Izin share review smartphone Samsung ini ya... Tumben-tumbenan saya bisa
nyobain Samsung :D

Artikel di blog (foto lebih lengkap):
*http://www.gontagantihape.com/2016/09/review-samsung-galaxy-on7-indonesia.html
<http://www.gontagantihape.com/2016/09/review-samsung-galaxy-on7-indonesia.html>*

Hasil Kamera:
*http://www.gontagantihape.com/2016/09/hasil-foto-menggunakan-kamera-samsung-galaxy-on7.html
<http://www.gontagantihape.com/2016/09/hasil-foto-menggunakan-kamera-samsung-galaxy-on7.html>*


------------------

[image: review samsung galaxy on7 indonesia]
<https://1.bp.blogspot.com/-BasHmuIx3Pg/V-Cxum--LlI/AAAAAAAAGHI/3tiKg-Z6dkga6ndUQG9fLzouXfkTKomlwCLcB/s1600/00_2016_09_gontagantihape_com_056_review_samsung_galaxy_on7_indonesia_title.jpg>



Di Indonesia, nampaknya pengguna *smartphone* ikut terbagi menjadi dua
kelompok besar yang saling bertolak belakang. Kelompok pertama adalah
mereka yang bertahan pada cara konvensional saat hendak membeli
*smartphone* baru,
yaitu dengan datang ke pusat perbelanjaan elektronik dan berpindah dari
satu gerai ke gerai lain mencari harga terbaik sembari menimang-nimang
saran berbau promosi yang diberikan penjaga gerai atau *promotor* yang
'mangkal' di gerai tersebut. Mereka ini adalah kaum yang tak percaya dengan
penjual *online*, umumnya takut ditipu, atau mendapat barang palsu.


Sedangkan kelompok kedua adalah mereka yang gemar berbelanja *online*,
mengandalkan *review* produk yang mereka tonton di Youtube, mencari toko
*online* paling direkomendasikan dengan harga semurah mungkin untuk
mendapatkan produk *smartphone* yang spesifkasinya paling tinggi nilainya
apabila dibandingkan harganya. Bagi kelompok kedua ini, *brand-brand* pendatang
baru tak menjadi soal, meskipun *brand* baru ini hanya berjualan *online* atau
lumrah disebut *internet brand*. Bahkan, banyak orang yang langsung
nge-fans dengan *brand-brand* yang mengandalkan penjualan *online* ini,
karena merasa mereka benar-benar membayar untuk harga produk dan
spesifikasinya, bukan untuk biaya promosi sang *brand* produsen *smartphone*
.


Polarisasi dua jenis pengguna *smartphone* ini pastinya sudah tercium juga
oleh *brand* besar yang selama ini lebih menyasar kepada kelompok pertama.
Jika OPPO menjalankan strateginya untuk menggaet kelompok kedua dengan
membuat *second-brand* (atau *third-brand* mungkin?) OnePlus, Samsung yang
mulai melirik segmen pasar ini nampaknya masih sebatas coba-coba dengan
membuat varian tipe baru yang dikhususkan bagi para penggemar belanja
*online*.


*Jangan senang dulu...*


Keputusan Samsung membuat varian produk yang spesial untuk para *online*
*shopper* ini harusnya memang menjadi kabar bahagia. Mungkin banyak juga di
antara penggemar *internet brand* tadi yang hati kecilnya masih menjerit,
mendambakan Samsung, ingin memiliki produk bergengsi agar pergaulan dunia
nyata mereka bisa seganas di dunia maya.


Sayangnya, banyak hal yang dilakukan Samsung dengan varian terbarunya ini
yang menurut saya mah *absurd*, setidaknya untuk penjualannya di Indonesia.
Apa saja hal-hal *absurd* itu? Baca terus tulisan ini sampai habis ya,
karena dalam *review* kali ini, saya akan membuat bahasan tentang Samsung
Galaxy On7 dalam format yang sedikit berbeda.


