Mdh2an kembalinya mereka tidak dipersulit di pabean & beacukai
On Oct 16, 2013 8:46 AM, "Andy Arief Saputra" <[email protected]> wrote:

> Selamat Pagi Rekan-Rekan ID Android...
>
> Maaf kalo OOT, cuma ingin memberikan info...
>
> Setau saya, media di Indonesia belum ada (jarang) yg meliput acara ini...
>
> Berikut saya copas kan press release dari ITS dan saya lampirkan spec
> mobil suryanya....
>
> ITS Solar Car Racing Team for World Solar Challenge 2013
>
> The First Indonesian Participant
>
>
>
> World Solar Challenge (WSC) 2013 merupakan kompetisi balap mobil bertenaga
> surya tingkat dunia. Kompetisi ini telah berlangsung sebanyak 11 kali sejak
> tahun 1987. WSC 2013 merupakan lomba dua tahunan yang diadakan di benua
> Australia. Jarak tempuh pada lomba ini ± 3021 km dari Darwin (North
> teritory) – Adelaide (South Australia), sebagian besar rute yang dilewati
> adalah daerah gurun (outback) dan tidak ada fasilitas apapun (tidak ada
> listrik, air, saluran telepon, dsb-nya). Lomba ini selevel dengan rally
> Paris-Dakar.
>
> Tahun ini, WSC 2013 diikuti oleh 42 tim dari 24 negara yang terbagi dalam
> 3 (tiga) kelas antara lain *challenger class*, *cruiser class* dan *adventure
> class*. ITS Solar Car Racing Team merupakan delegasi Indonesia yang
> pertama dan satu-satunya dalam WSC ini.
>
> Motto yang dibawa oleh ITS Solar Car Racing Team adalah “Dream Comes
> True”. Ini merupakan impian dari tim ITS yang telah terwujud pada tahun ini
> untuk mengikuti kompetisi solar car tingkat dunia. Mimpi ini sebelumnya
> pernah diusung dalam mobil Widya Wahana I (1985), Widya Wahana II (1990),
> dan Widya Wahana III (1993), namun masih belum dapat menembus kompetisi
> tingkat dunia. Pada tahun inilah ITS Solar Car Racing Team telah berhasil
> mewujudkan mimpi tersebut untuk berkompetisi dalam WSC 2013 melalui Sapu
> Angin Surya.
>
> Jum’at, 27 September 2013, ITS Solar Car Racing Team telah mendarat di
> kota Darwin. Tim menuju sirkuit di daerah Hidden Valley. Disana kami
> memulai proses persiapan pada mobil Sapu Angin Surya, baik dari segi *
> electrical* maupun *mechanical *sebelum nantinya mobil kita nyatakan siap
> untuk melalui proses *scrutineering*.
>
> Di World Solar Challenge 2013 ITS Solar Car Racing Team benar benar
> diuji,disamping menguras semangat, pikiran dan juga finansial. Tim ITS
> mengikuti kompetisi ini dengan “bondho nekat”. Dengan dana yang terbilang
> minim jika dibandingkan dengan tim dari negara lain. ITS Solar Car Racing
> Team hanya bermodalkan 500 juta rupiah yang berasalkan dari Sponsor dan
> juga ditambah 1 milyar rupiah dari pemerintah dan ITS. Sebagai pembanding,
> tim-tim lain dari Jepang, Eropa, Amerika mereka menghabiskan dana tidak
> kurang dari 9 juta USD (90 Milyar Rupiah) untuk berlaga pada kompetisi ini.
>
> Akan tetapi, dengan kondisi ini serta dukungan dari seluruh pihak, ITS
> Solar Car Racing Team selalu berusaha semaksimal mungkin untuk dapat
> mengharumkan nama bangsa dalam kompetisi ini. Beberapa capaian yang
> didapatkan tim ITS adalah :
>
> 1.       Lolos Static dan Dynamic Scrutineering sehingga diperbolehkan
> race. Capaian ini sangat baik mengingat salah satu tim besar dari Inggris
> dan Jepang tidak mampu lolos sesi ini sehingga tiddak diperkenankan
> berkompetisi.
>
> 2.      Free Practice selama tiga hari di sirkuit Hidden Valley Speedway,
> Darwin, NT, Australia, tim ITS dapat mengikuti free practice ini dengan
> sangat baik dan berhasil memperoleh catatan waktu rata-rata 2 menit 24
> detik untuk sirkuit sepanjang 2.8 km. Di hari ketiga free practice, saat
> fast lap tiba-tiba knuckle roda depan patah. Tim memiliki waktu semalam
> untuk memperbaiki knuckle tersebut. Semangat arek-arek ITS teruji saat ini,
> bahkan tim tetangga Paddock sari University of Western Sydney sampai
> geleng-geleng kepala karena tepat pukul 06.00 pagi hari Sabtu, 05 Oktober
> mobil surya ITS sudah siap lagi mengikuti babak Kualifikasi.
>
