http://finance.detik.com/read/2015/10/14/125153/3043895/4/kemendag-kesulitan-perangi-barang-impor-ilegal-ini-sebabnya

*Jakarta* -Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla
(JK) dalam rapat terbatas di kantor presiden 2 hari lalu menyoroti maraknya
peredaran barang-barang impor ilegal.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) sebagai pihak yang berwenang mengawasi
peredaran barang di pasar mengaku kesulitan memberantas barang-barang impor
ilegal yang masuk ke pasar. Apa penyebabnya?

Dirjen Standarisasi dan Perlindungan Konsumen (SPK) Kemendag Widodo
menjelaskan, barang impor yang masuk secara legal dan ilegal sulit
dibedakan ketika sudah sampai di pasar. Barang impor ilegal kerap dijual
bercampur dengan barang-barang yang‎ legal.

"Barang kan kalau sudah di pasar bercampur. Barang impor tadi kita nggak
tahu masuknya legal atau tidak," kata Widodo kepada *detikFinance* di
Jakarta, Rabu (14/10/2015).

Kemendag hanya bisa melakukan penindakan berupa penyitaan apabila barang
impor yang dijual tidak memiliki label dan petunjuk berbahasa Indonesia.

*"Yang membedakan buat kita hanya kalau (barang impor) tidak berlabel dan
tidak ada petunjuk dalam bahasa Indonesia," ucapnya.*

Sejauh ini, pihaknya telah bekerjasama dengan Ditjen Bea Cukai dan
Kepolisian dan sudah pernah menyisir pusat-pusat perbelanjaan untuk
menelusuri perdagangan barang-barang impor ilegal.

Namun, penelusuran tersebut selalu menemui jalan buntu, tidak berhasil
mengungkap pemasok barang ilegal.

Para pedagang barang-barang impor ilegal mengaku hanya menjual saja, tidak
mengenal pemasok barang-barang haram tersebut.

"Penelusuran selalu mentok, pedagang ngaku hanya jual saja, tidak tahu
pemasoknya," tutur Widodo.

Kemendag, Bea Cukai, dan Kepolisian pernah mendapatkan alamat pemasok
barang impor ilegal. Tetapi begitu didatangi, alamat tersebut ternyata
palsu. ‎

"Distributor barangnya ngasih alamat, tapi nggak ada ternyata waktu kita
datangin," ucapnya.

Alhasil, sepanjang tahun ini, Kemendag belum berhasil menangkap satu pun
pelaku yang mengedarkan barang-barang impor ilegal di pasaran.

"Kegiatan penelusuran ini banyak lika-likunya. Sampai hari ini, belum ada
yang kita tangkap," tutupnya.



*(drk/drk)*
Arti ilegal di sini apakah barangnya tidak terdaftar dan tidak memiliki
ijin resmi? Apakah kedepannya import gadget dan semacamnya akan semakin
susah?

-- 
==========
Beli paket data Internet Indosat cuma nge-tweet. 
Daftar #TWITBUY di www.indosat.com/twitbuy
Ikuti obrolannya di Forum ICITY  >> http://bit.ly/1UxYCDA
 
----------------------
Hanya dengan 500ribu bisa jadi reseller delcell.
Hubungi: [email protected]
----------------------
Bass Audio Headphone Store, Toko Headphone Earphone Terlengkap 
Kunjungi  >> http://bassaudio.net
----------------------
Kontak Admin, Twitter  @agushamonangan
-----------------------
FB Groups     :  https://www.facebook.com/groups/android.or.id

Aturan Umum  ID-ANDROID >> goo.gl/mL1mBT

==========
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "[id-android] Indonesian 
Android Community" dari Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Kunjungi grup ini di http://groups.google.com/group/id-android.

Kirim email ke