ABSURD #1: Penamaan Samsung Galaxy On7

Dalam hal yang paling mendasar ini saja, saya sudah merasa Samsung Galaxy
On7 memiliki nama yang *absurd*.


Samsung saat ini sedang memberlakukan format penamaan baru bagi jajaran
*smartphone* mereka. Semua seri, kecuali Note, tak lagi menggunakan sebuah
kata sebagai penamaannya, melainkan cukup dengan sebuah huruf. Ada seri A,
C, E, J, S, dan V yang menutup umur seri Fame, Young, Grand, Mega, dan
lainnya.


Lalu muncullah seri yang hanya dijual *online*, seri On, dan dimulai dari
angka 7, Samsung Galaxy On7. *It doesn't add up to the others*. Beda
sendiri! Okelah, karena hanya dijual *online* sehingga diambil potongan
suku kata "On"-nya saja. Tapi, di Indonesia, On7 sudah kadung lekat pada
nama sebuah *band* musik asal Yogyakarta, Saepul on 7! Eh, Sheila on 7
maksud saya.


Kurang *absurd*? OK, sudah tahu kalau kode produk dari Galaxy On7 adalah
SM-G600FY? 600FY, GOOFY? Hahaha... *absurd* se-*absurd*-*absurd*-nya.



ABSURD #2: Harga dan Market Positioning Samsung Galaxy On7

*Absurd*! Ketika semua orang mengira Samsung akan memberikan produk yang
sama sekali berbeda dari segi harga, produk yang akan mampu membunuh
pembunuh *flagship*, Samsung menghadirkan produk dengan spesifikasi
tanggung, di harga yang tetap khas Samsung.


OK, anggaplah Samsung keras kepala soal *price-to-spec comparison*, yang
penting menang gengsi dan layanan purna jual. Tapi, masalahnya adalah
ketika dibandingkan dengan jajaran lain dari produk keluaran Samsung
sendiri, posisi Galaxy On7 ini jadi serba tak jelas.


Dijual dengan harga Rp 2.699.000,-, Samsung Galaxy On7 hanya sedikit lebih
murah dari Samsung Galaxy J5 2016, atau bahkan Samsung Galaxy A3 2016. Yang
mana kalau diadukan antar sesamanya, malah saling tikam, dengan tikaman
terbanyak akan diterima Samsung Galaxy On7. Kalau tikaman terdalam sih
masih tetap dipegang oleh tikamannya Gista Putri, ya maklum Gista mah meng-
*endorse* Galaxy Note 5, *gimana gak dalem*! Ha.. ha..


Maksud saya adalah, Samsung tak memberikan cukup diferensiasi bagi Samsung
Galaxy On7 untuk membuat perhatian orang banyak tertuju kepadanya. Mau cari
harga murah, seri J3 ke bawah lebih murah. Mau cari spek bagus, Galaxy J5
2016 lebih mumpuni di atas kertas. Bahkan jika mau cari *looks* yang keren,
Galaxy On7 ini *kebanting banget* oleh Galaxy A3 2016.


Satu-satunya diferensiasi Galaxy On7 adalah produk ini tak akan Anda
temukan di gerai toko *offline* di mana biasanya Anda berbelanja produk
*smartphone* Samsung. Dan mungkin, Anda malah akan bersyukur tak pernah
dipertemukan dengannya.


ABSURD #3: Spesifikasi Samsung Galaxy On7

*Internet brand* biasanya mampu menjual produk mereka lebih murah karena
dipangkasnya biaya *offline marketing* yang cukup besar. Selain itu mereka
juga biasa melakukan *outsourcing* layanan purna jualnya kepada mitra yang
juga sekaligus memegang layanan purna jual milik *brand* lain.


