http://tekno.kompas.com/read/2016/01/28/13065737/Neflix.Diblokir.Pemilik.Saham.Telkomsel.Boyong.Pesaingnya.ke.Indonesia
.


Layanan streaming video on demand Hooq, yang juga merupakan pesaing
Netflix, bakal segera masuk ke Indonesia. Hal tersebut dikonfirmasi melalui
kicauan akun Twitter resmi @HOOQ_ID.

"Hi @amasna! Kami akan launch HOOQ ID sekitar hujung Februari atau awal
Maret! :) #Stay_tuned!," kicau akun tersebut @HOOQ_id menjawab pertanyaan
pengguna soal waktu peluncurannya.

Pantauan KompasTekno, Kamis (28/1/2016), selain soal waktu peluncuran,
diketahui juga bahwa Hooq sedang mencari karyawan untuk menangani
aktivitasnya di Tanah Air.

Soal ini diketahui dari kicauan lowongan pekerjaan melalui akun Twitter
@della_w milik Direktur Hooq Indonesia, Dellawati Wijaya.

Twitter

Akun Twitter HOOQ menginformasikan tanggal peluncuran layanan streaming
tersebut di Indonesia.

"Looking for a good Regional Product Manager & Community Manager for
@HOOQID - email to: [email protected]," tulisnya dalam kicauan bertanggal 21
Agustus 2015 itu.

KompasTekno juga sempat menghubungi Della untuk mengonfirmasi soal
peluncuran Hooq Indonesia. Dia membenarkan bahwa layanan tersebut akan
segera memasuki pasaran Indonesia, tapi masih belum mau mengungkapkan kapan
waktu persisnya.

"Yup! Stay tuned!" jawabnya singkat.

Saingan

Tapi apa sebenarnya Hooq dan mengapa ia bisa disebut sebagai pesaing
Netflix?

Baik Hooq maupun Netflix sebenarnya merupakan layanan streaming video
on-demand yang bisa diakses dari mana saja menggunakan perangkat pintar dan
gadget mobile.

Hooq diluncurkan pada 30 Januari 2015 lalu oleh perusahaan telekomunikasi
Singapura, SingTel dan raksasa industri hiburan Sony serta Warner Bros. Ini
merupakan langkah bersama sebagai antisipasi kehadiran Netflix.

Twitter

Akun Twitter Dellawati menampilkan lowongan pekerjaan yang dibutuhkan untuk
kantor HOOQ di Indonesia.

Film yang ditawarkan Hooq antara lain berupa serial televisi, dari bikinan
Bollywood hingga Hollywood.

SingTel sendiri berencana untuk membawa layanan Hooq ke seluruh wilayah
operasionalnya, termasuk Indonesia.

Perusahaan telekomunikasi Singapura itu diketahui mengantongi 35 persen
kepemilikian Telkomsel, sedangkan 65 persen sisanya milik PT Telekomunikasi
Indonesia (Telkom). Karena ini, peluncuran Hooq di Indonesia nanti mungkin
akan dilakukan melalui Telkomsel.

Netflix Diblokir

Sekadar diketahui, pada Rabu (27/1/2016) kemarin, Telkom memblokir Netflix
sehingga tidak dapat diakses melalui koneksi internet di jaringan mereka,
termasuk Telkomsel.

Direktur Utama Telkom Alex Janangkih Sinaga, saat dihubungi KompasTekno
pada hari pemblokiran tersebut beralasan Netflix tidak sesuai dengan aturan
yang berlaku di Indonesia.

Atas dasar tersebut, yang menurut dia juga telah dikoordinasikan dengan
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara, maka Telkom
memutuskan untuk memblokir Netflix sampai layanan itu memenuhi syarat
beroperasi di Tanah Air.

Menteri pun memaklumi langkah Telkom sebagai sebuah pertimbangan bisnis dan
mengatakan sedang menggodok aturan untuk berbagai layanan sejenis Netflix.

Mengingat Hooq akan memasuki Indonesia dalam waktu dekat, adakah kaitan
antara pemblokiran Netflix dengan datangnya layanan video streaming
on-demand besutan pemilik sebagian saham Telkomsel itu?

-- 
==========
Toko Headphone & Earphone Terlengkap dan Terbaru
Kunjungi  >> http://bassaudio.net
----------------------
Kontak Admin, Twitter  @agushamonangan
-----------------------
FB Groups     :  https://www.facebook.com/groups/android.or.id

Aturan Umum  ID-ANDROID >> goo.gl/mL1mBT

==========
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "[id-android] Indonesian 
Android Community" dari Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Kunjungi grup ini di https://groups.google.com/group/id-android.

Kirim email ke