http://m.detik.com/inet/read/2016/04/12/135859/3185889/319/raksasa-e-commerce-china-kuasai-lazada

Perusahaan raksasa e-commerce asal China, Alibaba kian menggurita. Mereka
baru saja menguasai seluruh saham Lazada.

Transaksi yang baru diumumkan ini terdiri dari investasi modal ekuitas baru
sebesar USD 500 juta dan akusisi saham dari shareholder Lazada yang lama.
Maka bila ditotal, perusahaan besutan Jack Ma itu mengucurkan dana USD 1
miliar atau sekitar Rp 13,1 triliun.

Transaksi ini diharapkan dapat membantu Alibaba mengembangkan sayapnya ke
sejumlah negara, khususnya di Asia Tenggara. Pasalnya pasar Lazada sudah
cukup kuat di kawasan ini.

Meski hanya menguasai 3% dari total penjualan online di seluruh dunia, Asia
Tenggara menawarkan potensi pertumbuhan yang luar biasa. Pasalnya penetrasi
internet di kawasan ini terus meningkat.

Seperti diketahui, bila digabungkan, populasi di Asia Tenggara mencapai 560
juta jiwa. Di mana 200 juta diantaranya merupakan pengguna internet.

Lazada sendiri telah beroperasi di Indonesia, Malaysia, Filipina,
Singapura, Thailand dan Vietnam. Di sejumlah negara itu, mereka menjadi
pemimpin pasar e-commerce.

"Globalisasi adalah strategi penting untuk pertumbuhan ALibaba Group hari
ini dan ke masa depan," kata Michael Evans, President of Alibaba seperti
dikutip dari laman Businesswire, Selasa (12/4/2016).

"Dengan berinvestasi di Lazada, Alibaba mendapatkan akses ke platfom dengan
basis konsumen besar dan berkembang di luar China, tim manajemen terpercaya
serta memiliki fondasi kuat untuk pertumbuhan masa depan di salah satu
kawasan paling menjanjikan untuk e-commerce global. Investasi ini sejalan
dengan strategi kami menghubungan merek, distribusi dan konsumen di manapun
mereka berada dan mendukung ekspansi ekosistem kami di Asia Tenggara untuk
lebih melayani pelanggan kami," lanjut Evans.

Sementara itu CEO Lazada Group Max Bittner mengatakan sangat gembira
bergabung di bawah payung Alibaba. Ia melihat sinergi yang signifikan untuk
mendorong peningkatan layanan bagi konsumen di Asia Tenggara.

"Asia Tenggara merupakan pasar yang atraktif namun terfragmentasi. Ada
beragam hambatan yang signifikan untuk masuk ke dalamnya. Transaksi ini
akan membantu kami untuk mempercepat tujuan kami menyediakan 560 juta
konsumen akses yang luas untuk menjangkau produk yang diinginkannya,"
ujarnya.

"Selanjutnya, kami akan memanfaatkan teknologi Alibaba yang memungkinkan
kami meningkatkan pelayanan dan memberikan pengalaman berjualan dan
berbelanja yang lebih baik lagi," imbuh Bittner.

Atas transaksi ini, Alibaba telah menandatangani perjanjian put-call dengan
beberapa pemegang saham Lazada untuk memberikan hak pada Alibaba untuk
membeli dan hak pada investor untuk menjual secara kolektif saham yang
tersisa di Lazada pada nilai pasar yang wajar selama periode 2-18 bulan
setelah penutupan transaksi.

-- 
==========
Yuk Download Apps MyTelkomsel
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.telkomsel.telkomselcm
---------------------
Toko Headphone & Earphone Terlengkap dan Terbaru
Kunjungi  >> http://bassaudio.net
----------------------
Kontak Admin, Twitter  @agushamonangan
-----------------------
FB Groups     :  https://www.facebook.com/groups/android.or.id

Aturan Umum  ID-ANDROID >> goo.gl/mL1mBT

==========
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "[id-android] Indonesian 
Android Community" dari Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Kunjungi grup ini di https://groups.google.com/group/id-android.

Kirim email ke