Alhamdulillah hari ini dapet ilmu baru dari pak dosen
Menarik juga nih DFA ini...
ahli gali informasi digital

On Thursday, October 30, 2014 12:58:35 PM UTC+7, Gunaris wrote:
>
> Catatan ini murni berbicara mengenai teknik dan analisa.
>
> Hal yang berkaitan dengan politik dan sebagainya tidak akan dibahas karena 
> penulis tidak punya kapasitas untuk itu.
>
>  
>
> MA, pria berumur 23 tahun yang berasal dari Ciracas Jakarta Timur ini 
> merupakan buruh kerja sebagai pembantu tukang tusuk sate.
>
> Pria lulusan SMP ini dikenakan pasal berlapis yaitu UU pornografi, 
> pencemaran nama baik dan UU ITE.
>
> Pasal yang dikenai yaitu Pasal 310 dan 311 KUHP, Pasal 156 dan 157 KUHP, 
> Pasal 27, 45, 32, 35, 36, 51 UU ITE.
>
> Tuduhan ini berkaitan dengan dipasangnya sebuah foto, dimana kepala 
> mengambil bagian foto Jokowi (Presiden RI) dan Megawati (Ketua Umum PDI-P) 
> sedangkan bagian bawah diambil dari foto dari orang lain dalam posisi 
> (maaf) berhubungan intim.
>
>  
>
> Penulis berani mengemukan beberapa metode ini karena yakin polisi telah 
> mengamankan semua barang bukti sehingga tidak akan dihilangkan atau dirusak.
>
>  
>
> DIGITAL FORENSIK
>
> Untuk mendapatkan data yang akurat, dibutuhkan setidaknya sbb:
>
> 1.1 Komputer yang biasa MA gunakan di warnet beserta HDD-nya.
>
> 1.2 HP yang biasa MA gunakan untuk online, termasuk nomor HP dan Memory 
> External.
>
> 1.3 Flashdisk/Thumbdisk jika ada.
>
> 1.4 Foto yang telah diedit.
>
> 1.5 Login Facebook  
>
>  
>
> Tanggal foto diunggah, dari tanggal ini bisa dicek semua aktifitas yang 
> dikerjakan pada perangkat keras nomer 1.1-1.3.
>
> Cek 'history' di browser yang digunakan, situs mana saja yang dikunjungi, 
> password apa saja yang sudah dimasukkan pada situs, berkas apa saja yang 
> sudah diunduh, dsb.
>
> Aktifitas bisa di resume.
>
> Riwayat pembayaran di warnet mulai jam berapa dan berakhir jam berapa, 
> setidaknya bisa dikumpulkan 2 aktifitas kebelakang dan kedepan dari tanggal 
> unggah dilakukan.
>
>  
>
> DATA FOTO
>
> Dibutuhkan sbb:
>
> 2.1 Foto asli korban 1 (Jokowi) yang diambil bagian kepala dan belum 
> terpotong/diedit.
>
> 2.2 Foto asli korban 2 (Megawati) yang diambil bagian kepala dan belum 
> terpotong/diedit.
>
> 2.3 Foto asli sepasang orang dalam kondisi berhubungan intim.
>
> 2.4 Foto hasil edit.
>
> 2.5 Aktifitas editing menggunakan perangkat lunat tertentu.
>
> 2.6 Riwayat unduhan dari browser.
>
> 2.7 Riwayat unggahan dari browser.
>
>  
>
> METODE PENGUMPULAN DATA
>
> DFA bekerja melakukan reverse semua aktifitas dalam menghilangkan barang 
> bukti baik 'hapus', 'format' ataupun dirusak. Mengembalikan dalam bentuk 
> 100% utuh.
>
>  
>
> Hasil pengumpulan poin 2.1 sampai 2.4 akan didapatkan metadata dari foto.
>
> Metadata adalah "data tentang data" meliputi ukuran besar berkas, ukuran 
> piksel berkas/resolusi, kapan dibuat, kapan diedit, kedalaman warna, dsb.
>
> Jika dilakukan "geotagging" saat pengambilan gambar, maka akan ditemukan 
> juga lokasi berdasarkan koordinat bumi (lat, long) saat foto itu pertama 
> kali diambil.
>
> Dari hasil pengumpulan data, didapatkan beberapa kemungkinan yang bisa 
> muncul:
>
> * Jika dalam pengumpulan data menemukan poin 2.1 sampai dengan 2.4 dan 
> menemukan riwayat kegiatan poin 2.5 sampai 2.7 dalam jangka waktu dimana MA 
> menyewa warnet, maka suspect bisa diarahkan ke MA.
