Terima kasih rekan2 atas atensinya. Kejahatan semacam ini sungguh membuat 
kita semua geram. Kerugian yang ditimbulkan seringnya tak ternilai. 
Okay, saya akan coba cari tahu *easeus partition master* seperti Om Faisal 
sarankan. Atau nanti cari jasa recovery data yg profesional.
Silahkan Om Hikam di-share aja. Cerita ini sudah saya bikin secara 
hati-hati supaya tidak menyinggung pihak manapun. Informasi yang saya 
sampaikan juga saya batasi agar tidak mengganggu proses penyelidikan.
Tentang Mr X, saya belum tahu kelanjutannya, dan tidak berusaha cari tahu. 
Berurusan dengan hukum sangat merepotkan, bahkan dalam posisi saya sebagai 
pelapor. Apalagi sebagai tersangka atau terduga. Sebenarnya saya sempat 
berpikir mengurungkan niat membawa polisi datang ke toko, nggak tega. 
Mencoba berempati seandainya saya dalam posisi Mr X, akan sangat berat 
menghadapi. Mr X ini sudah lama eksis di forum jual beli tersebut, dan 
berhasil manjaga reputasinya tanpa cacat selama lebih dari lima tahun. 
Tapi, tak ada jalan alternatif yang lebih baik untuk memperjuangkan hak 
saya, posisi saya tidak cukup kuat. Mungkin mediasi dari pemilik situs bisa 
ya? aih...kenapa baru terpikir sekarang. 
Tapi biarlah hukum yang berbicara...
Alhamdulillah, di akhir petualangan saya merasa ada kesepahaman dengan 
pihak polisi. Mereka menghargai upaya yang saya lakukan, saya juga terbuka 
mata bahwa tugas mereka memang tidak ringan, apalagi di daerah rawan 
kriminalitas. Selama saya nongkrong di sana, tiga kali datang laporan 
kehilangan motor. Saya kagum juga dengan kerapihan kerjanya. Saat 
penyitaan, pengunjung lain di toko itu tidak tahu bahwa sedang ada masalah 
serius. Mudah-mudahan bila ada proses selanjutnya, tidak ada kesulitan 
komunikasi lagi. Mudah mudahan sapinya bisa buat saya kurban aja ya Om 
Henkie :D
Ide aplikasi pelacakan gadget bagus. Untuku gadget komunikasi, mestinya 
sangat mungkin ya kalau fungsi pelacakan dimasukkan sebagai fitur standar 
dari pabrik, yang nggak hilang kalau flash ulang. Kalau DJ Postel mau, 
mestinya bisa diwujudkan tuh. Semangatnya adalah untuk menekan peluang 
tindak kejahatan.

