Teman-teman ID-ANDROID,

Mungkin ada diantara kita yang berminat jadi bintang film, monggo dicoba ya.

Sehubungan dengan support Indosat Mentari pada produksi Film Nasional
berjudul BUNG HATTA, mohon bantuannya untuk share ke  group chat
masing-masing untuk info Audisi yang akan diadakan pada beberapa kota sbb :

 Jakarta : 28 feb sd 1 maret 2015 * Mall Kuningan City**.*


 Bandung : 14-15 maret 2015 – lokasi menyusul


 Balikpapan : 21-22 maret 2015 – lokasi menyusul


 Jogjakarta : 28-29 maret 2015 – lokasi menyusul


 *UMUR 15 s.d 50 tahun*


 *Info : www.hattathemovie.com <http://www.hattathemovie.com> &
@hattathemovie*



*Berikut sekilas Info tentang Film Bung Hatta :*

Sinopsis
“Saya tidak akan menikah kalau Indonesia belum merdeka”, begitu sumpah
Mohammad Hatta. Ya, impian Hatta adalah mewujudkan kemerdekaan tanah
airnya. Demi impiannya itu, Hatta menapaki jalan panjang perjuangan. Satu
hal yang ia pahami benar, bahwa untuk menapaki jalan perjuangan itu ia
butuh keteguhan dalam memegang prinsip.

Melalui Perhimpunan Indonesia (PI) yang ia dirikan bersama teman-temannya
di Belanda saat kuliah, Hatta muda memulai perjuangannya. Sepak terjangnya
di PI membuat ia ditangkap dan dijebloskan di penjara oleh Pemerintah
Belanda. Menyerahkah Hatta? Tidak. Dalam pembelaannya ia berkata, semoga
rakyat Indonesia merasa merdeka di bawah langitnya.

Hatta bebas, tapi perjalanannya masih panjang. Dan menyakitkan. Ia
dikeluarkan dari PI oleh teman-temannya sendiri. Ia merasa disingkirkan.
Tapi Hatta berusaha tidak berhenti. Usai menyelesaikan kuliah, Hatta pun
memutuskan kembali ke tanah air – dengan ditemani 16 peti buku miliknya.
Tentu saja bukan cuma buku-buku yang ia bawa. Hatta kembali dengan membawa
semangat Indonesia Merdeka.

Pertemuannya dengan Soekarno semakin menajamkan gerakan perlawanan Hatta
menentang Belanda. Senjatanya bukan pedang, bambu runcing, atau bedil. Tapi
pena. Ia melawan dengan tulisan-tulisannya. Terbukti, penanya lebih tajam
dari pedang. Belanda bereaksi. Serangan-serangan Hatta dipatahkan. Hatta
diasingkan ke Boven Digul, kemudian ke Banda Naira. Soekarno dan Sjahrir
yang sudah dikenalnya sejak di Belanda juga ikut diasingkan bersamanya. Dan
Hatta, membawa serta ke-16 peti bukunya.

Tujuh tahun menjadi orang buangan tidak mematahkan semangat perjuangan
Hatta. Hatta tetap Hatta yang teguh dengan pendiriannya: Lawan Belanda.
Kalahkan.

Belanda kemudian memang kalah. Tapi oleh Jepang. Penjajah baru.

Tetap dengan prinsipnya tak mau menjadi negeri terjajah, Hatta melontarkan
kritik-kritik tajamnya terhadap Jepang. Untuk itu, ada harga yang harus ia
bayar. Nyawanya terancam. Ada usaha pembunuhan terhadap dirinya. Mobilnya
dipaksa keluar dari jalanan di daerah Puncak. Beruntung, Hatta
selamat.  [image:
Description:
http://www.hattathemovie.com/upload/sinopsi/bung-hatta-berptinsi-teguh.jpg]

Kedatangan Jepang ke Indonesia sempat membawa angin segar bagi perjuangan
kemerdekaan. Hatta dan Soekarno diajak bekerjasama oleh Jepang. Katanya,
Jepang mau mewujudkan kemerdekaan Indonesia.  Hatta mencoba mengikuti arah
angin ini. Karena memang, Jepang tak bisa dijegal dengan keras. Sebab
rakyat banyak yang akan jadi korban keganasan *animal war *benama Nippon
itu.

Tapi angin segar lalu bertiup ke arah lain. Jepang dibom Sekutu dan
terpaksa menyerah kepada Sekutu saat perjuangan kemerdekaan Indonesia
tinggal selangkah lagi. Hatta dan Soekarno diculik oleh para pemuda. Mereka
mendesak. Kemerdekaan harus diwujudkan segera, dengan atau tanpa bantuan
Jepang.



Ternyata Jepang tak bisa memberikan kemerdekaan bagi Indonesia. Hatta marah
besar karena merasa Jepang melanggar janji. Lalu, Hatta dan Soekarno pun
nekad memproklamirkan kemerdekaan Indonesia.



17 Agustus 1945, pukul 10.00. Hatta tiba tepat waktu di Jl. Pegangsaan
Timur 56. Ia memang selalu tepat waktu. Proklamasi dikumandangkan. Bendera
Merah Putih dikibarkan. Lagu Indonesia Raya dinyanyikan. Indonesia telah
merdeka. Hatta lalu diangkat menjadi wakil presiden Republik Indonesia.



