http://goo.gl/SPjR9
*
*
*Jakarta* - Xperia Arc adalah produk unggulan Sony Ericsson di tahun 2011.
Vendor patungan Swedia-Jepang tersebut membenamkan berbagai teknologi
terkininya di Xperia Arc. Beberapa waktu lalu, *detikINET *sempat melakukan
*quick 
review<http://www.detikinet.com/read/2011/03/17/095141/1593892/406/sony-ericsson-xperia-arc-android-berteknologi-gado-gado>
* ponsel berbasis Android Gingerbread ini. Mari kita simak pengujian lebih
lanjut terhadap Xperia Arc.

*Desain Berkelas*

Di samping software yang handal, faktor desain sebuah ponsel jelas tak kalah
penting untuk memikat konsumen. Dan Sony Ericsson tampak berupaya keras
membuat diferensiasi desain produknya ini.

Seksi, itulah yang terpancar dari bodi Xperia Arc. Desainnya khas, dengan
bagian belakang melengkung ke dalam. Terlebih lagi, Arc termasuk smartphone
tertipis di dunia dengan bagian tertipis hanya 8,7 mm.

Layar lebarnya berukuran 4,2 inch, membuat ponsel ini terlihat bongsor.
Bagian belakang ponsel terbuat dari bahan plastik. Meski demikian, plastik
ini solid dan tidak terkesan murahan. Bagian pinggirnya dihiasi oleh lapisan
metal. Boleh dibilang, tampilan luar Xperia Arc bergaya dan amat berbeda
ketimbang ponsel Android lainnya. Sudah begitu bobotnya pun enteng, mungkin
dikarenakan tipisnya bodi ponsel cerdas ini.

Bagian bawah layar memiliki tiga tombol navigasi dengan bentuk khas Sony
Ericsson. Bahannya terbuat dari plastik mengkilat dan tak ada kesulitan
berarti saat menekannya. Di bagian atas terpampang tombol on/off dan port
HDMI. Kemudian lubang headphone 3,5 mm ada di sisi kiri. Sisi kanan dihiasi
tombol volume dan tombol kamera.

Sayangnya, beberapa tombol berukuran kecil sehingga cukup susah digunakan,
utamanya pada tombol kamera. Seringkali tangan terpeleset ketika coba
mengoperasikannya.

*Unjuk Teknologi Sony*

Sekarang beralih ke sisi performa. Xperia Arc sudah dibekali Android
Gingerbread atau versi 3.0, versi terkini OS 'robot hijau'. Kemudian
prosesornya berkekuatan 1 GHz. Apa saja kemampuan yang ditawarkan Sony
Ericsson di ponsel ini?

Pertama tentu perhatian tertuju pada bagian layar 16 juta warna beresolusi
854x480. Sony Ericsson memakai teknologi yang dijuluki sebagai Reality
Display. Tampak nyaman di mata, layar ini menghasilkan tampilan relatif
tajam dan cukup jelas terlihat di bawah sinar matahari.

Teknologi Sony Bravia Mobile ikut disertakan, yang diklaim mempertajam
kontras dan ketajaman foto dan video. Ketika dipakai untuk melihat foto
pemandangan alam, gembar gembor itu cukup terbukti. Foto terlihat jernih dan
warna-warna mampu diterjemahkan dengan baik. Kontras warna tergambar jelas,
misalnya warna merah tampak menyala.

Sektor kamera diperkuat dengan Exmor R, sebuah sensor yang biasanya cuma
ditemukan di kamera buatan Sony. Fitur ini diklaim meningkatkan sensitivitas
kamera saat digunakan di area minim cahaya. Dan pengujian *detikINET* sedikit
banyak membuktikannya.

Saat digunakan dalam ruangan gelap dan hanya sedikit cahaya di obyek yang
dibidik, hasil kamera Arc terlihat lebih apik dibanding bidikan smartphone
yang jadi pembanding, dalam hal ini LG Optimus 2X yang sama-sama berkekuatan
8 megapixel. Meski sama-sama terlihat remang, obyek yang dibidik via Arc
terlihat lebih terang hasilnya.

