<http://apriforhumanbeing.files.wordpress.com/2012/07/micromax-a85-ofic.jpg>

Ngelanjutin review lagi :D Kali ini saya akan mereview sebuah smartphone
ber-sistem operasi android (lagi). Perangkat genggam yang kali ini saya
bahas mungkin sangat jarang ditemui atau jarang dibahas di media. Ya,
karena peluncuran produk ini bahkan apakah produk ini ada di pasaran atau
tidak hanya segelintir orang yang tahu. Bahkan iklannya saja tidak pernah
muncul di media, eh pernah sih muncul waktu perangkat ini di diskon
Rp500.000,- :D

Baiklah, langsung saja. Perangkat genggam yang saya review kali ini adalah
Ktouch W700 atau merk internasionalnya dikenal dengan nama Micromax A85, di
kawasan Asia dikenal dengan nama Ktouch K700, di China sendiri dikenal
dengan nama Cherry Magnum 2X. Perangkat ini masuk ke Indonesia awal 2012
CMIIW. Pada saat peluncuran, perangkat genggam ini dilengkapi dengan
android 2.2 alias Frozen Yogurt. Tetapi, bila membeli sekarang, maka sudah
dilengkapi dengan android 2.3.4 Gingerbread. Pasti banyak yang bertanya,
koq saya beli perangkat genggam yang aneh-aneh atau boleh dibilang beli
perangkat genggam kok yang generik :D Saya pribadi sih yang menting bisa
dapat perangkat genggam dengan harga murah dengan spesifikasi yang oke,
soal sistem operasi dan lain-lain itu bisa diutak-atik kemudian :D

Di pasaran, memang susah mencari perangkat genggam ini, kalaupun mau, kita
harus mendatangi gerai Ktouch. Harga resmi perangkat genggam ini adalah
Rp1.999.000,-. Pada pameran Indonesia Cellular Show bulan lalu, perangkat
genggam ini dibanting harganya menjadi Rp1.499.000,-. Orang-orang pasti
berpikir, android apa ini kok harganya murah? Pasti isinya abal-abal,
ngelag, lemot dan lain sebagainya. Mari kita telanjangi perangkat genggam
ini.

*Paket Penjualan*
Paket penjualan dalam perangkat genggam ini terbilang standar, yaitu hanya
perangkat genggam, handsfree, kabel data micro USB, adapter pengisian daya
dan 2 buah baterai berkapasitas 1500 mAh. Perangkat genggam ini hanya hadir
dalam satu warna untuk pasar Indonesia, yaitu warna hitam. Sedangkan diluar
negeri, perangkat genggam ini hadir dengan banyak pilihan warna, termasuk
kuning, merah, putih dll. Kalau kita ingin mengganti bodi/casing perangkat
ini, bisa langsung menghubungi gerai Ktouch yang ada di Roxy atau Mangga
Dua. Satu set body perangkat genggam ini bisa ditebus dengan mahar
Rp207.500,-. Saya kurang tahu apakah sudah termasuk biaya pemasangan atau
tidak.

*Impresi Fisik*
Pertama kali perangkat ini dikeluarkan dari kardus, kesan pertama adalah
berat dan licin, perangkat genggam terberat yang pernah saya pegang untuk
perangkat seukurannya dan licin karena tidak ada grip pada bodi. Menelusuri
setiap bagian bodi, rupanya perangkat ini terbuat dari polymer keras, mirip
dengan bahan yang digunakan untuk bodi Nokia E71. Pada sisi atas perangkat
ini, berturut-turut dari sebelah kiri terdapat lubang audio 3,5 inci untuk
mencolokkan earphone atau handsfree dan pada bagian tengah terdapat port
micro USB untuk koneksi menggunakan kabel data ataupun pengisian daya. Port
micro USB ini dilindungi oleh karet yang lumayan tebal. Karet tersebut
terkait pada bodi, jadi jangan kuatir hilang saat melepasnya.

