buat saya, feel memang tidak bisa tergantikan, tapi masih bisa
dibiasakan/dipaksakan ( terutama kalo kepepet :D). sejujurnya saya malah
menganggap tampilan suatu OS yg dipaksakan utk mirip seperti OS lain itu
malah keliatan cheesy (no offense ya). mending nikmati saja OS tsb apa
adanya.

tapi masalah terbesar utk migrasi OS buat saya itu adalah ketersediaan
software. terutama kalau udah ada banyak personal record yg musti di keep
(seperti financial record, backup kerjaan2 lama dgn format khusus, dll). dan
ubuntu walau softwarenya udah relatif banyak ,sayang belum seperti yg saya
harapkan.

pake ubuntu sejak 2007, sampe sekarang cuma kepake di netbook utk browsing
aja (itu juga karena tu netbook kurang optimal utk dijejelin Snow Leopard
:D). akhirnya OS utama tetap MacOS X sampe sekarang.

mudah2an yg mau diracunin ama oom Iwan bukan orang yg seperti saya :)

Salam,
-Yoshwar


2011/9/13 冴羽獠 (Ryo Saeba) <[email protected]>

>
> nah ini lebih kena membahasakan maksud saya. poin saya itu kalo cuma
> bikin GUI-nya mirip tapi fungsi maupun feel-nya tidak, orang cenderung
> malas migrasi OS. kebanyakan migrasi OS yang berhasil itu adalah jika
> memang terpaksa, misalnya OS sudah gak di-support lagi atau emang
> berurusan dengan cari nafkah sehingga terpaksa belajar menggunakannya.
>
> --
> http://ryosaeba.wordpress.com ~ things left unsaid
>

-- 
"Indonesian Android Community"  Join: http://forum.android.or.id

===============
Join ID-ANDROID Developers
http://groups.google.com/group/id-android-dev
---------------------
Gunakan Paket Unlimited Data XL Mobile Broadband  
http://www.xl.co.id/XLInternet/BroadbandInternet
--------------------
PING'S Mobile - Plaza Semanggi
E-mail: [email protected] Ph. 021-25536796
--------------------
i-gadget Store - BEC Bandung
E-mail: [email protected] Ph. 0812-21111191
--------------------
Toko EceranShop - BEC  Bandung
E-mail: [email protected]  Ph. 0815-56599888
===============

Aturan Jualan dan Kloteran ID-Android http://goo.gl/YBN21

Kirim email ke