Nice review Pak HSW, sorry OOT menurut kabar nanti Sony mau release flagship lagi di bulan November ini apakah bpk punya info yg lebih valid utk desas desus ini.
Pada Rabu, 12 Agustus 2015 11.17.53 UTC+7, Herry SW menulis: > > Naskah ini sebenarnya dilengkapi 40 foto. Supaya ukuran email tidak > terlalu besar, hanya enam foto yang saya kirimkan ke milis. Versi lengkap > dapat dibaca di http://goo.gl/Pvrsek > > Tautan di atas boleh Anda informasikan dan sebarkan kepada orang lain. > > Tanpa konfirmasi dan izin tertulis, dilarang memakai naskah *review *ala > HSW untuk materi promosi atau bahan penunjang berjualan. > ------------------------------ > > Alih-alih disambut dengan tempik sorak, penggemar ponsel Sony di Indonesia > menyongsong kehadiran Xperia Z3+ Dual dengan relatif adem ayem. Padahal, > ponsel itu merupakan ponsel Android Sony *dual SIM* berspesifikasi tinggi > pertama yang dijual resmi di tanah air. > > Ada dua hal yang membuat Xperia Z3+ Dual tak disambut meriah. Pertama, tak > sedikit pencinta Sony yang terlanjur membeli Xperia Z3 Dual. Walaupun tidak > beredar resmi, ponsel itu mudah didapatkan di kota-kota besar dan penjual > *online*. Kedua, Xperia Z3+ dibayang-bayangi masalah *overheating*. Asal > tahu, uji pakai yang penulis lakukan membuktikan problem *overheating* > itu tak semengerikan yang beredar di internet. > > <http://ponselmu.com/wordpress/wp-content/uploads/2015/08/Z3-Dual-1.jpg> > > Sama dengan pendahulunya, Xperia Z3+ Dual dibekali kemampuan tahan air. Ia > mengantongi *rating* IP65 dan IP68. Meskipun demikian, dari sisi > tampilan, ponsel berdimensi fisik 146,3 x 71,9 x 6,9 milimeter dan berat > 144 gram itu terlihat berbeda. Sekeliling bodinya tidak didominasi bidang > datar, melainkan lengkungan. Hal tersebut mencuatkan kesan fisik yang lebih > cantik. > > Bila diperhatikan, rancang bangun konektor di bodi Xperia Z3+ Dual juga > disempurnakan. Sejak Xperia Z1, Sony membiarkan konektor *handsfree* > terbuka, tetapi konektor *micro USB* masih diberi penutup tambahan untuk > menghadang masuknya cairan. Di Xperia Z3+ Dual, konektor *micro USB* > ponsel juga didesain tanpa penutup. Meskipun telanjang, konektor *charger* > tersebut tetap sanggup menghadang masuknya cairan. > > <http://ponselmu.com/wordpress/wp-content/uploads/2015/08/Z3-Dual-4.jpg> > > Perubahan kecil itu sangat menguntungkan pengguna. Sekarang lebih praktis. > Untuk mengisi ulang baterai, pengguna tinggal menancapkan *charger* yang > akan dipakai. Mereka tak perlu lagi melewati tahapan buka tutup pelindung > konektor. Kemungkinan penutup kendor karena sering dibuka-tutup otomatis > juga hilang. > > Selot kartu SIM Xperia Z3+ Dual terletak di sisi kiri bodi. Kalau selot > yang dilengkapi penutup itu dibuka, lalu isinya dikeluarkan, bakal terlihat > sebuah penampang dengan dua alas kartu. Keduanya memakai kartu *nano SIM*. > > Sepasang nomor GSM yang dipasangkan bisa siaga bersamaan. Satu di > antaranya, terserah pengguna ingin memilih SIM1 atau SIM2, leluasa masuk ke > jaringan 2G, 3G, maupun 4G LTE. Sedangkan satu kartu lainnya hanya bisa > berada di jaringan 2G. > > Anggaplah saat ini SIM1 berada di jaringan LTE. Besok, pengguna > menginginkan SIM2 yang masuk ke jaringan LTE. Perubahan itu cukup dilakukan > via menu di ponsel. Kartu SIM yang terpasang tidak perlu dikeluarkan. > Mengacu kepada uji pakai yang penulis lakukan, Xperia Z3+ Dual terbukti > dapat bekerja di LTE frekuensi 900 dan 1.800 MHz. > > Wi-Fi, bluetooth, GPS, NFC, RAM 3 GB, ROM 32 GB, dan selot microSD > merupakan sebagian spesifikasi teknis ponsel itu. Saat ponsel masih baru, > ruang