Mudah2an berguna. Krn gadget kita msh pke batt lithium ini. :D
---------- Forwarded message ----------
From: <[email protected]>
Date: Nov 25, 2013 11:14 AM
Subject: [vaksin.com] Cara Jitu Menangani Baterai Lithium 25 November 2013
To: <[email protected]>



http://vaksin.com/2013/1113/Danger%20of%20Lithium%20Battery/bahaya%20baterai%20Lithium.html


25 November 2013

*Cara Jitu Menangani Baterai Lithium*

(Artikel Info Komputer Agustus 2013)

Baterai adalah salah satu satu bahan kimia yang berbahaya namun sudah tidak
terpisahkan dari hidup manusia sehari-hari. Penanganan khusus diperlukan
dalam penggunaan batu baterai. Resiko umum yang dihadapi pengguna baterai
konvensional adalah bahan beracun yang terkandung pada baterai dan khusus
untuk baterai dengan ukuran kecil sebesar kancing sangat berbahaya untuk
anak kecil khususnya jika tertelan. Sejalan dengan meluasnya penggunaan
alat alektronik bergerak, baterai isi ulang menjadi populer. Baik untuk
mainan seperti mobil atau pesawat remote kontrol, laptop atau telepon
seluler. Saat ini, baterai yang paling populer digunakan adalah baterai
berbasis Lithium, alasannya adalah karena baterai Lithium memiliki banyak
keunggulan dibandingkan baterai isi ulang lain seperti Ni Cd atau Ni MH
seperti memiliki densitas yang lebih besar, tidak ada memori effect, lebih
bersahabat dengan lingkungan karena tidak mengandung bahan beracun dan masa
penyimpanan daya yang lebih lama. Karena banyaknya keunggulan yang
dimilikinya, penggunaan baterai Li Ion ini sangat populer dan digunakan
baik untuk smartphone, tablet, laptop sampai mobil hybrid. Namun, di balik
banyaknya keunggulan yang dimiliki oleh Li Ion, terkandung potensi bahaya
yang cukup besar dan baterai Li Ion dapat membahayakan pemakainya karena
mengandung bahan yang mudah terbakar dan bisa meledak karena bertekanan
tinggi.

Jika anda takut memangku laptop karena karena panas berlebih yang bisa
menyebabkan bagian tubuh tertentu yang melepuh karena panas yang berlebih,
tetapi anda tenang-tenang saja melakukan pembicaraan dengan HP anda sambil
melakukan pengisian daya HP tersebut baik dari sumber daya listrik atau
portable charger, mungkin ada baiknya anda mengubah kebiasaan anda,
khususnya dalam menangani perangkat elektronik yang sedang di isi ulang
daya (charging).


*Lithium Ion dan bahayanya*

Dalam keluarga Lithium, baterai Lithium Ion mudah ditemukan dalam
barang-barang elektronik konsumer dan jenis baterai isi ulang
(rechargeable) Lithium Ion paling populer digunakan pada alat elektronik
portabel. Penyebab utamanya adalah karena keunggulan yang dimiliki oleh
Lithium dibandingkan baterai lainnya :

   -

   Memiliki densitas energi terbaik dibandingkan baterai lainnya.
   -

   Tidak ada memory effect seperti yang dialami oleh baterai berbasis
   Nickel.
   -

   Tingkat kehilangan daya yang kecil jika disimpan untuk jangka waktu lama.
   -

   Tidak mengandung bahan beracun seperti timah, merkuri atau kadmium yang
   berbahaya bagi lingkungan.

Karena tuntutan konsumen atas baterai yang makin kecil dengan daya yang
makin tinggi, maka proses produksi Li Ion mengalami penyesuaian sehingga
kemampuan baterai Li Ion pada saat ini meningkat 2 kali lipat dibandingkan
pada saat pertama kali diperkenalkan oleh Sony pada tahun 1991. Namun hal
ini mengandung konsekuensi lain dimana efisiensi ini dicapai dengan bahan
pembatas baterai yang makin tipis dimana proses pembuatan baterai harus
dilakukan dengan sempurna dan jika terjadi intrusi oleh debu metalik akan
menyebabkan baterai meledak. Selain itu, Li Ion juga rentan terhadap
thermal runaway, suatu proses peningkatan suhu yang luarbiasa sampai
mencapai titik leleh Lithium jika suhu baterai mencapai satu suhu tertentu
(130 derajat Celcius). Thermal runaway ini dapat terjadi karena penanganan
baterai yang tidak baik atau karena cacat pada proses manufaktur dan
akumulasi partikel mikro pada baterai cacat produksi pada saat pengisian
baterai yang akan memicu reaksi terbakarnya baterai.
http://cen.acs.org/articles/91/i6/Assessing-Safety-Lithium-Ion-Batteries.html