On Saturday, 20 October 2012 14:22:02 UTC+7, M Kurniawan wrote:
>
> Awal Oktober lalu kami kecurian beberapa gadget di Rest Area 57 tol 
> Cikampek, yang masuk wilayah kecamatan Klari, Karawang. Modusnya adalah 
> memecah kaca mobil yang sedang parkir saat kami istirahat dan makan. 
> Pencuri sukses menggondol tiga unit laptop, satu buah proyektor, dua buah 
> HDD external, satu buah HP, dan sejumlah printilan komputer yang menyertai. 
> Salah satu laptop yang hilang adalah tipe Asus Zenbook UX31 (selanjutnya 
> disebut ‘Z’), yang jadi tokoh utama cerita ini. 
>
> Karena ada STNK yang terbawa si maling dan juga untuk keperluan asuransi 
> mobil, kami ‘terpaksa’ lapor polisi. Empat jam kami habiskan di Polsek 
> terdekat untuk diperiksa oleh unit reskrim dan dibuat BAP. Sama sekali tak 
> terbersit polisi akan bisa membantu menemukan si pencuri. Tapi saya punya 
> keinginan untuk mencoba melacaknya sendiri. 
>
> Sehari setelahnya (H1), saya mulai memantau beberapa situs dan forum jual 
> beli online. Saya berfokus pada Z, karena termasuk gadget yang susah dijual 
> offline. Saya juga pasang WTB laptop tipe Z di sebuah forum. Selanjutnya 
> setiap hari saya memantau apakah ada postingan baru menawarkan Z. Ada 
> beberapa WTS muncul, juga ada yang merespon WTB saya, tapi setelah di 
> follow up tidak menunjukkan ciri unit Z milik saya. 
>
> Hingga akhirnya pada H7, yang saya tunggu akhirnya muncul juga. Ada 
> posting menawarkan Z, dengan ciri yang sangat mirip, dan kelengkapan yang 
> tepat sama dengan milik saya yang hilang. Posting datang dari sebuah ID 
> yang juga punya sebuah toko di pusat perbelanjaan di Jakarta. Segera saya 
> hubungi Mr X pemilik toko yang menawarkan Z tersebut, dan berpura-pura jadi 
> pembeli. Dengan basa-basi sewajarnya kami menyepakati sebuah harga, 
> dilanjutkan pembayaran tanda booking ke rekeningnya. Saya booking sampai 
> keesokan harinya. 
>
> Yang tidak mudah adalah meyakinkan polisi agar mau menyita Z dari toko. 
> Mungkin akan sedikit lebih mudah kalau punya kenalan aparat, tapi saya tak 
> ada satupun. Yang saya lakukan adalah mendatangi polsek yang berjarak 80 km 
> dari rumah saya di Depok itu tiga kali dalam empat hari. Datang pagi, 
> menunggui sampai sore. Kepala reserse bilang mereka akan bertindak kalau 
> barang tersebut betul-betul punya saya, diyakinkan dengan nomer seri yang 
> sama dengan yang tertera dalam kelengkapan saya (box, kartu garansi, bon 
> pembelian). Dan bukan polisi yang akan memeriksa nomer seri itu, melainkan 
> saya sendiri. 
>
> Hari itu juga saya meluncur ke Jakarta, dan mendatangi alamat yang 
> tertera. Risiko yang saya hadapi adalah kemungkinan saya akan dikenali, 
> karena dalam Z terdapat banyak foto saya. Rupanya saya beruntung Mr X 
> sedang tidak ada di toko sehingga hanya bertemu dengan pegawainya. 
> Berhasillah saya memastikan stiker nomer serinya masih tertempel di bagian 
> belakang Z. Tangan terasa gemetar saat memegang kembali Z, yang sudah dalam 
> keadaan terformat dan terinstall ulang. Lenyaplah sudah data-datanya.
>
> Saya kembali menghubungi polisi. Melihat kesungguhan saya, akhirnya pada 
> H11 tiga orang polisi (sebut saja A, B, dan C) bersedia menemani datang ke 
> toko Mr X. Saya dan polisi A, mendatangi toko dan memeriksa barang sekali 
> lagi. Setelah A memastikan nomor seri tidak salah, B dan C beraksi dengan 
> sangat rapi melakukan penyitaan tanpa hambatan. Toko tidak bisa menyangkal 
> dengan bukti yang kami bawa, dan menyerahkan barang secara sukarela. Mr X 
> yang sedang tidak berada di toko kemudian ditelefon. Mr X bersedia menemui 
> ABC di suatu tempat di luar pusat perbelanjaan tersebut. 
>
> Setelah itu, kami kembali ke Karawang. Z ditetapkan sebagai barang bukti, 
> tapi saya boleh mengajukan permohonan pinjam-pakai, sehingga malam itu juga 
> saya memboyong Z pulang. Ya, setelah melalui perjuangan yang melelahkan 
> fisik dan emosi, menempuh jarak ratusan kilometer (lebih dari 500 km), 
> selama 11 hari, mengorbankan urusan kantor, keluarga, kuliah, akhirnya saya 
> berhasil menemukan Z. Puas sudah, meski banyak barang lain yang belum atau 
> bahkan tidak akan ketemu, juga data-data tujuh tahun lenyap, saya cukupkan 
> pencarian sampai disini. Saya juga sudah tidak berminat mengikuti proses 
> hukum yang dilanjutkan oleh polisi, terserah saja bagaimana mereka 
> mengurusnya. 
>
> Kapok dan lelah, mudah-mudahan kejadian ini tak berulang lagi. Mudah2an 
> pengusaha rest area bersedia membenahi sistem keamanan buat pengunjung, 
> bukan hanya mengeruk untung. Semoga saja si pencuri dan (bila benar) 
> penadahnya bisa diungkap dan dibuat jera. Mudah2an para pedagang yang jujur 
> lebih hati2 dalam menerima barang yang kemungkinan hasil kejahatan. 
>
> Sori kalau ceritanya kepanjangan. Semoga kisah ini jadi pelajaran buat 
> kita semua.
>
> Salam,
>
> Awang
>

-- 
==========
Download Aplikasi Kompas  versi Digital dan Keren
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.kompas.android.kec
--------------------------
Download Aplikasi AR "MONSTAR" dari Indosat 
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.ar.monstarunity
---------------------
Samsung GALAXY SIII hanya Rp 5.965.000 di Multiply.com
Super Sale! Click http://bit.ly/drogadtor
----------------------
GSM-AKU  http://www.gsmaku.com - BEC Bandung
E-mail: [email protected]  Hp: 0881-1515151 
---------------------
EceranShop  http://eceranshop.com - BEC  Bandung
E-mail: [email protected]  Hp: 0815-56599888
--------------------
Web + email + domain .web.id: 75rb / TAHUN - http://www.hostune.com
--------------------
Aturan Umum  ID-Android: http://goo.gl/MpVq8
Join Forum  ID-ANDROID: http://forum.android.or.id
==========


Kirim email ke