Pada sisi kiri atas, terdapat tombol pengaturan suara. Pada bagian pojok
bawah sisi kiri terdapat lubang mikrofon. Pada sisi kanan terdapat tombol
power, sedangkan pada sisi kanan agak belakang terdapat speaker. Penempatan
speaker disini boleh saya bilang smart, karena pada saat perangkat genggam
diletakkan diatas meja atau pada saat memainkan game pada posisi landscape,
speaker tidak terhalang. Pada sisi bawah, tidak terdapat lubang atau tombol
apapun. Pada sisi belakang, pada bagian pojok kiri atas terdapat kamera 5
megapiksel tanpa dilengkapi flash. Ditengahnya terdapat penutup baterai.
Cara membuka penutup baterai ini adalah dengan menekan 2 tombol yang ada di
sisi kiri dan kanan. Penutup baterainya terbuat dari bahan stainless,
ketika dijatuhkan, akan terdengar bunyi "klunting" seperti menjatuhkan
peralatan makan. Pada bagian dalam, di sisi atas tempat baterai terdapat
slot kartu SIM dan slot micro SD. Pengguna tidak bisa memasang kartu SIM
tanpa melepas baterai. Sedangkan micro SD berbeda, dapat dilepaskan tanpa
melepas baterai.

Pada sisi depan, terbentang layar 3,8 inci IPS Panel kapasitif dengan
resolusi 480 X 800 dan kedalaman 16 juta warna. Layar tersebut mendukung
fitur multi touch hingga 5 titik sentuh. Di beberapa situs disebutkan bahwa
layarnya menggunakan corning gorilla glass. Setelah mencari informasi lebih
lanjut, ternyata layarnya menggunakan Asahi Glass dengan Hardness level 7.
Berikut video pengetesannya:

http://www.youtube.com/watch?v=uqMBT9miF-s

Diatas layar, berturut-turut dari sisi kiri terdapat sensor cahaya, speaker
phone dan kamera depan dengan resolusi VGA. Pada bagian bawah layar
terdapat 3 softkey, berturut-turut dari kiri yaitu tombol menu, home dan
back.

*Sistem Operasi, Performa dan Aplikasi*
Untuk diketahui, setelah saya menerima perangkat ini dari kurir, hal yang
saya lakukan adalah mem-flash ke sistem operasi official Android 2.3.4
terbaru versi 2059 (meski , memasang CWM Custom Recovery dan melakukan
Root. Out of the box, unit ini sudah dibekali dengan android 2.3.4 alias
Gingerbread. Tidak terdapat aplikasi tambahan kecuali aplikasi standar
bawaan seperti Gmail, Google Maps , Gtalk, Facebook, Google Play dan
Youtube. Tampilan sistem operasinya juga standar, tanpa permak. Sama persis
seperti pada perangkat genggam generik atau perangkat genggam besutan
Google, yaitu seri Nexus.

Perpindahan menu dan aplikasi sangat lancar. Terima kasih pada prosesor
nVidia Tegra 2 dengan inti ganda serta RAM 512MB. Setelah install beberapa
aplikasi yang tidak menjalankan service di background, performa masih dapat
diandalkan. Mungkin perlu dioprek lebih lanjut biar lebih smooth seperti
pada Ice Cream Sandwich atau Jelly Bean. Saya mencoba melakukan benchmark
pada perangkat ini. Neocore memberikan angka 56,1 FPS untuk perangkat ini,
sedangkan Quadrant memberikan angka (sekitar) 3000 poin.

Penerimaan sinyal sangat bagus, lebih bagus dari Nexian Journey A890 saya
yang menggunakan ROM CM7.2 maupun HTC One V istri saya yang menggunakan
Android 4.0.3 ICS. Sayangnya, perpindahan antara mode GSM Only ke WCDMA
Only bisa dibilang agak lama. Tapi tidak sampai 1 menit sih, seharusnya sih
bisa lebih gegas seperti di perangkat android yang lain

*Penyimpanan dan Partisi*
Ktouch W700 dibekali dengan penyimpanan internal sebesar 8GB yang terbagi
atas beberapa partisi. 1GB dialokasikan untuk pengguna guna instalasi
aplikasi tambahan dan datanya. 5,71 GB dialokasikan untuk internal SD. Jadi
penyimpanan internal ini terbaca sebagai micro SD oleh sistem. Sedangkan
sisanya digunakan untuk keperluan sistem. Bila dirasa kurang, pengguna bisa
menambah memory menggunakan micro SD dengan kapasitas hingga 32 GB. Micro
SD disini menggunakan fitur hot swap, artinya, pengguna dapat melepas micro
SD tanpa mematikan perangkat genggam terlebih dahulu. Keanehan muncul
ketika micro SD sudah kita selipkan, dan di menu setting sudah kita set
bahwa untuk penyimpanan tambahan, kita menggunakan external SD. Tetapi,
walaupun kita restart perangkat genggam ini, internal SD masih terbaca
sebagai media penyimpanan tambahan. Membaca beberapa forum, ternyata memang
ada bug pada sistem operasi bawaan perangkat ini.