Dalam situasi biasa, hasil foto tampak bagus. Komposisi warna terlihat
akurat. Ponsel ini juga sudah menyediakan penerangan LED Flash dan berbagai
macam fitur pemotretan seperti touch focus, image stabilization,
geo-tagging, sampai smile detection


Arc juga mampu merekam video kualitas HD 720p. Dan berkat adanya fasilitas
HDMI, maka user dapat menghubungkannya dengan layar yang lebih besar,
misalnya televisi, untuk menyaksikan hasil rekaman. Keberadaan HDMI tak cuma
sebatas menampilkan gambar atau video ke perangkat lain yang juga mendukung
fitur serupa, tapi juga dapat menayangkan menu lain.

Di sisi pemutar musik, interfacenya kelihatan minimalis seperti di ponsel
Android lainnya. Output suara via speaker terdengar biasa saja, malah
terkesan agak pecah jika diputar dalam volume tinggi. Namun ketika headset
sudah dipasang, kualitas suara bisa diandalkan dan musik mengalun jernih.


*Android 2.3.2*

Android Gingerbread versi 2.3.2 jadi sistem operasi Xperia Arc. Ini adalah
keunggulan tersendiri karena berbagai ponsel baru masih memakai versi
Android di bawahnya, meski mungkin ada janji updgrade. Gingerbread
menawarkan berbagai kelebihan seperti copy paste lebih baik ataupun
manajemen daya yang lebih bagus.

Layar di Xperia Arc memiliki 5 buah homescreen yang bisa dikustomisasi
sesuai keinginan pengguna. Perpindahan antar layarnya dapat berjalan dengan
mulus meski terkadang memang ada sedikit gejala lag.

Menariknya terdapat mode Overview di mana pengguna dapat mengumpulkan semua
widget yang ada di semua layar pada satu layar saja. Jadi user dapat melihat
semua widget yang mereka tampilkan di layar dengan mudah.

Handset ini juga disertai dengan aplikasi Timescape, interface khas Sony
Ericsson. Fitur ini mengintegrasi akses ke berbagai jejaring sosial semacam
Facebook dan Twitter. Sony Ericsson tak menyatukan TimeScape secara langsung
ke UI Arc, namun menyediakannya sebagai aplikasi terpisah. Hal ini
memudahkan jika user tidak ingin menggunakannya.

Dari sisi memori internal, Arc cuma menyediakan kapasitas sebesar 320 MB.
Namun Sony Ericsson sudah menyediakan microSD berkapasitas 8GB yang termasuk
dalam paket penjualannya.


Untuk performa baterai, Arc dibekali sumber daya 1500 mAh. Dengan penggunaan
biasa-biasa saja tanpa banyak akses internet atau main game, Arc dapat
bertahan sekitar seharian. Namun daya tahan ini dapat berkurang drastis jika
user banyak memakai Arc untuk melakukan bermacam fungsi.

Secara umum, Xperia Arc pantas dijadikan ponsel andalan Sony Ericsson. Wujud
seksi dengan bekal berbagai teknologi terkini membuatnya jadi penantang
serius di jagat smartphone Android. Bekal Android Gingerbread dan teknologi
seperti Exmor R serta Bravia Engine yang cukup terbukti kemampuannya,
membuat Arc bisa jadi pilihan. Tentu saja perlu disiapkan kocek sekitar Rp
5,5 juta untuk menebusnya.

Kelebihan:
- Desain seksi
- Android Gingerbread
- Exmor R dan Bravia Engine

Kekurangan:
- Beberapa tombol terlalu kecil
- Memori internal kecil





*( fyk / fw ) *





-- 
Salam,


Agus Hamonangan

Founder Indonesian Android Community
http://forum.android.or.id

Indonesian Android Community
http://groups.google.com/group/id-android

Gtalk  : id.android
Follow : @agushamonangan
E-mail :  [email protected]

-- 
===============
Indonesian Android Community,  join:  http://forum.android.or.id

Join ID-Android FB Groups:
http://www.facebook.com/group.php?gid=112207700729
---------------------
Unlimited Data XL Mobile Broadband  
http://www.xl.co.id/XLInternet/BroadbandInternet
--------------------
PING'S Mobile - Plaza Semanggi
E-mail: [email protected] Ph. 021-96087100
--------------------
i-gadget Store - BEC Bandung
E-mail: [email protected] Ph. 0812-21111191
--------------------
Toko EceranShop - BEC  Bandung
E-mail: [email protected]  Ph. 0815-56599888
--------------------

Aturan Jual/Kloteran ID-Android  http://goo.gl/azW7

Kirim email ke