*http://inet.detik.com/read/2015/11/21/092419/3076912/328/xl-dukung-indosat-ooredoo-pinang-tri
<http://inet.detik.com/read/2015/11/21/092419/3076912/328/xl-dukung-indosat-ooredoo-pinang-tri>*

*Jakarta* - Isu kolaborasi di industri telekomunikasi masih saja mengemuka.
Kabar burung yang paling santer disebut adalah Hutchison 3 Indonesia bakal
merapat ke Indosat Ooredoo.

Terkait isu tersebut, XL Axiata yang juga belum lama mengakuisisi Axis
justru menyambut baik jika kabar pinangan Indosat ke Tri menjadi kenyataan,
meskipun secara bisnis mereka adalah kompetitor.

"Saya *gak* bisa klarifikasi itu (isu konsolidasi Indosat dan Tri-red.)
benar atau tidak, tapi kalau memang ada yang bergabung, kita senang. karena
kita* kan*tahun lalu juga sudah bergabung dengan mengakuisisi Axis," tutur
Presiden Direktur XL Axiata Dian Siswarini saat berbicang dengan sejumlah
media di Jakarta.

Menurut Dian, adanya kolaborasi bakal membantu memperbaiki struktur
industri telekomunikasi sekaligus mendukung arahan Menkominfo Rudiantara
sebagai langkah efisiensi.

"Jadi kalau ada pemain lain yang mau bergabung itu berita yang
menggembirakan karena akan memberikan atau meningkatkan kesehatan industri.
Juga akan membantu Menkominfo Rudiantara yang selalu menggembar-gemborkan
efisiensi industri," pungkasnya.

Tuntasnya* refarming* 4G di 1.800 MHz memang menjadi momentum bagi Tri
untuk bangkit. Pasalnya, dalam setahun terakhir ini, operator yang 65%
sahamnya dimiliki Hutchison Whampoa dan sisanya Northstar Pacific itu, cuma
bisa duduk manis jadi penonton.

Dibandingkan dengan para operator seluler GSM yang menjadi pesaingnya, cuma
mereka yang tak punya spektrum di 900 MHz. Tri cuma punya lisensi untuk
mengoperasikan 2G di 1.800 MHz dan 3G di 2,1 GHz. Dibukanya akses 4G di
1.800 MHz jelas jadi momentum untuk unjuk gigi.

Namun sayangnya, operator ini di 1.800 MHz cuma punya spektrum terbatas.
Dengan masih adanya pengguna jaringan 2G untuk telepon dan SMS, mau tak mau
hanya sebagian saja yang dialokasikan untuk 4G. Jadi, Tri bakal
mengalokasikan 5 MHz untuk 4G dan sisa 5 MHz lainnya untuk 2G di 1.800 MHz.

Di antara para operator penyedia layanan seluler 4G, posisi Tri memang
paling tidak menguntungkan. Secara total, mereka hanya menempati lebar
spektrum 20 MHz dimana kini masing-masing 5 MHz untuk 2G dan 4G di 1.800
MHz, dan 10 MHz untuk 3G di 2,1 GHz.

Sedangkan Indosat Ooredoo saat ini punya 10 MHz di 900 MHz -- jadi 15 MHz
dengan bekas spektrum StarOne di 800 MHz, kemudian 20 MHz di 1.800 MHz,
lalu 10 MHz di 2,1 GHz. Total, spektrum yang dikuasai oleh operator di
bawah induk Ooredoo Group ini punya 45 MHz.

-- 
==========
Toko Headphone & Earphone Terlengkap dan Terbaru
Kunjungi  >> http://bassaudio.net
----------------------
Kontak Admin, Twitter  @agushamonangan
-----------------------
FB Groups     :  https://www.facebook.com/groups/android.or.id

Aturan Umum  ID-ANDROID >> goo.gl/mL1mBT

==========
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "[id-android] Indonesian 
Android Community" dari Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Kunjungi grup ini di https://groups.google.com/group/id-android.

Kirim email ke