Ijin share review salah satu smartphone terjangkau yg belum lama ini rilis
di tanah air.

Yang berkenan membaca lengkapnya serta memberi sumbangan pageviews, dapat
mampir ke artikel aslinya di blog saya:

http://www.gontagantihape.com/2016/04/review-infinix-hot-3-lte-indonesia.html

---------------

<https://4.bp.blogspot.com/-Z5-xOF6DjDM/Vxb6mqQhJPI/AAAAAAAAEMc/c5fWkdtWPeQu5dOx6Tg0cuDIBuWpi-zQwCLcB/s1600/00_2016_04_gontagantihape_com_032_review_infinix_hot_3_004.jpg>



*Smartphone* *Infinix Hot 3* itu laksana dua sisi mata uang. Di satu sisi
ada inovasi yang sebelumnya tak pernah hadir di produk Infinix. Di sisi
lain, seperti mundur kembali ke produk pertama mereka yang dijual di
Indonesia. *Is it good, or is it bad*? Kita bahas mendalam saja untuk tahu
apakah ini baik atau tidak ya. Satu yang pasti, di akhir tulisan ini Anda
akan menemukan apakah Infinix Hot 3 cukup berharga, sesuai dengan bandrol
yang diberikan kepadanya atau tidak. Namun Anda takkan menemukan bahasan
soal Gista Putri di sini, he.. he..


Seperti yang sudah-sudah, produk Infinix kembali dijual secara eksklusif
melalui *flash sale* yang diadakan di Lazada <https://www.lazada.co.id/>.
Nampaknya Infinix masih setia terhadap *e-commerce* yang baru saja
mendapatkan sumber dana segar setelah diakuisisi oleh raksasa *e-commerce* asal
Tiongkok, Alibaba. Mengingat banyaknya keluhan terhadap Lazada belakangan
ini, maka saya putuskan untuk membeli Infinix Hot 3 ini dengan metode
pembayaran tunai saat barang diantarkan, alias COD (*Cash on Delivery*).
Metode ini adalah harapan terakhir apabila Anda sudah tak percaya pada
transaksi online, karena uang tetap Anda pegang hingga saat barang Anda
terima.


Secara mengejutkan, hanya butuh waktu 26 jam saja sejak saya melakukan
pemesanan hingga barang saya terima di Bandung. Semoga Lazada terus
mempertahankan prestasi ini, dan memperbaiki layanannya secara keseluruhan.


Unboxing dan First Impression Infinix Hot 3

Tak perlu tunggu lama untuk saya segera melakukan proses *unboxing* Infinix
Hot 3. Prosesnya bisa Anda saksikan pada video di bawah ini.


https://www.youtube.com/watch?v=YRWF7HEPUTM



Kotak penjualan Infinix Hot 3 terasa sama persis seperti kotak milik
Infinix Hot 2. Sebagai lini produk paling terjangkau, Infinix tidak banyak
bereksperimen dengan kemasan seri Hot, setidaknya tidak seunik kemasan seri
Zero yang merupakan *flagship* mereka.




[image: Infinix Hot 3 - kelengkapan paket penjualan]
<https://3.bp.blogspot.com/-sE9TkkRSspM/Vxb6ornS_zI/AAAAAAAAENA/e35U0ocyuXAxx1AhkZq8ibu_XwIJkVJCwCKgB/s1600/00_2016_04_gontagantihape_com_032_review_infinix_hot_3_013.jpg>

Infinix Hot 3 - kelengkapan paket penjualan


Namun satu anomali terjadi, di saat *flagship* mereka, Infinix Zero 3
dirilis tanpa menyertakan *headset* pada paket penjualannya, Infinix Hot 3
justru hadir lengkap. Meskipun beberapa orang menyebutkan kualitas
*headset* bawaan
Infinix tidaklah istimewa --konon bahkan tak sebagus *headset* bawaan
*smartphone* merk lokal--, namun hal ini perlu diapresiasi mengingat sangat
jarang *smartphone* dengan harga terjangkau hadir dengan menyertakan
*headset* dalam paket penjualannya. Ya mungkin cukup untuk digunakan
menelepon, bukan mendengarkan musik.


Berbicara desain, dari beberapa *smartphone* yang dirilis Infinix
belakangan ini, Infinix Hot 3 hadir sebagai perbaikan. Mengapa Aa bilang
begitu? Karena sudah tiga rilis berlalu, Infinix mengeluarkan *smartphone* yang
kurang memperhatikan segi keergonomisannya, setidaknya menurut saya ya.


Dimulai di Infinix Hot 2 yang sepenilaian saya sangatlah teramat kotak
bentuknya. Sedikit perbaikan terjadi di Infinix Note 2 yang tidak terlalu
kotak namun memiliki ukuran raksasa. Dan Infinix Zero 3 adalah
*smartphone* Android
paling kotak yang pernah Aa lihat.


