dari artikel tsb diatas, input device 1A, di charge dengan output 2A, tetap jalan di 1A (jadi tidak tampah cepat ngecharge nya), nah kan ada perbedaan input dan output ampere nya apakah perbedaan tersebut dapat merusak device nya ?
dan arus yang dihasilkan dari power bank, stabil semua, atau beda merek, tipe, dll beda kestabilan (ambil contoh listrik yang dihasilkan dari genset ama listrik rumah) On Thursday, March 14, 2013 9:09:39 AM UTC+7, Herry SW wrote: > > Posting ini dilengkapi foto. Tak terlihat? Silakan masuk ke > http://goo.gl/CfKn9 > > Tautan di atas boleh Anda *copy paste *dan informasikan kepada orang > lain. > > Seperti biasa, setiap kali usai mengunggah naskah baru, saya akan > menginformasikannya via Twitter @herrysw > ------------------------------ > > Kini *power bank, portable charger*, atau *battery box* seolah telah > menjadi aksesori wajib bagi pengguna ponsel pintar. Mengadaptasi iklan > sebuah teh botol, apa pun sistem operasi ponsel pintar alias *smartphone*yang > digunakan, pasangannya tetap > *power bank*. > > Anda yang telah memakai maupun baru berencana membeli *power bank*idealnya > mengetahui beberapa hal dasar tentang produk itu. Penulis > menyajikannya dengan gaya tanya jawab. > > > <http://ponselmu.com/wordpress/wp-content/uploads/2013/03/Mengenal-Powerbank.jpg> > > ** > > *Tanya:* Apakah maksud angka-angka yang tertera di bodi atau kemasan *power > bank*? Ada yang tulisannya 2.000, 5.600, bahkan 10.000. Makin besar > apakah berarti makin kuat? > > *Jawab: *Kalau *power bank* dibongkar, di dalamnya bakal dijumpai sel > baterai (*battery cell*). Angka yang tercetak di bodi atau kemasan *power > bank* menunjukkan kapasitas total sel baterai yang dibenamkan. Mudahnya, > semakin besar kapasitasnya, semakin besar tenaga yang bisa disimpan dan > siap disalurkan oleh *power bank* tersebut. > > *** > > *Tanya:* Oh begitu. Berarti, kalau saya memiliki *power bank* 5.000 mAh, > dia sanggup lima kali mengisi ulang baterai ponsel saya yang berkapasitas > 1.000 mAh ya? > > *Jawab: *Secara matematis begitu. Namun, praktiknya tidak demikian karena > kita wajib memperhitungkan konversi tegangan dan tenaga yang hilang (*loss > power*) selama proses *charging*. > > Tegangan *power bank* biasanya 3,7 volt, sedangkan untuk men-*charge*baterai > diperlukan tegangan 5 volt. Perhitungan konversinya (5.000 x 3,7) : > 5 = 3.700. Anggaplah tenaga yang hilang 20 persen. Maka, 3.700 dikurangi 20 > persen dulu sehingga diperoleh hasil akhir 2.960. > > Jadi, sebuah *power bank* berkapasitas 5.000 mAh sebenarnya memiliki > kemampuan nyata sekitar 2.960 mAh. Kalau *power bank* itu dipakai untuk > mengisi ulang baterai ponsel berkapasitas 1.000 mAh, ia mampu melakukannya > tiga kali. Dua kali sampai penuh dan satu kali lagi nyaris penuh. > Asumsinya, selama proses *charging* berlangsung, ponsel dalam kondisi > padam. > > Cara lebih singkat untuk sekadar memperkirakan kemampuan nyata *power bank > *, kalikan kapasitasnya dengan 0,6. Misalnya, sebuah* power bank *5.000 > mAh kira-kira mampu memberikan suntikan tenaga sebesar 5.000 x 0,6 = 3.000 > mAh ke aneka acang alias *gadget* yang Anda gunakan. > > *** > > *Tanya:* *Power bank* saya mempunyai dua colokan untuk mengisi ulang > baterai ponsel. Yang satu ada tulisannya 1A, yang satu lagi 2A. Apa > maksudnya? Mana yang lebih baik? > > *Jawab: *Colokan yang digunakan untuk mengisi ulang baterai ponsel maupun > tablet seringkali disebut sebagai konektor *output*. Tulisan 1A bermakna > bahwa konektor *output* itu mampu mengantarkan arus sebesar 1 Ampere. > Sedangkan konektor *output* bertuliskan 2A berarti sanggup melewatkan > arus sampai 2 Ampere. > > Mana yang lebih baik? Bergantung kebutuhan juga *sih*. Konektor *output*2A > lebih cocok dipakai untuk mengisi ulang baterai tablet, sedangkan > konektor *output* 1A biasanya disiapkan buat ponsel. > > Besar kecilnya *output* berhubungan dengan waktu yang dibutuhkan untuk > mengisi ulang baterai sampai penuh. Contohnya, Anda memiliki ponsel dengan > baterai bawaan berkapasitas 1.500 mAh. Bila Anda mengisi ulang ponsel itu > memakai konektor *output* 1 Ampere atau 1.000 mAh, lama *charging*sekitar 1,5 > jam. > > Kalau proses *charging* dilakukan lewat konektor *output* 2A, apakah > baterai akan penuh dalam waktu kurang dari satu jam? Bisa iya, bisa pula > tidak. Hal itu bergantung kemampuan *input* maksimal yang diizinkan > ponsel. Kalau ponsel hanya memperbolehkan 1 Ampere, lama pengisian tetap > sekitar 1,5 jam. > > *** > > *Tanya:* Ada *output*, ada *input*. Di kardus *power bank* saya ada > tulisan *input* 1A. Apakah itu sama dengan yang sudah dijelaskan di atas? > > *Jawab:* Ya, sama. Bila tertulis *input* 1A, berarti *power bank* itu > hanya bisa menerima suntikan tenaga maksimal 1 Ampere. Anggaplah *power > bank* Anda berkapasitas 5.000 mAh. Mau di-*charge* memakai *charger*dengan > *output* 1 Ampere atau 2 Ampere, waktu yang dibutuhkan sampai pengisian > tuntas sama-sama sekitar lima jam. > > *** > > *Tanya: *Saya pernah melihat dua *power bank* yang sama-sama berkapasitas > 5.000 mAh. Merek A dijual Rp 500 ribu, sedangkan merek B cuma Rp 280 ribu. > Mengapa perbedaannya bisa sangat jauh? > > *Jawab: *Ada berbagai hal yang menentukan harga *power bank*. Mulai dari > nilai merek, volume, persentase keuntungan, sampai kejujuran. > > Kita mulai dari nilai merek. Anggaplah ada dua *power bank* yang persis > sama. Satu bermerek Nokia, satu lainnya bermerek Nokiyem. *Power > bank*bermerek Nokia bisa dijual lebih mahal daripada yang bermerek Nokiyem. > > Soal volume, hal itu berhubungan dengan jumlah produksi atau jumlah > kulakan. Semakin banyak jumlah produksi atau kulakan, semakin murah pula > harga per unit *power bank*. Bila *power bank *itu kemudian dijual dengan > persentase keuntungan sama, harga jual akhir ke konsumen akan lebih murah. > > Berikutnya, tentang persentase keuntungan. Dua *power bank* yang persis > sama sebenarnya dikulak dengan harga yang sama pula. Distributor *power > bank* merek Kuda menginginkan persentase keuntungan 25 persen, sedangkan > distributor *power bank* merek Kambing rela meraup keuntungan 15 persen > saja. Maka, harga jual *power bank* Kuda bakal lebih murah daripada *power > bank* Kambing. > > Terakhir, ini yang sebenarnya paling penting diketahui, setidaknya menurut > penulis, adalah faktor kejujuran. *Power bank* tertentu bisa dijual > sangat murah karena produsen atau vendornya berdusta. Kapasitasnya tertulis > 5.600 mAh, contohnya, padahal kalau dibongkar ternyata 4.400 mAh saja. > > > > Salam, > > > > Herry SW > -- ========== Download Aplikasi Kompas versi Digital dan Keren https://play.google.com/store/apps/details?id=com.kompas.android.kec -------------------------- Download Aplikasi AR "MONSTAR" dari Indosat https://play.google.com/store/apps/details?id=com.ar.monstarunity --------------------- Galaxy Note 2 Best Deal Rp. 6,499rb hanya di Multiply.com! Garansi resmi. Dapatkan segera! http://bit.ly/gaddrotor -------------------- Web Hosting, Zimbra Mail Server, VPS gratis Raspberry Pi : http://www.hostune.com -------------------- Aturan Umum ID-Android: http://goo.gl/MpVq8 Join Forum ID-ANDROID: http://forum.android.or.id ========== --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "[id-android] Indonesian Android Community " dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke id-android+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