>
> * Jika ditemukan editing poin 2.5 diluar waktu MA menyewa warnet, maka 
> suspect bisa diarahkan ke orang lain didalam warnet tersebut.
>
> * Jika poin 2.4 saja disertai dengan aktifitas poin 2.6 dan 2.7 pada saat 
> dimana MA menyewa, maka bisa dipastikan MA hanya ikut-ikutan mengunggah 
> foto yang tersebut dalam poin 2.4 sehingga harus dilakukan penyelidikan 
> lebih lanjut mencari situs unduhan tersebut dalam poin 2.6 diatas.
>
>  
>
> Berikutnya diterapkan ke sasaran (TO) lain seperti metode diatas sampai 
> ketemu poin 2.1 sampai 2.5.
>
> Prioritas adalah ke pengguna yang memberikan komentar pada foto yang 
> diunggah MA.
>
>  
>
> Metode penelusuran jejak dengan memanfaatkan teknologi informasi terkait 
> siapa saja yang melakukan pekerjaan ini bisa dilakukan oleh orang yang ahli.
>
> Ada beberapa orang Indonesia yang punya keahlian tersebut sehingga bisa 
> membantu mempercepat pekerjaan rekan-rekan di kepolisian.
>
>  
>
> Jika menggunakan thumbdrive, perhatikan apakah rangkaiannya dirusak atau 
> dihancurkan.
>
> Jika tidak, lanjut pada metode "deep recovery".
>
> Jika iya, cek apakah IC memory non-volatilenya masih utuh? Jika ya, maka 
> bisa dilakukan recovery dengan melakukan sistem "replace on board"
>
>  
>
> Jika menggunakan HDD, perhatikan apakah dalam kondisi dirusak?
>
> Jika tidak, lanjut pada metode "deep recovery".
>
> Jika iya, perhatikan apakah ruang hampa udara pada piringan masih bersih?
>
> Jika masih bersih, lakukan replace.
>
> Jika sudah kotor, lakukan pembersihan piringan pada ruang hampa.
>
> Banyak rekan-rekan profesional di bidang "recovery" sejenis.
>
>  
>
> Jika menggunakan SSD, perhatikan apakah dalam kondisi rusak?
>
> Jika tidak, lanjut pada metode "deep recovery".
>
> Jika ya, ambil IC yang bisa diselamatkan dan tata kembali sesuai dengan 
> urutan IC agar "cluster" yang terbentuk bisa sesuai dengan ruang yang 
> seharusnya.
>
>  
>
> Jika menggunakan HP, pastikan memory ada.
>
> Lakukan seperti metode diatas atau metode lain yang pernah penulis bahas 
> pada kesempatan lain.
>
> Khusus untuk nomer HP, kumpulkan IMSI, IMEI, MSISDN, ICCI untuk parameter 
> tetap dan LAC, CID, AGE, SMSCont, dll untuk parameter berubah, mulai dari 
> tanggal dicurigai sampai H+7 setelah MA mengunggah foto.
>
> Jika diperlukan bisa menggunakan CDR selama sebulan.
>
> Data ini penting, untuk mengecek nomer mana saja yang MA hubungi, SMS 
> isinya apa saja, sampai pada lokasi saat foto diunggah dimana.
>
> * Jika LAC, CID dan (AGE kecil) menunjukkan posisi yang sama di warnet, 
> maka akan memperkuat suspect tersebut. MA sambil mengunggah sering bermain 
> dengan HP nya.
>
> * Jika LAC, CID dan (AGE besar) menunjukkan posisi yang sama di warnet, 
> maka akan memperkuat suspect tersebut. MA sambil mengunggah tidak sering 
> bermain dengan HP nya, bisa jadi konsentrasi ke komputer warnet.
>
> * Jika LAC, CID dan (AGE kecil) menunjukkan posisi yang berbeda dengan 
> warnat, bisa jadi HP ketinggalan atau bisa jadi posisi MA sedang tidak 
> diwarnet akan tetapi mengunggah menggunakan HP.
>
> Jika mengunggah di HP, lakukan kegiatan reverse engineering semua data 
> yang ada di HP-nya.
>
>  
>
> SARAN-SARAN
>
> Mengutip dari Siyasa/beritapopuler.com: "Ia ditangkap karena foto yang 
> diunggahnya memang keterlaluan. Menurutnya, MA menyambung dan mengedit foto 
