Thx utk sharing nya om.... ;)

ice on note..... just not note...
On Jun 16, 2012 12:15 PM, "Nano Librano" <[email protected]> wrote:

> **
> Udah pernah baca kayak 2 tahun lalu ni mah mas bro.
>
> Nice artikel eniwey.
> ------------------------------
> *From: * Arianto C Nugroho <[email protected]>
> *Sender: * [email protected]
> *Date: *Sat, 16 Jun 2012 07:52:20 +0300
> *To: *[email protected]<[email protected]>
> *ReplyTo: * [email protected]
> *Subject: *[id-android] Fwd: [Rush Overseas 2012] [OOT] Fw:
> [ia-itb-qatar] Fw: Pendidikan Sebenarnya
>
> Ada guru kah di millist ini?
> ---------- Forwarded message ----------
>
> Silahkan, untuk pengetahuan kita semua di dalam memajukan keluarga, bangsa
> dan negara kita ke depan.
>
> Pendidikan Sebenarnya
> by Prof Rhenald Kasali (Guru Besar FE UI)
> http://id.wikipedia.org/wiki/Rhenald_Kasali
>
> LIMA belas tahun lalu saya pernah mengajukan protes pada guru sebuah
> sekolah tempat anak saya belajar di Amerika Serikat.Masalahnya, karangan
> berbahasa Inggris yang ditulis anak saya seadanya itu telah diberi nilai E
> (excellence) yang artinya sempurna, hebat, bagus sekali. Padahal dia baru
> saja tiba di Amerika dan baru mulai belajar bahasa.
>
> Karangan yang dia tulis sehari sebelumnya itu pernah ditunjukkan kepada
> saya dan saya mencemaskan kemampuan verbalnya yang terbatas. Menurut saya
> tulisan itu buruk, logikanya sangat sederhana. Saya memintanya memperbaiki
> kembali,sampai dia menyerah.
>
> Rupanya karangan itulah yang diserahkan anak saya kepada gurunya dan bukan
> diberi nilai buruk, malah dipuji. Ada apa? Apa tidak salah memberi nilai?
> Bukankah pendidikan memerlukan kesungguhan? Kalau begini saja sudah
> diberinilai tinggi, saya khawatir anak saya cepat puas diri.
>
> Sewaktu saya protes, ibu guru yang menerima saya hanya bertanya singkat.
> “Maaf Bapak dari mana?”
> “Dari Indonesia,” jawab saya.
> Dia pun tersenyum.
>
> BUDAYA MENGHUKUM
> Pertemuan itu merupakan sebuah titik balik yang penting bagi hidup saya.
> Itulah saat yang mengubah cara saya dalam mendidik dan membangun
> masyarakat.
>
> “Saya mengerti,” jawab ibu guru yang wajahnya mulai berkerut, namun tetap
> simpatik itu. “Beberapa kali saya bertemu ayah-ibu dari Indonesia yang
> anak anaknya dididik di sini,”lanjutnya. “Di negeri Anda, guru sangat
> sulit memberi nilai. Filosofi kami mendidik di sini bukan untuk menghukum,
> melainkan untuk merangsang orang agar maju. Encouragement! ” Dia pun
> melanjutkan argumentasinya.
>
> “Saya sudah 20 tahun mengajar. Setiap anak berbeda beda. Namun untuk anak
> sebesar itu, baru tiba dari negara yang bahasa ibunya bukan bahasa
> Inggris, saya dapat menjamin, ini adalah karya yang hebat,” ujarnya
> menunjuk karangan berbahasa Inggris yang dibuat anak saya.
>
> Dari diskusi itu saya mendapat pelajaran berharga. Kita tidak dapat
> mengukur prestasi orang lain menurut ukuran kita.
>
> Saya teringat betapa mudahnya saya menyelesaikan study saya yang
> bergelimang nilai “A”, dari program master hingga doktor.
>
> Sementara di Indonesia, saya harus menyelesaikan studi jungkir balik
> ditengarai ancaman drop out dan para penguji yang siap menerkam. Saat
> ujian program doktor saya pun dapat melewatinya dengan mudah.
>
> Pertanyaan mereka memang sangat serius dan membuat saya harus benar-benar
