan pada bulan Maret 2011, saya mendapatkan mainan baru, Sony
Ericsson Xperia Arc.
> Dari kemarin2 ingin membagikan reviewnya, tapi ternyata banyak kesibukan
sehingga tertunda dan baru sempat sekarang.
>
> Saran saya untuk membaca review kali ini, sebaiknya masuk ke URL ini:
>
> http://goo.gl/HBvjL
>
> Karena bercerita tentang Xperia Arc, untuk merasakan kemampuannya tidak
bisa lepas dari foto dan gambar.
>
> Tapi buat yang ingin membaca langsung, silahkan dimulai dibawah ini. Enjoy
:-)
>
> ----------------
>
> Xperia Arc
>
> Bulan-bulan awal tahun 2010, Sony Ericsson, perusahaan yang namanya sudah
malang melintang di jagad telekomunikasi, mencoba mencari bentuk yang baru
dari smartphonenya, dengan menelurkan species dengan DNA baru, yang
menyandang kode handset tipe teratasnya, Xperia.
>
> Saat itu bola salju android baru mulai bergulir membesar dengan mulai
keluarnya handset android kelas hi-end dengan spesifikasi yang hebat, dan
SonyEricsson pun ikut membesarkan gulungannya dengan menelurkan Xperia
androidnya yang pertama Xperia X10. Seri Xperia pun kemudian dilanjutkan
dengan seri mid-end nya seperti xperia mini , mini pro dan terakhir di tutup
dengan X8.
>
> Setelah tahun 2010 mulai habis dan berganti tahun, banyak pengamat dan
penggemar Sony Ericsson bertanya, seriuskah perusahaan ini dengan smartphone
androidnya? Dikarenakan bermunculan banyak handset android merk lain yang
hebat dengan OS android terbaru, tetapi handset android Sony Ericsson
sepertinya dibiarkan apa adanya dengan OS yang masih ketinggalan jaman ,
dengan kata lain updatenya sangat lama.
>
> Memang sepertinya tidak mudah bagi vendor, setiap google merelease OS
android yang baru untuk segera ikut mengeluarkan updatenya, dikarenakan
sifat android yang terbuka membuat setiap vendor berjuang memoles barebone
OS android dengan User Interface (UI) yang bisa membedakan dan memiliki
kelebihan dari vendor lain. Penyatuan OS android barebone dengan UI yang
spesifik ini ditenggarai membutuhkan waktu yang cukup, supaya bisa berjalan
dengan baik.
>
> Bisa jadi juga, kelambatan mengantisipasi update OS atau menelurkan lagi
android yang baru, dikarenakan Sony Ericsson masih sedikit gamang untuk
benar2 terjun ke android. Tetapi melihat pergerakan bola salju android yang
masif, tak terbendung membesar dengan cepat, membuat Sony Ericsson kini
berketetapan hati untuk benar2 masuk ke era android phone. Hal ini
dibuktikan dengan menundanya tawaran microsoft yang mengajak Sony Ericsson
mengeluarkan handset smartphone berbasis windows phone 7, dan berkonsentrasi
di android.
>
> Kebiasaan lama Sony Ericsson yang sudah beberapa kali di lakukan, seperti
membeberkan rencana membuat sebuah smartphone yang terlihat sangat cantik di
desain dan hebat dalam spesifikasi, kemudian memberikan efek wow bagi para
penggermarnya, tetapi akhirnya lama sekali baru terealisasi, sepertinya
harus menjadi lagu lama.
>
> Butuh begitu lama sampai Xperia 1 lahir dan ternyata segala yang dulunya
terlihat sangat canggih, saat keluar sudah menjadi spek yang biasa, yang
banyak dimiliki vendor lain. Bahkan boleh dikata hal yang sama masih terjadi
di Xperia 10, ketika para fanboy android berharap Xperia 10 akan menjadi
jawaban seimbang akan kedigdayaan iPhone, dengan spesifikasinya yang tinggi,
tetapi ternyata butuh waktu lama untuk muncul.
>
> Tetapi walau nantinya waktu yang membuktikan, Sony Ericsson sekarang
sepertinya lebih siap dan lebih berbulat hati, maka tanpa basa basi yang
panjang seperti dulu, dikeluarkan lah seri Xperia terbarunya Xperia Arc.
