tulisan ini sedikit menginspirasi ttg e-KTP
http://barijoe.wordpress.com/2013/05/07/meluruskan-beberapa-miskonsepsi-soal-e-ktp-dan-rfid/

----------------------

Karena lagi ramai soal e-KTP dan RFID, gue sebagai bagian dari
Wooz.in<http://wooz.in/> yang
nota bene kerjaannya banyak di RFID, pengen meluruskan beberapa
miskonsepsi, yang muncul dari pemerintah, media maupun pembicaraan orang di
social media.

1. e-KTP bisa rusak kalau difotokopi

Jadi gini. teknologi RFID di dalam e-KTP itu memang ada titik rusaknya,
yaitu kalau fisik kartunya sendiri rusak (misalnya dipukul pake palu,
distaples, dipotong, dan lain-lain). Dan kalau kena panas tinggi, memang
chip RFIDnya bisa rusak, karena meleleh. Kalau kejemur di matahari lama,
kadang-kadang bisa berdampak tidak bisa dibaca walaupun efeknya hanya
sementara <http://www.tollroadsnews.com/node/6024>.
Tapi kalau sekedar kena sinar mesin fotokopi, mau diapain juga nggak akan
rusak.

Ada pembicaraan bahwa penyinaran lampu Xenon mungkin dapat mengganggu
fungsi chip RFID di
sini<http://www.instructables.com/id/How-to-blockkill-RFID-chips/step4/How-to-kill-your-RFID-chip/>
tapi
ya itu masih dalam tahap diskusi. Lampu Xenon memang banyak digunakan dalam
mesin fotokopi.

Wong tadi gue fotokopi kartu RFID, tetep bisa dibaca tuh.

2. e-KTP belum ada
chip<http://news.detik.com/read/2013/05/07/114321/2239904/10/ingat-e-ktp-yang-ada-saat-ini-belum-memiliki-chip?991104topnews>

Jadi ya, chip RFID itu tertanam dalam kartu, tidak tampak seperti halnya
chip kartu kredit. Contoh kartu RFID dibongkar ada di sini:

e-KTP malah compatible dengan beberapa alatnya Wooz.in <http://wooz.in/>,
dan gue bisa kasi tau mereka pakai jenis chip apa dan pabriknya yang mana.

3. Kelurahan/Kecamatan hanya perlu membeli reader RFID

reader RFID itu hanya untuk membaca data yang tertanam di dalam chip RFID,
tapi format data itu dalam bentuk apa? dari penelitian kami, data yang
ditulis dalam chip RFIDnya e-KTP itu ditulis dengan program database khusus
(nggak keliatan nama programmnya apa), sehingga untuk membacanya harus
menggunakan program yang sama. Nah, program ini sudah didistribusikan
dengan baik ke kecamatan/kelurahan belum? sudah ada training untuk
menggunakannya? Dan perlunya reader saja, atau reader yang bisa write data
juga?

Mudah-mudahan jelas dan silakan disangkal kalau gue ada yang salah.

-- 
==========

Ayo ikutan kompetisi foto di Indosat Smartphone Photography Festival 2013
Info: http://smartphonephotography.indosatmentari.com
---------------------
ID-Android on YouTube
https://www.youtube.com/watch?v=0u81L8Qpy5A 
--------------------
Web Hosting, Zimbra Mail Server, VPS gratis Raspberry Pi : 
http://www.hostune.com
--------------------
Aturan Umum  ID-Android: http://goo.gl/MpVq8
Join Forum  ID-ANDROID: http://forum.android.or.id
==========
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "[id-android] Indonesian 
Android Community " dari Grup Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke id-android+berhenti [email protected] .


Kirim email ke