Tahun 1945 mungkin tahun termanis bagi Hatta. Beberapa bulan setelah
proklamasi, ia menikah dengan gadis pilihannya, Rachmi. Mereka menikah di
Mega Mendung, Bandung. Hatta membuktikan sumpahnya. Ia menikah ketika tanah
airnya sudah merdeka.



Inikah ujung jalan perjuangan Hatta? Benarkah Indonesia sudah selesai?
Ternyata belum. Masih ada urusan menata negeri yang masih bayi. Pergulatan
dan benturan politik seperti Piagam Jakarta dan lainnya membuat merdeka
memang tak bisa jadi tujuan akhir. Apalagi Belanda masih ingin
mencengkramkan kukunya di Indonesia. Belanda menyerang Indonesia lewat
Agresi Militer tahun 1947.



Perundingan-perundingan pun dijalankan. Hatta menyadari bahwa merdeka saja
tidak cukup. Indonesia harus berdaulat. Maka perjuangan pun terus berjalan.
Di sela perundingan-perundingan ini kembali Hatta ditikam dari berbagai
arah. Belanda melancarkan lagi Agresi Militer II 1948. Bersamaan dengan itu
Amir Sjarifudin, seseorang yang pernah ia tolong nyawanya sebelum masa
kemerdekaan, bergabung dengan PKI dan melakukan pergerakan yang Hatta baca
sebagai pemberontakan.



Amir Sjarifudin ditangkap. Hatta dilema. Amir adalah sahabat karibnya.
Haruskah ia menghukum kawan seperjuangannya sendiri? Dilema Hatta berakhir
tragis. Tanpa sepengetahuannya, Amir Sjarifudin dieksekusi mati. Hantaman
besar buat Hatta. [image: Description:
http://www.hattathemovie.com/upload/sinopsi/moh-hatta-adalah.jpg]

Hatta pun jadi keras hatinya. Dia sekarang menolak sama sekali segala hal
berbau kompromi atau kerja sama. Terutama dengan Belanda. Pembuangan ke
Bangka membuat Hatta membatu.

Ketika disepakati ada perundingan Roem Royen antara Indonesia-Belanda,
Hatta pun memilih untuk mengirim Mohammad Roem sebagai ketua delegasi.
Dengan modal kekeraskepalaan tanpa kompromi. Akibatnya, perundingan
berlangsung alot sama 10 hari. Hatta akhirnya diminta datang dari Bangka ke
Jakarta.

Hatta seperti menarik napas panjang. Hatinya yang sedang tertutup, perlahan
terbuka saat melihat negeri-negeri boneka bentukan Belanda berbalik
mendukung Indonesia.

Hatta mulai merasakan bahwa Indonesia memang akan selalu bergolak dalam
dinamika. Satu kejernihan menyergapnya: Indonesia adalah negeri yang selalu
tumbuh. Dia harus ikut di dalamnya. Hatta pun berangkat ke Jakarta. Kembali
mau menghadapi perundingan dengan gagah dan tetap tajam.

Kejeniusan Hatta berdiplomasi terbukti ketika ia bicara empat mata dengan
Van Royen. Van Royen tunduk dan Belanda akhirnya akan memberikan kedaulatan
untuk Indonesia, lewat Konferensi Meja Bundar [KMB].

Di KMB, perundingan tak mulus begitu saja. Indonesia belum bisa berdaulat
sepenuhnya. Ditambah lagi Hatta pada akhirnya “terpaksa” menerima bahwa
Indonesia harus menanggung hutang-hutang Belanda. Namun Hatta yang sekarang
adalah Hatta yang sudah makin menyadari: bahwa bukan hanya keteguhan
memegang prinsip saja yang dibutuhkan dalam perjuangan, tapi juga kesadaran
memahami dinamika.

Maka saat penyerahan kedaulatan oleh Belanda ke Indonesia di Istana
Belanda, ketika lagu Indonesia Raya dinyanyikan diiringi lonceng gereja,
Hatta tahu, kedaulatan bukanlah posisi statis. Tapi dinamika akan terus
ada. Perjuangan, tak pernah selesai. Sebab Indonesia harus berani tumbuh
untuk bisa terus berdaulat.




  Siapa tau ada member milis atau saudara berminat, bisa langsung ikut
Audisi nya ya…

 Demikian disampaikan.

-- 
==========
Belanja Aplikasi Android Pakai Pulsa Indosat
Info >> http://indosat.com/id/personal/hiburan-asik/carrier-billing
----------------------
Gunakan layanan Hosting Indonesia yang stabil, terjangkau dan aman
Kunjungi  >> http://www.Qwords.com
----------------------
Hanya dengan 500ribu bisa jadi reseller delcell.
Hubungi: [email protected]
----------------------
Bass Audio Headphone Store, Toko Headphone Earphone Terlengkap 
Kunjungi  >> http://bassaudio.net
----------------------
Kontak Admin, Twitter  @agushamonangan
-----------------------
Aturan Umum  ID-ANDROID >> http://goo.gl/NfzSGB

Join Forum   ID-ANDROID >> http://forum.android.or.id
==========
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "[id-android] Indonesian 
Android Community " dari Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Kunjungi grup ini di http://groups.google.com/group/id-android.

Kirim email ke