*http://goo.gl/yAPaM*

*JAKARTA, KOMPAS.COM* - Penjualan ponsel ZTE sesungguhnya lumayan bagus. Di
seluruh dunia tahun lalu, kata Susanto Sosilo, Direktur Divisi Perangkat,
ZTE Indonesia menyebutkan pabrikan ini meraup angka sampai 24 juta unit
pindah tangan ke pengguna. Di Indonesia memang lebih banyak dijual secara
paketan dengan operator. Namun, di balik itu, ZTE juga mengembangkan begitu
banyak perangkat dari modem sampai tablet.

"Permintaan akan tablet cukup tinggi, kami harus menyediakan perangkat ini,"
ujar Liu Lin, Vice President of MBB product Line Up, ZTE Corp, Selasa (11
April) di Jakarta. Maka kiprah perdana pun dimulai. Sebuah perangkat yang
disebut Susanto sebagai tablet PC teringan (hanya 403 gram termasuk baterai)
pun cepat-cepat dirilis di Indonesia.

Ya, tablet Android ini sudah merasuk pasar negeri ini. Diawali di Jakarta,
untuk kemudian merangsek pasar kota lain lewat acara road show. Apa yang
istimewa dari perangkat ini ketimbang tablet Android lain?

Sesungguhnya tak banyak. Faktor bentu memang jadi bidikan utama. Enteng
bobotnya. Juga diakui sebagai tablet yang punya daya tahan baterai lebih
lama. Sekadar info, kapasitas yang dipakai sebesar 3.400 mAH. Selebihnya ada
radio FM menancap sebagai sekadar tambahan. Walaupun memang menjadi tablet
Android pertama yang punya radio FM. Susanto mengimbuhi bahwa pemakaian
teknologi pemroses audio Dolby Suround Sound juga membuktikan si pemilik
bodi 192 x 110 x 12,6 mm ini pionir di soal audio.

Selain itu, setali tiga uang dengan tablet bikinan Axioo, ViewSonic, Olive,
dll. Tablet pengusung "aliran" ukuran layar 7 inci ini menggandeng versi
Froyo (2.2) untuk memastikan kinerjanya. Sokongan prosesor ARM sekuar 600
MHz dipilih.

Masalahnya seri ini masih memakai teknologi resistif untuk memerintah kerja
fitur maupun aplikasi. Sementara teknologi sentuh kapasitif justru menjadi
standar hampir semua perangkat tablet. Walaupun telah memakai kamera utama 3
MP, rasanya pengguna tak terlalu impresif dengan hal ini.

Pemakaian teknologi resistif bisa ditebak. Di China yang menggunakan bahasa
lokal, pemakaian teknik kapasitif kurang disuka. Beda dengan negara lain
yang menggunakan tulisan latin. Teknologi kapasitif sangat membantu.

Maka jurus kebijakan harga pun dilakukan. Seri ini disodorkan ke konsumen
seharga Rp 2.999.000,- Sebuah harga yang mengejutkan, mengingat rata-rata
untuk tablet dari para pemula dipatok di kisaran rupiah 3,5 jutaan.

Untuk sekadar kenal lebih dekat dengan ZTE Light Tab, mampir saja ke Grand
Indonesia. Mumpung sedang pameran penjualan. Kota lain, bakal menyusul. *
(ANDRA/FORSEL)*

-- 
Salam,


Agus Hamonangan

Founder Indonesian Android Community
http://forum.android.or.id

Indonesian Android Community
http://groups.google.com/group/id-android

Gtalk  : id.android
Follow : @agushamonangan
E-mail :  [email protected]

-- 
===============
Indonesian Android Community,  join:  http://forum.android.or.id

Join ID-Android FB Groups:
http://www.facebook.com/group.php?gid=112207700729
---------------------
Unlimited Data XL Mobile Broadband  
http://www.xl.co.id/XLInternet/BroadbandInternet
--------------------
PING'S Mobile - Plaza Semanggi
E-mail: [email protected] Ph. 021-96087100
--------------------
i-gadget Store - BEC Bandung
E-mail: [email protected] Ph. 0812-21111191
--------------------
Toko EceranShop - BEC  Bandung
E-mail: [email protected]  Ph. 0815-56599888
--------------------

Aturan Jual/Kloteran ID-Android  http://goo.gl/azW7

Kirim email ke