Non-LTE kode tipenya berakhiran KG, sedangkan yang LTE berakhiran KL.
Salam, Herry SW On Tue, 26 Jan 2016 08:18:03 +0700 Eko Prasetyo <[email protected]> wrote: > Om HSW, > > Cara membedakan zenfone 2 laser versi LTE dengan yang non LTE bagaimana ya? > > Thanks, > > Eko Prasetyo > On Jan 25, 2016 2:47 PM, "Herry SW" <[email protected]> wrote: > > > Naskah ini sebenarnya dilengkapi 39 foto. Supaya ukuran email tidak > > terlalu besar, hanya enam foto yang saya kirimkan ke milis. Versi lengkap > > dapat dibaca di http://goo.gl/PBYOr7 > > > > Tautan di atas boleh Anda informasikan dan sebarkan kepada orang lain. > > > > Tanpa konfirmasi dan izin tertulis, dilarang memakai naskah *review *ala > > HSW untuk materi promosi atau bahan penunjang berjualan. > > ------------------------------ > > > > Berawal dari ingin mencoba lampu kilat, ujung-ujungnya justru menguji > > pakai dan mengetikkan *review* ponsel lebih dulu. Itulah yang penulis > > alias HSW alami kala berminat mencicipi Zenflash. Lampu kilat eksternal > > yang ditawarkan Asus itu kebetulan tidak kompatibel dengan ponsel merek > > lain. Ia hanya dapat dipadukan dengan ponsel Asus tipe tertentu. > > > > Singkat cerita, HSW memadukan Zenflash dengan Asus Zenfone 2 Laser. Saat > > itu di pasar baru tersedia dua varian Zenfone 2 Laser berkode tipe sama: > > ZE500KG. Keduanya dibekali layar lima inci dan RAM 2 GB. Bedanya, satu > > varian mempunyai ROM 8 GB, satu lagi ROM 16 GB. Varian kedualah yang > > penulis uji pakai. > > > > > > <http://ponselmu.com/review-asus-zenfone-2-laser-titik-balik-status-kelayakan-beli/zenfone-2-laser-1/> > > > > Karena masih turunan dari Zenfone 2 yang tahun lalu telah penulis kupas di > > blog Ponselmu.com, desain umum Zenfone 2 Laser menyerupai ponsel itu. Di > > sisi kiri dan kanan ponsel sama sekali tidak terdapat tombol. Tombol volume > > diletakkan di bagian belakang ponsel. > > > > Sementara itu, tombol *power* dan konektor *handsfree* berkabel > > diposisikan di atas. Konektor *micro USB* untuk menghubungkan *charger* > > berada di sisi bawah ponsel. Kalau penutup belakang Zenfone 2 Laser > > dicopot, bakal terlihat dua selot kartu *micro SIM* dan satu selot kartu > > microSD. Ada pula baterai berkapasitas 2.070 mAh yang mudah dilepas pasang. > > > > Kamera utama ponsel sanggup menghasilkan foto beresolusi delapan > > megapiksel dan klip video *full HD* 1080p. Sesuai namanya, Zenfone 2 > > Laser, kamera tersebut dibekali fokus otomatis laser (*laser autofocus*). > > Teknologi yang kali pertama diimplementasikan di LG G3 pada 2014 itu > > memungkinkan proses fokus yang lebih cepat dan akurat. > > > > Selain dibekali lampu kilat ganda, kamera belakang Zenfone 2 Laser > > memiliki beragam pilihan mode. Di antaranya, manual, HDR, *beautification, > > low light*, dan *depth of field*. Pada mode manual pengguna leluasa > > mengubah aneka parameter pemotretan. Kecepatan rana alias *shutter speed*, > > misalnya, bisa diatur antara 1/2 detik dan 1/1000 detik. ISO alias ASA juga > > dapat diubah di rentang 50 hingga 800. > > > > Ketika memotret di lokasi yang kurang terang, pengguna dapat memilih mode > > *low > > light*. Foto yang dihasilkan akan terlihat lebih terang daripada bila > > memakai mode otomatis/normal. Ingin memotret boneka atau segelas es kopyor? > > Supaya objek itu terlihat lebih menonjol, aktifkan mode *depth of field*. > > Latar belakang objek akan tampak kabur nan artistik. Bahasa kerennya, bokeh. > > > > Mengacu kepada serangkaian uji coba, HSW merasa puas dengan kinerja kamera > > utama Zenfone 2 Laser. Fokus otomatis lasernya benar-benar terasa lebih > > cepat daripada fokus otomatis konvensional. Kondisi itu paling terasa > > ketika kamera ponsel sengaja diajak berpindah membidik dari satu objek ke > > objek lain. > > > > Seberapa cepat? HSW tidak memiliki alat ukur yang