Mungkin orang TNI terlibat jadi lancar jaya masuk Indonesia.--Ahmad Pathoni
www.theparrot.co2016-03-21 7:06 GMT+07:00 Herry SW <[email protected]>:--Naskah ini sebenarnya dilengkapi 13 foto. Supaya ukuran email tidak terlalu besar, hanya lima foto yang saya kirimkan ke milis. Versi lengkap dapat dibaca di http://goo.gl/aeoPSkTautan di atas boleh Anda informasikan dan sebarkan kepada orang lain.
Sejak Xiaomi Mi 4i dan Redmi 2 Prime beredar, belum ada ponsel Xiaomi tipe terbaru yang dijual resmi lagi di Indonesia. Padahal, selama rentang waktu tersebut, Xiaomi sebenarnya sudah meluncurkan berbagai tipe ponsel anyar. Misalnya, Redmi Note 2, Redmi Note 3, Redmi 3, Mi 4S, dan Mi 5.Anehnya, ketika kemunculan ponsel Xiaomi terbaru dan bergaransi resmi tersendat, unit tanpa garansi resmi justru cepat memasuki pasar Indonesia. Penjualan dilakukan secara offline maupun online. Konsumen dan pedagang lazim menyebutnya sebagai ponsel Xiaomi dengan garansi distributor. Mengapa bisa begitu?
Penulis alias HSW sebenarnya sudah memiliki dugaan. Untuk membuktikan dugaan itu, sekaligus supaya ada produk yang bisa difoto, HSW membeli satu unit Xiaomi Redmi 3 di Blibli.com.
Inilah penampakan Redmi 3 yang HSW terima. Kardus dibungkus dengan plastik tipis seperti yang lazim digunakan oleh penjual buah dan makanan. Tidak ada stiker segel yang melekat di kardus.
Stiker bertuliskan nama importir melekat di sisi belakang kardus. Demikian pula stiker bertuliskan nomor sertifikat SDPPI atau lebih sering disebut sebagai sertifikat Postel. Di situ tercetak nomor sertifikat 36078/SDPPI/2015. Sah? Legal? Ya, sepintas tidak ada sesuatu yang janggal.
Masalahnya, buat HSW, nomor sertifikat yang tercantum tetap janggal. Kok bisa? Alasannya sederhana. Kebetulan HSW masih menyimpan foto kardus Xiaomi Redmi 2 bergaransi resmi. Ada dua importir sekaligus distributor resmi Xiaomi di Indonesia: Erajaya Swasembada dan Trikomsel Oke. Redmi 2 yang diimpor Erajaya memiliki nomor sertifikat 38978/SDPPI/2015, sedangkan Redmi 2 Trikomsel bernomor 38908/SDPPI/2015.
Sekarang saatnya mengutak-atik penggalan informasi itu. Xiaomi lebih dulu memperkenalkan Redmi 2 atau Redmi 3? Redmi 2 dong. Satu pertanyaan lagi. Nomor sertifikat biasanya dikeluarkan urut dimulai dari nomor yang lebih kecil atau lebih besar? Normalnya lebih kecil ya. Jadi, rasanya mustahil sertifikat SDPPI Redmi 3 justru dikeluarkan mendahului sertifikat SDPPI Redmi 2.
Penelurusan lebih lanjut dilakukan dengan masuk ke https://sertifikasi.postel.go.id/berlaku.php. Nomor sertifikat 36078 HSW ketikkan ke baris pencarian. Inilah hasilnya….
Sertifikat itu dikeluarkan pada 2014, bukan 2015. Stiker yang melekat di kardus Redmi 3 terbukti tidak akurat. Berikutnya, nama pemohon Wisma Inkopad Indonesia. Poin ini cocok dengan stiker yang menempel. Hal terakhir, sertifikat itu dikeluarkan untuk ponsel Xiaomi Mi 3W yang pasti bukan merupakan kode tipe Redmi 3.
Jadi, kini Anda sudah mengetahui alasan ponsel Xiaomi bergaransi distributor bisa cepat beredar di Indonesia, bukan? Ayo jelaskan! Lima menit lagi kumpulkan.
Silakan mencari “keajaiban” lain saat berjalan-jalan ke pusat penjualan ponsel. Perhatikan nomor sertifikat Redmi Note 2, Redmi Note 3, Mi 4S, dan Mi 5. Tak ada salahnya Anda juga mencermati stiker yang melekat di kardus BlackBerry Priv.
***
Update 17 Maret 2016 pukul 20.35: Cerita masih berlanjut. Tadi sore HSW mendapatkan kiriman foto @rifqifaqihy, salah satu pengikut Twitter @herrysw. Ia mengirimkan foto Redmi 3 yang dimilikinya. Ponsel itu bergaransi distributor The One. Nomor sertifikat yang tercantum 35981/SDPPI/2014.
Hanya dengan melihat angka tahunnya dapat dipastikan bila nomor sertifikat itu bukan milik Redmi 3. Sebab, pada 2014 Redmi 3 belum lahir dari “rahim” Xiaomi. Setelah dimasukkan ke situs SDPPI, sertifikat itu ternyata diajukan oleh PT Triagung Perkasa Jaya untuk ponsel MI – 2013029 alias Xiaomi Redmi 1S. Satu “keajaiban” lagi.
Salam,
Herry SW
==========
Yuk Download Apps MyTelkomsel
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.telkomsel.telkomselcm
---------------------
Toko Headphone & Earphone Terlengkap dan Terbaru
Kunjungi >> http://bassaudio.net
----------------------
Kontak Admin, Twitter @agushamonangan
-----------------------
FB Groups : https://www.facebook.com/groups/android.or.id
Aturan Umum ID-ANDROID >> goo.gl/mL1mBT
==========
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "[id-android] Indonesian Android Community" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected].
Kunjungi grup ini di https://groups.google.com/group/id-android.
==========
Yuk Download Apps MyTelkomsel
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.telkomsel.telkomselcm
---------------------
Toko Headphone & Earphone Terlengkap dan Terbaru
Kunjungi >> http://bassaudio.net
----------------------
Kontak Admin, Twitter @agushamonangan
-----------------------
FB Groups : https://www.facebook.com/groups/android.or.id
Aturan Umum ID-ANDROID >> goo.gl/mL1mBT
==========
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "[id-android] Indonesian Android Community" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected].
Kunjungi grup ini di https://groups.google.com/group/id-android.
==========
Yuk Download Apps MyTelkomsel
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.telkomsel.telkomselcm
---------------------
Toko Headphone & Earphone Terlengkap dan Terbaru
Kunjungi >> http://bassaudio.net
----------------------
Kontak Admin, Twitter @agushamonangan
-----------------------
FB Groups : https://www.facebook.com/groups/android.or.id
Aturan Umum ID-ANDROID >> goo.gl/mL1mBT
==========
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "[id-android] Indonesian Android Community" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected].
Kunjungi grup ini di https://groups.google.com/group/id-android.