*Multimedia*
Untuk memutar musik, perangkat ini sudah dilengkapi dengan pemutar musik
standar. Ketika suara dikeluarkan dari speaker, suaranya bisa dibilang
lumayan bulat, tidak secempreng Nexian Journey A890 saya. Ketika dicoba
menggunakan handsfree bawaan, suaranya terdengar kecil dan posisi kanan dan
kiri tertukar. Setelah mencoba earphone phillip saya, suara yang keluar
masih tetap kecil tetapi kali ini posisi keluarnya suara kiri dan kanan
sudah benar. Berarti masalah ada di handsfree bawaan. Mengakali lemahnya
suara yang keluar, bisa diakali dengan membeli aplikasi Volume+. Untuk
diketahui, perangkat ini dilengkapi dengan chip audio Wolfson WM8994E atau
sama dengan chip audio pada Samsung Galaxy S. Seharusnya suara yang
dihasilkan bisa lebih bagus dari sekarang. Kemungkinan, kendala ada pada
driver audio.

Pemutar video tidak saya temukan di perangkat ini. Seperti pada HTC One V,
sepertinya pemutar video tergabung dengan Gallery. Karena itu saya
berinisiatif mengunduh MX Player beserta codec-nya dari Google Play. Ketika
saya mencoba memutar video SNSD berjudul Gee dengan resolusi HD720p yang
saya unduh dari youtube.com, video dapat berjalan tanpa cela bahkan cantik
(Seo Hyun-nya #eh) tampilannya.

Untuk urusan kamera, ukuran 5 megapiksel sudah dirasa cukup untuk
mengabadikan momen terkini, apalagi kamera perangkat ini dilengkapi dengan
fitur autofokus. Sayangnya, kameranya tidak dilengkapi dengan flash. Tetapi
untuk mengambil gambar pada kondisi minim cahaya, kita bisa mengandalkan
fitur Exposure yang ada dalam kamera bawaannya. Hasil pengambilan gambar
pada kondisi minim cahaya menggunakan Exposure bisa dibilang lumayan. Hasil
rekam video bisa merekam hingga resolusi HD, sayangnya hasil rekaman
dikompresi menggunakan format 3gp :( Berikut hasil rekaman video dengan
resolusi HD:

http://www.youtube.com/watch?v=hO_sO8pKBCk

Kamera depan dengan resolusi VGA, juga dapat digunakan untuk pengambilan
gambar maupun merekam video. Mencoba video call menggunakan kamera depan
dengan menggunakan layanan Skype bisa berjalan dengan lancar.

*Permainan*
Mengusung spesifikasi yang diotaki oleh nVidia Tegra 2 dengan inti ganda
(dual core) dan RAM sebesar 512MB, tidak pas rasanya bila kita tidak
mencoba permainan pada perangkat genggam ini. Ada beberapa permainan yang
saya coba pada perangkat ini, yaitu Asphalt 6 HD, PES 2012, Modern Combat
3: Fallen Nation, Need For Speed: Hot Pursuit dan N.O.V.A 2. Pada saat saya
melakukan pengetesan permainan ini, saya lupa menaikkan clock prosesor yang
standarnya 1Ghz, tetapi pada saat pengetesan ini saya jalankan prosesor
pada kecepatan 760 mhz. Hasilnya, PES 2012 dan Need For Speed: Hot Pursuit
bisa dijalankan tanpa cela. Sedangkan Asphalt 6 HD, Modern Combat 3: Fallen
Nation serta N.O.V.A 2 ketika saya coba unduh dari Google Play, dibilang
perangkat tidak mendukung permainan tersebut. Akhirnya saya modifikasi
build.prop agar perangkat ini dikenali sebagai LG P990 (LG Optimus 2X) oleh
Google Play, dan voila, 3 permainan yang sebelumnya dibilang tidak
kompatibel menjadi bisa diunduh. Setelah mengunduh data permainan tersebut,
kemudian saya coba ketiganya, dan seperti sebelumnya, dapat berjalan tanpa
cela meski prosesornya saya downclock ke 760Mhz.