Selain itu, sel baterai juga bisa meledak jika sistem ventilasi pengaman
tidak berjalan dengan baik. Kasus baterai yang meledak bukan tidak mungkin
terjadi dan banyak produsen elektronik seperti Apple, HP, Toshiba, Lenovo
dan Sony melakukan recall besar-besaran atas produk mereka untuk mencegah
resiko bahaya baterai Li Ion yang meledak. Dalam dunia penerbangan, kasus
kebakaran yang terjadi pada pesawat kargo UPS yang membawa paket baterai Li
Ion menyebabkan dua pilotnya meninggal 3 September 2010 menyebabkan IATA
memberlakukan aturan baru dalam pembatasan membawa kargo baterai
http://www.iata.org/whatwedo/cargo/dgr/Pages/lithium-battery-change.aspx.


Namun, anda jangan buru-buru meninggalkan smartphone atau laptop anda
(kalau menjaga jarak saja sih boleh dan di sarankan, khususnya ketika
sedang di charge) karena sebenarnya produsen baterai Lithium Ion sebenarnya
sudah menyadari bahaya baterai Li Ion ini dan melakukan langkah-langkah
preventif pengamanan dalam proses manufaktur baterai Li Ion seperti :

   -

   Membatasi jumlah material aktif untuk mencapai perbandingan terbaik
   antara densitas energi dengan keamanan.
   -

   Menerapkan mekanisme pengamanan antar sel.
   -

   Tambahan sirkuit pengaman elektronik pada baterai.


Dibawah ini adalah gambar mekanisme pengamanan baterai yang dilakukan BMS
Battery Management Systemhttp://www.poweruk.com/safety.htm



Sebagai catatan, sekalipun proses manufakturing dan pengamanan baterai yang
sangat ketat sudah dilakukan, hal ini hanya efektif jika ancaman datang
dari luar, seperti korsleting atau charger yang bermasalah. Dalam kasus
ini, baterai Li Ion akan mematikan dirinya jika terjadi korsleting. Namun,
jika terjadi cacat produksi, dimana ada partikel metal terkandung pada
baterai dalam proses produksi, pengamanan yang dilakukan tadi di atas tidak
akan ada gunanya dan thermal runaway akan tetap terjadi.


*Lithium Polimer*

Salah satu varian dari baterai Lithium yang sering digunakan selain Lithium
Ion adalah Lithium Polimer (LiPo). LiPo memiliki keunggulan 20 % lebih
ringan dari Li Ion, namun densitas daya lebih rendah dari Li Ion. Karena
alasan ini maka banyak pesawat remote kontrol menggunakan LiPo. Jika Li Ion
menggunakan cairan, LiPo menggunakan gel dan pembungkus LiPo adalah kantung
berbahan polimer, berbeda dengna Li Ion yang menggunakan pembungkus metal
yang keras yang menyebabkan bobotnya lebih tinggi dari LiPo. Namun LiPo
tetap memiliki resiko rentan terbakar dan meledak seperti Li Ion sehingga
penanganannya juga tetap harus diperhatikan. LiPo lebih sensitif terhadap
kerusakan dan akan terbakar jika terjadi overcharging sehingga penggunaan
charger untuk LiPo tidak boleh sembarangan tanpa memperhatikan
spesifikasinya.