sangat presisi. Sekadar > > gambaran, sekilas kecepatan pemfokusan Zenfone 2 Laser setara dengan LG G3. > > Namun, masih belum bisa menandingi fokus otomatis laser di LG G4. Asal > > tahu, sepasang ponsel LG itu tergolong ponsel kelas atas alias *flagship*. > > G3 hadir dua tahun silam, sedangkan G4 keluaran tahun lalu. > > > > Sementara itu, Zenfone 2 Laser diposisikan sebagai ponsel kelas menengah. > > Seiring bergulirnya waktu, teknologi fokus otomatis laser tentu telah > > mengalami perkembangan. Karena itu, tak perlu heran kalau kecepatan fokus > > otomatis laser Zenfone 2 Laser relatif imbang dengan G3. > > > > > > <http://ponselmu.com/review-asus-zenfone-2-laser-titik-balik-status-kelayakan-beli/zenfone-2-laser-2/> > > > > Menurut HSW, hasil jepretan Zenfone 2 Laser pantas dikategorikan bagus di > > kelasnya. Bahkan, diadu dengan kamera 13 megapiksel Zenfone 2 (ZE551ML) > > varian RAM 4 GB dan ROM 32 GB pun, foto yang dihasilkannya masih lebih > > bagus. Padahal, resolusi kamera Zenfone 2 Laser yang HSW gunakan lebih > > rendah. Harga jual Zenfone 2 Laser yang berdimensi fisik 143,7 x 71,5 x 3,5 > > milimeter dan berat 145 gram itu juga lebih murah. > > > > Dengan memanfaatkan mode manual, HSW sukses mengabadikan tetesan minuman > > berwarna merah. Pancaran air yang menyembur dari selang juga sukses > > dijepret oleh Zenfone 2 Laser. Kiat memotretnya sederhana. Carilah tempat > > yang terang dan aturlah kecepatan rana di posisi tertinggi, yaitu 1/1000 > > detik. > > > > Aktivitas tersebut dapat dilakukan secara mandiri seperti yang HSW > > lakukan. Namun, bila kondisi memungkinkan, sebaiknya pengguna dibantu orang > > lain yang bertugas meneteskan minuman atau menyemprotkan air. Dengan > > begitu, pengguna bisa lebih berkonsentrasi memotret. > > > > Beralih ke kamera depan. Kamera tanpa fokus otomatis dan lampu kilat itu > > sanggup menghasilkan foto beresolusi lima megapiksel. Kalau difungsikan > > sebagai perekam video, kamera ponsel Android 5.0.2 Lollipop tersebut mampu > > memproduksi klip video *full HD* 1080p. > > > > Pengguna Zenfone 2 Laser yang ingin melakukan swafoto (*selfie*) dan > > terlihat lebih imut, biasanya wanita *nih*…, boleh menjajal mode > > *beautification*. HSW juga sempat mencicipi mode tersebut. Hasilnya, > > permak wajah yang dilakukan tidak se-*lebay* Zenfone 2. Inilah buktinya. > > > > Spesifikasi lain Zenfone 2 Laser, antara lain, prosesor 64-bit empat inti > > (*quad > > core*) Qualcomm Snapdragon 410 MSM8916 1,2 GHz, Wi-Fi, bluetooth, GPS, > > RAM 2 GB, ROM 16 GB, dan selot microSD. Ketika ponsel kali pertama > > dinyalakan, sisa memori internal mencapai 10,16 GB. > > > > Bentang layar ponsel itu lima inci dengan resolusi HD 1.280 x 720 piksel. > > Karena telah mengadopsi Corning Gorilla Glass 4, permukaan layar relatif > > lebih tahan terhadap goresan dan benturan. Untuk menyalakan maupun > > memadamkan layar, pengguna cukup mengetukkan jari dua kali. > > > > Zenfone 2 Laser mendukung USB On-the-Go (USB OTG), radio FM, dan layanan > > internet berbasis HSPA+ dengan kecepatan unduh hingga 42 Mbps. Ponsel itu > > juga dilengkapi kids mode, perekam percakapan telepon, dan penyaring > > panggilan telepon maupun SMS masuk. Dengan *kids mode*, pengguna bisa > > menentukan aplikasi apa saja yang boleh dimainkan oleh anaknya. Durasi > > pemakaian ponsel dapat pula dibatasi. > > > > Dua nomor GSM, semuanya memakai kartu *micro SIM*, dapat siaga bersamaan > > di Zenfone 2 Laser. Pengguna bebas memilih nomor mana yang akan dipakai > > untuk berinternet. Boleh nomor di selot SIM1, boleh pula nomor di selot > > SIM2. Nomor yang dipilih selanjutnya leluasa berpindah-pindah dari jaringan > > 2G ke 3G atau sebaliknya. > > > > Kalau dirangkum, selama menguji pakai Zenfone 2 Laser, HSW merasakan > > ponsel itu relatif gegas kala dipakai menjalankan