>
> Sepertinya sekarang kode angka, seperti 1 dan 10, sudah ditinggalkan dan
digantikan dengan sebuah nama yang dengan singkat menjabarkan semangat yang
dibawa handsetnya.
>
> Komitmen yang dilakukan kali ini tidak lagi berlama-lama lagi dengan
deskripsi diatas kertas, tapi dalam waktu singkat kali ini Xperia Arc
wujudnya sudah nyata. Satu hal ditambahkan dalam keseriusannya adalah
memberikan OS android terbaru , Gingerbread 2.3.2 dalam handset nya, tanpa
meninggalkan ciri UI androidnya, Timescape.
>
> Seperti diketahui handset android yang beredar dipasaran dan memiliki
Gingerbread secara native saat ini masih sekitar 1% saja, kebanyakan lainnya
masih menggunakan Froyo (2.2) diatas 60%.
>
> So mari kita lihat si Xperia Arc ini sekarang membawa angin segar apa
untuk dunia android.
>
> Desain:
>
> Hal pertama yang diperhatikan adalah namanya, Xperia Arc, yang mengacu
kepada arti kata arc, lengkungan. Dan ternyata dari segi bentuk, benar,
bagian belakangnya benar2 melengkung ke dalam, sehingga dibagian paling
tengah menjadi tipis 8,7mm saja. Kali ini benar desain Xperia Arc patut
diacungi jempol, sangat cantik. Biasanya handset2 modern sekarang cenderung
kotak sederhana, bahkan untuk handset2 android kebanyakan dianggap sangat
bercirikan laki2, maskulin.
>
> Sebenarnya kalau diperhatikan desainnya adalah pengembangan dari Xperia
10, hanya kali ini terlihat jauh lebih cantik. Lengkungan dagu dibagian
bawah dibawah tombol Back, Home dan Menu terlihat menarik dan menyiratkan
device berkelas. Bezel berwarna chrome disekeliling unit memberikan kesan
lengkungnya semakin jelas.
>
>
>
> (Gambar Lengkungan Xperia Arc , tampak samping , dengan tebal bagian
tengah hanya 8,7mm)
>
> Walaupun terbuat dari bahan plastik, (sepertinya untuk mengejar berat yang
ringan yg hanya 117 gram), secara keseluruhan tampilan desainnya memang
berbeda dengan android lainnya, dan kali ini rasanya android yang satu ini
layak dipakai baik untuk kaum maskulin maupun kaum feminim.
>
>
>
> Teknologi:
>
> Kita ingat jaman awal handphone GSM, semisal Ericsson T39, terlihat kecil
dan canggih. Dan memang pada eranya handphone tersebut sangat digemari dan
termasuk salah satu yang bisa menjadi modem untuk internet, baik untuk
notebook maupun PDA.
>
> Ericsson, adalah label yang kita kenal sebagai handset yang mengedepankan
teknologi, sehingga dulu kita sering membalikkan slogan dari merk terkenal
“Teknologi yang mengerti anda” menjadi “Ericsson, untuk anda yang mengerti
teknologi”, untuk membedakan bahwa handset keluarannya lebih canggih.
>
> Jalan panjang merk ericsson ternyata sangat2 panjang, karena perusahaan
Swedia ini sudah dimulai dari era telegraf di tahun 1876, yang kemudian
menjadi salah satu vendor teknologi komunikasi yang besar di dunia. Sampai
suatu saat keterbatasan chip handphone nya yang biasa diproduksi oleh
perusahaan Philips mengalami gangguan suplai, karena terbakarnya pabrik
Philips. Kebetulan saat itu juga Sony pemain elektronik ternama dari Jepang
juga memiliki juga divisi handphone, yang sayangnya sangat kecil, hanya 1%
dari peredaran handphone di dunia. Entah bagaimana akhirnya 2 perusahaan ini
bergabung di Oktober 2001 dan lahirlah Sony Ericsson.
>
> Ternyata dibalik bergabungnya 2 produsen teknologi ini sekarang terasa
gaungnya di Xperia Arc. Maka sekarang telinga kita akan mulai terbiasa
mendengar istilah: Bravia Engine.
