Izin share review smartphone terbaru ASUS ini ya...

Artikel di blog (foto lebih lengkap):
http://www.gontagantihape.com/2016/11/review-asus-zenfone-3-max-indonesia-esensial-di-dua-jutaan.html

Hasil Kamera:
http://www.gontagantihape.com/2016/11/review-hasil-kamera-asus-zenfone-3-max.html

Unboxing + Hands-on Video:

*https://www.youtube.com/watch?v=zR4T71dzOs8
<https://www.youtube.com/watch?v=zR4T71dzOs8>*

------------------------

[image: review ASUS Zenfone 3 Max Indonesia]
<https://3.bp.blogspot.com/-uV2rho6Tw3Q/WBfNGEXmG1I/AAAAAAAAGkA/mxn6Ms9XlP8X9TxdSAZLhm8wSfIRdiV4QCLcB/s1600/title_video_067r.jpg>



Sebetulnya, sudah sejak agak lama saya melihat beberapa penjual memasang
ASUS Zenfone 3 Max di etalase atau lapak *online* mereka. Namun, saya belum
memutuskan mencobanya karena pada saat itu, semua penjual hanya memiliki
stok yang bergaransi distributor. Bukan masalah layanan purna jualnya yang
jadi pertimbangan saya, melainkan harga jual kembalinya andaikata saat saya
selesai mencoba *smartphone* ini, lalu barang yang sama dengan garansi
resmi sudah hadir.


Hanya ada dua kemungkinan yang dapat terjadi saat itu, harga barang
bergaransi distributor anjlok, sehingga saya akan menjualnya kembali dengan
selisih kerugian yang besar, atau kemungkinan terburuk adalah bahkan untuk
mendapatkan peminat yang mau menawar saja saya akan kesulitan.


Ini karena ASUS bukan Xiaomi. Orang membeli produk ASUS pasti ingin yang
bergaransi resmi. Hal yang sama tidak berlaku untuk produk Xiaomi, banyak
orang (termasuk saya) masih dengan sukarela membeli produk bergaransi
distributor karena dua alasan: selisih harganya terpaut cukup jauh, atau
produk tersebut memang takkan tersedia secara resmi di Indonesia dan saya
yakin Anda sudah tahu kenapa.


Untungnya sekitar dua minggu yang lalu, saya membaca sebuah *tweet*
dari Om Herry
SW <https://www.twitter.com/herrysw> di linimasa yang menyebutkan di
beberapa *marketplace* sudah dijual ASUS Zenfone 3 Max bergaransi resmi.
Tak menunggu lama, saya segera melakukan pencarian di salah satu
*marketplace* berwarna hijau dan mendapati memang benar sudah banyak yang
menjual *smartphone* ini dengan foto kotak kemasan produk yang ditempeli
stiker TAM. Semua penjual baru menawarkan varian warna *grey* dengan
kombinasi RAM 2 GB dan memori internal 16 GB.


Segeralah saya mengurutkan hasil pencarian berdasarkan harga yang termurah,
lalu saya tanyakan kepada beberapa penjual apakah bisa dikirim hari itu
juga, mengingat hari tersebut adalah Hari Minggu. Gayus berambut, eh gayung
bersambut, penjual yang memasang harga terendah menyatakan siap kirim hari
itu juga, yang membuat saya terlena akan janji manisnya dan segera
melakukan pembayaran. Kenapa saya menulis begitu? Karena kenyataannya, saat
keesokan harinya saya menanyakan status pengiriman, penjual baru meminta
maaf dan menyatakan semua agen JNE yang biasa dia gunakan untuk melakukan
pengiriman, tutup cepat pada Hari Minggu itu. Sehingga, pada akhirnya
pengiriman dilakukan pada Hari Senin, padahal saya sudah *bela-belain* membayar
lebih saat memilih menggunakan metode pengiriman YES.


Oh ya, saya mendapatkan ASUS Zenfone 3 Max ini seharga Rp2.075.000,- saja
di penjual JJ Store PGC, dan saya baru tahu kalau harga resminya adalah
sebesar Rp2.199.000,- beberapa saat sebelum melakukan unboxing. Wah,
lumayan juga selisihnya ya!



Unboxing ASUS Zenfone 3 Max

Seperti biasa tentunya, ritual *unboxing* saya abadikan melalui sebuah
video singkat. Mohon maaf jika pada video ini Anda merasa silau, saya masih
mencoba-coba *setting* pencahayaan memanfaatkan *tools* atau *gear* sederhana
yang saya miliki. Hasil dari coba-coba, video yang saya buat jadinya kadang
terlalu gelap, kadang terlalu silau, he.. he.. he..


