Kalo sekilas saya liat, harusnya dari sisi penjual itu tau kondisi
barang, kalo memang bekas perang...ya bilang saya, kadang sy justru
salut dgn beberapa penjual yg bilang kondisi barang 80% lah, tp
kenyataan masih 90 bahkan 95%
Dulu sy juga pernah kejadian, COD, dia bilang 90% dan liat fotonya, tp
kenyataan pas COD paling 60-70% lah , sy gak tau yg difoto barang yg
sama - efek foto, atau barang lain, jd punya dua barang, atau difoto
dulu waktu masih kinclong
Sempet agak adu argumentasi, tp krn sy gak mau ribut lebih....deal,
beberapa hari langsung sy jual lagi, tentu dgn sebutkan kondisi, untuk
ada yg langsung mau dgn tidak masalah dgn kondisi body, utk supir atau
siapa gitu lupa
android
Salam,
*|Y|U|S|*
/~ send using Lenovo Android & Lenovo Notebook ~/
On 12/10/2014 12:06 PM, yose aldo wrote:
Terima kasih share-nya, Om Tony Stevan.
Saya sendiri sudah beberapa kali melakukan transaksi online.
Kadang sebagai pembeli, kadang juga penjual.
Ada juga kasus yang parah, dan sudah melibatkan jasa rekber kaskus.
Kasian si pemilik rekber jadi terlibat dengan tidak sengaja.
Maksud hatinya ingin coba bantu supaya cepat clear dan dana cepat di
transferkan, entah kembali ke pembeli atau ke penjual.
Waktu itu masalah lensa kamera, kalo tidak salah.
Pembeli dan penjual tetap sama2 ngotot dari awal hingga akhir kasus itu.
Entah gimana perkembangannya.
Jadi, melibatkan jasa rekber pun bukan berarti 100% menghilangkan
resiko, tetap aja ada resiko.
Setelah masalah transaksi dengan ybs, saya sebenarnya juga ada
komunikasi transaksi dengan pihak lain.
Si seller ingin segera kirimkan barang, masih 1 propinsi, tapi kotanya
berbeda sangat jauh, dan dia awalnya tidak tau tentang apa itu rekber.
Saya langsung pupus harapan.
Tapi selanjutnya dia bilang ada kemungkinan ke semarang, berarti bisa
COD, saya jadi semangat lagi.
Lalu dia katakan ternyata tidak jadi ke semarang dan barang akan
segera dia kirimkan.
Atau dia tetap mengadakan COD dengan perantara, jadi barang itu dia
titipkan ke kenalannya di Semarang untuk COD dgn saya.
Walaupun saya belum transfer ke dia.
Dari sisi "semangat dagang", saya cukup kagum dengan dia.
Masalahnya, barang yg dia miliki itu tidak cukup memenuhi prasyarat yg
saya inginkan. Saya ada keraguan dengan kualitas fisik barang tersebut.
Yang saya takutkan klo ternyata barang itu benar seperti dugaan
negatif saya.
Klo saya kembalikan karena saya anggap tidak sesuai, nanti justru saya
bisa dituduh macam2.
Klo saya sudah COD dengan perantaranya dan ternyata barang itu benar
seperti dugaan negatif saya, saya jadi tidak enak dengan perantaranya,
selain itu, saya juga jadi ragu apakah perantara itu benar temannya
dia, ataukah dia sebenarnya hanya seller juga, yang sama2 dijanjikan
COD dengan orang itu.
Daripada saya ragu, saya langsung batalkan secara sepihak dulu,
daripada nanti malah terjadi nyata dugaan negatif saya, malah saya
jadi ribet 2x. Selain itu, nanti kasian juga penjualnya klo ternyata
memang dia berniat baik ternyata barangnya harus saya kembalikan. Dia
jadi rugi waktu dan biaya kirim.
--
==========
Berubah menjadi lebih terkendali bersama @kartuHalo Halo Fit Hybrid
Info Lengkap >> tsel.me/halohybrid #KendalikanHidup
----------------------
Gunakan layanan Hosting Indonesia yang stabil, terjangkau dan aman
Kunjungi >> http://www.Qwords.com
----------------------
Hanya dengan 500ribu bisa jadi reseller delcell.
Hubungi: [email protected]
----------------------
Kontak Admin, Twitter @agushamonangan
-----------------------
Ayo datang ke
FESTIVAL KOMUNITAS TERBESAR : COMMUNITY FESTIVAL 2014
Sabtu, 13 Desember 2014
Parkir Selatan Senayan, Jakarta
10:00 22:00 WIB
GRATIS
http://goo.gl/oXVskm
-----------------------
Aturan Umum ID-ANDROID >> http://goo.gl/NfzSGB
Join Forum ID-ANDROID >> http://forum.android.or.id
==========
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "[id-android] Indonesian Android Community " dari Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
email ke [email protected].
Kunjungi grup ini di http://groups.google.com/group/id-android.