Dear rekan milis, mohon ijin share hasil penilaian pribadi atas smartphone yang satu ini, Xiaomi Redmi 2 Prime.
Postingan asli mengandung lebih banyak gambar, dapat dilihat melalui shortlink berikut ini: http://goo.gl/7GmmFZ Hasil kamera saya tempatkan pada artikel terpisah dan dapat dilihat melalui shortlink berikut ini: http://goo.gl/9OVmuQ --------------------------- Review Xiaomi Redmi 2 Prime Indonesia <http://4.bp.blogspot.com/-yabSzUDFy3s/VjgKiMWcprI/AAAAAAAACcc/xY8pLVp5aCA/s1600/000_1511_014_gontagantihape_com_review_xiaomi_redmi_2_prime_008.jpg> Ada cerita unik di balik proses pengulasan *smartphone* yang satu ini, saya sampai harus membeli sebanyak empat buah Xiaomi Redmi 2 Prime sebelum akhirnya menggunakannya dalam *trip *saya ke Solo sekitar dua minggu yang lalu. Kenapa harus membeli empat buah? Kenapa nggak empat biji aja? Angka empat kan angka yang identik dengan kematian lho! Ha.. ha.. Teruskan dulu deh membaca ke bawah ya, supaya tidak penasaran dengan cerita di balik artikel ini. Selain itu, artikel ini memuat banyak sekali gambar, di atas lima puluh buah (atau biji? ah, sudahlah...) Pastikan Anda tidak melewatkan satupun huruf dan gambar pada artikel ini ya, kalau tidak... Ya sayang aja kuota internet Anda sudah terpakai tapi ga dibaca dan dilihat sampai habis, he.. he.. he.. Xiaomi Redmi 2 Prime Pertama Jadi, awalnya saya membeli Xiaomi Redmi 2 Prime ini melalui Elevenia <https://www.elevenia.co.id/>, yaitu dari *merchant* atau *seller* *7evenshop*. Maklum sebagai pemburu diskon, buat saya wajib hukumnya memanfaatkan promo diskon 10% + 8% yang waktu itu diadakan oleh Elevenia (yang kemudian diubah menjadi 10% + 5%, dan terakhir kini tinggal 8% + 5% hehe, penyakit Elevenia kalau mengadakan promosi tuh ya ini, ga konsisten, selalu menurun besaran diskonnya). Tak seperti beberapa *seller* bagus yang biasanya saya pilih untuk bertransaksi, 7evenshop ini agak lelet ya. Saya sampai menghubungi mereka via *form* Q&A di Elevenia, Pesan di Tokopedia <https://www.tokopedia.com/>, dan sampai ber-Whatsapp ria untuk meminta pesanan saya segera dikirim. Total butuh waktu sekitar lima hari hingga pesanan saya terima, untuk *seller* Elevenia waktu ini terbilang lama, karena *seller* lain biasanya cukup 1-2 hari saja. Besar kemungkinan stok tidak tersedia, menunggu kiriman *flash sale* Lazada <https://www.lazada.co.id/> sampai ke tangan *seller*. Sudah bukan rahasia lagi kalau *flash sale* Lazada kebanyakan dibeli oleh para *seller* untuk kemudian dijual kembali baik itu secara *offline* atau melalui *marketplace* lain. Secara kebetulan, minggu itu juga teman saya sedang mengikuti seminar yang diadakan oleh Ikatan Dokter Indonesia di Bandung dan menginap selama beberapa hari. Teman saya ini sedang mencari *smartphone* baru dengan harga terjangkau, dan jadilah cerita Xiaomi Redmi 2 Prime berakhir singkat dengan berpindah tangannya *smartphone* ini ke tangan teman saya saat kami bertemu kangen di sebuah gerai makanan Korea di Cihampelas Walk. Saat itu saya