Izin share review smartphone terbaru ASUS ini ya... Artikel di blog (foto lebih lengkap): http://www.gontagantihape.com/2016/11/review-asus-zenfone-3-max-indonesia-esensial-di-dua-jutaan.html
Hasil Kamera: http://www.gontagantihape.com/2016/11/review-hasil-kamera-asus-zenfone-3-max.html Unboxing + Hands-on Video: *https://www.youtube.com/watch?v=zR4T71dzOs8 <https://www.youtube.com/watch?v=zR4T71dzOs8>* ------------------------ [image: review ASUS Zenfone 3 Max Indonesia] <https://3.bp.blogspot.com/-uV2rho6Tw3Q/WBfNGEXmG1I/AAAAAAAAGkA/mxn6Ms9XlP8X9TxdSAZLhm8wSfIRdiV4QCLcB/s1600/title_video_067r.jpg> Sebetulnya, sudah sejak agak lama saya melihat beberapa penjual memasang ASUS Zenfone 3 Max di etalase atau lapak *online* mereka. Namun, saya belum memutuskan mencobanya karena pada saat itu, semua penjual hanya memiliki stok yang bergaransi distributor. Bukan masalah layanan purna jualnya yang jadi pertimbangan saya, melainkan harga jual kembalinya andaikata saat saya selesai mencoba *smartphone* ini, lalu barang yang sama dengan garansi resmi sudah hadir. Hanya ada dua kemungkinan yang dapat terjadi saat itu, harga barang bergaransi distributor anjlok, sehingga saya akan menjualnya kembali dengan selisih kerugian yang besar, atau kemungkinan terburuk adalah bahkan untuk mendapatkan peminat yang mau menawar saja saya akan kesulitan. Ini karena ASUS bukan Xiaomi. Orang membeli produk ASUS pasti ingin yang bergaransi resmi. Hal yang sama tidak berlaku untuk produk Xiaomi, banyak orang (termasuk saya) masih dengan sukarela membeli produk bergaransi distributor karena dua alasan: selisih harganya terpaut cukup jauh, atau produk tersebut memang takkan tersedia secara resmi di Indonesia dan saya yakin Anda sudah tahu kenapa. Untungnya sekitar dua minggu yang lalu, saya membaca sebuah *tweet* dari Om Herry SW <https://www.twitter.com/herrysw> di linimasa yang menyebutkan di beberapa *marketplace* sudah dijual ASUS Zenfone 3 Max bergaransi resmi. Tak menunggu lama, saya segera melakukan pencarian di salah satu *marketplace* berwarna hijau dan mendapati memang benar sudah banyak yang menjual *smartphone* ini dengan foto kotak kemasan produk yang ditempeli stiker TAM. Semua penjual baru menawarkan varian warna *grey* dengan kombinasi RAM 2 GB dan memori internal 16 GB. Segeralah saya mengurutkan hasil pencarian berdasarkan harga yang termurah, lalu saya tanyakan kepada beberapa penjual apakah bisa dikirim hari itu juga, mengingat hari tersebut adalah Hari Minggu. Gayus berambut, eh gayung bersambut, penjual yang memasang harga terendah menyatakan siap kirim hari itu juga, yang membuat saya terlena akan janji manisnya dan segera melakukan pembayaran. Kenapa saya menulis begitu? Karena kenyataannya, saat keesokan harinya saya menanyakan status pengiriman, penjual baru meminta maaf dan menyatakan semua agen JNE yang biasa dia gunakan untuk melakukan pengiriman, tutup cepat pada Hari Minggu itu. Sehingga, pada akhirnya pengiriman dilakukan pada Hari Senin, padahal saya sudah *bela-belain* membayar lebih saat memilih menggunakan metode pengiriman YES. Oh ya, saya mendapatkan ASUS Zenfone 3 Max ini