Benar, pada synology pilihan LAN centang DHCP, asalkan synologynya bisa terkoneksi ke internet, nantinya user dari luar bisa akses NAS ini dengan ID NAS saja, tanpa perlu
setting port forwarding, dan sejenisnya.

Pindah lokasi juga gak masalah, sepanjang kabel LAN yang dipakai bisa terkoneksi ke internet.

rgds,

Abel
http://www.tokoabel.com


On 31/05/2015 15:53, Alfred Alfred wrote:
cmiiw yah, :)

sekarang ini banyak device yg sudah bisa diakses dari luar, tanpa repot2 setup router/firewall di sisi lokasi device berada. begitu device ini dinyalakan dan bisa connect ke internet, dia akan connect ke server vendor yg sudah ditentukan.
ntar kita akses alat ini menggunakan url yg disediakan pihak vendor.

utk nas, akses dari luar mungkin bisa ada 2 pengertian, akses via browser/web ataupun akses via windows explorer gitu,

apabila akses via web, setting di sisi vendor harusnya agak mudah, tinggal user apa masuk ke device mana. user hanya bisa download dan upload, gak bisa live open file dari aplikasi.

apabila akses langsung via windows explorer gitu, kayaknya model cloud gituan agak susah, karena dari windows kayaknya itu sudah ditentukan port mana yg digunakan, gak bisa rubah2 nomor port lagi. kelebihan yg model ini, user bisa langsung open file dari aplikasi yg bersangkutan, gak usah pake acara download/upload kembali lagi.

cmiiw yah :)

thanks.


2015-05-31 11:25 GMT+07:00 Reski@Droid <[email protected] <mailto:[email protected]>>:

    Belum pernah saya lihat konsep gini.
    Jadi tambah penasaran, sama solusi akhirnya seperti apa.

    On May 31, 2015 11:22 AM, "dadan su" <[email protected]
    <mailto:[email protected]>> wrote:

        Kalo tanpa setting ip forwarding di firewall nya berarti kayak
        team viewer gitu kali ya konsepnya.

        On 31 May 2015 05:31, "Putut TB" <[email protected]
        <mailto:[email protected]>> wrote:

            Wkwkwk...closing line lo bisa aja ren...😁😁.
            Tapi eniwe, bener memang yg lo bilang, kalo pindah2 pasti
            harus sering setting, tapi NAS box ini nantinya memang ga
            pindah2, tetep di kantor bahkan stay di 1 titik yg sama di
            kantor.
            Sebenernya gue dah tau konsep NAS udah lama, sejak jaman
            kuliah. Tapi pada waktu itu sampe dengan baru2 ini, yang
            gue tau tentang NAS itu terbatas pada LAN aja, n klopun
            bisa diakses dari luar ya berarti musti siap2 dengan IP
            publik, setting DNS, NAT, masquerading n konco2nya. Baru
            kali ini, gue baru ngeh klo udah ada NAS box (bukan nasi
            boks ya ren...itu mah buat bekel sebelum ke makawembeng
            😁😁) yang punya kemampuan untuk diakses dari luar LAN
            tanpa harus repot mikir konco2nya IP publik tadi.
            Makanya di awal thread ini, gue nanya rekomendari merk n
            tipe untuk alat ini...karena gue sama sekali buta tentang
            produk NAS box, maklum ga pernah beli 😊. Elo sendiri ada
            rekomendasi ga ren?

            On May 31, 2015 01:50, "Renner Chen"
            <[email protected] <mailto:[email protected]>>
            wrote:

                Menarik juga nih topiknya... Jgn lupa beliin gue juga
                put hahaha

                Sepertinya ada sedikit missed disini mengenai "modem"
                sama kaitan dgn "cloud" atau awan kata ngkong gue 😅

                Gue tau pasti bnyk member sini yang bidang kerjanya
                berkaitan langsung dgn hal ini, maupun hobby mengenai
                ini, jadi gue juga mau sedikit ber-opini, sambil niat
                diskusi untuk bisa berbagi ilmu sama yang paham...
                Maaf kalo kepanjangan ngetiknya.

