Menemani makan siang, izin share review smartphone yang satu ini ya...
Belum dijual sih, ya buat pertimbangan saja hehe...

Artikel di blog (foto lebih lengkap):
http://www.gontagantihape.com/2016/08/review-infinix-hot-s-indonesia-metal-fingerprint-terjangkau.html

Hasil Foto ada di:
http://www.gontagantihape.com/2016/08/hasil-foto-menggunakan-kamera-infinix-hot-s.html

Unboxing + Hands-on Video:
https://www.youtube.com/watch?v=BP2s4Wyszfc


---------------

[image: review Infinix HOT S Indonesia]
<https://4.bp.blogspot.com/-j2bzv4QP_qM/V6gOsY9jS9I/AAAAAAAAFcY/LGam0_Fn5o4dWFetO3urTVjn9PIGy5zoACLcB/s1600/00_2016_08_gontagantihape_com_047_review_infinix_hot_s_gold_006.jpg>


Sekitar dua minggu yang lalu, Infinix akhirnya merilis juga produk
*smartphone* terbaru mereka. Saya dapat sih undangan untuk menghadiri acara
*launching*-nya, namun apa daya status yang masih menjadi kuli di
perusahaan *startup* yang berlokasi di Bandung, lagi-lagi membuat saya tak
kuasa menghadirinya.


Awalnya saya mengira seri Note yang akan dirilis, mengingat setelah Zero 3,
Infinix sudah merilis juga seri HOT melalui HOT 3. Tapi, nyatanya malah
seri HOT lain lagi yang meluncur kali ini, ya *Infinix HOT S* yang santer
didengungkan di media sosial dengan tagar #HOTnewS dan #AllEyesOnMe.


Saat pihak Infinix menawarkan unit pinjaman untuk di-*review*, saya sempat
tak percaya. Lha, saya tak hadir di acara *launching*-nya, koq ditawari
pinjaman duluan? Yah mungkin sudah rezeki saya, saya ambil saja kesempatan
ini he.. he.. Kalau Infinix yang memberi pinjaman, saya sih senang. Tak
pernah ada 'pesan sponsor' atau larangan ini-itu, saya bilang mau
*compare* sama
produk lain saja mereka iya-iya saja lho!


Okelah, cukup pembukanya, kita langsung masuk bagian pertama ya, saya tahu
pasti sudah pada penasaran. Wajar, soalnya saat* review* ini saya tulis,
Infinix HOT S malah belum tersedia di pasaran. Yuk, kita *unbox* Infinix
HOT S ini!


Unboxing, Hands-on, dan First Impression Infinix HOT S

https://www.youtube.com/watch?v=BP2s4Wyszfc


Saya sarankan agar video di atas disaksikan sampai habis, karena ada
beberapa informasi yang mungkin tidak saya cantumkan di sini. Tapi tenang,
proses *unboxing* seperti biasa tetap saya abadikan melalui gambar. Silakan
dicek foto-foto berikut ini:


[image: review Infinix HOT S Indonesia]
<https://2.bp.blogspot.com/--U9distknVo/V6gOttb1n-I/AAAAAAAAFck/I1ef3L_JupAY292IkdFe5k9dAi6HQG3zQCLcB/s1600/00_2016_08_gontagantihape_com_047_review_infinix_hot_s_gold_009.jpg>

Infinix HOT S - Kotak kemasan penjualan yang baru



Infinix HOT S - Info pada belakang kotak


[image: review Infinix HOT S Indonesia]
<https://2.bp.blogspot.com/-XrMVbXwIXqI/V6gOtqMlYhI/AAAAAAAAFcc/Z9V_RoE0_GEZszMiVuLZlLoGfHqMAVeNACLcB/s1600/00_2016_08_gontagantihape_com_047_review_infinix_hot_s_gold_007.jpg>

Infinix HOT S - kelengkapan di dalam kotak penjualan


[image: review Infinix HOT S Indonesia]
<https://2.bp.blogspot.com/-wLrcW6dNJos/V6gOsZtQSaI/AAAAAAAAFcU/BM0zKXE7sRgL3DhcOQQH1o5dpgr8FTgVQCLcB/s1600/00_2016_08_gontagantihape_com_047_review_infinix_hot_s_gold_005.jpg>