seharga Rp2.075.000,- saja di penjual JJ Store PGC, dan saya baru tahu kalau harga resminya adalah sebesar Rp2.199.000,- beberapa saat sebelum melakukan unboxing. Wah, lumayan juga selisihnya ya! Unboxing ASUS Zenfone 3 Max Seperti biasa tentunya, ritual *unboxing* saya abadikan melalui sebuah video singkat. Mohon maaf jika pada video ini Anda merasa silau, saya masih mencoba-coba *setting* pencahayaan memanfaatkan *tools* atau *gear* sederhana yang saya miliki. Hasil dari coba-coba, video yang saya buat jadinya kadang terlalu gelap, kadang terlalu silau, he.. he.. he.. *https://www.youtube.com/watch?v=zR4T71dzOs8 <https://www.youtube.com/watch?v=zR4T71dzOs8>* Dan kemilau silau ini ternyata berlanjut pada hasil foto pasca prosesi *unboxing* di bawah ini. *Fixed* lah ini mah, memang salah *setting* pencahayaan, bukan kameranya. Heuheu... [image: review ASUS Zenfone 3 Max Indonesia] <https://4.bp.blogspot.com/-mhwgP-F1FRU/WBfNlcOH5qI/AAAAAAAAGlA/wSqbfw-fMCQ4AzI1cT6fY0I4eZAjZyEkACLcB/s1600/00_2016_11_gontagantihape_com_067_review_asus_zenfone_3_max_016.jpg> ASUS Zenfone 3 Max - kotak kemasan penjualan [image: review ASUS Zenfone 3 Max Indonesia] <https://3.bp.blogspot.com/-MgMM-TA8jfs/WBfNlfLtgcI/AAAAAAAAGk8/0cGFm4gaLswM1fIG1JfmOwWGq9Y3VBdUQCLcB/s1600/00_2016_11_gontagantihape_com_067_review_asus_zenfone_3_max_015.jpg> ASUS Zenfone 3 Max - kelengkapan dalam kotak penjualan ASUS Zenfone 3 Max - kepala *charger* dengan kuat arus 2A dan tegangan 5v ASUS Zenfone 3 Max - dibekali kabel OTG *adapter*, bisa dipakai mengisi daya ponsel lain [image: review ASUS Zenfone 3 Max Indonesia] <https://1.bp.blogspot.com/-aLJUgc7UPqY/WBfNkDJWe1I/AAAAAAAAGko/nFv-x_JLE3AiKMSAMvbzDMmNgGp0CcwVQCLcB/s1600/00_2016_11_gontagantihape_com_067_review_asus_zenfone_3_max_011.jpg> ASUS Zenfone 3 Max - tampak depan Pada saat merekam video *unboxing*, saya sempat menyebutkan kalau ASUS Zenfone 3 Max ini desainnya memang tak begitu *original*. Saya sampai menuliskan plesetan kalau yang saya *unbox* ini adalah ASUS Redmi Note 3 atau ASUS M3 Note. Plesetan yang sayangnya tidak banyak dimengerti oleh *viewers* video tersebut, sehingga ada beberapa dari mereka yang mencoba meralat dengan mengatakan saya melakukan *typo error*, ha.. ha.. Kesan Pertama pada ASUS Zenfone 3 Max Memang ASUS Zenfone 3 Max ini sisi belakangnya sangat mirip dengan Xiaomi Redmi Note 3 <http://www.gontagantihape.com/2015/12/final-review-xiaomi-redmi-note-3.html>, sementara depannya pada awalnya saya rasa cukup mirip dengan Meizu M3 series. Namun, dalam beberapa kesempatan pemakaian, saya malah merasa *smartphone* ini semakin mirip dengan iPhone 6. ASUS Zenfone 3 Max - sisi kiri [image: review ASUS Zenfone 3 Max Indonesia] <https://1.bp.blogspot.com/-kpo3Z3GXSW8/WBfNjcODWDI/AAAAAAAAGkg/VBpkjO68gLUGAZxVKUWdQ-YSCXUiON43QCEw/s1600/00_2016_11_gontagantihape_com_067_review_asus_zenfone_3_max_009.jpg> ASUS Zenfone 3 Max - sisi kanan ASUS Zenfone 3 Max - sisi bawah ASUS Zenfone 3 Max - sisi atas ASUS Zenfone 3 Max - sisi belakang Saat pertama memegang bagian belakang ASUS Zenfone 3 Max, saya merasa kesan *metal*-nya tidak begitu terasa. Kebetulan pada saat