menyaksikan proses *unboxing*-nya, dan naksir berat melihat *backcover* Xiaomi Redmi 2 Prime yang berwarna *dark grey* alias abu tua. Kesannya jadi misterius gitu deh, membuat saya ingin segera memesannya kembali. Xiaomi Redmi 2 Prime Kedua Saya pun memesan kembali sebuah (atau sebiji? penting banget ga sih?) Xiaomi Redmi 2 Prime di blanja.com <https://www.blanja.com/>, dan seperti biasa *seller*-nya adalah *Fashion Market*, seperti biasa pula saya menggunakan voucher diskon yang saya dapatkan sewaktu mengisi pulsa di Sepulsa.com <https://www.sepulsa.com/>. Saat itu adalah hari Jumat, dan dengan memperhitungkan jadwal keberangkatan saya ke Solo pada hari Rabu, saya pikir masih ada *spare *waktu untuk kemungkinan pesanan diterima pada hari Senin atau Selasa, syukur-syukur kalau langsung dikirim hari itu juga dan diterima hari Sabtunya. Xiaomi Redmi 2 Prime Ketiga Sebagai cadangan, dan karena juga dapat harga murah di Blibli <https://www.blibli.com/> plus diskon seratus ribu rupiah dari voucher yang lagi-lagi saya dapatkan dari Sepulsa, saya pun memesan sebiji lagi (oke deh, kali ini sebiji aja, bukan sebuah) Xiaomi Redmi 2 Prime. Barang yang saya pesan tidak disediakan langsung oleh Blibli, melainkan oleh *merchant* yang bernama *Sumber Cell*. Karena jelas-jelas di nama produk disebutkan *Garansi Resmi*, saya pun tak ragu untuk membayar pesanan saya menggunakan Mandiri Debit Online. Belakangan ini, saya lebih suka kalau di *marketplace* bisa menggunakan pembayaran dengan metode ini, daripada pakai Mandiri ClickPay yang membuat saya harus merogoh tas guna mengeluarkan *token* untuk kemudian mengisikan sederetan angka yang panjang. Pokoknya, Mandiri Debit Online memudahkan kita untuk menghabiskan isi rekening lah, ha.. ha.. Satu doa saya, supaya penggunaan Mandiri Debit Online di Tokopedia tidak dibebani biaya tambahan lagi, aamiin. Kembali ke pesanan saya di Blibli, ada cerita perjuangan juga di sini. Menghubungi CS agar status pemesanan berubah, lama menunggu pengambilan kurir, hingga akhirnya saya pelajari ternyata biaya kirim gratis di Blibli harus membuat kita mengorbankan kesabaran karena *seller* hanya menunggu barang diambil oleh Blibli untuk dikirimkan. Ceritanya cukup panjang untuk ditulis di sini, nanti malah ga mulai-mulai nih pembahasan soal Xiaomi Redmi 2 Prime-nya, nanti saja saya tuliskan di artikel khusus membahas pengalaman berbelanja di Blibli.com ya, he.. he.. Xiaomi Redmi 2 Prime Keempat Singkat kata, sampai hari Senin sore baik pesanan dari blanja.com maupun Blibli belum juga datang, padahal Rabu pagi saya sudah harus berangkat ke Solo. Dalam keadaan yang agak *desperate*, takut besok pun tidak ada kiriman yang datang, saya akhirnya memutuskan mencari penjual lokal yang bisa COD malam itu juga. Kalau sudah begini, sepertinya pilihan paling pas cari barang di OLX. Dapat satu penjual Xiaomi Redmi 2 Prime yang bisa COD di Cimahi, dengan harga seribu Rupiah lebih mahal dari harga resminya di Lazada, he.. he.. Senin malam itupun saya melakukan