beragam aktivitas. > > Performa kameranya juga layak mendapatkan acungan jempol. Meskipun terlihat > > sepele, ketersediaan fitur ketuk-ketuk layar untuk menyalakan dan > > memadamkan layar sangat berguna. > > > > Ya, Zenfone 2 Laser memang tidak lepas dari sisi minus. Tombol navigasi di > > bawah layar tidak dilengkapi lampu. Ponsel tersebut juga mengandung banyak > > *bloatware*. Namun, menurut HSW, dua poin negatif itu bersifat minor. > > Soal tombol navigasi yang tanpa cahaya latar, pengguna cukup beradaptasi > > tak lebih dari sehari. Sedangkan terkait aplikasi bawaan yang bejibun > > sehingga pantas disebut *bloatware*, mayoritas dapat dihapus alias di- > > *uninstall* *kok*. > > > > Kesimpulan akhir versi HSW, Zenfone 2 Laser menjadi titik balik status > > kelayakan beli ponsel Asus. Untuk kali pertama sejak 2014, HSW > > mempersilakan calon konsumen membeli ponsel Asus. Zenfone 2 Laser pantas > > dipinang. > > > > Ketika HSW mengetikkan ulasan ini, di pasar sedang beredar tiga varian > > Zenfone 2 Laser. *Pertama*, layar 5 inci, RAM 2 GB, ROM 8 GB, kamera > > utama 8 megapiksel, belum mendukung 4G LTE, dan baterai 2.070 mAh. Harga > > pasarannya Rp 1,75 juta sampai Rp 1,8 juta. *Kedua*, layar 5 inci, RAM 2 > > GB, ROM 16 GB, kamera utama 8 megapiksel, belum mendukung 4G LTE, dan > > baterai 2.070 mAh. Varian inilah yang HSW gunakan dalam uji pakai. Rentang > > harga jualnya Rp 1,85 juta sampai Rp 1,9 juta. > > > > *Ketiga*, layar 5 inci, RAM 2 GB, ROM 16 GB, kamera utama 13 megapiksel, > > siap dipakai menikmati layanan 4G LTE, dan baterai 2.400 mAh. Toko-toko > > ponsel seringkali membanderolnya Rp 2,05 juta sampai Rp 2,1 juta. Dengan > > memperhatikan selisih harga jual dan spesifikasi, HSW merekomendasikan Anda > > membeli varian ketiga. > > > > Kelak seharusnya ada Zenfone 2 Laser varian keempat, kelima, dan keenam > > yang didistribusikan resmi ke Indonesia. Apa saja? *Keempat*, layar 5,5 > > inci, ROM 16 GB, kamera utama 13 megapiksel, belum mendukung 4G LTE, dan > > baterai 3.000 mAh. > > > > *Kelima*, layar 5,5 inci, RAM 2 GB, ROM 16 GB, kamera utama 13 > > megapiksel, 4G LTE, dan baterai 3.000 mAh. Terakhir alias *keenam*, layar > > enam inci, RAM 3 GB, ROM 32 GB, kamera utama 13 megapiksel, 4G LTE, dan > > baterai 3.000 mAh. > > > > *** > > > > Contoh foto yang dihasilkan Zenfone 2 Laser. > > > > Nama panjang depot ini cukup unik. *Bar mangan wareg.* Maksudnya, setelah > > makan akan kenyang. Harga dan cita rasa makanan belum HSW ketahui. Sebab, > > saat melewati depot itu, HSW terlanjur menikmati semangkuk bakso, sepiring > > nasi goreng jawa, dan segelas es kopyor di depot lain. > > > > > > <http://ponselmu.com/review-asus-zenfone-2-laser-titik-balik-status-kelayakan-beli/zenfone-2-laser-5/> > > > > Memotret serangga dari jarak dekat. Agar Anda bisa memperkirakan > > ukurannya, HSW letakkan sekeping uang logam pecahan Rp 100. > > > > Kalau di-*crop*, seperti ini penampakan si serangga. > > > > Kini mencoba mode *depth of field. * > > > > Agar Anda dapat membandingkannya, HSW mulai dengan memotret mainan ini > > memakai mode otomatis. Perhatikan tingkat kekaburan deretan kardus ponsel > > di latar belakang. > > > > > > <http://ponselmu.com/review-asus-zenfone-2-laser-titik-balik-status-kelayakan-beli/zenfone-2-laser-17/> > > > > Sekarang mode *depth of field* dalam posisi aktif. Deretan kardus ponsel > > di latar belakang terlihat lebih kabur daripada sebelumnya. > > > > > > <http://ponselmu.com/review-asus-zenfone-2-laser-titik-balik-status-kelayakan-beli/zenfone-2-laser-18/> > > > > Satu contoh lain hasil jepretan mode *depth of field*. Proses mengaburkan > > latar belakang objek lewat olah digital otomatis kadang tidak sempurna. > > Cermatilah mangkuk biru dan putih di dekat sendok yang “lupa” dibuat > > *blur*. > > > > Saatnya menjajal mode *low light.