yang sama, saya membandingkannya dengan Xiaomi Redmi Note 3 Pro <https://www.youtube.com/watch?v=gQbL1SCK1F0> yang menurut saya feels metal-nya pun biasa saja. Sebagai informasi, berikut adalah beberapa *smartphone* yang *feels metal*-nya terasa kentara dan baik saya rasakan: Meizu M3 Note <http://www.gontagantihape.com/2016/05/unboxing-dan-quick-review-meizu-m3-note-indonesia.html> , Vivo V3 <https://www.youtube.com/watch?v=aQyx5psXWqU>, Xiaomi Redmi Note 4 <http://www.gontagantihape.com/2016/09/review-xiaomi-redmi-note-4-indonesia.html> , Xiaomi Mi 5s <https://www.youtube.com/watch?v=nBC4OC9rid8>. Saya sempat meragukan bahwa *backcover* dari *smartphone* ini terbuat dari *metal*. Namun, ketika subuh-subuh saya memegangnya dan suhunya terasa dingin, serta ketika saya coba bermain *game* dan suhunya terasa menghangat, keraguan saya pun sirna. Satu hal tak luput menjadi ciri khas *smartphone* berbahan *metal*, ASUS Zenfone 3 Max juga sangat licin saat dipegang maupun saat diletakkan di meja atau di jok mobil. [image: review ASUS Zenfone 3 Max Indonesia] <https://1.bp.blogspot.com/-SxWfKjrKpxw/WBfNhzlEmUI/AAAAAAAAGlU/qcKPeBTbVYoY0vHBxccV-KAZnGzqbVhUACEw/s1600/00_2016_11_gontagantihape_com_067_review_asus_zenfone_3_max_003.jpg> ASUS Zenfone 3 Max - posisi *fingerprint scanner* Bagian depan ASUS Zenfone 3 Max adalah bagian paling aktraktif dari *smartphone* ini. Layarnya hitam pekat. Bahkan, saat menyala pun, *navigation bar* berwarna hitam terasa menyatu dengan *body* depan keseluruhan. Hal ini mungkin tak bisa Anda dapatkan pada varian Zenfone 3 Max warna lain yang sayangnya seperti desain beberapa *smartphone* dari *brand* lain, menggunakan *bezel* tipuan. Dimensi layar ASUS Zenfone 3 Max sebesar 5,2 inci terasa pas bagi saya. Lengkung 2.5D di sekeliling tepian layar mampu membuat *smartphone* ini terlihat menawan dan semakin ramah dalam genggaman. Resolusi layar HD 720p tak membawa masalah, rasanya nyaman-nyaman saja dan cukup tajam. Padahal, belakangan ini saya terbiasa menggunakan *smartphone* dengan resolusi Full HD 1080p dengan dimensi 5,5 inci. Dengan semua spesifikasi fisik dan jeroan yang dibawa oleh ASUS Zenfone 3 Max, saya kira ada sebuah *smartphone* yang di atas kertas jadi pesaing paling sebanding dan identik, Infinix Hot S! Apakah ASUS Zenfone 3 Max akan mampu mengungguli pesaingnya itu? Mengingat harga yang ditawarkan terpaut selisih yang signifikan. Lahap dan baca terus tulisan ini agar Anda bisa menyimpulkan jawaban dari pertanyaan tersebut ya! ASUS Zenfone 3 Max dalam Penggunaan Sehari-hari Kembali menggunakan produk ASUS berarti kembali menggunakan OS Android dengan modifikasi berat ala Zen UI. Untungnya sekarang ASUS bermurah hati dengan mengizinkan kita menghapus *segambreng bloatware* yang disertakannya. Betul memang bahwa Zen UI bukanlah *customized UI* favorit saya. Pilihan ikon aplikasi standar, ikon tombol navigasi, gaya dari *notification drawer*, hingga susunan menunya tak penah saya kagumi. Namun demikian, Zen UI sebetulnya memiliki fungsional yang baik. Saya sangat suka dengan *application drawer* Zen UI yang dapat mengelompokkan aplikasi-aplikasi