Samsung Galaxy On7 tidak begitu. Yang dipangkas tak hanya biaya *marketing*,
spesifikasi produk pun turut terpangkas banyak. Dengan harga Rp 2.699.000,-
maka Anda akan mendapatkan sebuah layar berjenis TFT, RAM tanggung 1,5 GB,
serta memori internal sempit 8 GB. Namun dengan harga segini pula, Anda tak
bisa mendapatkan nyala lampu untuk menerangi tombol kapasitif, pun untuk
notifikasi.


ABSURD #4: Timing Penjualan Galaxy On7

Galaxy On7 dijual pada masa di mana seri *smartphone* Samsung lainnya juga
banyak mengusung angka 7. Dimulai dari seri S yang memang sudah masanya
menggulirkan S7 dan S7 Edge. Sementara varian Galaxy A7 2016 dan J7 2016
pun ikut hadir walau angkanya tak menunjukkan urutan produk di serinya
masing-masing. Dan tak lupa, yang fenomenal, Galaxy Note 7 yang diloncatkan
(Samsung melewatkan Note 6) sebelum akhirnya di-*recall* akibat banyaknya
unit yang meledak akibat permasalahan pada baterainya.


Nah, mungkin bisa dibilang *klop* deh, *timing*-nya pas, selagi banyak seri
lain juga yang mengusung angka 7, Samsung mulai menjual Samsung Galaxy On7
di Indonesia. Namun jangan lupa, penjualan Galaxy On7 itu *online*,
calon-calon pembeli *online* biasanya mencari *review* atau spesifikasinya
terlebih dulu, juga secara *online*.


Celakanya, jika kita melakukan pencarian *online* untuk Samsung Galaxy On7,
maka di urutan teratas hasil pencarian yang selalu dikuasai situs GSMArena,
kita bisa lihat bahwa sudah hadir Samsung Galaxy On7 2016 dengan berbagai
peningkatan yang dibawanya. Sementara Samsung Galaxy On7 yang saat ini
dijual di Indonesia, tercatat dirilis pada tahun 2015! Masih mau bilang
*timing*-nya pas? Jangan dong, nanti Anda ikutan jadi *absurd* kaya Samsung
:D



Hands-on Samsung Galaxy On7

Terlepas dari semua ke-*absurd*-an di atas, marilah kita coba langsung saja
*smartphone* ini. Siapa tahu ada sisi terang yang baru bisa dirasakan saat
*smartphone* ini kita genggam dan gunakan.


[image: review samsung galaxy on7 indonesia]
<https://3.bp.blogspot.com/-_2nkusr2WI4/V-Cx7BxOVuI/AAAAAAAAGH8/_yuAfRNPXlI2yiJMexUfYLIEbyd2fMa-gCLcB/s1600/00_2016_09_gontagantihape_com_056_review_samsung_galaxy_on7_indonesia_013.jpg>

Samsung Galaxy On7 - Layarnya tetap baik walau berjenis TFT



Samsung Galaxy On7 - sisi atas, lengang, selengang... ah sudahlah..



Samsung Galaxy On7 - sisi kanan, terdapat tombol *power*



Samsung Galaxy On7 - sisi kiri terdapat *volume rocker*


[image: review samsung galaxy on7 indonesia]
<https://1.bp.blogspot.com/-4nsmDV50SGU/V-Cx6QRz7YI/AAAAAAAAGH0/ebBxTy7wW08qwGAiYBoAAo66BE2iEVAsQCLcB/s1600/00_2016_09_gontagantihape_com_056_review_samsung_galaxy_on7_indonesia_010.jpg>

Samsung Galaxy On7 - sisi bawah, *port micro *USB, mikrofon, *jack audio* 3,5
mm


[image: review samsung galaxy on7 indonesia]
<https://1.bp.blogspot.com/-7_z79fSiZUw/V-Cx5jrMHpI/AAAAAAAAGHk/6PS0rSBqQa8o8bwyznVRuOHLLToKM3ergCLcB/s1600/00_2016_09_gontagantihape_com_056_review_samsung_galaxy_on7_indonesia_008.jpg>

Samsung Galaxy On7 - sisi belakang



Samsung Galaxy On7 - saat layar padam




Berbicara soal bentuknya, Samsung Galaxy On7 ini sangat kentara memiliki
desain yang sangat khas Samsung. Sisi depannya nampak sangat mirip dengan
Samsung Galaxy Note 4, sementara sisi belakangnya terlihat seperti seri
Galaxy A tahun 2015 berkat susunan lubang *speaker*, kamera, dan LED
*flash* yang
serupa.