*https://www.youtube.com/watch?v=zR4T71dzOs8
<https://www.youtube.com/watch?v=zR4T71dzOs8>*


Dan kemilau silau ini ternyata berlanjut pada hasil foto pasca prosesi
*unboxing* di bawah ini. *Fixed* lah ini mah, memang salah *setting*
pencahayaan,
bukan kameranya. Heuheu...


[image: review ASUS Zenfone 3 Max Indonesia]
<https://4.bp.blogspot.com/-mhwgP-F1FRU/WBfNlcOH5qI/AAAAAAAAGlA/wSqbfw-fMCQ4AzI1cT6fY0I4eZAjZyEkACLcB/s1600/00_2016_11_gontagantihape_com_067_review_asus_zenfone_3_max_016.jpg>

ASUS Zenfone 3 Max - kotak kemasan penjualan


[image: review ASUS Zenfone 3 Max Indonesia]
<https://3.bp.blogspot.com/-MgMM-TA8jfs/WBfNlfLtgcI/AAAAAAAAGk8/0cGFm4gaLswM1fIG1JfmOwWGq9Y3VBdUQCLcB/s1600/00_2016_11_gontagantihape_com_067_review_asus_zenfone_3_max_015.jpg>

ASUS Zenfone 3 Max - kelengkapan dalam kotak penjualan



ASUS Zenfone 3 Max - kepala *charger* dengan kuat arus 2A dan tegangan 5v



ASUS Zenfone 3 Max - dibekali kabel OTG *adapter*, bisa dipakai mengisi
daya ponsel lain


[image: review ASUS Zenfone 3 Max Indonesia]
<https://1.bp.blogspot.com/-aLJUgc7UPqY/WBfNkDJWe1I/AAAAAAAAGko/nFv-x_JLE3AiKMSAMvbzDMmNgGp0CcwVQCLcB/s1600/00_2016_11_gontagantihape_com_067_review_asus_zenfone_3_max_011.jpg>

ASUS Zenfone 3 Max - tampak depan


Pada saat merekam video *unboxing*, saya sempat menyebutkan kalau ASUS
Zenfone 3 Max ini desainnya memang tak begitu *original*. Saya sampai
menuliskan plesetan kalau yang saya *unbox* ini adalah ASUS Redmi Note 3
atau ASUS M3 Note. Plesetan yang sayangnya tidak banyak dimengerti oleh
*viewers* video tersebut, sehingga ada beberapa dari mereka yang mencoba
meralat dengan mengatakan saya melakukan *typo error*, ha.. ha..



Kesan Pertama pada ASUS Zenfone 3 Max

Memang ASUS Zenfone 3 Max ini sisi belakangnya sangat mirip dengan Xiaomi
Redmi Note 3
<http://www.gontagantihape.com/2015/12/final-review-xiaomi-redmi-note-3.html>,
sementara depannya pada awalnya saya rasa cukup mirip dengan Meizu M3
series. Namun, dalam beberapa kesempatan pemakaian, saya malah merasa
*smartphone* ini semakin mirip dengan iPhone 6.



ASUS Zenfone 3 Max - sisi kiri


[image: review ASUS Zenfone 3 Max Indonesia]
<https://1.bp.blogspot.com/-kpo3Z3GXSW8/WBfNjcODWDI/AAAAAAAAGkg/VBpkjO68gLUGAZxVKUWdQ-YSCXUiON43QCEw/s1600/00_2016_11_gontagantihape_com_067_review_asus_zenfone_3_max_009.jpg>

ASUS Zenfone 3 Max - sisi kanan



ASUS Zenfone 3 Max - sisi bawah



ASUS Zenfone 3 Max - sisi atas



ASUS Zenfone 3 Max - sisi belakang


Saat pertama memegang bagian belakang ASUS Zenfone 3 Max, saya merasa kesan
*metal*-nya tidak begitu terasa. Kebetulan pada saat yang sama, saya
membandingkannya dengan Xiaomi Redmi Note 3 Pro
<https://www.youtube.com/watch?v=gQbL1SCK1F0> yang menurut saya feels
metal-nya pun biasa saja. Sebagai informasi, berikut adalah beberapa
*smartphone* yang *feels metal*-nya terasa kentara dan baik saya rasakan: Meizu
M3 Note
<http://www.gontagantihape.com/2016/05/unboxing-dan-quick-review-meizu-m3-note-indonesia.html>
, Vivo V3 <https://www.youtube.com/watch?v=aQyx5psXWqU>, Xiaomi Redmi Note 4
<http://www.gontagantihape.com/2016/09/review-xiaomi-redmi-note-4-indonesia.html>
, Xiaomi Mi 5s <https://www.youtube.com/watch?v=nBC4OC9rid8>.