>
> Bravia sendiri kita kenal sebagai line up dari seri televisi yang
diproduksi Sony. Sebenarna bravia yang terkesan bernada istilah Jerman atau
Eropa Timur adalah singakatan Best Resolution Audio Visual Integrated
Architecture, tenologi dari televisi Sony yang menjanjikan gambar yang lebih
tajam dan kaya warna. Sekarang teknologi yang sama diterapkan dalam Sony
Xperia Arc. Jadi di bagian menu handsetnya, pada bagian display kita akan
mendapatkan menu Mobile Bravia Engine yang bisa dicentang untuk mendapatkan
gambar, baik foto maupun video yang lebih bagus.
>
> Pada percobaan dibandingkan dengan layar Xperia X10, terlihat teknologi
ini bukan hanya isapan jempol, layar X10 yang terlihat bagus, ketika
disanding dengan Arc baru terlihat ada yang lebih bagus :-).
>
> Pada Arc kedalaman warna lebih terlihat, dan gerakan video tampil dengan
kehalusan gambar dan warna lebih kontras, juga detail yang lebih. Misal
video yang menampilkan langit malam berbintang, pada Arc bintangnya terlihat
lebih banyak :-p. Bahkan untuk video yang resolusinya kurang bagus, semisal
video low end dari youtube, akan tampil lebih halus gambarnya di Arc.
>
> Teknologi Bravia engine pada layar 4,2 inci , TFT 16,7 Juta warna ini
dilengkapi juga dengan teknologi LCD No Gap. Biasanya pada layar touchscreen
kita melihat ada jarak antara layar LCD di dalam dengan lapisan touchscreen
di depan, bahkan kalau gap nya besar dan tidak bagus buatannya, sering
terlihat adanya debu diantaranya.
>
> LCD No Gap yang dipakai oleh Xperia Arc, tidak memiliki ruang kosong
antara LCD dengan touchscreennya, hasilnya seperti layar berada langsung
dipermukaan. Keuntungan desain ini membuat tidak ada ruang bias cahaya
diantaranya, sehingga layar akan terlihat terang dan jernih walaupun berada
di bawah sinar matahari atau lampu yang terang. Resolusi WVGA 854×480 pixel
layarnya terlihat rapat, dan bisa menghasilkan gradasi warna yang bagus,
juga tulisan-huruf2 pada email terlihat halus dengan background putih yang
cemerlang.
>
>
>
> (Gambar LCD No Gap, seolah permukaan LCD ada di atas)
>
> Selain teknologi layar yang baru, Xperia Arc juga membawa teknologi baru
untuk kamera 8,1 MP nya dinamai Exmor R . Lagi2 teknologi ini diambil dari
kamera digital Sony, yang sekarang ditanamkan dalam kamera handphone.
>
> Secara teknis Exmor R menggunakan teknologi back illuminated CMOS image
sensor, sehingga bisa menghasilkan gambar yang tajam walaupun dalam kondisi
pencahayaan yang minim, karena peningkatan sensitifitasnya. Bagusnya lagi
teknologi ini memungkinkan pengambilan image pada kondisi lowlight dengan
noise yang minim, dimana biasanya untuk bisa mengkompensasi kekurangan
cahaya, kita memperbesar ISO tetapi mengakibatkan gambar menjadi noise atau
berbintik2 kasar.
>
> Kebanyakan semua kamera handphone menyerah ketika diminta memotret kondisi
malam hari, tanpa bantuan blitz. Bahkan banyak handphone hanya menghasilkan
gambar hitam saja untuk pemotretan malam hari. Kali ini teknologi kamera
handphone maju lagi selangkah, untuk lebih bisa membuat orang lepas tidak
lagi membawa 2 device, yaitu smartphone dan kamera saku.
>
>
>
> (Gambar Scene Malam Hari by Xperia Arc dengan penerangan utama api dari
cempor)
>
> Suasana malam hari sekarang bisa terekam dan terbawa dalam gambar sebuah
smartphone. Ditambah lagi biasanya pemotretan dalam ruangan dengan lampu
seadanya membuat gambar terlihat tidak tajam karena kondisi kekurangan
cahaya. Hasil dari kamera Sony Ericsson Xperia Arc ini boleh dibilang
impresif, pada pencahayaan ruang standard saja, semisal penerangan hanya
dari lampu neon yg ada di langit2, gambar yang dihasilkan bisa tetap tajam.