> Jokowi dan Mega sedang berhubungan. “Pelaku melakukan potong sambung gambar 
> cewek dengan Jokowi dan juga ada gambar Jokowi (berhubungan badan dengan) 
> Bu Megawati. Porno dan tidak pantas. Masak gambar presiden digituin. Kita 
> sendiri kalau digituin orang lain pasti juga lapor polisi,” kata seorang 
> penyidik Cybercrime Mabes Polri seperti dikutip dari Beritasatu."
>
> Benarkah MA yang melakukan edit tersebut atau sekedar menunggah dari 
> unduhan di situs lain?
>
>  
>
> Saran: seharusnya lebih berhati-hati dalam memberikan pernyataan, karena 
> jika metodologi pencarian orang yang melakukan edit belum ketemu, 
> diharapkan tidak langsung mengarahkan pelaku aslinya adalah MA.
>
>  
>
> Perlu dilakukan pendekatan emosional ke MA dimana sesuai dengan 
> pengakuannya, dia tidak berniat untuk menjatuhkan orang lain.
>
> Gali kemampuan olah data dia, gali juga kemampuan edit photo dia, pelajari 
> lingkungan keluarga dsb.
>
> Sebaiknya tidak meng-hegemoni masalah, agar pelaku yang sesungguhnya bisa 
> tertangkap.
>
>  
>
> Setiap tulisan ada sisi baik dan sisi buruknya.
>
> Nilai baik adalah sebuah pembelajaran agar berhati-hati dalam melakukan 
> kegiatan media sosial dan membantu pihak berwajib untuk cepat menemukan 
> pelaku aslinya.
>
> Sisi buruknya, jika seseorang berniat jahat, dia akan mencoba 
> menghilangkan barang bukti. Tetapi dengan teknologi yang ada, maka hal 
> tersebut tidak menjadi masalah.
>
>  
>
> Penulis secara pribadi mengutuk perilaku MA, dimana hal ini melecehkan 
> orang lain, mempermalukan, mengajarkan bahwa kegiatan seperti ini menjadi 
> hal yang biasa dan menjurus ke fitnah.
>
> Tidak harus presiden, orang biasapun tidak seharusnya diperlakukan seperti 
> ini.
>
>  
>
> * Diperbolehkan menyalin semua atau sebagian isi tulisan ini dengan ijin 
> penulis terlebih dahulu.
>
>  
>
> Gunaris S.
>
> Penulis adalah Alumni ITS Surabaya, dosen terbang di beberapa Perguruan 
> Tinggi, Pengajar Alat Material Khusus (intai, sadap, rekam, dll) Sandi 
> Yudha Kopassus, Pengajar Pusdik Polri, Leader riset Low-Alt dan Hi-Alt 
> UAV/Drone, Leader Riset Radar Militer/Sipil, Tim LVPS dan Telemetri Mobil 
> Tenaga Surya WW3 ITS, Indonesia Map Developer (16 tahun)
>
>  
>
> Referesni berita:
>
>
> http://beritapopuler.com/beginilah-derita-ibu-tukang-tusuk-sate-yang-ditangkap-karena-hina-jokowi/
>
> Thank You
>
>  
>
> Gunaris
>
> www.otomasi.com
>
> Aviation/Aircraft/Helicopter (Rent, Spare Part, Tools), GPS, Tracking 
> System, Spy Tool & Unique Gadget.
>
> 0811-369-8888 (WA), 0812-8033-8888, 0856-9280-8888, 0896-88288888, 
> 08888-69-8888.
>
> BBM Channel: C00406A64, Twitter: @OtomasiGroup.
>
>  
>

-- 
==========
Berubah menjadi lebih terkendali bersama @kartuHalo Halo Fit Hybrid
Info Lengkap >> tsel.me/halohybrid   #KendalikanHidup
----------------------
Gunakan layanan Hosting Indonesia yang stabil, terjangkau dan aman
Kunjungi  >> http://www.Qwords.com
--------------------
Kontak Admin, Twitter  @agushamonangan

-----------------------
Aturan Umum  ID-ANDROID >> http://goo.gl/NfzSGB

Join Forum   ID-ANDROID >> http://forum.android.or.id
==========
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "[id-android] Indonesian 
Android Community " dari Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Kunjungi grup ini di http://groups.google.com/group/id-android.

Kirim email ke