*Resiko yang sebenarnya dan bagaimana menyikapinya*

Setelah melihat kegunaan, bahaya dan langkah pengamanan produksi yang
dilakukan oleh produsen baterai Lithium, tentunya kita tidak bisa serta
merta memvonis kalau Lithium itu berbahaya dan berpindah ke lain hati,
karena kenyataannya Lithium merupakan satu-satunya baterai isi ulang yang
memiliki banyak keunggulan dibandingkan baterai lainnya dan hitung-hitungan
resikonya lebih kecil dibandingkan manfaat yang diberikannya dengan catatan
asalkan proses manufakturnya dilakukan dengan baik dan penggunanya tidak
melakukan hal-hal yang menyebabkan bahaya yang disebabkan oleh baterai
Lithium.

Salah satu hal yang menjadi kekhawatiran adalah produsen yang mengutamakan
harga murah, kecenderungan yang akan terjadi adalah standar pengamanan yang
tinggi akan diturunkan demi persaingan dengan merek yang lebih terkenal.
Sebaiknya memilih baterai dari produsen yang lebih anda kenal daripada asal
pilih yang murah saja.

Jika baterai Lithium yang anda beli diproduksi dengan benar oleh manufaktur
baterai yang mengikuti proses manufaktur baterai, maka resiko kegagalan
Lithium sangat kecil. 1 : 10.000.000. Karena itulah pemilihan vendor
pembuat baterai yang terpercaya merupakan salah satu hal yang perlu anda
perhatikan dalam menggunakan baterai Lithium ini. Jika anda membeli
perangkat elektronik dari vendor terpercaya dan terkenal kemungkinan hal
ini sudah dipertimbangkan oleh pemilik merek. Namun satu hal yang harus
anda perhatikan adalah ketika anda membeli asesoris khususnya baterai
seperti baterai handphone cadangan atau portable charger. Pastikan kalau
baterai yang anda beli dijual oleh produsen yang menjalankan proses
manufaktur yang baik, lebih baik lagi kalau anda bisa mengetahui merek dari
sel baterai yang digunakan dan keaslian baterai. Tidak ada cara mendeteksi
cacat produksi karena partikel metalik yang terkandung dalam cacat produksi
dalam baterai cacat produksi yang menyebabkan Thermal runaway sangat kecil
dan tidak kasat mata. Yang dapat anda lakukan adalah ekstra hati-hati dalam
penanganan baterai, khususnya ketika sedang di isi ulang. Jangan simpan
smartphone yang sedang di isi ulang dekat bahan yang mudah terbakar seperti
dekat buku, kasur, bantal apalagi dekat kepala anda, meskipun anda sedang
menunggu BBM dari pacar ........ ditinggal tidur lagi :).


Dibawah ini beberapa tips dari Vaksincom untuk menangani baterai
smartphone, tablet dan notebook anda dengan baik :



   -

   Jangan melakukan charging di dekat bahan yang mudah terbakar, seperti
   kasur / ranjang, apalagi bensin. Kalau memungkinkan taruh perangkat yang
   sedang di isi ulang di lantai atau dalam kontainer khusus yang tidak mudah
   terbakar.
   -

   Hindari menelepon ketika sedang di mengisi ulang baterai, kalau terpaksa
   selalu waspada dengan perubahan suhu tinggi yang cepat dan segera jauhkan
   dari anggota badan anda (dan orang lain) jika terjadi.
   -

   Jika merasakan panas berlebih pada perangkat khususnya ketika sedang di
   charge, SEGERA lepaskan perangkat dari charger dari listrik kalau tidak
   memungkinkan, menjauh dari perangkat anda.
   -

   Berbeda dengan Nickel based battery, Lithium tidak memiliki memory
   effect dan justru akan memperpendek usia baterai jika digunakan sampai
   habis (discharge / deep discharge). Segera charge baterai anda jika sudah
   mencapai daya 25 %. Dalam kasus tertentu, deep discharge bisa menyebabkan
   short circiut.
   -

   Jangan pernah menyimpan peralatan elektronik anda pada paparan paas
   tinggi seperti dashboard mobil yang terpapar sinar matahari atau terkena
   paparan langsung sinar matahari.
   -

   Hindari menggunakan charger non standar yang tidak sesuai spesifikasi
   kecuali anda mengerti dengan baik daya yang dihasilkan oleh charger cocok
   dengan perangkat anda. Penggunaan charger non standar bisa mengakibatkan
   rusaknya rangkaian pengaman baterai.
   -