                Biasanya "city hunter" gape nih hahaha

                Pertama kalau bicara NAS, sepertinya berkaitan dgn
                jaringan lokal atau network disini, dimana maksudnya
                network attached storage.. jadinya dimaksud untuk
                tempat menyimpan data "buat rame²" atau centralized
                dari seluruh alat yang terhubung di dalam network itu..

                Untuk dapat terhubung, pasti kita butuh alamat IP si
                NAS, bisa di alokasikan static atau DHCP

                Nah, sekarang niatnya bisa diakses darimana saja -
                artinya via internet maupun jaringan lokal dimana NAS
                itu konek (rumah/kantor/dll) untuk itu si user tetep
                perlu alamat tujuan di NAS, ujung²nya IP sekaligus
                Gateway setting dimana NAS itu terhubung.

                Kalau pindah lokasi, otomatis internetnya juga beda..
                hal ini berkaitan dgn IP public, DNS, port dll - bnyk
                faktor yang menunjang ttg itu.

                Kalau sudah soal barang "buat rame²" pasti butuh
                system management; baik di sisi file sync & share,
                maupun terhadap akses users serta compatibility
                terhadap multiple OSes serta protocols network file
                sharing; bisa NFS, cifs, AFP, smb, dll

                Si NAS cloud sendiri butuh ability juga selain
                kapasitas besar, support RAID, system backup
                redundancy, system synchronized local & cloud,
                bandwidth optimized, resume data traffic,
                per-application backup restore seperti untuk exchange,
                SQL, active directory, SharePoint dll - butuh juga
                soal security sama encryption data dan akses..
                misalnya via web access dgn WebDAV atau DDNS...

                Dgn pengertian seperti diatas, jadinya tetep butuh
                setting pada akhirnya, kalau NAS itu emang sering
                pindah tempat nongkrong... Yang artinya setting pada
                "modem" atau tepatnya setting routing, gimana si users
                itu bisa pake NASnya pada saat NAS itu terkoneksi

                Hal diatas, seperti analogi tukang bakso gerobak enak
                biasa mangkal di pasar... Tiap hari loe makan situ,
                sampai suatu waktu dia pindah, loe gak dapat tempat
                mangkalnya yang baru.. kecuali loe punya HPnya baru
                bisa samperin ke lokasi barunya...

                Jadi intinya sangat berhubungan antara NAS, lalu
                setting routing atau istilahnya "modem" yang buat
                nyambungin internetnya lah, serta reliability internet
                (upload/download bandwidth, port yang di open, IP, dns
                dll)

                Sering pindah.. pasti sering setting juga. GAK mungkin
                si NAS bisa apply ndiri auto settingannya.

                Jaman skrg belum ada Jarvis, baru juga jarwo #eaaa

                So..... CMIIW 🙇

                --rc
                sent from hima gold
                #HTC4Life - sense7.0

-- ==========


--
==========
Belanja Aplikasi Android Pakai Pulsa Indosat
Info >> http://indosat.com/id/personal/hiburan-asik/carrier-billing
----------------------
Gunakan layanan Hosting Indonesia yang stabil, terjangkau dan aman
Kunjungi  >> http://www.Qwords.com
----------------------
Hanya dengan 500ribu bisa jadi reseller delcell.
Hubungi: [email protected]
----------------------
Bass Audio Headphone Store, Toko Headphone Earphone Terlengkap Kunjungi >> http://bassaudio.net
----------------------
Kontak Admin, Twitter  @agushamonangan
-----------------------
FB Groups     :  https://www.facebook.com/groups/android.or.id

Aturan Umum  ID-ANDROID >> goo.gl/mL1mBT

==========
--- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "[id-android] Indonesian Android Community " dari Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Kunjungi grup ini di http://groups.google.com/group/id-android.

Kirim email ke