Saya sempat meragukan bahwa *backcover* dari *smartphone* ini terbuat dari
*metal*. Namun, ketika subuh-subuh saya memegangnya dan suhunya terasa
dingin, serta ketika saya coba bermain *game* dan suhunya terasa
menghangat, keraguan saya pun sirna. Satu hal tak luput menjadi ciri khas
*smartphone* berbahan *metal*, ASUS Zenfone 3 Max juga sangat licin saat
dipegang maupun saat diletakkan di meja atau di jok mobil.


[image: review ASUS Zenfone 3 Max Indonesia]
<https://1.bp.blogspot.com/-SxWfKjrKpxw/WBfNhzlEmUI/AAAAAAAAGlU/qcKPeBTbVYoY0vHBxccV-KAZnGzqbVhUACEw/s1600/00_2016_11_gontagantihape_com_067_review_asus_zenfone_3_max_003.jpg>

ASUS Zenfone 3 Max - posisi *fingerprint scanner*



Bagian depan ASUS Zenfone 3 Max adalah bagian paling aktraktif dari
*smartphone* ini. Layarnya hitam pekat. Bahkan, saat menyala pun, *navigation
bar* berwarna hitam terasa menyatu dengan *body* depan keseluruhan. Hal ini
mungkin tak bisa Anda dapatkan pada varian Zenfone 3 Max warna lain yang
sayangnya seperti desain beberapa *smartphone* dari *brand* lain,
menggunakan *bezel* tipuan.


Dimensi layar ASUS Zenfone 3 Max sebesar 5,2 inci terasa pas bagi saya.
Lengkung 2.5D di sekeliling tepian layar mampu membuat *smartphone* ini
terlihat menawan dan semakin ramah dalam genggaman. Resolusi layar HD 720p
tak membawa masalah, rasanya nyaman-nyaman saja dan cukup tajam. Padahal,
belakangan ini saya terbiasa menggunakan *smartphone* dengan resolusi Full
HD 1080p dengan dimensi 5,5 inci.


Dengan semua spesifikasi fisik dan jeroan yang dibawa oleh ASUS Zenfone 3
Max, saya kira ada sebuah *smartphone* yang di atas kertas jadi pesaing
paling sebanding dan identik, Infinix Hot S! Apakah ASUS Zenfone 3 Max akan
mampu mengungguli pesaingnya itu? Mengingat harga yang ditawarkan terpaut
selisih yang signifikan. Lahap dan baca terus tulisan ini agar Anda bisa
menyimpulkan jawaban dari pertanyaan tersebut ya!



ASUS Zenfone 3 Max dalam Penggunaan Sehari-hari

Kembali menggunakan produk ASUS berarti kembali menggunakan OS Android
dengan modifikasi berat ala Zen UI. Untungnya sekarang ASUS bermurah hati
dengan mengizinkan kita menghapus *segambreng bloatware* yang disertakannya.


Betul memang bahwa Zen UI bukanlah *customized UI* favorit saya. Pilihan
ikon aplikasi standar, ikon tombol navigasi, gaya dari *notification drawer*,
hingga susunan menunya tak penah saya kagumi. Namun demikian, Zen UI
sebetulnya memiliki fungsional yang baik. Saya sangat suka dengan *application
drawer* Zen UI yang dapat mengelompokkan aplikasi-aplikasi yang baru kita
pasang ke dalam kategori tertentu secara otomatis. Kita pun bisa
mengurutkan daftar aplikasi berdasarkan frekuensi pemakaian. Selain itu,
kita bisa masuk ke mode penyuntingan pada daftar aplikasi, untuk kemudian
menghapus banyak aplikasi secara berurutan, tanpa perlu satu-persatu kita
seret ke bagian atas layar, masuk kembali ke *application drawer*, lalu
seret lagi dan lagi, seperti kebanyakan *smartphone* Android pada umumnya.