COD di parkiran sebuah *minimarket*, karena sudah malam dan melihat barangnya masih segel dan berada dalam dus pengiriman ala Lazada, saya pun segera membayarnya dan bergegas pulang tanpa memeriksa kondisi barang. (*Update*: kiriman dari blanja.com ternyata sampai di hari Selasa, sementara dari Blibli.com baru terkirim saat saya sudah berada di Solo, saya lupa persis harinya). Unboxing Xiaomi Redmi 2 Prime <http://2.bp.blogspot.com/-3mi4xzrnu98/VjgKf7hvT6I/AAAAAAAACdY/RRQZeaOZJI8/s1600/000_1511_014_gontagantihape_com_review_xiaomi_redmi_2_prime_000.jpg> Xiaomi Redmi 2 Prime - dalam Kemasan Dus Lazada <http://3.bp.blogspot.com/-yrr8jZITO3A/VjgKmLfwozI/AAAAAAAACeQ/_BeZtBfwwu4/s1600/000_1511_014_gontagantihape_com_review_xiaomi_redmi_2_prime_019.jpg> Xiaomi Redmi 2 Prime - setelah dilakukan unboxing Tak lama setelah sampai di rumah, saya membuka dus Xiaomi Redmi 2 Prime yang keempat ini. Satu hal yang langsung menjadi perhatian saya adalah backcover-nya terlalu mudah dibuka, dan benar saja saat saya pasangkan kembali memang terasa kurang klik pada sisi yang terdapat celah pengungkitnya tersebut. Haha, salah sendiri pikir saya, kenapa ga periksa barang dulu, dan karena ini saya anggap cacat minor maka saya teruskan saja memakainya, malas rasanya menghubungi penjualnya kembali, seingat saya ketentuan di Lazada pun kalau sudah buka kemasan begini harus diurus ke service center. <http://4.bp.blogspot.com/-m0em-2CTpAc/VjgKk1wLn0I/AAAAAAAACd0/_KoHvkEEyO4/s1600/000_1511_014_gontagantihape_com_review_xiaomi_redmi_2_prime_015.jpg> Xiaomi Redmi 2 Prime - masih berbalut pelindung layar bawaan <http://2.bp.blogspot.com/-LG_-EoNBLK8/VjgKlNG_NXI/AAAAAAAACd8/cZlKiE4PL0I/s1600/000_1511_014_gontagantihape_com_review_xiaomi_redmi_2_prime_016.jpg> Xiaomi Redmi 2 Prime - kameranya masih dilindungi stiker bawaan <http://4.bp.blogspot.com/-yAGiG_pyl8g/VjgKl9CHRLI/AAAAAAAACeM/jGPqSUorNKM/s1600/000_1511_014_gontagantihape_com_review_xiaomi_redmi_2_prime_018.jpg> Xiaomi Redmi 2 Prime - kelengkapan di dalam dus Kesan Pertama pada Xiaomi Redmi 2 Prime Terlepas dari masalah yang saya temukan pada backcover tadi, kesan pertama saya pada Xiaomi Redmi 2 Prime ini adalah, it's a solid phone. Ya, tidak ada kesan ringkih atau murahan pada *smartphone* ini. Ukurannya pun pas dan enak digenggam, sudah lama saya memimpikan sebuah *smartphone* dengan ukuran yang tidak terlalu besar seperti ini. <http://2.bp.blogspot.com/-yabSzUDFy3s/VjgKiMWcprI/AAAAAAAACc0/5VHE-kaNUow/s1600/000_1511_014_gontagantihape_com_review_xiaomi_redmi_2_prime_008.jpg> Xiaomi Redmi 2 Prime - simpel dan *compact* Sementara kesan pertama saya pada sisi software-nya, ternyata MIUI cukup terasa *smooth* juga ya. Dalam kondisi *out of the box*, Xiaomi Redmi 2 Prime masih membawa MIUI versi 6, dengan versi Android Kitkat 4.4.4. *Notification Bar *yang lebih compact, dan *toggles* yang disediakan sangat membuat nyaman, sudah jauh lebih baik daripada saat terakhir saya menggunakan MIUI di Xiaomi Redmi Note dahulu. Singkat