>
>
>
> (Gambar Indoor, penererangan lampu neon)
>
>
>
>
>
> (Gambar contoh foto Outdoor, kondisi cuaca langit mendung masih memberikan
ketajaman yang baik)
>
>
>
> Kali ini memang urusan potret memotret dianggap serius pada Xperia Arc.
Boleh jadi beberapa orang bepikir bahwa kamera bukan urusan yang penting
pada sebuah ponsel. Tetapi rasanya pendapat itu bisa ditepis sekarang ini,
ditengah ramainya demam social network, orang mulai banyak menggunakan
kamera ponsel untuk men-update statusnya dengan menyertakan gambar dari apa
yang sedang dikerjakannya, atau menyebarkan sebuah berita bahkan detail
sebuah barang.
>
> Bahkan sekarang jejaring sosial pun mulai menambah variasinya, selain kita
berbicara secara text, sekarang kita mulai berbicara melalui bahasa gambar.
Teman-teman yang tergabung dalam link kita bisa mengikuti “status” kita
melalui gambar yang kita post, dan seringkali gambar ini bukan gambar yang
biasa, tetapi gambar dengan bobot seni, seperti gambar yang sudah habis
dpermak dengan cantik oleh photoshop. Atau seperti layaknya foto profesional
dengan segala macam filter dan karakter kamera.
>
> Bantuan banyak software seperti vignette, retro camera, picsay, camera360
dll, memberikan hasil2 foto yang tidak terduga dengan segala filternya
secara otomatis, tanpa harus mengerti bagaimana mengoperasikan photoshop.
Semua hasil foto lengkap dengan modifikasinya dihasilkan instan, dan kalau
perlu di share, android memberikan fasilitas sangat mudah untuk share foto
kemana saja, termasuk jejaring sosial foto seperti PicPlz dan Color.
>
>
>
> (Contoh Foto hasil olahan aplikasi Vignette)
>
>
>
> Menu kamera dalam Xperia Arc juga dibuat semudah mungkin, dengan
dihadirkan pilihan menu scene otomatis. Biasanya pada kamera2 saku, kita
bisa memilih secara manual ketika memotret, apakah mau pemotretan jarak
dekat makro, atau memfoto dokumen, foto malam hari dll. Dengan adanya fitur
scene detection pada Arc, pilihan2 itu akan dikenali secara otomatis oleh
kamera Arc, dan langsung berganti sesuai scene yang akan kita ambil.
>
> Bahkan untuk foto “narsis” :-) atau foto wajah, disediakan pula sensor
face detection, yg akan menitikberatkan fokus pada wajah, bahkan sensor
Smile detection, yang otomatis bisa menjepret jika object yang difoto
tersenyum, biasanya kita suka menggunakan fitur ini untuk memotret bayi.
>
>
>
> (Gambar auto scene, eh dia bisa bokeh! :-))
>
>
>
> Pada ujung kanan Xperia Arc, tersedia tombol kamera dedicated, tapi
seringkali terasa tombol ini terlalu kecil dan agak keras ditekan, sehingga
ketika harus menekan, bobot handset yang ringan serasa bergerak.
Menyiasatinya, ternyata ada pilihan touch capture di menu kamera, sehingga
tinggal sentuh layar dimana saja, kamera langsung me-lock focus dan
mengambil gambar.
>
> Gambar2 yang dihasilkan Xperia Arc terlihat natural, lebih mendekati
kondisi aslinya, tidak over saturated seolah2 gambar dibuat untuk langsung
memuaskan mata dengan memberikan hasil yang matang. Hal ini menjadikan
pemilik gambar bisa melakukan perbaikan gambar lebih jauh dengan
keinginannya.
>
> Untuk mengetahui pendapat dari banyak orang, saya mencoba melakukan
percobaan dengan memposting 2 buah foto bersebelahan kepada komunitas dan
mentweet di @gadtorade, tanpa menyebutkan hasil bidikan dari device apa,
hanya menyebutkan dari 2 smartphone yang hebat.
>
> Tak tanggung-tanggung kamera Xperia Arc ini dicoba diadu dengan kamera
iPhone4 yang terkenal bagus.