Satu yang paling saya suka dari Zen UI adalah *shortcut* untuk melakukan
*screenshot*, yaitu cukup dengan melakukan tekan dan tahan tombol *recent
apps* hingga *screenshot* berhasil diambil.


Oh ya, sebagai informasi, ASUS Zenfone 3 Max sudah menggunakan OS Android
6.0 Marshmallow lho! Untuk urusan *update* OS, sejauh ini ASUS cukup rajin
menggulirkan pembaharuan untuk *device* mereka. Pada hari di mana artikel
ini saya tulis, saya telah membaca bahwa ASUS Padfone S yang notabene
adalah perangkat yang dirilis dua tahun lalu, mendapat *update* OS
Marshmallow lho!


*Fingerprint scanner* yang dimiliki ASUS Zenfone 3 Max terletak pada
punggung dari *smartphone* ini. Pada awalnya saya kurang terbiasa
menggunakannya karena saat membuka kunci layar, ponsel ini tak memberi
*feedback* berupa getaran. Namun, setelah beberapa hari digunakan, saya tak
lagi memiliki masalah dengan proses ini, dan saya nilai akurasi dan
kecepatan dari sensor sidik jari ini baik.


[image: review ASUS Zenfone 3 Max Indonesia]
<https://2.bp.blogspot.com/-zU3vC0b9bzs/WBfNlwuOyHI/AAAAAAAAGlU/XIZe0tPICDUHEhlTh0-9ZVklP8JN8eBewCEw/s1600/00_2016_11_gontagantihape_com_067_review_asus_zenfone_3_max_018.jpg>

ASUS Zenfone 3 Max - Zen UI


Dibekali baterai berkapasitas 4.100 mAh, ASUS Zenfone 3 Max dapat
melenggang dengan mudah menembus 24 jam pemakaian di tangan saya. Rata-rata
sih baterainya baru mencapai kapasitas di bawah 10% setelah digunakan
hampir tiga puluh jam, dengan *Screen-on Time* dua hingga tiga setengah
jam. Rasanya memang tak sehemat Xiaomi Redmi 3X
<http://www.gontagantihape.com/2016/08/review-xiaomi-redmi-3x-panggil-namaku-3x.html>
(sama-sama
berbaterai 4.100 mAh) atau bahkan Xiaomi Mi 5s
<http://www.gontagantihape.com/2016/10/review-xiaomi-mi-5s-indonesia.html>
(hanya
3.100 mAh) saya dulu yang dengan pola pemakaian yang sama mampu bertahan
antara 36-48 jam.


[image: review ASUS Zenfone 3 Max Indonesia]
<https://2.bp.blogspot.com/-pR8wQZbvARM/WBgKRjyC82I/AAAAAAAAGmQ/7jKfyUsCvA8HdYckYLhniFWskzx7CiJ4QCLcB/s1600/Screenshot_20161031-204524.jpg>

ASUS Zenfone 3 Max - daya tahan baterai



ASUS Zenfone 3 Max - *Screen-on Time*



Namun, di ASUS Zenfone 3 Max ini saya memasang sebuah aplikasi yang sudah
lama sekali tak saya gunakan, yaitu BBM. Bisa dilihat bahwa untuk kategori
*software*, aplikasi ini berada di urutan paling atas sebagai pemakan daya.
Mungkin inilah yang membuat Zenfone 3 Max belum mampu menyamai rekor saya
di *smartphone* lainnya.


Dibekali kepala *charger* dengan kuat arus 2A, proses pengisian baterai
dari kondisi 8% ke 98% memakan waktu sekitar dua jam. Normal lah.


Demi menjajal kemampuan ASUS Zenfone 3 Max saat diajak bermain *game*, saya
sampai ketagihan bermain *game* balap yang satu ini: Micro Machines. Sejauh
ini tidak ada kendala berarti saat *smartphone* ini saya gunakan bermain
*game* secara terus menerus antara tiga puluh hingga sembilan puluh menit.
*Backcover* terasa sedikit menghangat tetapi tak berlebihan.


Sementara untuk menampilkan grafis 3D berat memang terasa ASUS Zenfone 3
Max ini menemui beberapa *lag* kecil. Namun itupun tak sampai menganggu
kenikmatan saya bermain. Satu hal lagi yang saya sukai dari Zen UI adalah
munculnya tombol khusus pada saat bermain *game*. Melalui tombol ini kita
dapat melakukan *speed booster*, semacam melapangkan *memory* dari aplikasi
lain yang tidak sedang dipakai. Tak hanya itu, kita pun dapat merekam
permainan yang kita lakukan, lengkap dengan ekspresi wajah kita saat
bermain, asalkan jari kita tak menghalangi kamera depan saja ya. Coba deh
lihat ekspresi wajah Anda saat bermain *game*, saya yakin banyak kelucuan
yang terekam di sana, ha.. ha..


