Sangking populer-nya Google, sempat merasa janggal saat nonton film Amazing Spiderman si Peter "googling"-nya pake Bing.. :Sol
On Monday, December 3, 2012 9:41:19 AM UTC+7, EkoPrasetiyo wrote: > > > http://m.detik.com/inet/read/2012/12/03/085913/2107451/398/terpenjara-dalam-jaringan-google > > Banyak orang menyebut saya ini Google > mania. Mereka bilang bahwa saya terlalu sering > mempromosikan atau mengunggulkan kiprah dan > teknologi yang dimiliki Google. Bahkan, kadang > saya disebut sebagai Google ambassador. Oh, I > wish. > Saya akui bahwa saya memang pengguna setia > layanan atau produk keluaran Google. Hampir > semua produk yang mereka miliki saya gunakan > untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari- > hari. Kalaupun ada produk yang tidak aktif saya > gunakan setiap hari, paling tidak saya pernah > mencoba dan menikmatinya beberapa lama. > Terlepas dari beberapa layanan yang berakhir di > 'kuburan', Google Wave salah satunya, hampir > semua layanan milik Google memiliki kualitas > yang mumpuni dan dapat diandalkan. > Sebut saja Gmail yang memberikan ruang begitu > besar kepada setiap penggunanya serta > keamanan yang dapat dipercaya. Google Drive > dengan kapasitas 5 GB per orang secara cuma- > cuma. Google+ dengan fasilitas instant upload > yang dapat mengunggah foto maupun video > tanpa batas secara otomatis. > Google Search yang kita jadikan rujukan ketika > kebingungan atau keraguan melanda. Atau > Google Maps yang kita jadikan penyelamat ketika > kehilangan arah. Belum lagi Google Apps gratis > untuk domain pribadi denganfasilitasnya yang > lengkap. Dan seterusnya, dan seterusnya. > Sebenarnya, 'promosi' yang saya lakukan masih > dalam batas kewajaran -- setidaknya menurut > saya pribadi. Toh, mereka menyediakan layanan > secara cuma-cuma untuk digunakan dengan > sepuasnya. > Mereka tak meminta bayaran sepeser pun. Maka > dari itu saya menganggap promosi -- atau apapun > sebutannya -- yang saya lakukan sebagai imbal > balik atas jasa yang mereka berikan. Win-win > solution lah. Meskipun kita tahu bahwa mereka > mendapatkan imbalan yang begitu besar dari > penggunanya, data. > Tapi, belakangan saya menyadari bahwa semakin > lama saya memanfaatkan layanan Google > semakin terasa bahwa saya terpenjara. Bukan > dalam artian mati kutu sehingga tidak bisa > menggunakan layanan lain layaknya penjara di > dunia nyata. > Melainkan penjara dimana seluruh kehidupan > saya dikelilingi oleh layanan yang disediakan oleh > perusahaannya Larry Page ini. Apalagi setelah > saya menggunakan Android dengan semua fitur > Google-nya. Kalau boleh berlebihan, kehidupan > ini rasanya akan mati jika berani coba-coba > untuk keluar dari Google. > Terlalu jauh jalan yang sudah saya tempuh > bersama Google, dari jaman sejak kenal internet > hingga sekarang. Banyak hal yang telah > ditorehkan dengan rapi, indah, dan cemerlang. > Mulai dari pencitraan ataupun foto-foto yang > masuk ke index pencarian. Hingga pertemanan > yang terjalin begitu akrab dalam Circles yang ada > di Google+. Terlebih, saya membutuhkan itu > semua untuk kehidupan di dunia maya. > Rasanya tidak mungkin untuk tahu-tahu lenyap > dan meninggalkan semuanya. Terlalu banyak > pertimbangan yang harus dibuat. Terlalu banyak > pula pengorbanan yang harus dilakukan. Di > samping itu, jalan keluar itu terlihat begitu gelap > apalagi ditempuh. > Jika sudah begini, lalu bagaimana? Otak ini > kemudian membawa saya kepada Andy Dufresne. > Seorang bankir yang dipenjara karena dituduh > membunuh isterinya dalam The Shawsank > Redemption. > Setelah menyadari dirinya dalam penjara yang > dilakukan pertama-tama adalah bertahan hidup. > Setelah itu? Mencari cara agar penjara ini > memberikan manfaat bagi dirinya. Singkat cerita, > Dufresne membawa uang USD 370.000 ketika dia > kabur dari penjara setelah membobol tembok. > Disadari atau tidak, untuk bertahan hidup di > dunia maya kita butuh penjara semacam Google > ini. Dan percayalah bahwa tidak hanya Google > saja penjara yang telah mengungkung kehidupan > kita. Ada penjara Apple dengan iOS dan Mac-nya, > penjara Microsoft dengan SkyDrive dan Office > suite-nya, penjara Facebook, dan lain-lain. Keluar > dari salah satu akan memaksa kita berhadapan > dengan penjara lainnya. > Belajar dari pengalaman Andy Dufresne, yang > perlu dilakukan sekarang adalah bertahan hidup > dan belajar mengambil manfaat selagi bisa. > Menggunakan Google Translate untuk belajar > bahasa asing, misalnya. Menjadikan Hangout > untuk saling menyapa dan ngobrol dengan teman > dari belahan dunia lain serta belajar tentang > kehidupan mereka. > Mendapatkan berita terbaru yang menambah > wawasan dan pengetahuan dengan Google News, > Google Reader dan Google Alerts. Atau juga > mendapatkan uang dari hasil memanfaatkan > Google Adsense. > Google bisa menjadi penjara yang membosankan > dan mematikan. Sebaliknya, ia juga bisa menjadi > ladang yang dapat dikeruk manfaat baik materi > maupun non-materi. Semuanya tergantung > bagaimana cara kita memandang dan > menggunakannya. > Tipe pengguna manakah Anda? Golongan mereka > yang menikmati rutinitas dan kebosanan di > penjara-penjara ini? Ataukah justru menjadi > golongan yang mengeruk manfaat berlimpah > sehingga hidup jadi lebih hidup? > -- ========== Download Aplikasi Kompas versi Digital dan Keren https://play.google.com/store/apps/details?id=com.kompas.android.kec -------------------------- Download Aplikasi AR "MONSTAR" dari Indosat https://play.google.com/store/apps/details?id=com.ar.monstarunity --------------------- Galaxy Note 2 Best Deal Rp. 6,499rb hanya di Multiply.com! Garansi resmi. Dapatkan segera! http://bit.ly/gaddrotor ---------------------- GSM-AKU http://www.gsmaku.com - BEC Bandung E-mail: [email protected] Hp: 0881-1515151 --------------------- EceranShop http://eceranshop.com - BEC Bandung E-mail: [email protected] Hp: 0815-56599888 -------------------- Web + email + domain .web.id: 75rb / TAHUN - http://www.hostune.com -------------------- Aturan Umum ID-Android: http://goo.gl/MpVq8 Join Forum ID-ANDROID: http://forum.android.or.id ==========