Material plastik masih menjadi bahan utama Samsung Galaxy On7 ini. Meskipun
*list* pinggirnya sudah dicat *chrome* agar terlihat seperti metal, namun
di tangan terasa jelas plastik. Pun demikian dengan *backcover*-nya yang
diberi tekstur kulit ala-ala Galaxy Note 3.


*Overall*, desain Samsung Galaxy On7 ini ya Samsung *banget*, dipastikan
akan mampu menarik perhatian orang di sekitar kita, terutama ibu-ibu arisan
sosialita. *Feels*-nya di tangan terasa nyaman dan aman, tak takut jatuh
karena licin. Bobotnya cukup ringan sehingga *smartphone* ini tidak cukup
terasa kokoh. Saat menyentuhkan kedua jempol untuk mengetik, layarnya
terasa lembut walaupun terasa kuat aroma plastiknya.



Samsung Galaxy On7 dalam Pemakaian Sehari-hari

Dalam pemakaian sehari-hari ala saya, Samsung Galaxy On7 nyaris tak menemui
kendala berarti. Saya yang jarang bermain *game*, dan lebih senang membuka
*laptop* daripada ponsel saat di jam kerja, membuat pengujian Samsung
Galaxy On7 terasa datar-datar saja.


[image: review samsung galaxy on7 indonesia]
<https://4.bp.blogspot.com/-NOQSl4lyWbk/V-Cx4l7_rmI/AAAAAAAAGHY/rNC2zdu5tsw_Howw_tIbWxcjaH9ZoPI-wCEw/s1600/00_2016_09_gontagantihape_com_056_review_samsung_galaxy_on7_indonesia_006.jpg>

Samsung Galaxy On7 - tekstur kulit pada *backcover*



Samsung Galaxy On7 - baterai 3.000 mAh-nya dapat dilepas



Maksudnya datar, tidak ada kendala berarti, dan juga tidak ada yang membuat
saya merasa terkesan sehingga membuat sedikit-sedikit *pengen* buka ponsel.
Alhasil, baterai 3.000 mAh milik Samsung Galaxy On7 ini pun bisa melenggang
dari sejak lepas *charger* dini hari saat saya bangun, hingga malam jelang
saya tidur. Daya tahan baterainya saya rasakan sebatas cukup saja, tidak
kuat lama. Terbukti dari *screen-on-time* yang angkanya kecil-kecil,
menunjukkan saya jarang pakai *smartphone* ini. Jarang dipakai plus
penggunaan *processor* Snapdragon 410, processor kelas *entry-level* dari
Qualcomm, seharusnya sih mampu menembus 24 jam menurut saya.


[image: review samsung galaxy on7 indonesia]
<https://3.bp.blogspot.com/-LNqlvw-izjE/V-C2OxlxPRI/AAAAAAAAGIU/CCI_ae_uEBgw6m3NOq1ybc4x2d8mzyWagCLcB/s1600/Screenshot_2016-09-15-19-40-49.png>



[image: review samsung galaxy on7 indonesia]
<https://4.bp.blogspot.com/-POXyrFf5FvQ/V-C2PJQBV1I/AAAAAAAAGIY/u72NE0iytVg17iOSnEScdVt2ABwONO33gCLcB/s1600/Screenshot_2016-09-17-17-22-37.png>



Salah satu penyebab jarangnya ponsel ini saya pakai mungkin karena tak
adanya LED *notification*, sehingga saya tidak merasa ada yang perlu saya
lihat pada *smartphone* saya. Padahal, begitu layar saya nyalakan, puluhan
notifikasi sudah *nangkring* di sana, hehe.