kata, Xiaomi Redmi 2 Prime membawa perbedaan yang rasa-rasanya sudah di atas harapan saya terhadap MIUI. Layar Xiaomi Redmi 2 Prime Dengan ukuran layar yang 'hanya' 4,7 inch saja, maka resolusinya yang sebatas HD 720p menjadi bukan masalah. Ketajaman yang dihasilkan masih sangat cukup untuk membuat mata kita nyaman melihatnya. Warna yang diproduksi oleh layar IPS besutan Sharp ini terasa hidup, enak ditatap dengan sudut pandang yang luas. Tingkat keterangan layar pun baik, warna putih terlihat natural dan tidak kekuningan. <http://4.bp.blogspot.com/-jBttBrjP0_8/VjgKkMmg0wI/AAAAAAAACdg/TofVg3lm7_o/s1600/000_1511_014_gontagantihape_com_review_xiaomi_redmi_2_prime_013.jpg> Xiaomi Redmi 2 Prime - Layar yang baik Kamera Xiaomi Redmi 2 Prime Hasil pengambilan gambar oleh kamera Xiaomi Redmi 2 Prime yang memiliki resolusi sebesar 8 Megapixels ini dapat dikatakan baik. Fokus dan pengambilan gambar dapat dilakukan dengan cepat. Warna-warna objek foto pun terasa keluar semua. Bahkan pada kondisi pencahayaan kurang pun, hasilnya terang. Namun pada beberapa gamba yang saya ambil, nampak detailnya tidak halus, cenderung bergerigi malah pada beberapa tepian objek. Satu yang sangat saya rasakan, hasil foto Xiaomi Redmi 2 Prime ini sepertinya memang diproses sedemikian rupa agar menghasilkan gambar yang terang dengan warna yang vivid. <http://3.bp.blogspot.com/-EkoBEmLd5Ro/VjgKrHCf5bI/AAAAAAAACgE/MO8hfS9h8fM/s1600/000_1511_014_gontagantihape_com_review_xiaomi_redmi_2_prime_x009.jpg> Xiaomi Redmi 2 Prime - klik untuk perbesar, dan akan tampak tulisan KIS yang bergerigi <http://4.bp.blogspot.com/-tfaYR_JZaUE/VjgKpVtUKFI/AAAAAAAACfk/CbXzpaG0-3Y/s1600/000_1511_014_gontagantihape_com_review_xiaomi_redmi_2_prime_x005.jpg> Xiaomi Redmi 2 Prime - hasil kamera, ini hape apa ya? tunggu review selanjutnya! Hasil kameranya selengkapnya dapat dilihat di postingan ini <http://www.gontagantihape.com/2015/11/hasil-foto-menggunakan-kamera-xiaomi-redmi-2-prime.html> ya supaya tidak memenuhi *space* artikel ini. Fitur, Performa, dan Hasil Benchmark Xiaomi Redmi 2 Prime Fitur dual-sim pada Xiaomi Redmi 2 Prime sangat mudah digunakan. Kita dapat menukar kartu sim mana yang digunakan untuk mengakses jaringan internet melalui sebuah menu saja, tanpa mengganti posisi kartu pada slot-nya. Pilihan kartu default yang akan dipakai melakukan panggilan juga dapat diatur pada menu ini. Baterai Xiaomi Redmi 2 Prime ini pun cukup dapat diandalkan. Dalam kondisi terhubung terus ke jaringan Wi-Fi hotel, baterainya sanggup bertahan selama satu setengah hari alias 36 jam dalam pemakaian saya. Dalam kondisi normal, dengan Wi-Fi dan sisanya menggunakan jaringan seluler 4G, baterainya dapat bertahan sekitar 16 jam. <http://4.bp.blogspot.com/-7cd6rQheo5Q/VjgKu6lo8vI/AAAAAAAAChg/wysj4bMzNO0/s1600/Screenshot_2015-10-24-04-00-10.png> Xiaomi Redmi 2 Prime - penggunaan baterai dengan koneksi Wi-Fi <http://3.bp.blogspot.com/-OQDp51KjZPc/VjgKy88YfyI/AAAAAAAACiw/zeS4kXOj9sI/s1600/Screenshot_2015-10-28-10-03-18.png> Xiaomi Redmi 