DESIRE –Z : 1st Review

Setelah beberapa kali berganti handset, dengan beragam OS, akhirnya
pemberhentian terakhir ada pada HTC Desire-Z. Mengapa memilih handheld ini?

1.       Build Quality

Keluarga Desire dari HTC memiliki build quality yang bagus terutama untuk
Desire HD dan Desire Z. Dengan konsep Aluminum Unibody, handheld ini sangat
nyaman digenggam dan kokoh bila dibandingkan beberapa produsen handheld
android lain yang menggunakan material plastik. Saya sempat memakai Desire
HD sebelum Desire Z. Sebenarnya, kesan kokoh begitu nampak pada desain
unibody-nya DHD. Namun demikian, saya pribadi begitu tegang saat menggeser
dan melepaskan bagian baterai dan bagian sim-card. Agak susah apalagi kalau
tangannya berminyak sehingga proses lepas baterai dan ganti sim-card jadi
prosesi yang menegangkan J

Pada desire Z, hal ini tidak ditemui karena bagian tengah-nya yang terlepas
sehingga pemasangan baterai (dan penggantian baterai bila baterai utama
hampir habis) dengan mudah dilakukan

2.       Keyboard Fisik

Pengguna handheld Android yang juga pemakai blackberry (seperti saya)
kadangkala mengeluh bila suatu saat harus mengetik email atau SMS yang cukup
panjang. Karena terbiasa dengan keyboard fisik maka saya pun mencari Android
yang memiliki keyboard fisik. Desire Z memiliki keyboard fisik yang cukup
baik dan ergonomik sehingga proses mengetik menjadi hal yang menyenangkan J

3.       Kamera dan Video Recording

Mengaktifkan kamera pada Desire Z sangatlah mudah. Tinggal pencet tombol
sebelah kanan (atau sebelah atas dalam posisi landscape) maka langsung fitur
kamera bisa digunakan. Pengalihan fitur kamera dan Video recording pun
tinggal pencet layar bagian kanan atas. Selain itu, HTC memberikan fitur
Effect Wizard yang memiliki beberapa pilihan seperti Distortion, Depth of
Field, Vintage, Grayscale, dan lain-lain). Yang lebih memanjakan, pilihan
effect itu dapat langsung terlihat sebelum pengambilan gambar/video
dilakukan. Selain itu, karena sudah Froyo, kita tidak khawatir handheld kita
kehabisan memory saat merekam atau memotret karena semuanya disimpan dalam
memory card tanpa harus instal program App2SD dll.

4.       Baterai

Karena bekerja keras dalam sync 5 e-mail (3 diantaranya milis kelas berat),
maka ketahanan baterai memang menjadi hal yang harus diperbaiki.
Perkembangan teknologi handheld ternyata tidak diiringi dengan perkembangan
teknologi baterai sehingga fitur-fitur hebat dalam Android kadangkala
menjadi percuma karena baterai yang lumayan boros. Untuk mengakalinya memang
tidak ada pilihan lain untuk membeli baterai cadangan sebagai antisipasi.

5.       Layar

Layar Desire Z cukup jernih dan enak untuk dipandang (untuk indoor). Untuk
Outdoor, perlu setting brightness sampai maksimal untuk melihat menu-menu di
layar J

6.       Speaker

Quality lumayan bagus walaupun sebenarnya malah lebih bagus HTC Desire
(sebelum DHD dan DZ sempat pakai Desire jadi kerasa bedanya). HTC Desire
lebih jernih. Tidak percaya? Silakan lihat komparasi Desire Z dan Desire
untuk audio qualitynya di gsmarena.com. However, untuk call dan terima
telepon cukup jernih.

OK. Sudah bicara masalah hardwarenya (saya tidak membahas sampai masalah
prosesor dll ya karena memang tidak ahli), mari kita lihat dalamnya.

7.       Wi-fi Tethering

Salah satu fitur yang sangat saya senangi dan sering saya pakai adalah fitur
Wi-fi tethering. Dengan langganan paket KartuHalo Flash (125K/bulan), saya
bisa membawa wi-fi kemana-mana J. Saya bisa koneksi internet di komputer dan
iPad saya dengan lancar padahal pada saat itu juga proses sync e-mail dan
weather di Desire Z terus berjalan. Bahkan, untuk upgrade iOS iPad saya yang
sampai ratusan MB, bisa dilakukan dengan sukses menggunakan Wi-Fi
tethering-nya Desire Z ini.

8.        Google Services

Salah satu hal yang membuat saya kembali memakai Android adalah support
google servicenya yang jempolan. Gmail dengan mudah dapat sync secepat Sync
dengan server RIM. Google Maps pun sangat membantu saya dalam perjalanan
berkunjung ke customer (apalagi di luar Jakarta) sehingga akses ke customer
site lebih mudah. Pernah suatu ketika naik taksi di Solo mau jalan ke UNS
dari Bandara. Saya lihat di peta koq arahnya berlawanan dengan arah yang
seharusnya. Saya tegur saja tukang taxinya. Dia bilang : Iya Mas, saya ambil
jalan memutar biar lebih lancar karena kalau lewat kota sana macet...katanya
J. Jadi, kalau dulu malu bertanya sesat di jalan. Sekarang, malu buka Gmaps,
sesat di jalan J

Yang paling saya senangi dari Google Services adalah Sync contacts-nya.
Dulu, ketika masih memakai Sy***an, bila lupa untuk sync ke Outlook, dan
hape kita dicuri, hilanglah seluruh contact kita. Sekarang, gonta ganti
handheld, selama masih pakai Android, data contacts terjaga dan selalu
up-to-date.

9.       HTC Mail

Mail Client bawaan HTC ternyata cukup bagus. Ada opsi thread dibagian bawah
sehingga kita bisa lihat banyak e-mail dalam satu thread. Selain itu juga
bisa lihat e-mail attachement, unread e-mail, Favorites, dll.


Demikian 1st review, Insya Allah nanti saya sambung lagi


Terima kasih,


Andri Fitriyadi

-- 
"Indonesian Android Community"  Join: http://forum.android.or.id

===============
Xperia arc with Mobile BRAVIA Engine
http://www.sonyericsson.com/product/xperiaarc/video/mbe
---------------------
Unlimited Data XL Mobile Broadband  
http://www.xl.co.id/XLInternet/BroadbandInternet
--------------------
PING'S Mobile - Plaza Semanggi
E-mail: [email protected] Ph. 021-96087100
--------------------
i-gadget Store - BEC Bandung
E-mail: [email protected] Ph. 0812-21111191
--------------------
Toko EceranShop - BEC  Bandung
E-mail: [email protected]  Ph. 0815-56599888
===============

Aturan Jual/Kloteran ID-Android  http://goo.gl/azW7

Kirim email ke