Infinix HOT S - sisi bawah, dua *set* lubang, sebelah kanan adalah *speaker*


[image: review Infinix HOT S Indonesia]
<https://4.bp.blogspot.com/-rRba_4MULEY/V6gOrtMUBjI/AAAAAAAAFcM/qV1s4ryOWzQv17fBm8x6Ycn60SuDggFVgCLcB/s1600/00_2016_08_gontagantihape_com_047_review_infinix_hot_s_gold_002.jpg>

Infinix HOT S - sisi kanan, tombol *power* dan *volume rocker*



Infinix HOT S - sisi atas


[image: review Infinix HOT S Indonesia]
<https://1.bp.blogspot.com/-gOS72tN49Js/V6gOscr0ZdI/AAAAAAAAFcQ/x_y8HRd36Xw2RzLWotffC7eA5Wwu96EaACLcB/s1600/00_2016_08_gontagantihape_com_047_review_infinix_hot_s_gold_004.jpg>

Infinix HOT S - sisi kiri, ada *sim tray hybrid*



Infinix HOT S - kepala *charger* dengan kuat arus 1,5A



Saat pertama memegang *smartphone* *Infinix HOT S* ini, saya langsung
merapatkan jari ke bagian *backcover*-nya, ingin tahu sejauh mana *feels*
 bahan *metal*-nya di tangan. Kemudian saya mendapati diri saya terkejut
karena ini sebuah peningkatan besar buat Infinix untuk hal *build quality*,
bahkan dari produk terakhir mereka yang saya coba: Infinix HOT 3
<http://www.gontagantihape.com/2016/04/review-infinix-hot-3-lte-indonesia.html>
.


[image: review Infinix HOT S Indonesia]
<https://1.bp.blogspot.com/-2a_VqEDN5WM/V6gOrhFynZI/AAAAAAAAFcE/JwwxmFegqUgGFZjsD7MJeYkoakR3mAXiQCLcB/s1600/00_2016_08_gontagantihape_com_047_review_infinix_hot_s_gold_001.jpg>

Infinix HOT S - *backcover*-nya *metal* ih, ngeri kali!


Kualitas bahan dan *finishing*-nya saya rasakan sedikit lebih baik dan
lebih rapi daripada Xiaomi Redmi Note 3
<http://www.gontagantihape.com/2015/12/quick-review-xiaomi-redmi-note-3-indonesia.html>,
namun juga masih sedikit di bawah Meizu M3 Note
<http://www.gontagantihape.com/2016/05/unboxing-dan-quick-review-meizu-m3-note-indonesia.html>.
Bahkan, kemasannya pun sekarang menggunakan kotak ala-ala *smartphone* terkini,
tak lagi kemasan karton tipis seperti yang saya temukan pada Infinix HOT 2
<http://www.gontagantihape.com/2015/10/hands-on-first-impression-infinix-hot-2.html>
dan
3. *Nggak malu-maluin* lah buat ditenteng, meskipun saya yakin orang
kebanyakan masih asing dengan *brand* Infinix.


Telunjuk saya kemudian berhenti di satu lingkaran kecil di bawah kamera
Infinix HOT S. Ya, inilah dia *fingerprint scanner* alias pemindai sidik
jari yang diletakkan di bagian punggung *smartphone* ini. Ukurannya cukup
kecil, mengingatkan saya pada ukuran *fingerprint scanner* pada Coolpad Max
Lite
<http://www.gontagantihape.com/2016/06/review-coolpad-max-lite-indonesia.html>
 dan ZTE Blade A711
<http://www.gontagantihape.com/2016/02/mini-review-zte-blade-a711-indonesia.html>.
Sebisa mungkin ubah posisi jari dalam banyak kombinasi saat Anda merekam
sidik jari Anda agar tingkat kegagalan pemindaian dapat serendah mungkin.
Pengalaman sih kalau sensornya kecil, dan saat merekam posisi jarinya tidak
banyak berpindah, sering gagalnya.


