http://goo.gl/DFn8J

TEMPO Interaktif, Jakarta - Vendor komputer berlomba-lomba membuat
perangkat tablet yang dapat berjalan dengan sistem operasi Android 3.0
atau Honeycomb.

Sebut saja Motorola dengan tablet Xoom, Samsung yang sejak awal sudah
menyatukan Android 2.2 (Froyo) ke Samsung Galaxy Pad, Acer, ASUS, dan
lainnya.

Mereka memilih berkolaborasi dengan platform buatan Google ini karena
OS tersebut diklaim sebagai sistem operasi yang khusus dibuat untuk
perangkat tablet. Kelebihannya dibanding OS Android yang ditujukan
bagi ponsel pintar adalah bisa berselancar di Internet dengan lebih
memuaskan.

Namun, ternyata Android Honeycomb tak lepas dari kritik. Mengutip
situs teknologi PC World, ada lima hal yang harus diperbaiki Google
dalam sistem operasinya itu.

Apa saja? berikut ulasannya:

1. Warna kurang detail.
Apabila Anda perhatikan foto-foto yang ditampilkan pada perangkat yang
menggunakan sistem operasi Android Honeycomb memiliki warna yang
kurang tajam.

Ketika menyandingkan gambar yang sama pada tablet berbasis Android
Honeycomb, iPad 2, bahkan Android Froyo, tampilan foto pada Android
Honeycomb-lah yang paling buram. Mungkin saja Google membuat
tampilannya menjadi lebih gelap, tapi hasilnya justru jauh dari
memuaskan.

2. Keyboard harusnya lebih baik.
Pada sistem operasi Android versi 2.x, setiap keyboard virtual yang
ditampilkan memiliki desain yang pas di genggaman. Pada versi itu,
Google juga membuat fitur tombol konteks yang otomatis mengetikkan
kata .com dan @ untuk memudahkan browsing atau menulis email.

Tapi, pada Android Honeycomb, Google tidak menambahkan fitur
bermanfaat tadi ke dalamnya.

3. Tampilan antarmuka kurang bagus.
Jika Anda amati tampilan interface pada tablet ber-platform Android
Honeycomb, terdapat tiga tombol virtual sebagai navigasi utama di
bagian bawah kiri halaman utama.

Sayangnya, dari tiga tombol itu, hanya satu yang jelas terlihat.
Kembali lagi, mungkin ini salah satu konsekuensi dari efek gelap yang
ingin ditunjukkan Google.

Selain itu, tombol "exit" diwakili dengan tanda panah yang bisa saja
diartikan sebagai tombol "back".

4. Root Directory "Berantakan".
Sebuah tablet diharapkan dapat terintegrasi dengan perangkat lainnya,
seperti USB, memori card, televisi, player cakram, dan sebagainya.
Tapi, jika Anda menggunakan tablet Honeycomb, jangan heran apabila
direktori perangkat eksternal itu tidak langsung terbaca di sistem,
melainkan terselip di direktori Removable.

Walhasil, pengguna harus membongkar sistem direktori terlebih dahulu
secara manual untuk menemukan di jaringan mana perangkat eksternal itu
tersambung. Tentu saja dibutuhkan kesabaran dan waktu yang cukup untuk
menemukannya.

5. Pembaca data ekstrernal terkadang bermasalah.
Jangan kaget apabila Android Honeycomb tidak mengenali atau tak bisa
membaca data yang Anda simpan di SD card atau USB Flash. Kalau memang
sistem benar-benar tidak bisa membaca, terkadang pengguna akan diminta
untuk memasukkan ulang perangkat eksternal tadi.

PC WORLD|RINI K

-- 
Salam,


Agus Hamonangan

Founder Indonesian Android Community
http://forum.android.or.id

Indonesian Android Community
http://groups.google.com/group/id-android

Gtalk  : id.android
Follow : @agushamonangan
E-mail :  [email protected]

-- 
"Indonesian Android Community"  Join: http://forum.android.or.id

===============
Xperia arc with Mobile BRAVIA Engine
http://www.sonyericsson.com/product/xperiaarc/video/mbe
---------------------
Unlimited Data XL Mobile Broadband  
http://www.xl.co.id/XLInternet/BroadbandInternet
--------------------
PING'S Mobile - Plaza Semanggi
E-mail: [email protected] Ph. 021-96087100
--------------------
i-gadget Store - BEC Bandung
E-mail: [email protected] Ph. 0812-21111191
--------------------
Toko EceranShop - BEC  Bandung
E-mail: [email protected]  Ph. 0815-56599888
===============

Aturan Jual/Kloteran ID-Android  http://goo.gl/azW7

Kirim email ke