>
> Hasil yang didapat kira-kira begini, bagi orang awam kebanyakan akan
memilih gambar hasil disebelah kiri, yang notabene adalah hasil jepretan
iPhone4, karena gambar yang dihasilkan diberikan oleh iPhone4, walau diluar
realita, tampak bagus dengan warna yang lebih kontras seperti sudah matang.
>
> Bagi mereka yang mengenal dunia fotografi lebih dalam, banyak yang memilih
hasil dari Xperia Arc, karena lebih natural apa adanya.
>
>
>
> (Gambar sebelah kiri dengan iPhone4, sebelah kanan dengan Xperia Arc)
>
>
>
> Pendapat baru kontras ketika diberikan foto suasana malam hari, walaupun
iPhone4 memiliki lensa yang baik yang bisa menangkap cahaya sebaik mungkin
dikondisi lowlight, hasilnya masih kalah telak oleh Xperia Arc dengan
bantuan teknologi Exmor R nya. Padahal suasana yang sama jika dipotret
menggunakan smartphone lain, hasilnya bisa lebih gelap lagi.
>
>
>
> (Gambar Scene Malam Hari, Sebelah kiri menggunakan iPhone4, sebelah kanan
Xperia Arc tanpa lampu Blitz)
>
> Jadi secara umum bagi yang mendambakan kamera bagus di smartphonenya,
Xperia Arc bisa memuaskan dahaganya:-)
>
> Selain kamera 8.1 MP nya bisa dipakai untuk mengambil gambar diam, Xperia
Arc juga mendukung perekaman video HD 720p, termasuk dukungan always on
flash light untuk pengambilan video di kondisi cahaya yang kurang. Image
stabilizer yang disertakan , terasa sangat membantu untuk perekaman video,
sehingga gambar video yang dihasilkan bisa terasa gerakannya halus tidak
loncat-loncat.
>
> Beres urusan layar dan kamera, teknologi lainnya yang disertakan dalam
Xperia Arc ini adalah second mic. Jadi di bagian belakang unit dibawah lensa
kamera, ada sebuah lubang kecil, berupa mic ke 2. Fungsi ini sama dengan
yang dimiliki google Nexus One, untuk menangkap suara surrounding kita, dan
menekan suara tersebut ketika kita berbicara di telepon.
>
> Pernah kan kita mengalami ketika telepon dengan orang yang sedang berada
di lingkungan yang ramai, suara dia bercampur dengan suara sekitar yang
ramai yang membuat telinga kita sering tidak nyaman karena bising dan sulit
menangkap suara penelepon, nah second mic menyaring suara bising tersebut
dan memblocknya supaya tidak bercampur dengan suara pembicara, supaya
pendengar diseberang sana bisa menangkap jelas kata2 kita.
>
> Mic ke-2 sekarang posisinya juga menjadi penting ketika kita mau
menggunakan google search berbasi voice, karena belum lama ini google sudah
merelease search by voice dengan bahasa Indonesia. Dengan hanya menekan icon
mic di google search kemudian berkata dalam bahasa Indonesia maka kata2 kita
akan diterjemahkan ke dalam tulisan dan langsung dibukakan website
bertalian.
>
> Biasanya dibutuhkan lingkungan yang cukup hening untuk kata2 bisa
ditangkap baik oleh mic, dengan adanya mic secondary, lingkungan yang cukup
ribut masih bisa menangkap apa yang kita ucapkan.
>
>
>
> (Gambar bagian belakang dan mic secondary Xperia Arc)
>
> Prosesor 1GHz Scorpion , Adreno 205 GPU, Qualcomm MSM8255 Snapdragon nya
sekarang meng-otak-i OS android anyar Gingerbread. Dengan spek seperti ini
bisa dirasakan handset androidnya berjalan nyaman dan cepat. Penggunaan
GingerBread memberikan juga manajemen power yang lebih baik.
>
> Jadi perpaduan GingerBread dan batere Arc 1500MAh, terasa ok untuk
memberikan tenaga yang cukup seharian untuk unit Arc ini bisa terus hidup,
apalagi kalau kita memakai kartu simcard dengan sinyal yang baik. Karena
bagus tidaknya sinyal , terutama 3G nya sangat berpengaruh untuk ketahanan
batere di handset android.