[image: review Infinix HOT S Indonesia]
<https://1.bp.blogspot.com/-w0ygPcFeXvo/V6gOueBsWFI/AAAAAAAAFcw/tjGdyXYImAcGIsQzqWar0f1Tn6U3yribACLcB/s1600/00_2016_08_gontagantihape_com_047_review_infinix_hot_s_gold_011.jpg>

Infinix HOT S - *fingerprint scanner*



Kesan pertama yang cukup baik saya dapatkan dari sebuah *smartphone* yang
nantinya akan dijual seharga Rp 1.749.000,- saja. Oh ya, yang saya coba ini
adalah *Infinix HOT S* dengan varian RAM 2GB ya. Konon akan ada varian RAM
3GB yang akan dijual di harga Rp 2.199.000,-.



Infinix HOT S dalam Pemakaian Sehari-hari

Saat pertama saya gunakan, Infinix HOT S ini hanya mampu mengakses jaringan
2G dan 3G saja. Jangan heran, sejatinya Infinix HOT S adalah perangkat 4G,
hanya saja untuk mengikuti peraturan TKDN yang ada, di mana produk ini
belum selesai proses sertifikasinya, maka Infinix mengunci jaringan 4G pada
*smartphone* ini.


[image: review Infinix HOT S Indonesia]
<https://3.bp.blogspot.com/-OLsRY3JGLeE/V6gSB5K9rhI/AAAAAAAAFc8/PvAtF0DQuow61rUTnx3TYlPbwW5XQKAmQCLcB/s1600/Screenshot_20160802-120232.png>



Untungnya saat saya uji, masih dapat *update firmware* OTA sebesar 9 MB
yang ternyata membuka jaringan 4G-nya. Besar keyakinan saya bahwa *update
firmware* ini akan ditutup saat Infinix HOT S mulai tersedia di pasaran,
hingga saat sertifikasi TKDN telah berhasil nanti. Kurang lebih sama dengan
apa yang terjadi pada Infinix Zero 3 sepertinya.



[image: review Infinix HOT S Indonesia]
<https://2.bp.blogspot.com/-qRmHNnJCAp4/V6gSIEBFpWI/AAAAAAAAFdA/1SUsGW-WrooF5eaLtKmW_tmrnmVLPDXMACLcB/s1600/Screenshot_20160802-145901.png>

Infinix HOT S - taraaa, anak soleh kebagian 4G dong!



Saat saya coba pasangkan dengan *simcard* Smartfren di Cimahi, Infinix HOT
S tidak mampu menangkap sinyal 4G-nya. Waktu itu saya sama sekali tidak
melakukan *lock* 4G only atau mengubah APN untuk Smartfren. Begitu saya
ganti dengan *simcard* XL 4G sih tanpa kendala langsung muncul sinyalnya.
Kedua *simcard* pada Infinix HOT S dapat dipilih untuk internetan di
jaringan 4G. Ukuran kedua *simcard* yang digunakan adalah *micro-sim*.


Bahas soal *simcard*, *jadi keingetan ada kabar buruk*. Infinix HOT S ini
menggunakan *hybrid slot* pemirsa! Artinya saya harus bisa memanfaatkan
sebaik mungkin memori internalnya yang berkapasitas 16 GB. Soalnya, bagi
saya *dual-sim* sudah menjadi kewajiban.


Berikut ini saya tuliskan kesan-kesan saya terhadap bagian per bagian *Infinix
HOT S* setelah satu minggu dalam penguasaan.


*Layar*

Untuk urusan layar, Infinix HOT S tidak memiliki kendala berarti selain
lapisan depannya yang cukup reflektif. Dimensinya yang 5,2 inci terasa pas
sekali di tangan, sementara resolusinya yang memang sebatas HD 720p, sama
sekali tidak mengurangi kenyamanan saya saat memandang dan menggunakan
*smartphone* ini. Reproduksi warna cukup baik, meskipun tidak se-vibrant
*smartphone* lain yang sering saya puji layarnya saat sedang diulas.
Layarnya sudah memiliki lapisan pelindung Dragontrail, meskipun begitu saya
tak pernah punya nyali untuk uji gores pada layar *smartphone* apapun, he..
he..