* Kalau mode itu tidak diaktifkan, hasil > > pemotretan seperti ini. > > > > Ketika mode *low light* diaktifkan, hasil foto akan terlihat lebih > > terang. Kelemahannya, bila objek bergerak sedikit saja, objek itu bakal > > tampak kabur. Sebab, kecepatan rana alias *shutter speed* mode *low light* > > cenderung rendah. > > > > Mode manual memungkinkan pengguna Zenfone 2 Laser melakukan beragam > > eksperimen. Salah satunya, memotret tetesan air. Untuk melakukan hal itu, > > HSW sengaja memesan segelas Fanta merah di sebuah restoran cepat saji. > > > > Tetesan minuman sukses diabadikan. Foto terlihat kurang cemerlang. Titik > > fokusnya pun kurang tepat. Mengapa? Sebab, HSW harus membagi konsentrasi. > > Tangan kiri meneteskan minuman, sedangkan tangan kanan memegang ponsel. > > Idealnya ada orang lain yang membantu meneteskan minuman. > > > > > > <http://ponselmu.com/review-asus-zenfone-2-laser-titik-balik-status-kelayakan-beli/zenfone-2-laser-22/> > > > > > > Masih memotret tetesan minuman. Kali ini hasil fotonya lebih fokus. > > > > > > <http://ponselmu.com/review-asus-zenfone-2-laser-titik-balik-status-kelayakan-beli/zenfone-2-laser-23/> > > > > Korban keisengan HSW. Tisu dan baki basah oleh minuman. [image: :)] > > > > Masih bermain-main dengan mode manual. Kali ini memotret air yang > > disemprotkan via selang. > > > > Bila di-*crop,* inilah hasilnya. > > > > Masih mau melihat contoh foto lagi? Foto berikut ini dijepret memakai mode > > otomatis. Lampu kilat padam. Perhatikan bayangan tubuh HSW. > > > > Tetap memakai mode otomatis, tetapi lampu kilat diaktifkan. Bayangan tubuh > > HSW tidak sehitam sebelumnya. Demikian pula kaki patung. > > > > Satu foto berikut ini dijepret menggunakan kamera depan. > > > > *** > > > > *Screen capture* Antutu Benchmark, Sensor Box for Android, dan kondisi > > awal RAM. > > > > > > <http://ponselmu.com/review-asus-zenfone-2-laser-titik-balik-status-kelayakan-beli/zenfone-2-laser-30/> > > > > > > Salam, > > > > > > > > Herry SW > > > > > > -- > > ========== > > Toko Headphone & Earphone Terlengkap dan Terbaru > > Kunjungi >> http://bassaudio.net > > ---------------------- > > Kontak Admin, Twitter @agushamonangan > > ----------------------- > > FB Groups : https://www.facebook.com/groups/android.or.id > > > > Aturan Umum ID-ANDROID >> goo.gl/mL1mBT > > > > ========== > > --- > > Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "[id-android] Indonesian > > Android Community" di Google Grup. > > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > > kirim email ke [email protected]. > > Kunjungi grup ini di https://groups.google.com/group/id-android. > > > > -- > ========== > Toko Headphone & Earphone Terlengkap dan Terbaru > Kunjungi >> http://bassaudio.net > ---------------------- > Kontak Admin, Twitter @agushamonangan > ----------------------- > FB Groups : https://www.facebook.com/groups/android.or.id > > Aturan Umum ID-ANDROID >> goo.gl/mL1mBT > > ========== > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "[id-android] > Indonesian Android Community" dari Google Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim > email ke [email protected]. > Kunjungi grup ini di https://groups.google.com/group/id-android. -- Maaf, saya tidak melayani konsultasi via SMS dan WhatsApp. Jalur konsultasi: blog Ponselmu.com dan Twitter @herrysw -- ========== Toko Headphone & Earphone Terlengkap dan Terbaru Kunjungi >> http://bassaudio.net ---------------------- Kontak Admin, Twitter @agushamonangan ----------------------- FB Groups : https://www.facebook.com/groups/android.or.id Aturan Umum ID-ANDROID >> goo.gl/mL1mBT ========== --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "[id-android] Indonesian Android Community" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Kunjungi grup ini di https://groups.google.com/group/id-android.