   Fast charger dengan voltase tinggi memperpendek umur baterai anda.
   Charger dengan voltase terlalu tinggi (> 4,2 V/cell) dapat merusak baterai
   dan berbahaya.
   -

   Jangan menyimpan baterai berdekatan dengan bahan metal seperti klip atau
   uang logam di kantong celana, karena hal tersebut bisa menyebabkan hubungan
   pendek.
   -

   Jika baterai Lithium terbakar, jangan panik dan melemparkan begitu saja
   namun awasi baterai dari jarak yang aman sampai bahan Lithium terbakar
   sendiri. Api bahan Lithium yang terbakar tidak dapat dipadamkan dengan air
   tetapi pasir akan efektif untuk mematikan bahan Lithium yang terbakar.


Salam,

Alfons Tanujaya

[email protected]


PT. Vaksincom

Jl. R.P. Soeroso 7AA

Cikini

Jakarta 10330


Ph : 021 3190 3800
Fx : 021 3190 3500
 __._,_.___
  Reply via web
post<http://groups.yahoo.com/group/vaksin/post;_ylc=X3oDMTJvbDNzc3RrBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzI1MTc1NjYEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MTk1MDY4BG1zZ0lkAzg3OARzZWMDZnRyBHNsawNycGx5BHN0aW1lAzEzODUzNTI4ODc-?act=reply&messageNum=878>
 Reply
to sender
<[email protected]?subject=Re%3A%20Cara%20Jitu%20Menangani%20Baterai%20Lithium%20%2025%20November%202013>
 Reply
to group
<[email protected]?subject=Re%3A%20Cara%20Jitu%20Menangani%20Baterai%20Lithium%20%2025%20November%202013>
 Start
a New 
Topic<http://groups.yahoo.com/group/vaksin/post;_ylc=X3oDMTJldmRzZHExBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzI1MTc1NjYEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MTk1MDY4BHNlYwNmdHIEc2xrA250cGMEc3RpbWUDMTM4NTM1Mjg4Nw-->
 Messages
in this 
topic<http://groups.yahoo.com/group/vaksin/message/878;_ylc=X3oDMTMyaDJtaTh1BF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzI1MTc1NjYEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MTk1MDY4BG1zZ0lkAzg3OARzZWMDZnRyBHNsawN2dHBjBHN0aW1lAzEzODUzNTI4ODcEdHBjSWQDODc4>(1)
Recent Activity:


 Visit Your 
Group<http://groups.yahoo.com/group/vaksin;_ylc=X3oDMTJlcWw3aGNlBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzI1MTc1NjYEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MTk1MDY4BHNlYwN2dGwEc2xrA3ZnaHAEc3RpbWUDMTM4NTM1Mjg4Nw-->
 Teknisi vaksincom yang terlatih siaga membantu semua pelanggan dan
melakukan kunjungan on site untuk mengatasi masalah virus tanpa biaya
apapun.
Silahkan email ke [email protected] untuk mendapatkan informasi detail
layanan PT. Vaksincom.
 [image: Yahoo!
Groups]<http://groups.yahoo.com/;_ylc=X3oDMTJkbWNkMjl0BF9TAzk3NDc2NTkwBGdycElkAzI1MTc1NjYEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MTk1MDY4BHNlYwNmdHIEc2xrA2dmcARzdGltZQMxMzg1MzUyODg3>
Switch to: 
Text-Only<[email protected]?subject=Change+Delivery+Format:+Traditional>,
Daily Digest <[email protected]?subject=Email+Delivery:+Digest>•
Unsubscribe <[email protected]?subject=Unsubscribe> • Terms
of Use <http://info.yahoo.com/legal/us/yahoo/utos/terms/> • Send us
Feedback
<[email protected]?subject=Feedback+on+the+redesigned+individual+mail+v1>
   .

__,_._,___

-- 
==========
ID-Android on YouTube
https://www.youtube.com/watch?v=0u81L8Qpy5A 
--------------------
Aturan Umum  ID-Android: http://goo.gl/MpVq8

Join Forum  ID-ANDROID: http://forum.android.or.id
==========
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "[id-android] Indonesian 
Android Community " dari Grup Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke id-android+berhenti [email protected] .
Kunjungi grup ini di http://groups.google.com/group/id-android.

Kirim email ke