[image: review Infinix HOT S Indonesia]
<https://1.bp.blogspot.com/-lWsTv-XJQMY/V6gSUg54FyI/AAAAAAAAFdM/j20XsoYhsuEj93ejVwzlQG5x9fEoPTaHQCLcB/s1600/00_2016_08_gontagantihape_com_047_review_infinix_hot_s_gold_012.jpg>

Infinix HOT S - layar yang cukup baik



*Baterai*

Dengan kapasitas baterai 3.000 mAh, Infinix HOT S mampu melenggang sehari
semalam dalam pemakaian normal ala saya (*screen-on time* sekitar tiga jam).


[image: review Infinix HOT S Indonesia]
<https://2.bp.blogspot.com/-eTvLAQzNfnw/V6gSdSkXFNI/AAAAAAAAFdQ/9VVGuSbi0Ok_f_5mPrftX7Ys_eGnOCjawCLcB/s1600/Screenshot_20160805-084730.png>


[image: review Infinix HOT S Indonesia]
<https://4.bp.blogspot.com/-OQrTwm-E4b4/V6gSdRlWrxI/AAAAAAAAFdY/Vwl0cO3fB3kuWqEd-Pa5-F0dSy-HMUADQCLcB/s1600/Screenshot_20160805-084740.png>

Infinix HOT S - data penggunaan baterai di jaringan 4G



Banyak orang yang menjadikan SOT (*Screen-on Time*) sebagai patokan
keawetan baterai, padahal menurut saya *screen-on time* hanyalah salah satu
faktor saja yang tidak bisa berdiri sendiri. Pada kenyataannya, *screen-on
time* saja tidak cukup menentukan tingkat ketahanan baterai suatu
*smartphone*. Coba saja pikir, *screen-on time* saat sebuah
*smartphone* digunakan
dengan tingkat kecerahan layar 20% pasti lebih baik daripada saat kecerahan
layar diatur menjadi 70% atau bahkan *auto*. Belum lagi jika
*smartphone* tersebut
hanya digunakan untuk *tethering*, *screen-on time* wajib gugur sebagai
skala pengukuran keawetan baterai.


Kembali ke Infinix HOT S, saya sengaja memutar video berjam-jam hanya untuk
mendapatkan angka *screen-on time* yang besar, dan bisa!



[image: review Infinix HOT S Indonesia]
<https://3.bp.blogspot.com/-2-V_Kbflw5I/V6gS6Vibx5I/AAAAAAAAFdk/nyUDgOV4biAOgQCECCnlTk9JxYN6P_8PgCLcB/s1600/Screenshot_20160806-205039.png>

Infinix HOT S - penggunaan dikondisikan biar *screen-on time* besar



Oh ya, selama menguji Infinix HOT S ini, saya melakukannya pada dua
kondisi, yaitu dengan menggunakan *simcard* XL 4G dan Tri 3G. Hasilnya
ternyata tak sesuai tebakan saya, saat menggunakan *simcard* 3G, ketahanan
baterainya sama saja, kurang lebih 24 jam dengan *screen-on time* kurang
lebih tiga jam.



Infinix HOT S - data penggunaan baterai di jaringan 3G


*Gaming*

Saat saya coba bermain *game *3D, bisa dikatakan Infinix HOT S mampu
memainkannya dengan lancar, walaupun konsekuensinya *backcover metal*-nya
terasa menghangat. *Game* seperti Beast Quest dan Big Bang dapat dimainkan
tanpa hambatan.


*Software Gyroscope*

Masih untuk bermain *game* 3D, tak lupa saya coba juga Infinix HOT S
memainkan *game* VR. Info yang saya dapat di media sosial, *smartphone* ini
memiliki sensor *gyroscope* dari *software*, bukan *hardware*. Klaim
Infinix Indonesia yang saya baca di twitter, menyatakan bahwa akurasinya
sudah mencapai 90% dari *gyroscope hardware*.