> siap.Namun suasana ujian dibuat sangat bersahabat. Seorang penguji
> bertanya dan penguji yang lain tidak ikut menekan, melainkan ikut membantu
> memberikan jalan begitu mereka tahu jawabannya. Mereka menunjukkan
> grafik-grafik yang saya buat dan menerangkan seterang-terangnya sehingga
> kami makin mengerti.
>
> Ujian penuh puja-puji, menanyakan ihwal masa depan dan mendiskusikan
> kekurangan penuh keterbukaan.
>
> Pada saat kembali ke Tanah Air, banyak hal sebaliknya sering saya
> saksikan. Para pengajar bukan saling menolong, malah ikut “menelan”
> mahasiswanya yang duduk di bangku ujian. *
>
> Etika seseorang penguji atau promotor membela atau meluruskan pertanyaan,
> penguji marah-marah, tersinggung, dan menyebarkan berita tidak sedap
> seakan-akan kebaikan itu ada udang di balik batunya. Saya sempat mengalami
> frustrasi yang luar biasa menyaksikan bagaimana para dosen menguji, yang
> maaf, menurut hemat saya sangat tidak manusiawi.
>
> Mereka bukan melakukan encouragement, melainkan discouragement. Hasilnya
> pun bisa diduga, kelulusan rendah dan yang diluluskan pun kualitasnya
> tidak hebat-hebat betul. Orang yang tertekan ternyata belakangan saya
> temukan juga menguji dengan cara menekan. Ada semacam balas dendam dan
> kecurigaan.
>
> Saya ingat betul bagaimana guru-guru di Amerika memajukan anak didiknya.
> Saya berpikir pantaslah anak-anak di sana mampu menjadi penulis
> karya-karya ilmiah yang hebat, bahkan penerima Hadiah Nobel. Bukan karena
> mereka punya guru yang pintar secara akademis, melainkan karakternya
> sangat kuat: karakter yang membangun, bukan merusak.
>
> Kembali ke pengalaman anak saya di atas, ibu guru mengingatkan saya.
> “Janganlah kita mengukur kualitas anak-anak kita dengan kemampuan kita
> yang sudah jauh di depan,” ujarnya dengan penuh kesungguhan.
>
> Saya juga teringat dengan rapor anak-anak di Amerika yang ditulis dalam
> bentuk verbal.
>
> Anak-anak Indonesia yang baru tiba umumnya mengalami kesulitan, namun
> rapornya tidak diberi nilai merah, melainkan diberi kalimat yang
> mendorongnya untuk bekerja lebih keras, seperti berikut. “Sarah telah
> memulainya dengan berat, dia mencobanya dengan sungguh-sungguh. Namun
> Sarah telah menunjukkan kemajuan yang berarti.”
>
> Malam itu saya mendatangi anak saya yang tengah tertidur dan mengecup
> keningnya. Saya ingin memeluknya di tengah-tengah rasa salah telah memberi
> penilaian yang tidak objektif.
>
> Dia pernah protes saat menerima nilai E yang berarti excellent
> (sempurna),tetapi saya mengatakan “gurunya salah”. Kini saya melihatnya
> dengan kacamata yang berbeda.
>
> MELAHIRKAN KEHEBATAN
>
> Bisakah kita mencetak orang orang hebat dengan cara menciptakan hambatan
> dan rasa takut? Bukan tidak mustahil kita adalah generasi yang dibentuk
> oleh sejuta ancaman: gesper, rotan pemukul, tangan bercincin batu akik,
> kapur, dan penghapus yang dilontarkan dengan keras oleh guru,sundutan
> rokok, dan seterusnya.
>
> Kita dibesarkan dengan seribu satu kata-kata ancaman: Awas…; Kalau,…;
> Nanti,…; dan tentu saja tulisan berwarna merah menyala di atas kertas
> ujian dan rapor di sekolah.
>
> Sekolah yang membuat kita tidak nyaman mungkin telah membuat kita menjadi
> lebih disiplin. Namun di lain pihak dia juga bisa mematikan inisiatif dan
> mengendurkan semangat. Temuan-temuan baru dalam ilmu otak ternyata
