Kolom TelematikaSampai Kapan Android Open Source?
*Penulis: Ahmad Saiful Muhajir* - detikinet
Jumat, 03/08/2012 10:31 WIB


Ilustrasi (Ist.)
*Jakarta* - Ketika Februari lalu, saat Google sedang berusaha menggolkan
proses akuisisi terhadap Motorola Mobility, muncul isu bahwa Android di
masa mendatang tidak lagi open source. Isu ini semakin santer di media
tatkala CEO Hewlett Packard (HP), Meg Whitman, mengungkapkan hal tersebut
di depan publik dalam konferensi HP Global Partner di Las Vegas, Amerika
Serikat.

Isu Android tidak lagi open source juga sempat terdengar tahun lalu ketika
Google tak juga merilis source code Honeycomb. Banyak media menyebut bahwa
tak dirilisnya source code Honeycomb adalah salah satu indikator bahwa
Google akan menggunakan kekuasaannya untuk mengatur bagaimana Android
digunakan di masa mendatang.

Berbeda dengan Apple yang menjual iOS berikut dengan hardware, baik berupa
iPhone maupun iPad, Google tidak menjual Android. Yang dilakukan oleh
Google sejak awal adalah merilis source code Android ke publik, mengijinkan
siapa saja untuk membuat Android versi mereka sendiri dan kemudian
menjualnya bersama handset.

Sebagaimana proyek open source lain, dari luar Android bagi Google
tampaknya hanya proyek senang-senang yang tidak ada untungnya. Tetapi
sesungguhnya dari setiap handset yang terjual -– milik siapapun dari
Samsung, HTC, maupun Motorola -- Google telah mendapatkan keuntungan yang
tak sedikit.

Jika memiliki telepon pintar Android, satu fitur yang pasti Anda gunakan
adalah pencarian. Baik pencarian yang diketik dengan keyboard, memanfaatkan
fitur voice recognition, maupun menggunakan tulisan tangan -- yang baru
dirilis beberapa hari lalu -- semuanya memanfaatkan teknologi yang dimiliki
oleh Google.

Tidak hanya hasil pencarian, melainkan juga sejak dimulainya merekam suara
ataupun mencoretkan karakter di layar setiap handset Android sesungguhnya
telah menjadi bagian dari membantu kelangsungan hidup Google.

Hal lain yang pasti ada dalam setiap handset Android adalah Google account.
Dimulai dari saat registrasi handset ketika pertama kali dinyalakan, GMail,
Google Translate, Google Maps, Drive, Google Play, hingga Google+ dan
YouTube.

Semua fasilitas ini diberikan ke pengguna secara cuma-cuma oleh Google.
Namun, hal ini memiliki hanya satu tujuan yaitu dalam rangka agar layanan
miliknya terjamin memiliki pengguna.

Android bagi pengguna adalah Google dalam genggaman. Email akan
tersinkronisasi dan diakses dengan mudah. Dokumen dapat dibuka, edit,
simpan maupun hapus via Drive. Mendengarkan musik, membeli film, aplikasi,
buku maupun device dapat dilakukan dalam Play Store.

Foto yang diambil dengan handset pun dapat langsung diunggah ke Google+
photo tanpa proses yang bertele-tele. Demikian pula dengan melacak halaman
situs yang telah dibuka di komputer melalui Chrome for Android maupun
sebaliknya. Semuanya dapat dilakukan dengan sangat mudah karena
ketersediaan akun Google dalam Android.

Google, seperti halnya dengan Facebook ataupun Yahoo! adalah perusahaan
yang hidupnya dari layanan. Adalah hasil pencarian, penggunaan Google Plus,
aktivasi Android, dan penggunaan email maupun iklan lah yang membuat Google
terus berkembang dan menjadi besar.

Android adalah alat yang dibuat Google untuk menjadikan semua layanan
miliknya menjadi semakin digunakan oleh siapa saja. Manfaat yang sama juga
dirasakan pengguna, mereka yang memiliki 'keterikatan' dengan Google dapat
dengan mudah melakukan segalanya cukup dari genggaman tangan.

Dengan membuat Android menjadi open source dan dapat dipakai dan/atau
dimodifikasi oleh semua vendor hardware handset di seluruh dunia, Google
telah membangun sebuah ekosistem sendiri yang cukup besar sehingga tidak
mudah untuk diruntuhkan.

Sebuah ekosistem yang dibangun dengan bantuan vendor hardware, provider
telepon, developer dari seluruh dunia dengan pencapaian angka 900 ribu
aktivasi setiap harinya. Semuanya bisa dicapai cukup dengan membuat Android
menjadi sebuah produk open source.

Dengan merujuk kepada semua itu tadi wacana Android akan menjadi sebuah
produk closed source rasanya tidak lagi beralasan. Dan kembali ke
pertanyaan sampai kapan Android akan open source?

Merujuk pada perjanjian yang dibuat antara Google dengan pemerintah China
ketika proses akuisisi Motorola Mobility, jawabnya adalah paling sedikit
lima tahun ke depan. Tapi dengan semua alasan di atas, jawabannya adalah --
kemungkinan besar -- selamanya.


thanks,
dito


Sent from my Windows

-- 
"Indonesian Android Community"  Join: http://forum.android.or.id

===============
Download Aplikasi Kompas  versi Digital dan Keren
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.kompas.android.kec
--------------------------
Download Aplikasi AR "MONSTAR" dari Indosat 
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.ar.monstarunity
---------------------

---------------------
GSM-AKU  http://www.gsmaku.com - BEC Bandung
E-mail: [email protected]  Hp: 0881-1515151 
---------------------
EceranShop  http://eceranshop.com - BEC  Bandung
E-mail: [email protected]  Hp: 0815-56599888
===============

Aturan Umum, Beli dan Jualan/Kloteran  ID-Android  http://goo.gl/MpVq8


Kirim email ke