Jakarta - Serbuan ponsel Android diprediksi akan menggerogoti pasar
BlackBerry di Indonesia. Namun Research in Motion (RIM), produsen dari
handset lisensi Kanada itu justru mengaku tidak takut, bahkan
menyambut persaingan terbuka ini.

"RIM menyambut kompetisi (dengan Android)," komentar Gregory Wade,
Regional Vice President Asia Pacific RIM, saat berbincang dengan
detikINET, Rabu (10/3/2010).

"Semakin banyak user (di Indonesia) yang memahami benefit dari mobile
data dan smartphone, justru semakin baik. Tentunya ini malah bagus
untuk kami sebagai pionir industri smartphone dan layanan data
nirkabel," lanjutnya dengan nada percaya diri.

Menurut Greg, BlackBerry bukan sekadar handset saja. Namun lebih
tepatnya adalah platform end-to-end atau layanan menyeluruh. Mulai
dari infrastruktur back-end, sistem operasi dan services, kemitraan
dengan operator, hingga aplikasi terintegrasi semisal BlackBerry
Messenger.

"Nah, itu semua kami tawarkan dalam satu solusi handset yang aman dan
bisa diandalkan. Kami menyebutnya 'the BlackBerry experience'. Jelas,
itu yang membedakan kami (dengan Android) dan membuat pelanggan di
Indonesia tetap menggunakan dan mencintai BlackBerry," seloroh fans
berat dari grup musik rock AC/DC ini.

Berdasarkan catatan detikINET, akses layanan BlackBerry di Indonesia
telah digunakan oleh lebih dari 700 ribu pelanggan dari enam operator
seluler yang menjadi mitra RIM, yakni Indosat, XL Axiata, Telkomsel,
Natrindo Telepon Seluler, Smart Telecom, serta Hutchison CP Telecom.

Meski demikian, keenam operator itu mulai melirik ke Android. Setelah
Telkomsel tahun lalu, kini Android mulai gencar dipasarkan
Indosat--mitra pertama RIM untuk BlackBerry. XL juga tengah
ancang-ancang merilis layanannya dalam waktu dekat.

Ancaman untuk pasar BlackBerry, selain dari aplikasinya yang menarik,
juga dari harga ponsel yang relatif lebih murah serta disediakan oleh
banyak vendor. Sebut saja, HTC Hero, Motorola Milestone, Samsung
Galaxy Spica, LG GW 620, Huawei U8230, Sony Ericsson Xperia X10, serta
Samart i-mobile IE6010 yang harganya Rp 2 jutaan.

Belum lagi jika ponsel Nexus One milik Google jadi masuk ke Indonesia
tahun ini, bukan tak mungkin kalau pasar BlackBerry bisa digoyang
Android. Lalu apa tanggapan RIM?

"Seperti yang sudah saya bilang, kami menyambut kompetisi ini. Kami
memiliki posisi yang lebih unggul baik di segmen korporat dan ritel.
Fokus kami saat ini adalah untuk mengoptimalkan kekuatan kami dan
mengapresiasi pelanggan di Indonesia, juga rekanan dan distributor
kami," tandas pria yang sehari-hari berkantor di Singapura ini.
( rou / wsh )

http://www.detikinet.com/read/2010/03/10/151454/1315469/317/blackberry-tak-takut-indonesia-berpaling-ke-android

-- 
"Indonesian Android Community [id-android]" 

Join: http://groups.google.com/group/id-android/subscribe?hl=en-GB  
Moderator: [email protected]
Unsubscribe: [email protected]
id android Developer: http://groups.google.com/group/id-android-dev
id android on FB: http://www.facebook.com/group.php?gid=112207700729

Kirim email ke