*Kesimpulan*
Dengan harga tidak sampai 2 juta, terlepas dari dukungan service center
resmi (yang saya belum tahu kualitasnya), perangkat ini sangat saya
rekomendasikan. Dengan harga yang sama, mungkin kita bisa mendapatkan
Huawei Ideos X5 U8800,  LG Optimus Hub, Motorola Defy Mini XT321, Sony
Ericsson Xperia Mini atau Samsung Galaxy Ace/Gio. Tetapi tidak ada satupun
yang spesifikasinya mendekati Ktouch W700.  Bila menilik pada perangkat
genggam generik lain, CSL MI410 atau Axioo Vigo MI410 dengan harga yang
lebih murah sekitar Rp250.000,- (untuk CSL MI410), mungkin, bisa menjadikan
kita sulit memilih. Kelebihan perangkat tersebut adalah layarnya yang lebih
lebar yaitu 4,1 inci dan kamera yang dilengkapi dengan flash. Selain itu,
perangkat tersebut dikemas dengan lebih banyak merk sehingga dukungan
sistem operasi non-resmi lebih mudah dijumpai. Sedangkan pertimbangan
memilih Ktouch W700 adalah karena kelebihan-kelebihannya, antara lain:

   - nVidia Tegra 2 Dual Core 1Ghz dan RAM 512MB
   - Kamera 5 megapiksel autofokus dapat merekam dengan resolusi HD720p +
   kamera depan VGA
   - Penyimpanan internal 8GB dan bisa ditambah hingga 32GB
   - Layar kapasitif 3,8 inci dengan IPS Panel dan Asahi Glass Hardness
   Level 7 dengan 16 juta warna dan multi touch 5 titik
   - Fitur hot swap untuk micro SD
   - Kualitas bodi bagus
   - Dapat 2 baterai dengan kapasitas masing-masing 1500 mAh
   - Menggunakan chip audio Wolfson WM8994E
   - Nilai Neocore 56,1 FPS dan Quadrant 3000 poin

Dibalik kelebihan diatas, mungkin ada beberapa hal yang perlu jadi
pertimbangan sebelum meminang perangkat yang satu ini, yaitu:

   - Sistem operasi masih Android 2.3.4 Gingerbread dan ada beberapa bug
   pada sistem operasi (ada beberapa official ROM dari merk lain yang
   mengalami kasus serupa)
   - Kamera belakang tidak dilengkapi flash
   - Handsfree bawaan posisinya terbalik dan suara yang dikeluarkan dari
   earphone kecil
   - Perangkat cenderung berat untuk seukurannya dan bodinya licin

Membaca penjelasan diatas, dapat disimpulkan perangkat ini sangat cocok
buat maniak game. Urusan multimedia lainnya bisa dianggap bonus. Urusan
sistem operasi menurut saya tidak terlalu ketinggalan, tinggal tunggu saja
para opreker bekerja, karena setahu saya, bahkan ada yang sudah berhasil
memporting android 3.2 Honeycomb ke perangkat ini meski masih terdapat
banyak bug. Untuk nilai dengan rentang 1-10, saya memberikan nilai 9 untuk
harga dibanding performa perangkat ini (nilai 9,5 bila harga promo :D).
Bila sudah ngebet, silahkan kunjungi gerai Ktouch sekarang, atau kontak
langsung Manajer Marketingnya (silahkan googling :D)

Demikian, semoga berguna.


-- 
sent from web mail

-- 
"Indonesian Android Community"  Join: http://forum.android.or.id

===============
Download Aplikasi Kompas  versi Digital dan Keren
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.kompas.android.kec
--------------------------
Download Aplikasi AR "MONSTAR" dari Indosat 
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.ar.monstarunity
---------------------
Lex-ON  http://www.Lex-ON.com - Plaza Semanggi
E-mail: [email protected]  Tlp: 021-70952539
---------------------
GSM-AKU  http://www.gsmaku.com - BEC Bandung
E-mail: [email protected]  Hp: 0881-1515151 
---------------------
EceranShop  http://eceranshop.com - BEC  Bandung
E-mail: [email protected]  Hp: 0815-56599888
===============

Aturan Umum, Beli dan Jualan/Kloteran  ID-Android  http://goo.gl/MpVq8


Kirim email ke