Saat saya gunakan bermain *game* Lamper VR, di mana saya bermain sebagai
serangga yang terbang menangkap bulir-bulir cahaya dan menghindari tanaman
pemangsa, rasanya tak ada beda dengan saat game yang sama saya mainkan di
*smartphone* dengan *gyroscope hardware*. Hasilnya pun sama juga, sepuluh
menit bermain sudah cukup membuat kepala pusing dan perut mual, ha.. ha..
Oh ya, *headset* VR yang saya gunakan adalah ANT VR.


*Kamera*

Kamera Infinix HOT S cukup kaya akan fitur. Selain *auto mode*, ada
*professional
mode* alias manual, *beautify*, panorama, dan *night mode*. Pengambilan
gambar menggunakan *gesture* maupun *smile-detection* juga ada. Menu
*self-timer* dinamakan *delay shot* dan kontrolnya terasa *intuitif* di
mana kita bisa menentukan lama *delay* dari sepanjang apa kita menarik ikon
panah ke bawah.


Resolusi kamera utama sudah sebesar 13 Megapixels, tertera melalui tulisan
di samping lensa utama pula, he.. he.. LED Flash belakang ada dua, tapi
warnanya senada, aneh juga. Kamera depan beresolusi 8 Megapixels dan
memiliki *soft* LED *flash* dan autofokus. Autofokus pada kedua kamera
Infinix HOT S cukup cepat. Sementara untuk kualitas hasilnya saya bahas
pada bagian lain di tulisan ini.


*Fingerprint Scanner*

Sensor atau *scanner* sidik jari pada Infinix Hot S berbentuk lingkaran
yang ditempatkan pada bagian punggung *smartphone* ini. Ini adalah lokasi
natural untuk telunjuk kita saat memegang sebuah *smartphone*. Kekurangan
dari penempatan *fingerprint scanner* di posisi ini adalah saat
*smartphone* diletakkan
di atas meja, maka kita harus mengambilnya untuk melakukan *unlock* dengan
sidik jari, kalau tidak maka kita harus membuka *smartphone* dengan metode
lain.


Ukuran *fingerprint scanner* pada Infinix HOT S ini sedikit kekecilan bagi
saya. Alhasil saat merekam sidik jari saya, sebisa mungkin berbagai
kemungkinan posisi jari harus dicoba agar tidak mudah gagal saat memindai
nantinya. Proses pemindaian hingga kunci *smartphone* terbuka cukup cepat,
namun terasa tidak secepat *smartphone* berpemindai sidik jari yang pernah
saya gunakan sebelumnya.


XOS Chameleon

Lanjut ke sisi OS, Infinix menghadirkan *custom* OS terbaru mereka, XOS
Chameleon 2.0 yang berbasiskan Android Marshmallow 6.0. Menurut saya ini
adalah *upgrade* besar dari XUI pada segi tampilan. Jadi mirip FlyMe OS
seingat saya. Mulai dari *toggles* di *notification bar* hingga tampilan
layar dan ikon pada bagian Setting. Ada fitur yang mengingatkan aplikasi
mana saja yang menguras baterai, mengingatkan saya pada FunTouch OS.
Sementara kehadiran *screen recording* makin melengkapi fitur yang berguna
bagi saya.


[image: review Infinix HOT S Indonesia]
<https://4.bp.blogspot.com/-zCjhLsU_2v8/V6gTpMRWpXI/AAAAAAAAFeY/JbExvtTz47MNFPO21IerC3rbPfjZhsPyACLcB/s1600/Screenshot_20160802-115320.png>



[image: review Infinix HOT S Indonesia]
<https://4.bp.blogspot.com/-hVFKqvDS4fM/V6gTfUwqdnI/AAAAAAAAFeM/MgQLQ17wi34pYqiAeJXMoBJcoCtXon_tgCLcB/s1600/Screenshot_20160802-115301.png>


[image: review Infinix HOT S Indonesia]
<https://2.bp.blogspot.com/-rEIJByJATqo/V6gTf-gC7HI/AAAAAAAAFeQ/wbejYu1An1cqpK1rGgNnuKVh3BmQ6FgrgCLcB/s1600/Screenshot_20160802-210627.png>



Bug pada XUI di mana aplikasi tidak dapat menampilkan teks yang berformat
cetak tebal alias *bold* sudah hilang. Jadi saya bisa membuka aplikasi
Gmail dan tahu *e-mail* mana saja yang belum saya baca.