> 3.      Babak kualifikasi, setiap tim diberi kesempatan sekali warming up
> lap dan sekali timing lap. Seperti di F1, kami harus membaca situasi yang
> tepat untuk keluar paddock, jam 11 waktu setempat tim memutuskan untuk
> turun. Warming up berjalan lancar, kemudian dilanjutkan sesi timing lap.
> Saat itu mobil Surya ITS melaju dengan cepat dan stabil sehingga harus
> melakukan over take dengan mobil surya Italia (yang saat itu pada sesi
> warming up), sehingga driver harus mengerem dan mengambil jalur agak ke
> dalam sehingga keluar dari racing line yang diharapkan. Akhirnya mobil
> Surya ITS berhasil mencatat waktu 2 menit 26 detik dan berada di posisi 11.
> Posisi ini lebih baik dari Nuon (pemenang) dan Tokai (runner up) yang saat
> kualifikasi melintir di tikungan akhir.
>
> 4.      Race Darwin to Adelaide. Tim ITS start pada urutan 11 dari 31
> peserta challenger class pada pukul 09.30 waktu setempat. Tim berhasil
> menempuh jarak 146 km di hari pertama. Saat dianalisis di performance
> monitoring system kami ternyata sel surya mengalami kerusakan beberapa
> modul si bagian kanopi dan side depan mobil surya. Sehingga solar cell
> hanya bisa membangkitkan daya rata-rata 600 Watt (seharusnya design solar
> cell dapat membangkitkan 1,177 KW. Kompetisi ini terdiri dari 9 Control
> Stop, dimana masing-masing control stop memiliki waktu buka dan tutup
> tertentu. Setiap tim tidak boleh missing control stop 2 secara berurutan.
> Sehingga tim memiliki strategi untuk menaikkan ke trailer, konsekuensinya
> jarak solar powered akan berkurang. Alhamdulillah tim ITS berhasil
> menjalankan mobil surya tiap hari dengan rata-rata menempuh jarak 150 km
> dengan tenaga matahari. Setelah melewati Allice Spring cuaca berubah
> menjadi tidak bersahabat, suhu dingin sampai di bawah 10 derajat celcius
> dengan diikuti angin yang cukup kencang. Tim dari Swedia menjadi korban
> sehingga mobil mereka terbalik dan mengalami kerusakan, begitu juga dengan
> tim dari Kanada, Blue sky, Trailer mereka terguling.
>
> 5.      Finish di Adelaide. Sekitar Pukul 11 mobil surya ITS memasuki
> parc ferme di finish line kota adelaide dan secara official dinyatakan
> menempuh jarak 748 km dengan tenaga matahari. Hasil ini patut disyukuri
> karena sebenarnya tim-tim lain juga harus mengangkut mobil suryanya dengan
> trailer. Hanya 10 tim saja yang mampu finish tanpa ditrailer.
>
> 6.      Post Race. Setelah finish di Adelaide tim diberi tempat menginap
> dan sekaligus dijamu oleh AIDSA (Association of Islamic Dakwah South
> Australia). Terima kasih kepada kawan-kawan AIDSA khususnya Bapak Basuki
> Suratno (alumni mesin ITS M24) yang telah menghubungkan kami dengan
> kawan-kawan AIDSA di Adelaide. Saat ini kami masih menunggu kepastian tiket
> pulang ke Surabaya-Indonesia.
> --
> thanks and best regards
>
> *Andy A. Saputra*
> *I9100 *
> *iDJo
> *
>
> --
> ==========
> ID-Android on YouTube
> https://www.youtube.com/watch?v=0u81L8Qpy5A
> --------------------
> Web Hosting, Zimbra Mail Server, VPS gratis Raspberry Pi :
> http://www.hostune.com
> --------------------
> Aturan Umum ID-Android: http://goo.gl/MpVq8
> Join Forum ID-ANDROID: http://forum.android.or.id
> ==========
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "[id-android]
> Indonesian Android Community " dari Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke id-android+berhenti [email protected] .
>

-- 
==========
ID-Android on YouTube
https://www.youtube.com/watch?v=0u81L8Qpy5A 
--------------------
Web Hosting, Zimbra Mail Server, VPS gratis Raspberry Pi : 
http://www.hostune.com
--------------------
Aturan Umum  ID-Android: http://goo.gl/MpVq8
Join Forum  ID-ANDROID: http://forum.android.or.id
==========
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "[id-android] Indonesian 
Android Community " dari Grup Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke id-android+berhenti [email protected] .

Kirim email ke