Bro Agam saking semangatnya sampai lupa ganti from field dan bajak trit orang. Kalau saya baca tulisannya saya berkesimpulan: 1. Bro agam sangat suka gadget 2. Bro agam seneng sekali bisa flash ROM dan sebagainya 3. Bro agam tidak punya iDevice atau belum bergabung id-iPhone/id-iPad 4. Bro agam menganggap bahwa semua ini adalah tugas suci Google mengubah dunia dan beliau salah satu missionarisnya.
--- padahal bagi saya sebagai end user ya sama aja deh, ujung2nya juga duit semua perusahaan itu --- On 10 Jan 2012, at 22:37, hendra santoso <[email protected]> wrote: > hmm..sah2 aja ya TS iseng2 nulis ginian.. > Kalo boleh saya hanya berfikir Sebagai end user . > Kalo di Saya sih gak Repot mo pake apa aja selama itu aman di kantong dan > nyaman digunakan. Gak sampe segitunya fanatik dengan satu platform hingga > menganggap menerjemahkannya seolah-olah sebuah ideologi apalagi menjurus > bahaya Latent berfikir . > > Semua saling melengkapi kok. dan menurut saya pandangan IOS adalah kapitalis > dan Android adalah Pancasila yah terlalu berlebihan lah.. > > Sampai saat ini saya belum menemukan HH Android yang senyaman Iphone 4 saya. > Kenapa? karena kebutuhan saya lebih banyak didukung oleh iphone4 dibanding HH > Android dan saya juga gak bisa lepas dari HH Android , walaupun sering HH > android hanya ditinggal di rumah . Kalo dibilang memakai produk IOS prestise? > sih gak sepenuhnya benar. Karena saya pakai sesuai kebutuhan saya. > Misal..Saya tidak fanatik IOS sehingga saya harus beli Macbook karena kalo > saya beli toh buat apa?banyak hal yang tidak mendukung pekerjaan saya.Sangat > Subjektif bukan pendapat saya? > > Dan bisa jadi teman2 lain lebih butuh Android atau BB ketimbang yang lain, > nah tergantung pribadi masing-masing tentunya kembali pada yang Nyaman dan > Aman. > > > > > > > > > 2012/1/9 <[email protected]> > Dear rekan-rekan, > Iseng2 ane bikin analisis ideologis iOS vs Android. > > Bukan bermaksud provokasi, menjelek-jelekkan, hanya sekedar analisis > paradigma dan ideologi saja, kebetulan ane (dulu) ngurus-ngurusin CSR dan > business ethics. > > Sebelumnya ane pake ipad2. Eh dijatuhin anak ane. Setelah dapat ganti > asuransi, ane beliin tablet Ideos S7 murah meriah, supaya anak ane tidak > main2 sama yg mahal. > > Eh meski murah meriah, tapi jauh lebih menyenangkan daripada pake ipad2. > Ipad2 ane kasihin istri dan ane pake Ideos. Dari situ belajar, dan hasilnya > tulisan terlampir. > > Monggo, jangan dibata ya gan > > iOS vs Android = Kapitalisme vs Pancasila > > Citra yang terpancar dari orang yang memakai produk Apple adalah IT geek, > cool dan rebel. Itu DULU. > > Saya suka membaca website gadget dan perangkat elektronik, seperti engadget, > gizmodo, lifehacker, dsb. Setahun terakhir saya bisa merasakan ada pergeseran > pandangan seperti di atas. Setahun lalu pembaca website tsb masih kagum > dengan berbagai produk Apple yang memakai iOS. Sekarang tren berganti, > Android lebih disukai. > > Mengapa? Bukan soal teknologinya. Android memang lebih unggul, lebih cepat > dalam adopsi teknologi terbaru, tapi ini soal pergerseran pandangan sosial > masyarakat di Barat, menjadi lebih Pancasilais, yang kalau diperas menjadi > Gotong-Royong, dan ini sejalan dengan berkembangnya aplikasi crowdsourcing, > gotong-royong antar pengguna yang tidak saling kenal, untuk public benefit, > seperti Wikipedia dan Linux. > > Andy Rubin, pendiri Android ketika dicaplok Google, ditanya oleh seorang VP > Google (sumber: cerita dari Lucky Sebastian, gadtorade): apa dunia ini masih > perlu mobile operating system yang lain? > > Andy menjawab, ada dua tugas suci dari Google dalam kaitan dengan mobile > operating system. Pertama, saat ini kita sedang kritis, dunia membutuhkan > operating system yang open source, membebaskan developer, produsen dan > konsumen memilih apa yang mereka mau. > > (Bandingkan dengan iOS dari Apple, developer dan pembeli tak bebas berkreasi. > Software yang