Sayangnya, sensor *gyroscope* absen di ASUS Zenfone 3 Max ini. Anda yang
mencari perangkat untuk bermain *game* VR, dipersilakan mengurungkan niat
membeli *smartphone* ini.


Satu kekurangan milik Xiaomi Redmi Note 3 ternyata dicontoh juga oleh ASUS
untuk desain dari Zenfone 3 Max ini. Peletakan *speaker* di bagian belakang
adalah suatu hal yang saya nilai kurang baik. Kualitas *output audio* Zenfone
3 Max sendiri tergolong *acceptable*, namun tak sebagus *audio* milik Vivo
V3
<http://www.gontagantihape.com/2016/07/review-vivo-v3-indonesia-gak-overprice.html>.
Saat digunakan mendendangkan lagu pada volume tertinggi, suaranya tidak
cempreng namun terkesan terlalu tajam sehingga menusuk kuping dengan tak
nyaman. Pun saat digunakan pada tingkat volume sekitar 70%, lagu yang
diputar tidak terlalu jernih dan detail, seperti ada sedikit gema yang
hinggap di telinga saya yang walaupun bukan terbuat dari kaleng, tapi
sering diistilahkan begitu. Hehe...


[image: review ASUS Zenfone 3 Max Indonesia]
<https://2.bp.blogspot.com/-rehy6WfcWcw/WBfNh2DZeUI/AAAAAAAAGlU/Jv2yV2ygVr0P0t6547ktYohNGE86Bn2CACEw/s1600/00_2016_11_gontagantihape_com_067_review_asus_zenfone_3_max_001.jpg>

ASUS Zenfone 3 Max - posisi *speaker*


Informasi Hardware ASUS Zenfone 3 Max

Berikut ini adalah informasi *hardware* pada ASUS Zenfone 3 Max yang saya
hasilkan melalui beberapa aplikasi pihak ketiga, antara lain:


CPU-Z:

[image: review ASUS Zenfone 3 Max Indonesia]
<https://4.bp.blogspot.com/-7YUU2B_eLEQ/WBfcSPGXuII/AAAAAAAAGlg/x24FHtGli-w0BCxu7RpZDirmhhAb3MRFACLcB/s1600/Screenshot_20161026-030909.jpg>

ASUS Zenfone 3 Max - CPU-Z seringkali salah menampilkan info *processor*
 baru




AIDA64:

[image: review ASUS Zenfone 3 Max Indonesia]
<https://3.bp.blogspot.com/-5xFlqPG0zlo/WBfcfKgE9zI/AAAAAAAAGlk/AX0FqFH9LKEpWI54G-49H0xEDpPH_QgGACLcB/s1600/Screenshot_20161026-030656.jpg>


Sensor Box for Android:


ASUS Zenfone 3 Max - kelengkapan sensor


Skor Antutu Benchmark ASUS Zenfone 3 Max:


ASUS Zenfone 3 Max - Skor Antutu Benchmark



Hasil Kamera ASUS Zenfone 3 Max


ASUS Zenfone 3 Max - posisi kamera utama



ASUS Zenfone 3 Max - posisi kamera depan


Secara umum kamera ASUS Zenfone 3 Max ini cukup layak mendapat pujian pada
*level *harga yang ditawarkan. Meskipun tidak ada mode manual untuk
mengatur fokus dan lain-lain, kehadiran beberapa mode gambar cukup
membantu, terutama untuk kondisi pencahayaan yang kurang baik.



ASUS Zenfone 3 Max - pilihan mode kamera


Gambar lengkapnya dapat Anda lihat pada artikel Review Hasil Kamera ASUS
Zenfone 3 Max Indonesia
<http://www.gontagantihape.com/2016/11/review-hasil-kamera-asus-zenfone-3-max.html>
ini
ya.