> menunjukkan otak manusia tidak statis, melainkan dapat mengerucut
> (mengecil) atau sebaliknya, dapat tumbuh.
>
> Semua itu sangat tergantung dari ancaman atau dukungan (dorongan) yang
> didapat dari orang-orang di sekitarnya. Dengan demikian kecerdasan manusia
> dapat tumbuh, sebaliknya dapat menurun. Seperti yang sering saya katakan,
> ada orang pintar dan ada orang yang kurang pintar atau bodoh.
>
> Tetapi juga ada orang yang tambah pintar dan ada orang yang tambah bodoh.
>
> Mari kita renungkan dan mulailah mendorong kemajuan, bukan menaburkan
> ancaman atau ketakutan. Bantulah orang lain untuk maju, bukan dengan
> menghina atau memberi ancaman yang menakut-nakuti.
>
> --
> IA ITB Chapter Qatar Group
> Follow us on Twitter @iaitbqatar
> Register to the group : http://database.iaitbqatar.com
>
> --
> Go Gulf Indonesia Group | Stay Hungry Stay Foolish!
> Follow us on Twitter @gogulfindonesia
> Register to the group : http://database.gogulfindonesia.com
>
> --
> "Indonesian Android Community" Join: http://forum.android.or.id
>
> ===============
> Download Aplikasi Kompas versi Digital dan Keren
> https://play.google.com/store/apps/details?id=com.kompas.android.kec
> --------------------------
> Download Aplikasi AR "MONSTAR" dari Indosat
> https://play.google.com/store/apps/details?id=com.ar.monstarunity
> ---------------------
> Lex-ON http://www.Lex-ON.com - Plaza Semanggi
> E-mail: [email protected] Tlp: 021-70952539
> ---------------------
> GSM-AKU http://www.gsmaku.com - BEC Bandung
> E-mail: [email protected] Hp: 0881-1515151
> ---------------------
> EceranShop http://eceranshop.com - BEC Bandung
> E-mail: [email protected] Hp: 0815-56599888
> ===============
>
> Aturan Umum dan Jualan/Kloteran ID-Android http://goo.gl/arJ5x
>
> --
> "Indonesian Android Community" Join: http://forum.android.or.id
>
> ===============
> Download Aplikasi Kompas versi Digital dan Keren
> https://play.google.com/store/apps/details?id=com.kompas.android.kec
> --------------------------
> Download Aplikasi AR "MONSTAR" dari Indosat
> https://play.google.com/store/apps/details?id=com.ar.monstarunity
> ---------------------
> Lex-ON http://www.Lex-ON.com - Plaza Semanggi
> E-mail: [email protected] Tlp: 021-70952539
> ---------------------
> GSM-AKU http://www.gsmaku.com - BEC Bandung
> E-mail: [email protected] Hp: 0881-1515151
> ---------------------
> EceranShop http://eceranshop.com - BEC Bandung
> E-mail: [email protected] Hp: 0815-56599888
> ===============
>
> Aturan Umum, Beli dan Jualan/Kloteran ID-Android http://goo.gl/MpVq8
>

-- 
"Indonesian Android Community"  Join: http://forum.android.or.id

===============
Download Aplikasi Kompas  versi Digital dan Keren
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.kompas.android.kec
--------------------------
Download Aplikasi AR "MONSTAR" dari Indosat 
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.ar.monstarunity
---------------------
Lex-ON  http://www.Lex-ON.com - Plaza Semanggi
E-mail: [email protected]  Tlp: 021-70952539
---------------------
GSM-AKU  http://www.gsmaku.com - BEC Bandung
E-mail: [email protected]  Hp: 0881-1515151 
---------------------
EceranShop  http://eceranshop.com - BEC  Bandung
E-mail: [email protected]  Hp: 0815-56599888
===============

Aturan Umum, Beli dan Jualan/Kloteran  ID-Android  http://goo.gl/MpVq8

Kirim email ke