Kalau "pembunuhan" itu ada yg "hidup" dan ada yg "mati".  Ada yg makan, ada
yg tidak makan.  Nah, ini para produsen Android tetap hidup dan meraup
sales.  Alias semua kebagian makan cuma ada yg banyak ada yg dikit.  Ini
namanya... bancakan atau kendurian... hehehehe...

Yg "dimakan" duit konsumen.  Tapi konsumen happy-happy aja tuuh...  :)

Salam,
Sentot AB

-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of Iwan Suryolaksono
Sent: Friday, October 07, 2011 08:08
To: [email protected]
Subject: Re: Killing field Re: [id-android] Wti : OOT, steve jobs passed
away

Yah...... ibarat manusia, platform android ini kan masih terbilang abg.
Masih remaja. Masih jauh dari dewasa. Wajar saja kalau masih abg itu pasti
kebut-kebutan di performa fisik dulu, belum ada kedalamannya. 

Kalau windows dan apple kan sudah sampai fase mature-nya. Sudah
habis-habisan explor hardware sampai batas maximum. Meski kata orang, langit
itu tak berbatas. Di atas langit selalu ada langit lagi. 

Jadi kalau nanti android semakin beranjak dewasa, bagaimanapun juga akan
dieksplor juga estetika style-nya, software AI-nya, intuitive design-nya.
Jadi akan semakin ramah ke konsumen. Semakin ramah bukan berarti semakin
kencang prosesornya lho. Itu kan prasyarat awal saja. 

Jangankan killing field di hardware, market pun juga jadi ajang killing
field di aplikasi. Betapa banyak aplikasi office bermunculan, untuk fungsi
yang sama persis. Dan di semua kategori aplikasi, killing field itu terjadi
setiap hari. Itulah realitas kompetisi. Sulit untuk menghindari munculnya
chaos dan tabrakan dari segala arah. 

Google tidak akan bisa mendirect pertumbuhan android, atau berlaku sebagai
dirigen orkestra. Google hanya dapat menyediakan ekosistem saja. Apakah di
dalam ekosistem itu muncul binatang ganas yang merusak ekosistemnya sendiri,
itu hanya sekedar konsekuensi saja. 

Pada akhirnya, perusahaan hardware pasti akan menyadari, sia-sia mereka
memberikan spesifikasi prosesor setinggi langit, kalau tidak dibarengi
dengan pengoptimalan OS dan semua aplikasinya. Dan tugas itu tidak bisa
dibebankan kepada google dan software developer saja. Karena mereka pasti
akan selalu ketinggalan kereta dibanding R&D hardware-nya. 

Sederhananya, kalau hari ini keluar android quad core, mungkin orang tidak
akan berhasil menemukan perbedaan real life function apapun juga dengan dual
core. Beda sekali dengan windows. Aplikasi spesifik yang running di windows
memang sudah siap memanfaatkan semua progress di teknologi hardware-nya. 

Ini diskusi yang sangat menarik. Tapi saya tidak akan kaget dengan resiko HH
di tangan saya akan cepat usang dalam beberapa bulan saja. Bukan karena saya
punya kocek berlebih untuk hal ini. Tapi karena dari dulu saya punya banyak
cara untuk mengambil manfaat dan menikmati teknologi. Dan kebebasan itu saya
dapatkan di android. Tidak di ekosistem yang lain.

Salam,
Iwan Suryolaksono

*deleted*

-- 
"Indonesian Android Community"  Join: http://forum.android.or.id

===============
Join ID-ANDROID Developers
http://groups.google.com/group/id-android-dev
---------------------
Gunakan Paket Unlimited Data XL Mobile Broadband  
http://www.xl.co.id/XLInternet/BroadbandInternet
--------------------
PING'S Mobile - Plaza Semanggi
E-mail: [email protected] Ph. 021-25536796
--------------------
i-gadget Store - BEC Bandung
E-mail: [email protected] Ph. 0812-21111191
--------------------
Toko EceranShop - BEC  Bandung
E-mail: [email protected]  Ph. 0815-56599888
===============

Aturan Jualan dan Kloteran ID-Android http://goo.gl/YBN21

Kirim email ke