2013/11/17 Jaimy Azle <[email protected]> > Kalau yang seperti itu biasanya tiap tiap vendor punya sudut pandang > masing masing, dan didefinisikan dalam TOS, ataupun dalam ijin mereka > secara tertulis. Dengan asumsi konteks nya adalah aplikasi mobile full > paid, ada yang secara tegas melarang melakukan modifikasi, ada yang boleh > tapi menolak untuk mensupport, ada yang malah memfasilitasi pengembangan, > runtime bug fix patch, sepanjang penggunaan nya adalah untuk pribadi, atau > kalaupun diredistribusikan, maka redistribusi tersebut dilakukan dalam > bentuk patch, plugin, dan sejenis nya, serta tidak mengubah > fungsionalitas aplikasi secara fundamental (misalnya menonaktifkan rutin > pengecekan validitas lisensi). > Setuju, walau aku juga nggak suci-suci amat soal produk bajakan. Aplikasi dianggap bajakan itu kan selama kita mendapatkan/menggunakan aplikasi tanpa (penerima/penggunanya) memberikan apa yang menjadi hak penerbit dan pembuat/pengembang. Dan setiap aplikasi mungkin memiliki aturan, hak dan kewajiban yang berbeda bagi pihak-pihak yang terkait. Transfer aplikasi sering juga termasuk dalam aturan yang biasanya tercantum dalam TOS & license.
Nah, sekarang proses transfer aplikasi yang disebut TS, kalau memang sudah memenuhi TOS dari penerbit (app store) dar masing-masing aplikasi ya boleh dibilang bukan bajakan, dan sebaliknya juga. Juga pada proses transfer tersebut, hak penerbit/pembuat dan kewajiban penerima/pemberi aplikasi tidak boleh dilanggar. -- ========== ID-Android on YouTube https://www.youtube.com/watch?v=0u81L8Qpy5A -------------------- Aturan Umum ID-Android: http://goo.gl/MpVq8 Join Forum ID-ANDROID: http://forum.android.or.id ========== --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "[id-android] Indonesian Android Community " dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke id-android+berhenti [email protected] . Kunjungi grup ini di http://groups.google.com/group/id-android.
