komentar saya dibawah ya. 2011/4/28 Radia Latief <[email protected]>
> Mau komentar. :D > > > *Aplikasi untuk memonitor* > > * > * > *IMO kalau apps2 ini digunakan di sistim yang udah optimal, maka ngga > berguna dan malah nambahin boros karena mereka justru adalah tipe apps yang > jalan terus2an. Beda dengan apps yang diem di background dan cuma numpang di > memori (selama belom ada apps lain yg butuh memori).* > memang ini jadi 2 sided sword. pertanyaannya adalah bagaimana kita bisa tau dan yakin kalo sistem sudah berjalan optimal? biasanya kan cuma kira2 dan based on feeling. kita gak akan bisa tau real usagenya tanpa monitoring apps tadi. jadi menurut saya yg bisa dilakukan adalah memantau semua apps (termasuk monitoring apps itu sendiri) apakah mereka juga malah bikin boros batere. dan yg saya maksud bikin boros ini adalah mengkonsumsi daya secara tdk normal. karena prinsipnya setiap monitoring apps pasti akan memakan daya extra. abnormality dlm konsumsi batere ini yg musti dipantau dan diwaspadai. dan menurut pemantauan saya, battery history dan battery monitor widget tidak memakan daya yg berlebihan dan masih termasuk normal (kalo nggak tentu saya ga akan berani merekomendasikan :) kalo boleh saya ambil contoh dr pengalaman saya sendiri. saat saya pake oxygen di desire, saya sangat puas dgn battery lifenya. saya anggap rom tsb sudah sangat optimal dalam hal power managementnya. tapi setelah saya coba tes dgn Battery History, ternyata terlihat sebuah IM apps yg Partial Wake Usage-nya sangat tinggi yg membuat sistem wake terus2an (tdk normal). setelah saya uninstall app tsb, terbukti battery life saya terlihat membaik. dari mana saya tau kalo membaik? karena saya menggunakan battery monitor widget utk mencatat pemakaian battery saya sehari2, jadi kalo ada perubahan yg cukup signifikan, bisa terlihat di battery monitor widget tsb. jadi saya hanya ingin menekankan pada poin nomor 3 dan 4 dari artikel tsb, bahwa monitoring apps diatas sangat perlu utk yg ingin memantau seberapa optimal pemakaian daya dari apps yg kita install. > *Use less push sync in general. True push is only available with >> Blackberry everybody else is doing a very frequent pull to emulate push, so >> make sure you don’t use push where its not required* > > * > * > *Kurang yakin juga tapi masak si penulis ngga tau C2DM? Jadi pernyataan > "true push cuman ada di BB" tuh ngga betul.* > * > * > *Selebihnya, saya setuju kalau apps yang sync/refresh pake interval waktu > tuh jangan dinyalakan sync nya kecuali kalau kita lebih memilih notifikasi > daripada ketahanan batre.* > > yup...sepertinya penulisnya belum ngeh soal C2DM. tapi C2DM tetap bukan jaminan apps tsb gak bikin battery drain. kembali kepada sebaik dan seoptimal apa app tsb dibuat. > * > * > >> *Mati/idupin sensor & Juice Defender* > > * > * > *Lagi-lagi IMO, yang saya butuhkan dari Android adalah konektivitas yg gak > putus. Jadi Juice Defender ngga cocok buat saya. Sedangkan untuk > matiin/idupin sensor, kadang memang dibutuhkan tapi kalau saya pengennya > gimana cara supaya sesedikit mungkin ngutak-ngatik si HP di kehidupan > sehari-hari. :D GPS saya nggak pernah mati, WiFi pakai auto WiFi toggle (ini > termasuk app yg nambahin boros tapi saya rela karena kegunaannya cukup ok). > Jadi sehari-hari saya jarang banget nyentuh tombol2 WiFi/GPS.* > > setuju. saya juga sudah gak pernah pakai Juice Defender karena perlu konektifitas yg tdk terputus. tapi utk beberapa orang yg pola penggunaannya berbeda dan gak perlu konektifitas terus2an, Juice Defender cukup ampuh utk memotong konsumsi daya sehingga membuat batere lebih irit. jadi tergantung lagi ke penggunanya. > *Termasuk under/overclock, saya lebih suka yang standar-standar aja.* > yup...sejak pake oxygen saya udah gak pernah pake SetCPU utk underclock/undervolt. karena kernel makernya sendiri tidak merekomendasikan pemakaian SetCPU di Oxygen. utk ROM lain mungkin beda kasus. > > *Kelemahan sekaligus kelebihan Android menurut saya adalah openness-nya, > sehingga dia lebih mudah "rusak" atau "nggak optimal" gara-gara > customization yang "salah". Saya sangat setuju ama artikel yang dulu pernah > diposting:* > * > * > *https://groups.google.com/d/topic/id-android/Za1d4JWk-As/discussion* > betul...karena itu saya rasa makin penting adanya monitoring apps utk mengetahui dan mendeteksi sesuatu yg tdk normal. * > * > *Sekarang kan kayaknya kalau punya Android harus di-root, sementara saya > baru beberapa hari yg lalu akhirnya (setelah setahun) saya nge-root > Gingerbread Stock di N1, ngapus Amazon MP3, nyoba2, trus akhirnya malah ga > doyan dan semua saya balikin lagi ke awal (kecuali Amazonnya) :D* > > kalau soal root atau tidak sepertinya ini sudah preference masing2 ya. ada yg merasa perlu, ada yg tidak. saya sendiri termasuk yg merasa root adalah suatu keharusan. buat yg merasa gak perlu root dan gak masalah tanpa root, itu udah pilihan mereka yg harus dihargai. Salam, -Yoshwar -- "Indonesian Android Community" Join: http://forum.android.or.id =============== Xperia arc with Mobile BRAVIA Engine http://www.sonyericsson.com/product/xperiaarc/video/mbe --------------------- Unlimited Data XL Mobile Broadband http://www.xl.co.id/XLInternet/BroadbandInternet -------------------- PING'S Mobile - Plaza Semanggi E-mail: [email protected] Ph. 021-96087100 -------------------- i-gadget Store - BEC Bandung E-mail: [email protected] Ph. 0812-21111191 -------------------- Toko EceranShop - BEC Bandung E-mail: [email protected] Ph. 0815-56599888 =============== Aturan Jual/Kloteran ID-Android http://goo.gl/azW7