Pernah saya coba untuk bermain *game* dengan grafis 3D, Beast Quest. Dan
hasilnya Samsung Galaxy On7 ini masih mampu memainkannya dengan baik di
beberapa kesempatan. Kenapa saya sebut beberapa kesempatan? Karena ada saat
di mana *smartphone* ini mengalami *freeze*, ya *freeze*, bukan *lag*!
Kejadian *freeze* selama tiga hingga lima detik pernah saya alami saat
memainkan *game* dan juga membuka *browser* Chrome, serta aplikasi media
sosial Instagram. Entah apa penyebabnya, untunglah hanya sesekali dan tak
hingga *hang* lama, sehingga penggunaan bisa saya lanjutkan.


Saat ini Samsung Galaxy On7 masih berjalan di atas Android Lollipop 5.1,
dan saya tak tahu akan mendapat *software update* sampai sejauh mana.


[image: review samsung galaxy on7 indonesia]
<https://4.bp.blogspot.com/-l_ANXx4fnXY/V-Cx4tbqAzI/AAAAAAAAGHc/hoH6LOCYpVI9bXii0U_xTDbI7YDlT2a1QCEw/s1600/00_2016_09_gontagantihape_com_056_review_samsung_galaxy_on7_indonesia_005.jpg>

Samsung Galaxy On7 - tak ada LED *notification*


[image: review samsung galaxy on7 indonesia]
<https://3.bp.blogspot.com/-chqOOf2sCow/V-Cx4-cuXmI/AAAAAAAAGHg/HXCiGIcJDYIjhVgH95tRVcoSN0dUjXA5wCEw/s1600/00_2016_09_gontagantihape_com_056_review_samsung_galaxy_on7_indonesia_004.jpg>

Samsung Galaxy On7 - tombol kapasitif tak menyala



Layar Samsung Galaxy On7 yang masih menggunakan panel TFT tidak jadi
masalah berarti buat saya, reproduksi warna masih terlihat baik. Sayangnya
pada tombol kapasitif di bawah layar tidak ada *backlight*. Oh *come
on* Samsung,
ikut-ikutan jualan di internet bukan berarti harus mengikuti pula kebiasaan
salah satu *internet brand* yang senang menyunat lampu latar dan lampu
notifikasi.



Samsung Galaxy On7 - *backcover* dapat dibuka


[image: review samsung galaxy on7 indonesia]
<https://2.bp.blogspot.com/-QhuNmnSOwp8/V-Cx36r4Q5I/AAAAAAAAGHQ/Zm6K41o22EA9e5wc8GtU3Z0sfuXBd-rlgCEw/s1600/00_2016_09_gontagantihape_com_056_review_samsung_galaxy_on7_indonesia_001.jpg>

Samsung Galaxy On7 - *slots*!



Untungnya untuk masalah *slot sim-card*, Samsung tak latah menggunakan *hybrid
slot* pada Galaxy On7. Dua buah *slot micro-sim* hadir ditemani *dedicated
micro-SD slot*. Posisi slot *micro*-SD ini menumpang di atas *slot
micro-sim* yang pertama. Ditemani baterai yang dapat dilepas, dan *feels* dalam
genggaman yang nyaman, ketiga hal ini menjadi nilai plus Samsung Galaxy On7
yang dapat saya temukan.


Sisanya, sulit sekali menemukan lagi nilai plus dari Samsung Galaxy On7.
Bagaimana tidak, dengan harga setara produk Infinix paling mahal, Zero 3,
Samsung memberikan spesifikasi yang bahkan nyaris tak mampu mengimbangi
seri kelas terbawah Infinix, Hot 3. Samsung menyuplai Galaxy On7 dengan RAM
1,5 GB, ROM 8 GB dan *processor* Qualcomm Snapdragon 410 di harga 2,7 juta.
Sementara Infinix membekali Hot 3 dengan RAM 2 GB, ROM 16 GB dan
*processor* Qualcomm
Snapdragon 415 pada level harga 1,6 juta. Sama-sama mempunyai baterai
berkapasitas 3.000 mAh, Samsung Galaxy On7 hanya unggul di resolusi kamera
yang sudah 13 Megapixels, berbanding dengan kamera 8 Megapixels yang
dimiliki Infinix Hot 3.