Plus dan Minus ASUS Zenfone 3 Max

[image: review ASUS Zenfone 3 Max Indonesia]
<https://1.bp.blogspot.com/-O56PmEQpUCs/WBfNi0ek1cI/AAAAAAAAGlU/vRUO5V5OcOgQPUsJgPjbIys_8_x-qPCoACEw/s1600/00_2016_11_gontagantihape_com_067_review_asus_zenfone_3_max_004.jpg>

ASUS Zenfone 3 Max - kelebihannya
Kelebihan ASUS Zenfone 3 Max:

   - Dapat beroperasi di jaringan 4G, bergaransi resmi.
   - Desain yang tipis dan indah, khusus untuk warna *grey* atau hitam.
   Saya sangsi dari jauh orang akan mengira bahwa ini *smartphone* buatan
   ASUS.
   - Layar yang baik dari berbagai aspek penilaian: Dimensi,
kerapatan, *viewing
   angles*, maupun reproduksi warna.
   - Meskipun tanpa kehadiran mode manual, kamera Zenfone 3 Max tergolong
   baik di kelasnya.
   - Sudah memiliki *fingerprint scanner* yang cukup cepat dan akurat.
   - Zen UI sekarang sudah memperbolehkan pengguna menghapus *bloatware*.


[image: review ASUS Zenfone 3 Max Indonesia]
<https://4.bp.blogspot.com/-CuBFzRqx0jQ/WBfNiko_dJI/AAAAAAAAGlU/ZZQtV6N8OZU13dgImTKcczCLJrg5-nPoACEw/s1600/00_2016_11_gontagantihape_com_067_review_asus_zenfone_3_max_005.jpg>

ASUS Zenfone 3 Max - kekurangannya


Kekurangan ASUS Zenfone 3 Max:

   - *Hybrid slot! Obviously not my favorite!*
   - Desain kurang *original*.
   - Licin dalam genggaman.
   - Tidak disertai sensor *gyroscope*.
   - *Output audio* yang rata-rata saja, ditambah posisi *speaker* yang ada
   di bagian belakang.
   - Semua kelebihan dan kekurangan yang saya sebutkan di atas, bisa
   didapatkan dengan harga lebih murah pada *smartphone* dari *brand* lain.


Apa Kata Aa tentang ASUS Zenfone 3 Max


ASUS Zenfone 3 Max - kesimpulan


Menurut Aa, ASUS Redmi Note 3 ini... Eh, ASUS Zenfone 3 Max ini adalah
sebuah *smartphone* yang secara umum berkualitas baik. Terlebih harganya
tidak jauh dari harga aman secara psikologis, yaitu dua juta Rupiah, dan
sudah bergaransi resmi.


Anda bisa lihat daftar kelebihan dari *smartphone* ini yang sudah saya
tulis. Faktor-faktor yang esensial pada sebuah *smartphone*, kecuali *audio*,
mampu disajikan dengan kualitas yang baik oleh ASUS pada Zenfone 3 Max ini.


Bagi Anda yang punya *budget* sedikit lebih mepet bisa beralih ke Infinix
Hot S
<http://www.gontagantihape.com/2016/08/review-infinix-hot-s-indonesia-metal-fingerprint-terjangkau.html>
untuk
mendapatkan semua kualitas yang diberikan oleh Zenfone 3 Max.
Kekurangan Infinix
Hot S <https://www.youtube.com/watch?v=iIFtVXFsm9I> ada pada absennya lampu
LED *notification* dan *navigation button backlight*. Sementara kelebihan
Infinis Hot S ada pada posisi lubang *speaker* yang lebih baik,
hadirnya *gyroscope
software,* serta selisih harga yang lebih murah sekitar setengah juta
Rupiah.


Sementara Anda yang sudah kadung fanatik dengan aliran #MendingXiaomi,
lebih baik simpan saja komentar Anda, saya sudah tahu apa yang mau Anda
katakan, ha.. ha.. ha..


Demikian ulasan kali ini, semoga bermanfaat ya. Hatur nuhun...

---
Hilmy
/* saya suka Gonta Ganti Hape <http://www.gontagantihape.com> */

-- 
===========
Install  #MyTelkomsel Apps Terbaru dari Play Store
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.telkomsel.telkomselcm

---------------------
Toko Headphone & Earphone Terlengkap dan Terbaru
Kunjungi  >> http://bassaudio.net
----------------------
Kontak Admin, Twitter  @agushamonangan
-----------------------
FB Groups     :  https://www.facebook.com/groups/android.or.id

Aturan Umum  ID-ANDROID >> goo.gl/mL1mBT

==========
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "[id-android] Indonesian 
Android Community" dari Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Kunjungi grup ini di https://groups.google.com/group/id-android.

Kirim email ke