2 Prime - penggunaan baterai dengan koneksi Wi-Fi dan Seluler Patut diingat bahwa kapasitas baterai Xiaomi Redmi 2 Prime ini hanyalah 2.200 mAh. Kelebihan lainnya adalah baterainya dapat dilepas pasang dengan mudah, satu hal yang semakin jarang ditemui pada *smartphone* yang dijual di pasaran belakangan ini. Saat saya gunakan sih, belum pernah ditemukan panas berlebih saat digunakan berinternet ria. Oh ya, Xiaomi Redmi 2 Prime ini tidak saya *install* *games *barang sebiji pun (kalo *games* itu berbiji apa berbuah sih? Serius, nanya :D). Kenapa tidak di-*install* *games*? Karena pada saat melakukan proses *benchmarking* menggunakan Antutu Benchmark, saat simulasi 3D *Graphic*-nya, sangat kentara terlihat adanya *lag *dan patah-patah alias *stutter*. <http://2.bp.blogspot.com/-Uwi9MlNCwmE/VjgKsd1MRkI/AAAAAAAACgs/SCmbnqSYMHw/s1600/Screenshot_2015-10-20-05-07-18.png> Xiaomi Redmi 2 Prime - skor Antutu Benchmark Pada saat menjalankan Antutu, kita tidak akan diminta untuk meng-*install* Antutu Benchmark 64-bit. Ternyata meskipun sudah menggunakan *processor* Qualcomm Snapdragon 410 yang memiliki arsitektur 64-bit, penggunaan OS yang masih berbasis Kitkat yang berjalan pada arsitektur 32-bit nampaknya menjadi penyebab belum optimalnya kinerja *processor* dari *smartphone* ini. Sementara hasil penelusuran informasi perangkat keras menggunakan aplikasi CPU-Z menampakkan hasil seperti di bawah ini. <http://4.bp.blogspot.com/-dznndtdnVDQ/VjgKtJ5F9CI/AAAAAAAAChc/0RUCdLTx47U/s1600/Screenshot_2015-10-20-05-07-50.png> <http://4.bp.blogspot.com/-ZeaHV3VEuO8/VjgKtQXTWTI/AAAAAAAACg8/k815IMOLNvY/s1600/Screenshot_2015-10-20-05-07-57.png> Satu hal yang cukup mengejutkan dari hasil menggunakan aplikasi Sensor Box for Android, ternyata sensor yang dipersenjatakan ke dalam Xiaomi Redmi 2 Prime ini cukup lengkap. *Orientation Sensor* dan *Gyroscope* hadir pada *smartphone* ini. <http://1.bp.blogspot.com/-7mkFPK-rNho/VjgKuu3ufDI/AAAAAAAAChY/GWGbZGS8WnQ/s1600/Screenshot_2015-10-20-05-08-37.png> Xiaomi Redmi 2 Prime - sensor diuji dengan Sensor Box for Android Kualitas suara yang dihasilkan oleh Xiaomi Redmi 2 Prime cukup bagus namun tidak istimewa. Saya menyoroti posisi *speaker *yang berada pada bagian belakang, dekat dengan lensa kamera. Pada saat *smartphone* ini kita letakkan di meja, maka suara akan sedikit terpendam, meskipun sebetulnya *speaker*-nya tidak tertutupi sepenuhnya karena bentuk kamera yang menonjol akan memberi celah ruang pada saat diletakkan pada bidang datar seperti meja. Namun, jika diletakkan pada benda yang tidak datar dan empuk seperti kursi atau kasur, bisa dipastikan lubang *speaker* akan terbenam sempurna, dan suara yang dihasilkan pun terpendam. Update Xiaomi Redmi 2 Prime ke MIUI 7 <http://3.bp.blogspot.com/-XChAzkiZVe4/VjgKyKUwsDI/AAAAAAAACis/TaWAT1R3tuI/s1600/Screenshot_2015-10-25-07-49-50.png> <http://2.bp.blogspot.com/-bpp648ygfSw/VjgKx0kpfgI/AAAAAAAACik/hdBJHxv_WzU/s1600/Screenshot_2015-10-25-07-49-08.png> Senangnya hati ini karena dalam beberapa