XOS ini memiliki *application drawer*, tapi semua aplikasi yang kita miliki
tetap muncul di *homescreen* dan tak bisa disembunyikan, hmmm... Beberapa
fungsi *gesture* pun tak lupa dihadirkan Infinix pada XOS Chameleon,
seperti membalikkan ponsel untuk *mute* telepon masuk dan *double tap to
wake*.



Informasi Hardware Infinix HOT S

Berikut adalah informasi mengenai *hardware* alias jeroan Infinix HOT S
yang saya ambil menggunakan beberapa aplikasi pembantu (bukan pembantu
rumah tangga, *please* *deh*).


CPU-X



AIDA64



Sensor Box for Android

[image: review Infinix HOT S Indonesia, Kelengkapan Sensor]
<https://2.bp.blogspot.com/-bnJWfH52heU/V6gUFpZ7HhI/AAAAAAAAFfI/SwOZFvEvN_MUpQgnkTwQVBbeUUqtnKhVgCLcB/s1600/Screenshot_20160802-214103.png>

Infinix HOT S - Kelengkapan Sensor



Dan bagi yang menganggap skor *benchmark* adalah segalanya, berikut skor
*benchmark* sintetis yang dihasilkan oleh aplikasi *Antutu Benchmark*.


[image: review Infinix HOT S Indonesia, skor antutu benchmark]
<https://3.bp.blogspot.com/-nFmA4WBb9_o/V6gUKu72-zI/AAAAAAAAFfQ/4Nrd3jr4qicznqJcZYQgnTIil1lIaQ0wACLcB/s1600/Screenshot_20160802-221355.png>

Infinix HOT S - skor antutu benchmark



Hasil Foto Menggunakan Kamera Infinix HOT S

Jangan ditanya hasil kedua kamera Infinix HOT S pada kondisi cahaya
berlimpah ya, seperti kebanyakan *smartphone* terkini dengan resolusi
kamera yang besar, hasilnya memuaskan. Sayangnya hasil kamera pada kondisi
kekurangan cahaya terlihat ada bercak alias *noise*. Meskipun masalah
*noise* dapat diatasi dengan settingan manual yang tepat, namun bagi saya
kamera sebuah *smartphone* sejatinya tinggal pakai *cekrek-cekrek* gitu,
he.. he..


Cek langsung semuanya di artikel hasil foto menggunakan kamera Infinix HOT
S ini
<http://www.gontagantihape.com/2016/08/hasil-foto-menggunakan-kamera-infinix-hot-s.html>
 ya.



Plus dan Minus Infinix HOT SKelebihan Infinix HOT S

   1. Harganya menggiurkan, membanting beberapa *smartphone* *metal* ber-
   *fingerprint* lainnya.
   2. Ukuran layar 5,2 inch, tidak terlalu besar.
   3. Fiturnya cukup lengkap, sudah ada *fingerprint scanner*.
   4. Bahan *metal*-nya tidak terasa murahan, dan *finishing*-nya rapi,
   nyaman digenggam.
   5. XOS Chameleon yang sudah Marshmallow, lebih *intuitif*, cantiknya
   mirip FlyMe OS namun notifikasi tidak jadi telat.
   6. Kamera utama cukup baik, sudah 13 Megapixels, ada *night mode*
dan *manual
   mode* untuk mengatasi keluhan *lowlights* yang agak *grainy*.
   7. Kamera depan 8 Megapixels dengan *soft* LED *flash* dan autofokus.
   8. Posisi *speaker* di bawah sehingga tidak gampang tertutup, meskipun
   *speaker*-nya hanya sebelah. Kualitas suara tidak cempreng, tidak
   terlalu istimewa saat menggunakan *loudspeaker*, namun saat menggunakan
   *earphone* terasa enak untuk mendengarkan musik.
   9. Layar dengan reproduksi warna dan kecerahan yang baik.


