Sebenarnya sudah saya paparkan detail di blog dan di-copy paste ke sini. Intinya begini: 1. Umpama tanggapan final dari regulator menyatakan sertifikat dua ponsel itu telah diurus sebelum peraturan menteri terkait TKDN keluar, mengapa Huawei malahan "menyembunyikan" fitur 4G LTE-nya? Bukankah itu justru bisa menjadi nilai jual?
2. Dari sisi Huawei, mereka menyatakan G8 dan Mate S yang dipasarkan ke Indonesia memang hanya bisa 3G. Bila benar demikian, mengapa awalnya promotor Huawei bisa kompak menyatakan kalau ponsel itu mendukung 4G LTE? Mengapa pula jawaban mereka kemarin sore mendadak berubah 180 derajat? Terima kasih. Salam, Herry SW On Tue, 02 Feb 2016 15:49:21 +0700 Budi Andri <[email protected]> wrote: > > Pertanyaan yang menggelayut di benak Oom Herry (pada akhirnya) apa aja siih? > Kalo boleh tau.. > -- ========== Toko Headphone & Earphone Terlengkap dan Terbaru Kunjungi >> http://bassaudio.net ---------------------- Kontak Admin, Twitter @agushamonangan ----------------------- FB Groups : https://www.facebook.com/groups/android.or.id Aturan Umum ID-ANDROID >> goo.gl/mL1mBT ========== --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "[id-android] Indonesian Android Community" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Kunjungi grup ini di https://groups.google.com/group/id-android.