[image: Infinix Hot 3 - sisi bawah]
<https://4.bp.blogspot.com/-Rhb1clUf-xo/Vxb6oIXCIII/AAAAAAAAEM8/RKGOpk8OOSICM1EyPKYXtyNP1Qi3mLdWgCKgB/s1600/00_2016_04_gontagantihape_com_032_review_infinix_hot_3_011.jpg>

Infinix Hot 3 - sisi bawah


[image: Infinix Hot 3 - sisi kanan, tombol power dan volume rocker]
<https://1.bp.blogspot.com/-l2WqAbbTrDw/Vxb6n0iqH-I/AAAAAAAAEM0/B--pnopat4kE9FupRDimo6XlK0eWQpbpgCKgB/s1600/00_2016_04_gontagantihape_com_032_review_infinix_hot_3_010.jpg>

Infinix Hot 3 - sisi kanan, tombol *power* dan *volume rocker*


[image: Infinix Hot 3 - ada port micro USB di sisi atas]
<https://1.bp.blogspot.com/-xDo4ct7h_PQ/Vxb6n30fhPI/AAAAAAAAEMw/8VxMhcFKJpUL2P_sRwQeQTkejMaFr4H9gCKgB/s1600/00_2016_04_gontagantihape_com_032_review_infinix_hot_3_009.jpg>

Infinix Hot 3 - ada *port micro* USB di sisi atas



Infinix Hot 3 meninggalkan desain kotak dan terlihat seperti kembali ke
garis desain yang dimiliki Infinix Hot Note
<http://www.gontagantihape.com/2015/08/review-infinix-hot-note-hands-on-first-impression.html>
yang
merupakan produk pertama Infinix yang dijual di Indonesia. Bahkan tombol
kapasitif yang kembali dihadirkan di bawah layar, benar-benar terlihat sama
dengan yang dimiliki Infinix Hot Note. Pembedanya terletak pada tekstur
backcover yang membuat *smartphone* ini terlihat jauh lebih cantik dari
belakang, meskipun sedikit terkesan feminim.


Pada saat bersamaan dengan proses uji pakai Infinix Hot 3, Aa juga sedang
kedatangan dua *smartphone* lain yang terbilang *flagship* pada waktu
setahun ke belakang. Memang harga tidak berbohong, perbedaan *build
quality* jelas
terasa antara Infinix Hot 3 dengan Meizu MX4 Pro dan LG G4. Betul,
perbandingannya tidak setara, tapi memang itu tujuannya, untuk menunjukkan
bahwa *smartphone* harga terjangkau tidak akan pernah menggunakan bahan
material yang sama kualitasnya dengan apa yang ada pada produk *flagship*.


Bagi Anda yang pernah mencoba Infinix Hot 2 sebelumnya, satu hal yang harus
Anda tanamkan baik-baik sejak awal, Infinix Hot 3 sudah bukan jajaran
*smartphone* Android One ya.



Hardware dan Benchmark Infinix Hot 3

Berikut adalah info *hardware* dari Infinix Hot 3 yang diambil menggunakan
aplikasi populer CPU-Z dan AIDA 64.


<https://1.bp.blogspot.com/-IFfdk8HjZDs/Vxb1XcnqzHI/AAAAAAAAELA/ITcrkWVPl-MrzW7a-6xS9XUed-zbvXnLgCLcB/s1600/Screenshot_2016-04-08-17-46-04.png>





Sementara ini adalah informasi sensor yang tersemat pada Infinix Hot 3
menggunakan aplikasi Sensor Box for Android.


[image: Sensor pada Infinix Hot 3]
<https://4.bp.blogspot.com/-aJss-4Q_J-0/Vxb1adnfyVI/AAAAAAAAELU/eFo43wBo4eEfA0472dC7dJDyorXC_BC2wCLcB/s1600/Screenshot_2016-04-08-17-47-12.png>

Sensor pada Infinix Hot 3


Proses *benchmark* sintetis menggunakan Antutu Benchmark menghasilkan skor
berikut ini.



Kesan Nyata Setelah Uji Pakai Infinix Hot 3

Mengusung *processor* Qualcomm Snapdragon 415, Infinix Hot 3 menjadi produk
pertama Infinix yang tidak menggunakan *processor* keluaran Mediatek. Saya
sendiri cukup senang dengan pemilihan *processor* ini, karena pengalaman
yang saya dapatkan di Hisense Pureshot
<http://www.gontagantihape.com/2015/12/full-review-hisense-pureshot-hs-l671-indonesia.html>
cukup
baik. Konon Hisense memilih Snapdragon 415 karena pita jaringan yang
didukungnya sudah lengkap. Ini sebabnya jajaran *smartphone* Hisense
Pureshot dapat dipadukan dengan kartu dari semua operator di Indonesia,
baik CDMA ataupun GSM, baik di jaringan 2G, 3G, maupun 4G.