kosong yang tersedia di memori internal mencapai 21,97 GB. Ponsel > Android 5.0.2 Lollipop tersebut juga dibekali radio FM, mesin penjawab > panggilan telepon, dan aplikasi Office Suite untuk membuat, menyunting, > maupun membaca dokumen. > > Layar Xperia Z3+ Dual memanfaatkan LCD IPS 5,2 inci beresolusi *full HD* > 1.920 x 1.080 piksel. Saat ponsel siaga dan pengguna ingin mengaktifkan > layar, pengguna tak perlu menekan tombol *power*. Pengguna cukup > mengetukkan jari ke layar sebanyak dua kali. Layar pun akan menyala. > > Sesuai namanya, *tap to wake up*, ketukan dua kali di layar hanya dapat > “membangunkan” layar. Untuk memadamkan layar, pengguna tidak bisa > menerapkan jurus mengetuk layar. Pengguna tetap harus menekan tombol > *power* atau membiarkan layar padam otomatis setelah rentang waktu > tertentu. > > Prosesor? Nah ini dia biang beredarnya kabar Xperia Z3+ Dual mengalami > masalah *overheating* alias panas yang berlebihan. Ponsel itu > memanfaatkan prosesor delapan inti (*octa core*) Qualcomm Snapdragon 810 > MSM8994 yang terdiri atas empat inti 2 GHz dan empat inti 1,5 GHz. > > Telah menjadi rahasia umum di kalangan penggemar gawai kalau prosesor > tersebut cepat panas. Sony pun mengakuinya dan bergegas melakukan > langkah-langkah untuk meminimalkannya. Sedangkan LG, konon karena > mengetahui Snapdragon 810 mengalami masalah *overheating*, enggan > memakainya untuk LG G4. > > Masih terkait *overheating*, saat mulai menguji pakai Xperia Z3+ Dual, > penulis telah siap dengan kondisi terburuk. Misalnya, ketika ponsel dipakai > beraktivitas, permukaan ponsel bakal terasa panas. Ponsel pun padam sendiri > karena suhunya terlalu tinggi. > > Realitanya ternyata tidak semengerikan itu. Selama proses uji pakai, > Xperia Z3+ Dual tak pernah mendadak padam. Bodi ponsel tersebut juga tidak > pernah terasa panas. Hangat iya, tetapi belum pantas dikategorikan panas. > Meskipun demikian, bukan berarti ponsel itu terbebas dari masalah yang > berhubungan dengan panas. Ada satu problem yang melibatkan kamera dan suhu > ponsel. > > Sebelum masuk ke sana, mari kita mencermati spesifikasi kameranya dulu. > Kamera belakang Xperia Z3+ Dual menggunakan lensa 25 mm dengan bukaan > f/2,0. Kamera itu dilengkapi fokus otomatis, lampu kilat, dan mendukung > ISO/ASA sampai 12.800. Ia sanggup menghasilkan foto beresolusi 20,7 > megapiksel dan klip video *ultra HD* 4K. > > Beralih ke kamera depan. Kamera tanpa lampu kilat maupun fokus otomatis > itu dapat memproduksi foto beresolusi lima megapiksel dan klip video *full > HD*. Bila ditelusuri lebih dalam, tersedia aneka pilihan mode yang siap > dieksplorasi pengguna. Sebagian di antaranya adalah *superior auto* atau > mudahnya mode serbaotomatis, *AR effect, style portrait*, dan *AR mask*. > > *AR effect* boleh dicoba oleh pengguna yang ingin menambahkan objek unik > saat melakukan pemotretan. *Style portrait* pantas dicicipi pengguna > *selfie*. Demikian pula *AR mask* yang memungkinkan pengguna mengganti > wajahnya dengan wajah orang lain, bahkan hewan. > > Menurut penulis, hasil jepretan kamera Xperia Z3+ Dual layak dikategorikan > bagus. Problemnya, aktivitas pemotretan seringkali terganggu oleh kamera > yang menutup otomatis. Ketika penulis mengaktifkan kamera dan > menggunakannya untuk memotret sebanyak 20-25 kali, contohnya, kamera > otomatis menutup. Muncul keterangan yang intinya menyatakan kamera > dinonaktifkan karena suhu ponsel tinggi. Penulis diminta menunggu suhu > ponsel turun dulu sebelum menjalankan kamera lagi. > > Hal lebih parah terjadi bila penulis menjalankan efek tambahan