*Mau Share aja sedikit pengetahuan yang ane punya soal ram di android*
*jika ada kesalahan mohon di koreksi*
*karena ilmu yang terbatas....*
*mari belajar bersama....*


........
Di beberapa facebook groups yang saya ikuti, 
banyaknya user yang awam tentang linux/android dan menyamakan persepsi 
salah yang mereka tahu dengan sistem operasi windows.


perlu di ingat, Android based on Linux, bukan windows...

cara kerja, pengaturan, serta manajemennya juga berbeda

karena berbeda sistem operasi


hal yang perlu di ingat


1. Android/Linux itu semua tentang efisiensi..

2. Android itu embedded OS, bukan Desktop OS

3. Embedded OS itu dibuat ringkas berjalan pada memory, size dan processing 
power terbatas


Konsep pemakaian memori Linux adalah semua tentang efisiensi. 

RAM adalah sumber daya yang harus digunakan, 100% jika memungkinkan, 
sepanjang waktu (jika memungkinkan). 


Linux menggunakan RAM yang tidak digunakan untuk cache data dan filesystem 
meta-data dari perangkat penyimpanan lambat (Flash atau disk) 


karena mengambil informasi dari RAM jauh lebih cepat: 

Tidak ada hambatan (bottleneck) seperti media fisik lambat, slow buses or 
device clocks, dan tidak memerlukan dekompresi.


*dekompresi : tiap aplikasi di android itu adalah compiled java within 
compressed zip.*

*jadi apk harus di dekompresi, sebelum aplikasi siap untuk di ekseskusi*


*----------------------------*

*LOGIKA KERJA RAM LINUX*

*----------------------------*

Ram : meja kerja
CPU : pegawai
isi ram : barang-barang
---------------------------
Seorang pegawai (CPU), dia kerjanya mengatur, pendataan, stempel, dan tanda 
tangan...


*mana yang lebih baik??*
1. meja kerja pegawai tsb diisi penuh oleh barang2 yang sering dia pakai, 
kaya pulpen, scanner, printer, stempel, agar dia semakin cepat mengerjakan 
kerjaannya, semakin besar meja (RAM), semakin baik kerjanya..

atau..
2. meja kerjanya kosong, dan dia harus ambil pulpen ke tempat pengadaan 
pulpen, mau scan harus ke scanner di ujung kantor, mau nge-print harus 
jalan dulu ke printer

*no.1 adalah cara kerja Android/Linux*
balik ke tulisan atas : Linux/Android itu semua tentang efisiensi..
Android menganggap RAM itu resource yang harus digunakan, 100% klo emang 
bisa..

*----------------------------*

*HUBUNGAN RAM BATTERY*

*----------------------------*


*RAM usage tidak mempengaruhi battery*1. Mengisi RAM itu diatur oleh Memory 
Controller BUKAN CPU/APU

2. apapun yang di store di memory, digunakan atau tidak, tidak mengaktifkan 
CPU/APU, tapi oleh memory controller chip.

3. Semakin sedikit FREE RAM di android semakin cepat, karena semua resource 
yg ada sudah tersedia di RAM, jadi tinggal panggil address resource di ram, 
tidak perlu mencari lalu me-load frameworks/bitmap/vector/content

The amount of data you hold in memory doesn't influence the battery life as 
the complete memory has to be refreshed all the time, 

whether you store something there or not (the memory controller doesn't 
know whether a part is "unused").


*LOGIKA : *
Ram : meja kerja
CPU : pegawai

isi ram : barang-barang

Sekretaris : Memory Controller

------------------------

karena sekretaris tau apa yang sering pegawai pakai, oleh sekretaris meja 
kerja diisi barang2 yang sering digunakan.. pegawainya (cpu) ya tinggal 
pakai aja



-----------------------------

*Why Does Android Not Need Task Killers?*

   - Android automatically kills a task when more memory is needed.
   - Android automatically kills a task when it’s done doing what it needs 
   to do.
   - Android automatically kills a task when you haven’t returned to it in 
   a long time.
   - Most services (while possibly running in the background) use very 
   little memory when not actively doing something.
   - Killing certain processes can have undesirable side effects. Not 
   receiving text messages, alarms not going off, and force closes just to 
   name a few.
   - Most applications will exit themselves if you get out of it by hitting 
   “back” until it closes rather than hitting the “home” button. But even with 
   hitting home, Android will eventually kill it once it’s been in the 
   background for a while.
   
   
*What You Should Do: **Let Android handle tasks itself. *


Android memiliki LMK (Low Memory Killer)
Di dalam LMK ini ada 6 pembagian untuk pengaturan task killer, yaitu:
FOREGROUND_APP 
VISIBLE_APP 
SECONDARY_SERVER 
HIDDEN_APP 
CONTENT_PROVIDER 
EMPTY_APP 

walaupun sudah diatur oleh system, tapi kita bisa mengaturnya sendiri...


Sebaiknya tidak mengInstall aplikasi Task Manager bila menggunakan OS 
Gingerbread keatas

-- 
==========
ID-Android on YouTube
https://www.youtube.com/watch?v=0u81L8Qpy5A 
--------------------
Aturan Umum  ID-ANDROID >> http://goo.gl/NfzSGB

Join Forum   ID-ANDROID >> http://forum.android.or.id
==========
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "[id-android] Indonesian 
Android Community " dari Grup Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke id-android+berhenti [email protected] .
Kunjungi grup ini di http://groups.google.com/group/id-android.

Kirim email ke