newbie coba bantu ya..

itu semua script utk menggunakan ext partition di micro sd sebagai utk
tempat menampung data/apps.

d2ext/d2w/d2sd itu memindahkan seluruh data dari internal storage ke ext
partition di microsd. sementara a2sd hanya memindahkan apps saja (data lain
termasuk dalvik cache masih di internal storage). a2sd+ itu sama dgn a2sd tp
dalvik cachenya sudah dipindahkan ke sd (pake command a2sd cache2sd atau yg
sejenis), tp data lain masih di internal.

trus apa bedanya d2ext dgn d2w atau d2sd? terus terang saya gak tau juga
detailnya...hehe (mungkin suhu2 yg lain bisa kasih info). menurut saya
semuanya mirip2, intinya metode ini akan pindahin data partition ke sd card.
ada yg klaim d2ext ato d2w lebih kenceng/lebih stabil. yg udah saya cobain
sih bedanya gak terasa. kelebihannya metode ini dibanding a2sd/a2sd+,
partisi ext bisa kita atur sendiri besarnya dan partisi ext ini akan
dianggap sebagai internal memori. jadi gak perlu pusing lagi mikirin
keterbatasan internal memori. kekurangannya...speed/performa dan smoothness
akan sangat tergantung ke speed sd card. dan speed ini bukan hanya
tergantung dr classnya saja, tp juga dari iops dan random read/write dr sd
card tsb. dan metode ini cenderung lebih boros batere karena system harus
terus2an mengakses sd card.

a2sd hanya memindahkan apps saja ke sd. dgn metode ini, device akan
menggunakan 2 storage. internal storage utk data+dalvik cache, dan a2sd
storage utk apps (utk a2sd+, dalvik cache juga dipindah ke sd-ext). utk
melihat/memantau a2sd storage ini perlu pake app tambahan seperti quick
system info pro/titanium backup atau system info lainnya.

kelebihannya, karena data dan dalvik masih ada di internal, speed dan
smoothnessnya gak tergantung sdcard. yg sudah saya coba, a2sd cenderung
lebih smooth dari d2ext dll diatas. a2sd juga relatif lebih irit batere
karena mengakses internal storage lebih irit dibanding akses sd card.
kekurangannya, internal storage tergantung partisi yg dipake (stock
partition cuma 147MB). dan gak akan bisa jadi sebesar d2ext dll. walaupun
app sudah dipindah ke sd, dalvik cache dan data masih di internal yg artinya
internal storage akan terus berkurang kalo install banyak apps. dan beberapa
metode a2sd seperti darktremor a2sd musti masukin command di terminal, jd
kurang user friendly.

imho...utk rom2 tertentu yg compatible, pake a2sd akan lebih enak kalo
dipadu dgn custom partition seperti oxygen/cm7/data++ hboot yg bikin
internal storage lebih gede dari stock partition (musti s-off). kalau mau
gampang dan internal storage gede, pake d2ext/d2w/d2sd (terutama kalo masih
s-on yg ga bisa utak atik partition table).

mudah2an cukup jelas...dan silakan kalo ada suhu2 lain yg mau nambahin.

Salam,
-Yoshwar


On Fri, Sep 9, 2011 at 10:10 AM, Norman Frederik
<[email protected]>wrote:

> Suhu-suhu dan suhi-suhi, tolong penjelasannya sesuai subject. ane bingung
> mw pilih ROM yang mana buat HTC Desire
>
>

-- 
"Indonesian Android Community"  Join: http://forum.android.or.id

===============
Join ID-ANDROID Developers
http://groups.google.com/group/id-android-dev
---------------------
Gunakan Paket Unlimited Data XL Mobile Broadband  
http://www.xl.co.id/XLInternet/BroadbandInternet
--------------------
PING'S Mobile - Plaza Semanggi
E-mail: [email protected] Ph. 021-25536796
--------------------
i-gadget Store - BEC Bandung
E-mail: [email protected] Ph. 0812-21111191
--------------------
Toko EceranShop - BEC  Bandung
E-mail: [email protected]  Ph. 0815-56599888
===============

Aturan Jualan dan Kloteran ID-Android http://goo.gl/YBN21

Kirim email ke