kamera. > Misalnya, *AR effect* dan *AR mask*. Baru diaktifkan saja, muncul > notifikasi yang menginformasikan suhu ponsel meningkat. Kalau terus > meninggi, kamera akan dihentikan. Padahal, saat itu penulis sama sekali > belum memotret. > > Jepret jepret . Maksimal baru sempat dipakai menghasilkan lima foto, > kamera sudah menutup otomatis. Muncul pemberitahuan suhu ponsel terlalu > tinggi sehingga kamera dinonaktifkan. Sesekali hal itu malahan telah > penulis alami saat baru memotret satu kali. Ya, satu kali. > > <http://ponselmu.com/wordpress/wp-content/uploads/2015/08/Z3-Dual-38.jpg> > > Kalau dirangkum, berikut hal-hal yang membuat penulis menyukai Xperia Z3+ > Dual: tampilan fisik cukup mewah, hasil kamera tergolong bagus, dan > baterainya cukup tahan lama. Dengan perilaku pemakaian ala penulis, baterai > tanam 2.930 mAh ponsel itu rata-rata bisa bertahan 16 jam. > > Kemampuan tahan air juga menjadi pemikat tambahan. Penulis tidak > membutuhkan ponsel yang bisa diajak berenang atau direndam. Namun, > setidaknya penulis tak perlu ragu memakai ponsel itu sambil menerjang > hujan. Saat sedang mandi atau mencuci tangan, penulis juga tidak usah ragu > menerima panggilan telepon masuk. > > Asyiknya, sekarang penulis tak perlu lagi setiap hari mencungkil penutup > konektor *micro USB*. Penulis juga tidak usah mengeluarkan dana tambahan > untuk membeli kabel *charger* bermagnet atau konverter dari *micro USB* > ke konektor bermagnet. Karena konektor *charger* Xperia Z3+ Dual > berstatus terbuka, *charger* dapat langsung ditancapkan ke sana. > > Beralih membicarakan hal-hal yang tidak penulis sukai. Pertama, seperti > yang sudah dipaparkan di atas, kamera ponsel itu mudah menutup otomatis > dengan alasan suhu ponsel tinggi. Padahal, ketika hal itu terjadi, bodi > Xperia Z3+ Dual belum terasa panas. > > Kedua, fitur ketuk-ketuk layar terasa kurang optimal. Saat ponsel > dikantongi dan bergesekan dengan saku, Xperia Z3+ Dual menganggap layarnya > telah diketuk dan di-*unlock*. Tanpa disadari penulis, ponsel melakukan > panggilan keluar, mengaktifkan kamera, atau mengakses menu lain. > > Terakhir, ehm.. ini sangat subjektif, harga jual Xperia Z3+ Dual yang > dipatok Rp 9.499.000 terlalu mahal. Setidaknya kini ponsel itu menjadi > sulit bersaing dengan Samsung Galaxy S6 dan LG G4. Penulis sempat bercanda, > mestinya Sony sekalian memasang banderol Rp 9.999.999. Angka hoki! > > *** > > Contoh foto yang dihasilkan Xperia Z3+ Dual. > > Mencoba aneka efek tambahan di menu kamera bawaan ponsel. > > Kini menjajal kamera depan sekaligus efek bawaan kamera. Dilarang keras > tertawa. > > *** > > *Screen capture* Antutu Benchmark, Sensor Box for Android, dan kondisi > awal RAM. > > > > Salam, > > > > Herry SW > -- ========== Belanja Aplikasi Android Pakai Pulsa Indosat Info >> http://indosat.com/id/personal/hiburan-asik/carrier-billing ---------------------- Gunakan layanan Hosting Indonesia yang stabil, terjangkau dan aman Kunjungi >> http://www.Qwords.com ---------------------- Hanya dengan 500ribu bisa jadi reseller delcell. Hubungi: [email protected] ---------------------- Bass Audio Headphone Store, Toko Headphone Earphone Terlengkap Kunjungi >> http://bassaudio.net ---------------------- Kontak Admin, Twitter @agushamonangan ----------------------- FB Groups : https://www.facebook.com/groups/android.or.id Aturan Umum ID-ANDROID >> goo.gl/mL1mBT ========== --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "[id-android] Indonesian Android Community" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Kunjungi grup ini di http://groups.google.com/group/id-android.