>
> Sekarang Sony Ericsson mencoba mengganti tampilan di layar Arc dengan UI
yang sudah dimodifikasi berbeda dengan UI yang ada di Xperia 10. Ciri khas
android milik Sony Ericsson, Timescape masih dipertahankan disini.
>
> Ciri dari Timescape adalah widget yang menampilkan layar2 kecil yang bisa
di-scroll dengan sentuhan jari, berisi gabungan dari informasi yang terus
update, baik berisi pesan dari facebook, twitter , sms , dll. Dengan menu
ini diharapkan kita bisa dengan cepat membaca update semua informasi dengan
cepat.
>
>
>
> (Gambar, TimeScape Xperia Arc)
>
> Kali ini 4 icon statis dipaling bawah untuk akses cepat, misal telepon,
contact bisa kita atur menjadi folder dengan bermacam isi icon, cukup drag
and drop icon lain untuk menimpa icon yang sudah ada, maka akan dijadikan
sebuah folder dengan nama yang bisa kita pilih.
>
> Dengan adanya fungsi ini, kita memiliki kebebasan untuk mempunyai akses
cepat kepada sebuah program yang akan kita sering pakai dengan lebih cepat
dibandingkan mengaksesnya ke dalam menu program.
>
>
>
> (Gambar, bergabungnya 2 icon langsung membentuk folder)
>
> Perubahan lain dirasakan dibagian menu program, yaitu program2 lengkap
yang tidak ditampilkan dihalaman depan, tapi di bawah/di dalam menu all
application. Halaman aplikasi2 android yang biasanya disusun terus kebawah,
dipilih untuk scroll perhalaman kesamping , dengan setiap halaman menampung
16 buah aplikasi 4×4 icon. Yang dirasakan ketika program sudah menjadi
sangat banyak, terkadang sulit mencari sebuah program yang diinginkan. Akses
cepat yang disediakan oleh google sebenarnya melalui widget google search,
hanya tinggal mengetik nama aplikasi.
>
> Pada Xperia Arc, selain cara diatas , juga diberikan sebuah menu sort di
pojok kiri bawah, dengan pilihan Own Order, Alphabetical, Must Used, or
Recently Installed.
>
> Ketika salah satu dipilih maka secara otomatis aplikasi merapihkan diri
sesuai pilihan kita. Masih belum puas dengan ordernya, ada menu dipojok
kanan bawah yang ketika di klik akan membuat icon2 aplikasi bergoyang, ini
mengingatkan kita kepada menunya iPhone :-) dan fungsinya sama untuk bikin
order sendiri dengan menggeser-geser icon aplikasi.
>
> Untuk terlihat lebih menarik, sekarang semua gerakkan sudah dibuat lebih
beranimasi. Dari hanya sekedar mengklik email sampai membuang icon ke tong
sampah terlihat gerakan animasi yang menarik, tong sampah yang membuka,
menutup dan bergoyang.
>
>
>
> Multimedia
>
> Selain sudah menggunakan OS android terbaru, layar yang bagus dan kamera
yang hebat, kali ini Sony Ericsson benar-benar menaruh perhatian pada
multimedia.
>
> Dengan pemikiran sudah buat video HD yang baik, kenapa tidak di share
dengan menonton bersama keluarga?, membuat Xperia Arc dilengkapi dengan slot
HDMI dan DLNA.
>
> Menggunakan kabel HDMI micro ke standard, Xperia Arc langsung bereaksi
ketika dihubungkan dengan LCD besar, kali ini dicoba dengan LCD 42”. Apa
yang tampil di layar Xperia Arc, langsung secara utuh ditampilkan di layar
LCD 42”.
>
> Biasanya untuk android merk lain yang memiliki slot HDMI, yang bisa
ditampilkan di LCD hanya multimedia, misal foto, lagu dan video saja. Butuh
aplikasi tambahan Real HDMI untuk bisa mendapatkan apa yang tampil di unit
tampil pula di LCD.
>
> Dengan HDMI nya, kita bisa menyetel video di Arc dan ditampilkan utuh
dengan bagus di LCD 42”seolah-olah sedang menonton melalui DVD, dan semuanya
lancar tanpa jeda.