mau diinstal di produk Apple harus seijin Apple. Saat ini sudah > 3 tahun Android, dan kita bebas memilih perangkat Android apa saja, mau > murah, mahal, mau diisi apapun, semua terserah pada konsumen, developer dan > produsen). > > Kedua, saat ini kita menghadapi draconian future, dimana hanya akan ada satu > operating system, satu perusahaan dan satu orang yang menentukan bagaimana > kita menggunakan gadget. Google punya tugas suci untuk memberikan pilihan > bagi semua orang, keterbukaan bagi semua orang dan mendorong inovasi bagi > semua orang. Dan Google punya sumber daya untuk itu. Kalau Google hanya diam, > maka ramawaln Orwell 1984 akan terjadi. Big brother is watching you, control > all your life and the world. > > Dan sekarang, Google mempersembahkan Android, suatu platform terbuka untuk > semua orang. Bahkan Nexian pun memakai Android buat smartphonenya yang > terjangkau. > > Nah, dimana letak nilai Pancasila dalam Android? > > Pertama, mirip dengan wikipedia, Android dikerjakan secara crowdsourcing > alias gotong-royong. Source code-nya bisa dengan mudah didownload. Semua > orang bebas mengubahnya, memperbaiki dan menawarkannya kepada siapa saja. > > Developer perusahaan dapat memperbaiki source code inti yang sudah dibuat > Google, dan memasang dalam perangkat mereka yang dijual bebas. Developer > pribadi, para hacker, bebas memodifikasi Android menjadi custom ROM. Orang > bebas memilih custom ROM yang mereka mau, atau kembali memakai ROM bawaan > developer perusahaan. Developer pribadi, sama seperti hacker lainnya, tidak > mendapat uang dari aktivitas hackingnya, tapi dengan keahlian hacking mereka, > pasar tenaga kerja menghargai mereka dengan baik. Secara tidak langsung > Google membantu pengembangan SDM di banyak negara. > > Proses ini juga berlangsung pada level programmer aplikasi dan pribadi > pemilik perangkat Android. Saya jadi tahu bagaimana melakukan flash terhadap > perangkat saya, memilih custom ROM, dan mencari pertolongan dari komunitas > jika mandek dengan flash ulang. Nilai saling menolong, gotong-royong, hidup > disini, bahkan antar mereka yang tak kenal. > > Produk Apple? Terpenjara oleh Apple. > > Kedua, terjadi pergeseran nilai di masyarakat Barat (Eropa dan Amerika). Dari > segi pandangan etika bisnis, masyarakat Amerika, menurut Crane dan Matten, > exhibit a strong culture of individualism, suggesting that individuals are > responsible for their own success. Sampai urusan kesehatan pun, masyarakat > Amerika kudu punya asuransi sendiri, kalau tidak mau mati keleleran. > > Tetapi krisis ekonomi akibat subprime mortage tahun 2007 membuat banyak orang > mulai sadar bahwa ada sesuatu yang salah dengan ekonomi dan tata nilai > sosialnya. Stiglitz diminta UN untuk membuat rekomendasi tata moneter dan > keuangan internasional baru, yang tidak membebaskan. Demo antiglobalisasi > marak, dan gerakan Occupy Wallstreet bergema ke seluruh penjuru Amerika. > > Orang kembali melihat bahwa perusahaan besar-lah yang menjadi sumber masalah. > Dan itu adalah perusahaan-perusahaan yang tak kenal etika. Orang kembali > bergairah dengan upaya crowdsourcing, gotong-royong. Website semacam > kickstarter, yang menawarkan ide untuk urunan dan gotong-royong, marak. > > Dan Android muncul ketika pergeseran nilai itu terjadi. Kembalinya > nilai-nilai Pancasila (nilai kemanusiaan, kerja sama, gotong royong, saling > menolong, mengutamakan etika). > > Ketiga, Apple bukanlah perusahaan yang socially responsible. Setelah kematian > Jobs, orang baru sadar, rupanya Apple atau Jobs yang cash reserve-nya lebih > besar dari Pemerintah AS, tak punya upaya philantrophist yang signifikan. > Bill Gates bahkan adalah philantrophist terbesar saat ini. > > Jobs punya kisah buruk dengan anak dan partnernya. Dia menolak mengakui anak > dari partnernya, dan terlibat sengketa dipengadilan soal pengakuan dan > tunjangan kepada anaknya. Jobs berhasil menghentikan sengketa, dengan > mengakuai sebagai anak biologisnya. Tapi kabar terakhir, anak yang tak mau > dia akui itu, terpaksa ngutang ke kenalan Bapaknya buat bayar uang SPP > universitas. > > Dari segi ethical supply chain, Apple mengontrak Foxconn, pabrikan gadget di > Cina, yang reputasi HAMnya buruk. Hak-hak buruh kurang diberikan. Buruh > bekerja long hours, meyerupai perbudakan, paling tidak sweatshop. Karena itu, > setiap produk Apple yang anda beli dan pakai, ada keringat buruh yang kering, > tangis mereka karena gaji kecil dan long hours. > > Karyawan Apple hidup dalam cengkeraman Apple Gestapo, mereka dimata-matai, > bahkan sampai ke kehidupan pribadinya. Ponsel mereka disadap, email > diperiksa. Gestapo bukan monopoli Nazi, Apple juga. > > Dulu Nike itu sweatshop, sekarang Apple adalah sweatshop. > > Dan, gejala-gejala itulah yang bisa ditangkap dari pembacaan saya terhadap > dunia gadget dan kondisi sosial yang melingkupinya. > > BB? Ke laut aje. > > > Agam F > > -----Original Message----- > From: Herry SW <[email protected]> > Sender: [email protected] > Date: Mon, 09 Jan 2012 20:25:11 > To: <[email protected]> > Reply-To: [email protected] > Subject: Re: [id-android] Re: wta : hp android buat wanita > > On Sun, 8 Jan 2012 20:48:06 -0800 (PST) > Andhika Legawa wrote: > > > coba seri xperia om, klo 3jt bs dpt xperia ray or xperia arc or xperia > > neo. > > Xperia ray atau Xperia neo bisa dapat. Kalau Xperia arc masih kurang deh. > Xperia arc yang lama (bukan arc S) saat ini masih di kisaran Rp 3,7 juta > dengan gejala turun. > > > bini i pake ray, krn mmg buat poto2 ajib gile om (razr ane kalah > > telak). casing nya warna warni :) dan kesannya modis & elegan gt > > deh... > > Batal tertarik RAZR deh. :) > > > > Salam, > > > Herry SW > > -- > "Indonesian Android Community" Join: http://forum.android.or.id > > =============== > Gunakan Paket Unlimited Data XL Mobile Broadband > http://www.xl.co.id/XLInternet/BroadbandInternet > -------------------- > PING'S Mobile - Plaza Semanggi > E-mail: [email protected] Ph. 021-25536796 > -------------------- > Toko EceranShop - BEC Bandung > E-mail: [email protected] Ph. 0815-56599888 > =============== > > Aturan Jualan dan Kloteran ID-Android http://goo.gl/YBN21 > > -- > "Indonesian Android Community" Join: http://forum.android.or.id > > =============== > Gunakan Paket Unlimited Data XL Mobile Broadband > http://www.xl.co.id/XLInternet/BroadbandInternet > -------------------- > PING'S Mobile - Plaza Semanggi > E-mail: [email protected] Ph. 021-25536796 > -------------------- > Toko EceranShop - BEC Bandung > E-mail: [email protected] Ph. 0815-56599888 > =============== > > Aturan Jualan dan Kloteran ID-Android http://goo.gl/YBN21 > > > > -- > Regards, > Hendra Santoso > > -- > "Indonesian Android Community" Join: http://forum.android.or.id > > =============== > Download Aplikasi Kompas versi Digital dan Keren > https://market.android.com/details?id=com.kompas.android.kec > -------------------------- > Gunakan Paket Unlimited Data XL Mobile Broadband > http://www.xl.co.id/XLInternet/BroadbandInternet > -------------------- > PING'S Mobile - Plaza Semanggi > E-mail: [email protected] Ph. 021-25536796 > -------------------- > Toko EceranShop - BEC Bandung > E-mail: [email protected] Ph. 0815-56599888 > =============== > > Aturan Jualan dan Kloteran ID-Android http://goo.gl/YBN21 -- "Indonesian Android Community" Join: http://forum.android.or.id =============== Download Aplikasi Kompas versi Digital dan Keren https://market.android.com/details?id=com.kompas.android.kec -------------------------- Gunakan Paket Unlimited Data XL Mobile Broadband http://www.xl.co.id/XLInternet/BroadbandInternet -------------------- PING'S Mobile - Plaza Semanggi E-mail: [email protected] Ph. 021-25536796 -------------------- Toko EceranShop - BEC Bandung E-mail: [email protected] Ph. 0815-56599888 =============== Aturan Jualan dan Kloteran ID-Android http://goo.gl/YBN21