Samsung punya satu alasan buat berkelit, mereka bisa dengan mudah mengklaim
kalau layanan purna jual mereka lebih baik dari para *internet brand*.
Asalkan kuat mengantri panjang, para calon pembeli boleh deh mengutamakan
produk-produk Samsung demi alasan purna jual ini.



Informasi Hardware Samsung Galaxy On7

Berikut adalah informasi *hardware* Samsung Galaxy On7 yang saya ambil
menggunakan aplikasi pihak ketiga. Sebelum Anda kaget, saya kasih bocoran
deh, Anda takkan percaya dengan hasil *capture* aplikasi Sensor Box for
Android di bawah, he.. he..


CPU-Z:



AIDA64:




Sensor Box for Android:


Samsung Galaxy On7 - Kelengkapan sensor


Antutu Benchmark:


Samsung Galaxy On7 - Skor Antutu Benchmark




Hasil Foto Kamera Samsung Galaxy On7

Kualitas kamera *smartphone* ini dapat Anda lihat di artikel hasil foto
menggunakan kamera Samsung Galaxy On7
<http://www.gontagantihape.com/2016/09/hasil-foto-menggunakan-kamera-samsung-galaxy-on7.html>
berikut
ini. Saya lupa tak mengambil foto *selfie *nih, maaf kalau kali ini Anda
terpaksa harus merindukan *selfie *saya, ha.. ha.. ha..



Plus dan Minus Samsung Galaxy On7
Kelebihan Samsung Galaxy On7:

   - Gak malu-maluin dibawa ke *mall* atau arisan.
   - *Dual-sim* 4G dengan *dedicated micro-SD slot*.
   - Baterai yang bisa dilepas.
   - Nyaman dalam genggaman.


Samsung Galaxy On7 - kelebihannya.

Kekurangan Samsung Galaxy On7:

   - Terlalu *absurd*. :D


Apa Kata Aa tentang Samsung Galaxy On7

[image: review samsung galaxy on7 indonesia]
<https://1.bp.blogspot.com/-w_0mP7b1Utg/V-Cx5tzv7vI/AAAAAAAAGHs/96-YZOQQ_agDr5V_XkNAz80NltDR0NE2QCEw/s1600/00_2016_09_gontagantihape_com_056_review_samsung_galaxy_on7_indonesia_007.jpg>

Samsung Galaxy On7 - tampak berkilau buat ibu-ibu arisan. :D


Menurut saya, Samsung Galaxy On7 wajib dimiliki jika Anda adalah:

   1. Orang yang senang dengan hal-hal yang *absurd*
   2. Ibu-ibu arisan yang belum kebeli iPhone, dan harus punya Samsung
   layar gede.

Mengerti? :D



Hilmy
/* saya suka Gonta Ganti Hape <http://www.gontagantihape.com> */

-- 
===========
Install  #MyTelkomsel Apps Terbaru dari Play Store
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.telkomsel.telkomselcm

---------------------
Toko Headphone & Earphone Terlengkap dan Terbaru
Kunjungi  >> http://bassaudio.net
----------------------
Kontak Admin, Twitter  @agushamonangan
-----------------------
FB Groups     :  https://www.facebook.com/groups/android.or.id

Aturan Umum  ID-ANDROID >> goo.gl/mL1mBT

==========
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "[id-android] Indonesian 
Android Community" dari Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke id-android+unsubscr...@googlegroups.com.
Kunjungi grup ini di https://groups.google.com/group/id-android.

Kirim email ke