>
>
>
> (Gambar, Film yang diputar di Arc ditampilkan di layar 42” )
>
>
>
> Nah berhubung Arc bisa tampilan apa adanya di LCD, maka ketika tampilan
aplikasi nya bisa landscape, kita memiliki layar android sebesar LCD yang
kita miliki. Bayangkan hanya dengan device kecil kita bisa browsing internet
dengan layar 42”, bisa bermain angry birds full layar besar, bahkan kalau
diperhatikan ketika membuka map, ada icon2 petunjuk yang sebelumnya tampil
kecil di layar Arc hanya seperti balon warna, ketika di LCD besar terlihat
bahwa detail iconnya , sebenarnya memiliki pola.
>
>
>
> (Gambar, Bermain Angry Birds di layar besar 42”)
>
> Dengan kondisi ini, berarti kita juga bisa melakukan presentasi dengan
hanya menggunakan android yang terhubung dengan kabel HDMI.
>
> Tapi kalau LCD TV kita satu darah dengan Arc, yaitu Sony Bravia, yang
terjadi bisa lebih seru, karena remote televisi nya bisa kita pakai untuk
mengendalikan Xperia nya. Play, Stop dll. Ini bagusnya sinergi yang
terbangun dari sebuah pabrikan yang sama.
>
> Kalau kebetulan dana kita lebih dan memiliki LCD TV terbaru yang sudah
support DLNA (Dynamic Living Network Alliance) , kita tidak membutuhkan lagi
kabel HDMI, cukup saling koneksi antara Arc nya dan LCD TV nya secara
wireless maka gambar dan video termasuk lagu bisa dikirimkan nirkabel
melalui wireless, dan tetap tanpa jeda. Asik kan.
>
> Untuk mengecek apakah device kita sudah memiliki fitur ini bisa coba lihat
di www.dlna.org
>
> Untuk mendapatkan spek lengkap Xperia Arc bisa dilihat disini:
>
> http://www.gsmarena.com/sony_ericsson_xperia_arc-3619.php
>
> or
>
>
http://www.sonyericsson.com/cws/corporate/products/phoneportfolio/specification/xperiaarc
>
> Xperia Arc ini akan tersedia resmi di Indonesia pada tanggal 9 April 2011.
>
> Harga yang dibandrol 5.499.000.
>
> Kabarnya sekarang sedang ada pre order di Senayan City, dengan diskon
500rb rupiah dan bonus2 lain.
>
> So segitu dulu pembahasannya, nanti cari waktu lagi saya cerita lebih
dalam tentang Xperia Arc ini ya.
>
>
>
> Enjoy
>
> Salam,
>
> Lucky Sebastian
>
> --
> ===============
> Indonesian Android Community, join: http://forum.android.or.id
>
> Join ID-Android FB Groups:
> http://www.facebook.com/group.php?gid=112207700729
> ---------------------
> Unlimited Data XL Mobile Broadband
> http://www.xl.co.id/XLInternet/BroadbandInternet
> --------------------
> PING'S Mobile - Plaza Semanggi
> E-mail: [email protected] Ph. 021-96087100
> --------------------
> i-gadget Store - BEC Bandung
> E-mail: [email protected] Ph. 0812-21111191
> --------------------
> Toko EceranShop - BEC Bandung
> E-mail: [email protected] Ph. 0815-56599888
> --------------------
>
> Aturan Jual/Kloteran ID-Android http://goo.gl/azW7

-- 
===============
Indonesian Android Community,  join:  http://forum.android.or.id

Join ID-Android FB Groups:
http://www.facebook.com/group.php?gid=112207700729
---------------------
Unlimited Data XL Mobile Broadband  
http://www.xl.co.id/XLInternet/BroadbandInternet
--------------------
PING'S Mobile - Plaza Semanggi
E-mail: [email protected] Ph. 021-96087100
--------------------
i-gadget Store - BEC Bandung
E-mail: [email protected] Ph. 0812-21111191
--------------------
Toko EceranShop - BEC  Bandung
E-mail: [email protected]  Ph. 0815-56599888
--------------------

Aturan Jual/Kloteran ID-Android  http://goo.gl/azW7

Kirim email ke