KOMPAS.com - Jenis layanan untuk smartphone semakin beragam. Setelah
layanan untuk ponsel pintar berbasis sistem operasi BlackBerry dan
Apple, kini tersedia layanan untuk ponsel berbasis sistem operasi
Android di Indonesia.

Meski Telkomsel sebagai peminang pertama Android tahun lalu dengan
membawa HTC Magic, PT Indosat Tbk menjadi operator pertama yang
menyediakan layanan secara khusus bagi ponsel Android. Pada 22
Februari lalu, Indosat resmi menawarkan layanan yang di-bundling
dengan enam ponsel berbasis Android.

Enam jenis smartphone Android yang dijual berbarengan dengan servis
Indosat itu adalah Huawei U8220, HTC Hero, LG GW 620, Motorola
Milestone, Samsung Galaxy Spica, dan Sony Ericssson Xperia X10. Harga
masingmasing ponsel berkisar antara Rp 2,9 juta sampai Rp 6,9 juta per
unit.

Chief Marketing Officer Indosat, Guntur S. Siboro, menilai, prospek
pasar ponsel berbasis Android sangat bagus. Alasan Guntur sederhana
saja. Kendati bisa menjalankan berbagai
aplikasi multimedia, handset berbasis Android harganya terjangkau.
Harga ponsel yang relatif murah itu tidak lepas dari status Android
sebagai sistem operasi yang bebas dikembangkan alias open source.

Sistem itu pertama kali dikembangkan Android Inc. yang kemudian dibeli
Google. Itu sebabnya, operating system Android terintegrasi dengan
berbagai aplikasi Google, seperti Gmail, Google Maps dan, Google
Calendar. Pengembangan aplikasi untuk sistem operasi Android dilakukan
oleh Open Handset Alliance.

Untuk mendukung penjualan ponsel berbasis Android di Indonesia,
Indosat telah membangun application store. Toko virtual itu
menyediakan ribuan aplikasi Android, baik yang gratis maupun berbayar.
"Application store ini bertujuan memenuhi kebutuhan pelanggan akan
aplikasi Android," tutur Guntur.

Indosat berbesar hati melihat respon konsumen terhadap penawaran
bundling service dan produk Android. Guntur mengaku, selama masa pre
order yang berlangsung 22-28 Februari lalu, sudah ada 1.000 calon
pelanggan yang mendaftar.

Group Head Value Added Service and Mail Messaging Indosat, Teguh
Prasetya Mukti, mengatakan, jumlah pengguna ponsel Android berpotensi
menggeser pelanggan BlackBerry.
Selain harganya lebih murah, sistem operasi di ponsel Android memiliki
banyak keunggulan.
"Ponsel Android bisa menjangkau semua segmen pasar. BlackBerry
terbatas di pasar kelas atas," katanya.

Masuk di semester satu

Setelah Indosat; PT XL Axiata Tbk berniat menjadi operator kedua yang
menawarkan layanan bersama dengan ponsel berbasis Android. Handono
Warih, General Manager Sales XL Axiata, mengungkapkan, peluncuran
layanan Android dijadwalkan berlangsung di semester pertama. "Sekarang
sedang disiapkan," ungkap dia.

Handono optimistis, layanan Android bakal laris. Pertimbangan Handono,
layanan untuk BlackBerry yang harga handset-nya lebih mahal daripada
ponsel Android saja laris. Untuk menggarap ponsel Android, XL akan
menggandeng beberapa vendor ponsel seperti HTC, Sony Ericcson,
Samsung, dan Motorola.

Anita Avianty, Head of Corporate Communication Axis menilai, pangsa
pasar Android masih sangat lebar di Indonesia. Karenanya, Axis juga
tertarik untuk menghadirkan layanan Android. "Produk ini bisa menjadi
nilai tambah bagi pelanggan," tambah dia.

Berbagai aplikasi yang bisa dijalankan di atas sistem Android tentunya
akan menguntungkan operator. "Para pengguna Android akan banyak
melakukan download. Jadi penggunaan internet meningkat," ajar
Teguh.(KONTAN/Dessy Rosalina)




Editor: wah

http://tekno.kompas.com/read/xml/2010/03/11/13215035/siapa.bilang.operator.tak.serius.sambut.android

-- 
"Indonesian Android Community [id-android]" 

Join: http://groups.google.com/group/id-android/subscribe?hl=en-GB  
Moderator: [email protected]
Unsubscribe: [email protected]
id android Developer: http://groups.google.com/group/id-android-dev
id android on FB: http://www.facebook.com/group.php?gid=112207700729

Kirim email ke