Namun, meskipun dibekali *processor* yang sama, Infinix Hot 3 nyatanya
hanya mendukung jaringan GSM di 2G dan 3G. Sementara jaringan 4G-nya saat
saya coba mampu tersambung ke layanan milik operator GSM yang beroperasi di
frekuensi 1800 MHz. Pada saat saya pasangkan kartu USIM Smartfren 4G di
Cimahi yang jaringannya beroperasi di frekuensi 850 MHz, Infinix Hot 3
hanya mampu terhubung sebentar saja. Setiap saya nyalakan dan matikan *airplane
mode*, *smartphone* ini mesti bisa terhubung ke jaringan Smartfren 4G
beberapa detik, lalu kemudian terputus kembali.



Dengan konfigurasi dapur pacu yang serupa dengan Hisense Pureshot, Infinix
Hot 3 sudah seharusnya mampu bertahan lebih lama dalam satu kali pengisian
daya hingga penuh. Mengingat baterai Infinix Hot 3 berkapasitas 3.000 mAh,
sementara Hisense Pureshot hanyalah 2.000 mAh. Infinix Hot 3 di tangan saya
mampu bertahan sekitar 24 jam, sementara Hisense Pureshot biasanya mampu
melenggang selama kurang lebih 18 jam.


[image: Penggunaan Baterai pada Infinix Hot 3]
<https://1.bp.blogspot.com/-VHkNwS3QK6I/Vxb1cuq3ueI/AAAAAAAAEMI/HQusE6QvMYY6rf8BbC9Ox7LSAeqVD2k2ACKgB/s1600/Screenshot_2016-04-11-06-44-55.png>

Penggunaan Baterai pada Infinix Hot 3


[image: Screen-on Time Infinix Hot 3]
<https://2.bp.blogspot.com/-MubnQxi4wFg/Vxb1cztQTyI/AAAAAAAAEMI/YBhwbfW7_b8_7L0JNrwgMODxxY3q7hE0ACKgB/s1600/Screenshot_2016-04-11-06-45-01.png>

Screen-on Time Infinix Hot 3



Layar Infinix Hot 3 yang berdimensi diagonal 5,5 inci, mempunyai resolusi
HD 720p saja. Bukan yang tertajam itu jelas, namun pastinya masih nyaman
dilihat apabila kita ingat-ingat lagi Infinix Note 2
<http://www.gontagantihape.com/2016/01/full-review-infinix-note-2-indonesia.html>
saja
diagonal layarnya hampir 6 inci dengan resolusi serupa. Sudut pandang nya
pun cukup luas. Intinya, layar Infinix Hot 3 sudah lebih baik dari apa yang
ada pada Infinix Hot 2, namun tetap simpan ekspektasi Anda pada level yang
seharusnya ya, karena tentunya layarnya tidaklah mampu bersaing dengan
layar *smartphone* kelas atas.



[image: Infinix Hot 3 - Layar menyala]
<https://4.bp.blogspot.com/-NG04MX30Ok8/Vxb6nY1S7LI/AAAAAAAAENU/6ZWFcEJ_s-gEvE_A3TJK11CPiYvReegSQCKgB/s1600/00_2016_04_gontagantihape_com_032_review_infinix_hot_3_007.jpg>

Infinix Hot 3 - Layar menyala



*Overall*, saya cukup betah menggunakan Infinix Hot 3. Dual-sim dengan
*dedicated
slot* untuk micro-SD, baterai cukup besar dan awet, bentuknya tipis dan
cukup ergonomis, serta kustomisasi *software* XUI yang hampir mirip dengan
stock Android adalah alasan-alasan di balik kebetahan yang saya rasakan.


Adapun hal yang masih cukup mengganggu di Infinix Hot 3 adalah tampilan
huruf. Saat saya ganti dengan salah satu font yang saya suka, maka
huruf-huruf *bold* tampil sebagai huruf normal saja, padahal huruf
*bold* membantu
kita membedakan e-mail mana yang belum kita buka, atau melihat nama teman
yang di-*mention* di aplikasi Path.



Hasil Foto Kamera Infinix Hot 3

Kamera utamanya hanya berresolusi 8 Megapixels, namun hasilnya pada kondisi
cukup cahaya terlihat menjanjikan. Lebih lengkap mengenai hasil kameranya
dapat dilihat pada artikel berikut ini
<http://www.gontagantihape.com/2016/04/hasil-foto-menggunakan-kamera-infinix-hot-3.html>
.



