*iPhone VS Android*

*==================*

*
*

*INILAH.COM, Jakarta - Kejayaan BlackBery tahun ini kian terancam. iPhone
berhasil membuat terobosan ke pasar bisnis dengan aplikasi baru. Android pun
diramalkan dengan cepat berada di posisi kedua.*

Apple berhasil membuat gebrakan. Aplikasi perusahaan itu saat ini menjadi
percontohan oleh lebih dari 70% perusahaan di Fortune 100, menurut*Chief
Financial Officer* Apple Peter Oppenheimer, kemarin.

"Kami terus melihat pertumbuhan cepat jumlah CIO perusahaan yang menambahkan
iPhone ke daftar perangkat yang disetujui mereka. Penetrasi ini telah dua
kali lipat sejak pertama iPhone 3GS dikapalkan pada musim panas, " katanya.

Menurut Gartner, sistem operasi iPhone sekarang adalah paling populer ketiga
di dunia menguasai 17% pasar smartphone, di belakang Symbian Nokia dengan
44,6% dan Research in Motion (RIM) dengan 20%.

Glen Rabie, *chief executive* bisnis intelijen pembuat perangkat lunak
mengatakan, korporasi menyerah pada penawaran iPhone. Pasar sistem operasi
Apple naik 4,2% untuk tahun yang berakhir hingga Oktober 2009, di belakang
RIM sebesar 4,9%.

Sedangkan Symbian dan Microsoft Windows Mobile berturut-turut kehilangan
5,1% dan 3,2%. Sementara Google Androidyang merupakan pendatang baru
berhasil merebut 3,5% pangsa pasar di tahun pertama.

Sebagian besar kenaikan pasar Apple berasal dari serapan konsumer, namun
penggunaannya di lingkungan perusahaan juga meningkat drastis. Menurut Rabie
, ia melihat pengambilan besar-besaran iPhone oleh perusahaan.

“Eksekutif menginginkan dan mengatakan pada orang-orang IT untuk
menggunakannya saat bekerja. Ada kasus-kasus di mana semua eksekutif
menggunakan iPhone dan seluruh staf telah menggunakan Blackberry namun
perlahan-lahan menyebar ke bawah," kata Rabie.

Telstra, Levi's dan lembaga pemerintah telah menjadi klien Apple. “iPhone
dibuat dengan pola pikir untuk membuat semuanya sederhana. Setiap applikasi
hanya melakukan satu hal, dan itu bagus karena orang hanya melakukan apa
yang perlu dilakukan," tambah Rabie.

Sebenarnya kekuatan IPhone juga merupakan kelemahan utamanya. Download
aplikasi dikelola secara eksklusif melalui iTunes Store, sehingga manajer TI
tidak bisa melakukan sentralisasi instalasi serta update keamanan seperti
perangkat lunak lain.

Hal itu tidak seperti perangkat Blackberry atau Windows Mobile, di mana
setiap telepon iPhone harus diperbarui oleh pengguna akhir. "Dalam pandangan
saya, itulah satu-satunya hal yang memberatkan," kata Rabie.

Di saat yang sama, RIM yang memiliki pijakan kuat di pelanggan perusahaan
karena keamanan dan semua dalam satu infrastruktur, tidak membiarkan
aplikasi masuk dengan mudah.

Namun baru-baru ini Blackberry meluncurkan toko applikasi sendiri yang
memungkinkan pengguna mencari dan men-download aplikasi langsung dari situs
pusat. Hal itu menjadikan tidak perlu mencari situs vendor perangkat lunak
atau menunggu manajer IT untuk melakukannya.

Sementara pengguna akhir serta usaha kecil lebih mempertimbangkan pengalaman
pengguna, tapi manajer TI memiliki daftar yang berbeda.

Anthony Petts, manajer pemasaran dan penjualan HTC yang menghasilkan ponsel
Windows Mobile dan Android mengatakan, ada beberapa fitur yang diharapkan
konsumen. Fungsi pertukaran email, keamanan terpusat, sinkronisasi kalender
dan kontak, input keyboard, serta sejumlah perangkat keras yang cocok untuk
masing-masing tingkatan karyawan.

"Ketika saya bertanya pada orang mengapa mereka menginginkan sebuah iPhone,
mereka bilang karena terbaru. Ada trend dan status yang mempengaruhi
keputusan membeli, tetapi jika menyangkut perusahaan mereka melihat pada
keamanan dan fungsionalitas menjadi pertimbangan nyata bagi mereka," kata
Petts.

Tapi firma riset Gartner memprediksi Android, bukan iPhone yang akan
menyusul RIM sebagai OS smartphone terbesar kedua di dunia pada 2012.
Sedangkan Windows Mobile akan berhasil mempertahankan pangsa pasarnya
meskipun menderita tekanan.

Namun, Petts percaya Microsoft akan memperkuat cengkeraman di pasar
smartphone dengan Windows Mobile 6.5. Ia mengatakan, telepon yang
menggabungkan layar sentuh sensitif (kapasitif) seperti di iPhone dan
Android kurang disukai pengguna perusahaan yang lebih memilih layar dengan
akurasi tinggi menggunakan stylus (resistif).

Di Asia Pasific Nokia masih menguasai pasar smartphone dengan 75,3% pangsa
pasar, turun dari 79,9% pada Q1 2009. Sedangkan Apple 8.1% naik dari 3,8%,
HTC 6% dari 4,6. Sementara RIM memiliki 3,6% dari 2,9% dan Samsung 2,9% dari
2,4%. [mdr]

http://inilah.com/news/read/teknologi/2010/02/08/331442/kejayaan-blackberry-kian-terancam/



-- 
Salam,

Agus Hamonangan
[email protected]

-- 
"Indonesian Android Community [id-android]" 

Join: http://groups.google.com/group/id-android/subscribe?hl=en-GB  
Moderator: [email protected]
Unsubscribe: [email protected]
id android Developer: http://groups.google.com/group/id-android-dev
id android on FB: http://www.facebook.com/group.php?gid=112207700729

Kirim email ke