hari sejak menggunakan Xiaomi Redmi 2 Prime, Xiaomi meluncurkan update MIUI versi 7 untuk *smartphone* ini. Namun apa daya, rupanya meskipun versi MIUI-nya sudah naik, rupanya versi OS Android-nya masih Kitkat 4.4.4. Satu hal yang cukup membingungkan dari Xiaomi, ternyata MIUI versi 7 hadir dengan *base* OS yang berbeda-beda untuk beberapa perangkat. Ada MIUI 7 yang berdasarkan Android Lollipop, namun ada juga yang masih berdasarkan Android Kitkat. Mengingat versi Android paling mutakhir sekarang adalah Android 6.0 Marshmallow, maka update MIUI yang masih menggunakan Kitkat dirasa cukup ketinggalan jadinya. Xiaomi Redmi 2 Prime, Kesimpulan Kalo boleh sedikit gaya, pakai Bahasa Inggris ha.. ha.. ha.. Saya cuma mau bilang bahwa Xiaomi Redmi 2 Prime *is a great and valuable phone, but just not for gaming though*. Terserah Anda mau ikut pakai atau tidak ya, cuma supaya lebih membantu Anda menyimpulkan, akan saya bagi kesimpulan saya ke dalam kelebihan dan kekurangan dari Xiaomi Redmi 2 Prime ini saja. Kelebihan Xiaomi Redmi 2 Prime - Ukuran compact, ringkas, nyaman dalam genggaman. - Kamera yang bagus, terang dan vivid. - Baterai yang dapat dilepas. - Slot micro-SD yang mandiri, tidak berebut dengan slot sim-card. - Dual-sim 4G, cukup menggunakan menu untuk mengalihkan sim mana yang berhak mengakses jaringan 4G. - Layar terang dan lembut dalam pandangan. - Kustomisasi MIUI terbaru sudah jauh lebih baik Kekurangan Xiaomi Redmi 2 Prime - MIUI yang dibawa masih berdasarkan OS Android Kitkat 4.4.4 - Belum ada NFC - Kapasitas baterai cukup kecil - Posisi speaker ada di belakang - Hasil kamera kadang bergerigi pada tepian, resolusi maksimal hanya 8 Megapixels - Tombol kapasitif tidak dapat menyala Alhamdulillah, akhirnya selesai juga tulisan yang tertunda sekian lama ini. Maklum mengumpulkan mood kembali setelah ditinggal kawin Gista Putri *business trip* yang melelahkan ternyata cukup membutuhkan semangat ekstra, he.. he.. Semoga tulisan saya ini membantu memberikan informasi atau setidaknya hiburan cuci mata bagi Anda yang gemar gonta ganti hape <http://www.gontagantihape.com/>. *Thanks*! --------------------------- Hilmy /* saya suka Gonta Ganti Hape <http://www.gontagantihape.com> */ -- ========== Beli paket data Internet Indosat cuma nge-tweet. Daftar #TWITBUY di www.indosat.com/twitbuy Ikuti obrolannya di Forum ICITY >> http://bit.ly/1UxYCDA ---------------------- Hanya dengan 500ribu bisa jadi reseller delcell. Hubungi: [email protected] ---------------------- Bass Audio Headphone Store, Toko Headphone Earphone Terlengkap Kunjungi >> http://bassaudio.net ---------------------- Kontak Admin, Twitter @agushamonangan ----------------------- FB Groups : https://www.facebook.com/groups/android.or.id Aturan Umum ID-ANDROID >> goo.gl/mL1mBT ========== --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "[id-android] Indonesian Android Community" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Kunjungi grup ini di http://groups.google.com/group/id-android.
