http://teknologi.vivanews.com/news/read/137072-indosat__android_pasti_akan_ramai

VIVAnews - Secara global, pada 2013, lembaga riset IDC memperkirakan
bahwa jumlah perangkat ponsel pintar (smartphone) akan menembus angka
390 juta unit.

Pertumbuhan ponsel pintar yang pesat tentu saja kental pengaruhnya
terhadap pasar sistem operasi (OS). Sama halnya dengan ponsel, yang
tadinya didominasi oleh sejumlah pionir, kini telah bergeser.
Biasanya, didominasi oleh Symbian, BlackBerry, dan Windows Mobile,
kini hadir OS pendatang baru berstandar terbuka bernama Android. OS
bahkan diperkirakan bisa menggeser BlackBerry.

Untuk diketahui, Android adalah platform ponsel terbuka (bukan
prorietari), yang pertama kali dikembangkan oleh Google. Belakangan,
platform ini didukung pula oleh beberapa nama besar seperti Motorola,
HTC, Intel, Qualcomm, yang tergabung dalam Open Handset Alliance.

Ada dua kunci perubahan yang menarik untuk diketahui selama tiga tahun
ke depan. Pertama, Android akan mengalami pertumbuhan tercepat dari
seluruh OS yang ada. Mulai dari 690 ribu unit di 2008, OS besutan
Google ini akan meroket hingga 68 juta unit pada 2013 nanti dengan
CAGR (compound annual growth rate-CAGR) 150,4 persen.

Kedua, Android akan sangat terbantu dengan pertumbuhan ponsel-ponsel
yang mengadopsinya, dan diperkirakan akan bertengger di posisi kedua
setelah Symbian secara global.

Di Indonesia, tak sedikit orang yang tidak tahu Android. Terlebih lagi
orang awam, yang sebagian besar meragukan kemampuan dan kehebatan
Android. Belum ada riset lokal yang mampu menunjukkan hasil bahwa
Android bisa menaklukkan BlackBerry yang sekarang ini menjadi
primadona.

Namun, Teguh Prasetya, Group Head VAS Marketing Indosat mengatakan,
peluang pasar Android bergantung pada simbiosis di dalam ekosistemnya,
termasuk pengguna, vendor (OEM), operator, regulator, dan pengembang.

"Semua unsur dalam ekosistem itu mendukung Android, saya yakin peluang
pasar Android akan makin terlihat ke depannya. Saya masih optimis
Android menjadi OS yang ramai dibicarakan nanti," katanya saat
dikonfirmasi VIVAnews di Jakarta, Rabu 17 Maret 2010.

Dia mengatakan, Indosat sebagai operator, perlu agresif menjadi
katalisator sebagai unsur yang mempercepat suatu perubahan di pasar
untuk mengembangkan Android itu sendiri.

Tetapi, Teguh pun enggan jemawa. Menurutnya, dentuman Android masih
membutuhkan waktu. "Tidak ada yang instan. iPhone dan BlackBerry pun
demikian. Menurut saya, Android akan berkembang perlahan-lahan,"
paparnya.

Menyambut dentuman tersebut, Teguh mengatakan, Indosat pun perlu
menyiapkan infrastruktur dengan matang dan layanan nilai tambah khusus
untuk pengguna Android. "Misalnya, menciptakan Indosat Market Store,
yang telah tergabung dengan Android App Store milik Google," jelasnya.

"Di sini, para pengembang juga bisa bebas mengembangkan konten-konten
atau aplikasi yang bisa diunduh para pengguna ponsel-ponsel berbasis
sistem operasi Android," ucap pria berusia 42 tahun itu.
• VIVAnews

-- 
"Indonesian Android Community [id-android]" 

Join: http://groups.google.com/group/id-android/subscribe?hl=en-GB  
Moderator: [email protected]
Unsubscribe: [email protected]
id android Developer: http://groups.google.com/group/id-android-dev
id android on FB: http://www.facebook.com/group.php?gid=112207700729

Kirim email ke