Plus dan Minus Infinix Hot 3


Kelebihan Infinix Hot 3



   - - bentuknya sudah cukup ergonomis, plus tipis, rasanya nyaman dalam
   genggaman
   - - dual-sim dengan slot micro-SD terpisah
   - - baterai cukup besar dan *removable*
   - - tekstur *backcover* yang cukup cantik terlihat
   - - pemilihan *processor* Snapdragon 415, Qualcomm pertama untuk Infinix
   - - harganya terjangkau untuk *smartphone* 4G bergaransi resmi,
dengan *processor
   octa-core* Snapdragon dan RAM 2GB



Kekurangan Infinix Hot 3



   - - baru tersedia warna gold, entah kenapa bagi saya warna gold dan
   kombinasinya dengan tekstur pada *backcover* lebih condong ke arah
   feminim
   - - masih ada *bug* tentang *font* pada XUI
   - - tombol kapasitif tanpa lampu latar, dan ikonnya jadul seperti di
   Infinix Hot Note, tidak terlihat seperti *smartphone* yang sudah
   berbasis Lollipop
   - - absennya *Notification LED*
   - - tampilan depan terasa membosankan, kontras dengan bagian belakang




Apa Kata Aa tentang Infinix Hot 3

Dengan harga jual Rp1.599.000, Infinix Hot 3 sebetulnya menawarkan *value* yang
cukup sepadan. Spesifikasi di atas kertas, maupun performa nyatanya
tidaklah mengecewakan untuk *level* harga tersebut. *Flash sale* pertamanya
pun berhasil *sold out*, meskipun saya yakin banyak pembeli yang berstatus
pedagang, mengingat produk Infinix resmi hanya dijual eksklusif secara
*online* melalui Lazada.


Sudah lumrah apabila suatu produk dirilis, maka orang-orang akan
mengharapkan banyak perbaikan dibandingkan produk pendahulunya. Di sini
mungkin akan terjadi banyak perdebatan. Selain *processor* yang lebih baik
dan sudah mendukung jaringan 4G, Infinix Hot 3 rasa-rasanya tidak banyak
membawa peningkatan spesifikasi dari seri sebelumnya, Infinix Hot 2. Malah
Infinix Hot 3 sudah bukan keluarga Android One layaknya Infinix Hot 2.
Padahal, salah satu alasan ditunggu-tunggunya Infinix Hot 2 dahulu adalah
karena jaminan *update* OS yang diberikan oleh Google pada
*smartphone* berlabel
Android One.


Peningkatan harga jual yang cukup signifikan dari Infinix Hot 2 yang saat
dirilis dahulu berbandrol Rp1.299.000 patut dicermati juga. Apakah ini efek
samping peralihan dari komponen Mediatek ke Qualcomm? Ataukah untuk memberi
ruang kepada Infinix Hot 3 versi 3G only yang masih mengandalkan
*processor* dari
Mediatek?


Kembalinya Infinix menggunakan tombol kapasitif pada Infinix Hot 3 (dengan
ikon jadul dan tanpa lampu latar), dibandingkan menggunakan *on-screen
button*, rasanya menjadi sebuah langkah mundur bagi Infinix.


Akhir kata, menurut Aa sih Infinix Hot 3 merupakan sebuah *smartphone* yang
cukup baik. Namun jika boleh berpendapat, ada baiknya jika harga jualnya
sedikit lebih ditekan lagi mengingat persaingan dari *smartphone* bergaransi
distributor sangatlah buas, hehe.


Yang pasti, Infinix sudah mulai punya tempat tersendiri di pasar
*smartphone* tanah air. Indikasinya ada dua saja: Pertama, saya tidak
pernah mengalami kesulitan menjual kembali *smartphone* Infinix yang saya
uji. Kedua, konon nama Infinix sudah mulai dicatut oleh brand *smartphone* lain
yang terkenal suka mendompleng nama dan desain *smartphone* laris. Sekian
*review* kali ini, terima kasih.


Hilmy
/* saya suka Gonta Ganti Hape <http://www.gontagantihape.com> */

-- 
===========
Saksikan drone Telkomsel dari Sabang hingga Merauke melalui video streaming 
interaktif selama 30 hari di >> tsel.me/elangnusa ‪#‎ElangNusa

---------------------
Toko Headphone & Earphone Terlengkap dan Terbaru
Kunjungi  >> http://bassaudio.net
----------------------
Kontak Admin, Twitter  @agushamonangan
-----------------------
FB Groups     :  https://www.facebook.com/groups/android.or.id

Aturan Umum  ID-ANDROID >> goo.gl/mL1mBT

==========
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "[id-android] Indonesian 
Android Community" dari Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Kunjungi grup ini di https://groups.google.com/group/id-android.

Kirim email ke