Kekurangan Infinix HOT S

   1. Absennya hal-hal berikut: LED *notification*, *backlight* pada
*capacitive
   button*, dan sensor *gyroscope hardware*.
   2. Khusus sensor *gyroscope*, apabila dicek menggunakan aplikasi maka
   disebutkan hadir, namun sensornya hanyalah *software*, yang walaupun
   diklaim akurasinya 90% seperti *hardware*, tetap saja tidak tulen.
   3. Ukuran *fingerprint scanner* cukup kecil, harus pintar-pintar merekam
   sidik jari agar tidak banyak gagal saat digunakan.
   4. Kecepatan *fingerprint unlock* masih kurang cepat, tidak lelet banget
   tapi terasa lebih lama dari *smartphone* lain yang pernah saya coba.
   5. *Hybrid slot*! OMG! Infinix jadi latah sama merk sebelah soal slot
   ini, hiks.


Apa Kata Aa tentang Infinix HOT S

Tak henti-hentinya produsen *smartphone* sekarang ini mengeluarkan produk
yang masuk kategori *best value for money*. Infinix HOT S menurut saya
salah satunya. Bagaimana tidak, dengan harga jualnya yang hanya Rp
1.749.000,- kita sudah mendapatkan sebuah *smartphone* *metal* dengan
*fingerprint
scanner*, dan Android Marshmallow.


Bagi saya sendiri, Infinix HOT S berhasil memberikan impresi yang memuaskan.


Memang sih, Infinix ini rasanya doyan banget pakai *processor* Mediatek
MT6753. Dengan memasukkan Infinix HOT S, artinya sudah tiga produk di tiga
seri yang berbeda lho yang menggunakan *processor* ini: Infinix Zero 2
<http://www.gontagantihape.com/2015/08/review-infinix-zero-2-indonesia.html>
, Infinix Note 2
<http://www.gontagantihape.com/2016/01/full-review-infinix-note-2-indonesia.html>,
dan HOT S.


Bukannya jelek, namun *processor* ini sudah banyak dikeluhkan sebagai
penerus yang *downgrade*. *Processor* sebelumnya, Mediatek MT6752 punya
skor benchmark yang lebih tinggi karena punya *clockspeed* 1,7 GHz,
sementara MT6753 hanya 1,5 GHz. Pun soal keawetan baterai, sepengalaman
saya MT6752 lebih baik.


Jadi, seandainya kebanyakan orang tidak mempermasalahkan absennya LED
*notification*, *backlight* pada tombol kapasitif, serta *slot sim-card* dan
memori eksternal yang giliran, bisa jadi Infinix HOT S ini akan jadi barang
rebutan di pasar ponsel tanah air. Ya, rebutan antara pengguna *budget*
*smartphone* yang mau merasakan ponsel logam berpemindai sidik jari,
melawan pelapak yang ingin merasakan keuntungan dari memborong stok
*online* dan
dijual kembali secara *offline, *he.. he...


Maklum, produk Infinix selama ini selalu dijual melalui *channel online*,
Lazada kalau saya harus tembak langsung nama tokonya, he.. he.. Mungkin
inilah cara Infinix membuat harga produknya tetap terjangkau, memotong
biaya distribusi serta menggunakan komponen yang sama terus menerus (beli
*processor* yang sama agar lebih murah, mungkin?).


Nah, ada kabar kalau Infinix akan menjual Infinix HOT S Pro (versi RAM 3GB)
melalui *channel offline*. Kita tunggu saja ya.



Hilmy
/* saya suka Gonta Ganti Hape <http://www.gontagantihape.com> */

-- 
===========
Install  #MyTelkomsel Apps Terbaru dari Play Store
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.telkomsel.telkomselcm

---------------------
Toko Headphone & Earphone Terlengkap dan Terbaru
Kunjungi  >> http://bassaudio.net
----------------------
Kontak Admin, Twitter  @agushamonangan
-----------------------
FB Groups     :  https://www.facebook.com/groups/android.or.id

Aturan Umum  ID-ANDROID >> goo.gl/mL1mBT

==========
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "[id-android] Indonesian 
Android Community" dari Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Kunjungi grup ini di https://groups.google.com/group/id-android.

Kirim email ke