yang baru kita pasang ke dalam kategori tertentu secara otomatis. Kita pun bisa mengurutkan daftar aplikasi berdasarkan frekuensi pemakaian. Selain itu, kita bisa masuk ke mode penyuntingan pada daftar aplikasi, untuk kemudian menghapus banyak aplikasi secara berurutan, tanpa perlu satu-persatu kita seret ke bagian atas layar, masuk kembali ke *application drawer*, lalu seret lagi dan lagi, seperti kebanyakan *smartphone* Android pada umumnya. Satu yang paling saya suka dari Zen UI adalah *shortcut* untuk melakukan *screenshot*, yaitu cukup dengan melakukan tekan dan tahan tombol *recent apps* hingga *screenshot* berhasil diambil. Oh ya, sebagai informasi, ASUS Zenfone 3 Max sudah menggunakan OS Android 6.0 Marshmallow lho! Untuk urusan *update* OS, sejauh ini ASUS cukup rajin menggulirkan pembaharuan untuk *device* mereka. Pada hari di mana artikel ini saya tulis, saya telah membaca bahwa ASUS Padfone S yang notabene adalah perangkat yang dirilis dua tahun lalu, mendapat *update* OS Marshmallow lho! *Fingerprint scanner* yang dimiliki ASUS Zenfone 3 Max terletak pada punggung dari *smartphone* ini. Pada awalnya saya kurang terbiasa menggunakannya karena saat membuka kunci layar, ponsel ini tak memberi *feedback* berupa getaran. Namun, setelah beberapa hari digunakan, saya tak lagi memiliki masalah dengan proses ini, dan saya nilai akurasi dan kecepatan dari sensor sidik jari ini baik. [image: review ASUS Zenfone 3 Max Indonesia] <https://2.bp.blogspot.com/-zU3vC0b9bzs/WBfNlwuOyHI/AAAAAAAAGlU/XIZe0tPICDUHEhlTh0-9ZVklP8JN8eBewCEw/s1600/00_2016_11_gontagantihape_com_067_review_asus_zenfone_3_max_018.jpg> ASUS Zenfone 3 Max - Zen UI Dibekali baterai berkapasitas 4.100 mAh, ASUS Zenfone 3 Max dapat melenggang dengan mudah menembus 24 jam pemakaian di tangan saya. Rata-rata sih baterainya baru mencapai kapasitas di bawah 10% setelah digunakan hampir tiga puluh jam, dengan *Screen-on Time* dua hingga tiga setengah jam. Rasanya memang tak sehemat Xiaomi Redmi 3X <http://www.gontagantihape.com/2016/08/review-xiaomi-redmi-3x-panggil-namaku-3x.html> (sama-sama berbaterai 4.100 mAh) atau bahkan Xiaomi Mi 5s <http://www.gontagantihape.com/2016/10/review-xiaomi-mi-5s-indonesia.html> (hanya 3.100 mAh) saya dulu yang dengan pola pemakaian yang sama mampu bertahan antara 36-48 jam. [image: review ASUS Zenfone 3 Max Indonesia] <https://2.bp.blogspot.com/-pR8wQZbvARM/WBgKRjyC82I/AAAAAAAAGmQ/7jKfyUsCvA8HdYckYLhniFWskzx7CiJ4QCLcB/s1600/Screenshot_20161031-204524.jpg> ASUS Zenfone 3 Max - daya tahan baterai ASUS Zenfone 3 Max - *Screen-on Time* Namun, di ASUS Zenfone 3 Max ini saya memasang sebuah aplikasi yang sudah lama sekali tak saya gunakan, yaitu BBM. Bisa dilihat bahwa untuk kategori *software*, aplikasi ini berada di urutan paling atas sebagai pemakan daya. Mungkin inilah yang membuat Zenfone 3 Max belum mampu menyamai rekor saya di *smartphone* lainnya. Dibekali kepala *charger* dengan kuat arus 2A, proses pengisian baterai dari kondisi 8% ke 98% memakan waktu sekitar dua jam. Normal lah. Demi menjajal kemampuan ASUS Zenfone 3 Max saat diajak bermain *game*, saya sampai ketagihan bermain *game* balap yang satu ini: Micro Machines. Sejauh ini tidak ada kendala berarti saat *smartphone* ini saya gunakan bermain *game* secara terus menerus antara tiga puluh hingga sembilan puluh menit. *Backcover* terasa sedikit menghangat tetapi tak berlebihan. Sementara untuk menampilkan grafis 3D berat memang terasa ASUS Zenfone 3 Max ini menemui beberapa *lag* kecil. Namun itupun tak sampai menganggu kenikmatan saya bermain. Satu hal lagi yang saya sukai dari Zen UI adalah munculnya tombol khusus pada saat bermain *game*. Melalui tombol ini kita dapat melakukan *speed booster*, semacam melapangkan *memory* dari aplikasi lain yang tidak sedang dipakai. Tak hanya itu, kita pun dapat merekam permainan yang kita lakukan, lengkap dengan ekspresi wajah kita saat bermain, asalkan jari kita tak menghalangi kamera depan saja ya. Coba deh lihat ekspresi wajah Anda saat bermain *game*, saya yakin banyak kelucuan yang terekam di sana, ha.. ha.. Sayangnya, sensor *gyroscope* absen di ASUS Zenfone 3 Max ini. Anda yang mencari perangkat untuk bermain *game* VR, dipersilakan mengurungkan niat membeli *smartphone* ini. Satu kekurangan milik Xiaomi Redmi Note 3 ternyata dicontoh juga oleh ASUS untuk desain dari Zenfone 3 Max ini. Peletakan *speaker* di bagian belakang adalah suatu hal yang saya nilai kurang baik. Kualitas *output audio* Zenfone 3 Max sendiri tergolong *acceptable*, namun tak sebagus *audio* milik Vivo V3 <http://www.gontagantihape.com/2016/07/review-vivo-v3-indonesia-gak-overprice.html>. Saat digunakan mendendangkan lagu pada volume tertinggi, suaranya tidak cempreng namun terkesan terlalu tajam sehingga menusuk kuping dengan tak nyaman. Pun saat digunakan pada tingkat volume sekitar 70%, lagu yang diputar tidak terlalu jernih dan detail, seperti ada sedikit gema yang hinggap di telinga saya yang walaupun bukan terbuat dari kaleng, tapi sering diistilahkan begitu. Hehe... [image: review ASUS Zenfone 3 Max Indonesia] <https://2.bp.blogspot.com/-rehy6WfcWcw/WBfNh2DZeUI/AAAAAAAAGlU/Jv2yV2ygVr0P0t6547ktYohNGE86Bn2CACEw/s1600/00_2016_11_gontagantihape_com_067_review_asus_zenfone_3_max_001.jpg> ASUS Zenfone 3 Max - posisi *speaker* Informasi Hardware ASUS Zenfone 3 Max Berikut ini adalah informasi *hardware* pada ASUS Zenfone 3 Max yang saya hasilkan melalui beberapa aplikasi pihak ketiga, antara lain: CPU-Z: [image: review ASUS Zenfone 3 Max Indonesia] <https://4.bp.blogspot.com/-7YUU2B_eLEQ/WBfcSPGXuII/AAAAAAAAGlg/x24FHtGli-w0BCxu7RpZDirmhhAb3MRFACLcB/s1600/Screenshot_20161026-030909.jpg> ASUS Zenfone 3 Max - CPU-Z seringkali salah menampilkan info *processor* baru AIDA64: [image: review ASUS Zenfone 3 Max Indonesia] <https://3.bp.blogspot.com/-5xFlqPG0zlo/WBfcfKgE9zI/AAAAAAAAGlk/AX0FqFH9LKEpWI54G-49H0xEDpPH_QgGACLcB/s1600/Screenshot_20161026-030656.jpg> Sensor Box for Android: ASUS Zenfone 3 Max - kelengkapan sensor Skor Antutu Benchmark ASUS Zenfone 3 Max: ASUS Zenfone 3 Max - Skor Antutu Benchmark Hasil Kamera ASUS Zenfone 3 Max ASUS Zenfone 3 Max - posisi kamera utama ASUS Zenfone 3 Max - posisi kamera depan Secara umum kamera ASUS Zenfone 3 Max ini cukup layak mendapat pujian pada *level *harga yang ditawarkan. Meskipun tidak ada mode manual untuk mengatur fokus dan lain-lain, kehadiran beberapa mode gambar cukup membantu, terutama untuk kondisi pencahayaan yang kurang baik. ASUS Zenfone 3 Max - pilihan mode kamera Gambar lengkapnya dapat Anda lihat pada artikel Review Hasil Kamera ASUS Zenfone 3 Max Indonesia <http://www.gontagantihape.com/2016/11/review-hasil-kamera-asus-zenfone-3-max.html> ini ya. Plus dan Minus ASUS Zenfone 3 Max [image: review ASUS Zenfone 3 Max Indonesia] <https://1.bp.blogspot.com/-O56PmEQpUCs/WBfNi0ek1cI/AAAAAAAAGlU/vRUO5V5OcOgQPUsJgPjbIys_8_x-qPCoACEw/s1600/00_2016_11_gontagantihape_com_067_review_asus_zenfone_3_max_004.jpg> ASUS Zenfone 3 Max - kelebihannya Kelebihan ASUS Zenfone 3 Max: - Dapat beroperasi di jaringan 4G, bergaransi resmi. - Desain yang tipis dan indah, khusus untuk warna *grey* atau hitam. Saya sangsi dari jauh orang akan mengira bahwa ini *smartphone* buatan ASUS. - Layar yang baik dari berbagai aspek penilaian: Dimensi, kerapatan, *viewing angles*, maupun reproduksi warna. - Meskipun tanpa kehadiran mode manual, kamera Zenfone 3 Max tergolong baik di kelasnya. - Sudah memiliki *fingerprint scanner* yang cukup cepat dan akurat. - Zen UI sekarang sudah memperbolehkan pengguna menghapus *bloatware*. [image: review ASUS Zenfone 3 Max Indonesia] <https://4.bp.blogspot.com/-CuBFzRqx0jQ/WBfNiko_dJI/AAAAAAAAGlU/ZZQtV6N8OZU13dgImTKcczCLJrg5-nPoACEw/s1600/00_2016_11_gontagantihape_com_067_review_asus_zenfone_3_max_005.jpg> ASUS Zenfone 3 Max - kekurangannya Kekurangan ASUS Zenfone 3 Max: - *Hybrid slot! Obviously not my favorite!* - Desain kurang *original*. - Licin dalam genggaman. - Tidak disertai sensor *gyroscope*. - *Output audio* yang rata-rata saja, ditambah posisi *speaker* yang ada di bagian belakang. - Semua kelebihan dan kekurangan yang saya sebutkan di atas, bisa didapatkan dengan harga lebih murah pada *smartphone* dari *brand* lain. Apa Kata Aa tentang ASUS Zenfone 3 Max ASUS Zenfone 3 Max - kesimpulan Menurut Aa, ASUS Redmi Note 3 ini... Eh, ASUS Zenfone 3 Max ini adalah sebuah *smartphone* yang secara umum berkualitas baik. Terlebih harganya tidak jauh dari harga aman secara psikologis, yaitu dua juta Rupiah, dan sudah bergaransi resmi. Anda bisa lihat daftar kelebihan dari *smartphone* ini yang sudah saya tulis. Faktor-faktor yang esensial pada sebuah *smartphone*, kecuali *audio*, mampu disajikan dengan kualitas yang baik oleh ASUS pada Zenfone 3 Max ini. Bagi Anda yang punya *budget* sedikit lebih mepet bisa beralih ke Infinix Hot S <http://www.gontagantihape.com/2016/08/review-infinix-hot-s-indonesia-metal-fingerprint-terjangkau.html> untuk mendapatkan semua kualitas yang diberikan oleh Zenfone 3 Max. Kekurangan Infinix Hot S <https://www.youtube.com/watch?v=iIFtVXFsm9I> ada pada absennya lampu LED *notification* dan *navigation button backlight*. Sementara kelebihan Infinis Hot S ada pada posisi lubang *speaker* yang lebih baik, hadirnya *gyroscope software,* serta selisih harga yang lebih murah sekitar setengah juta Rupiah. Sementara Anda yang sudah kadung fanatik dengan aliran #MendingXiaomi, lebih baik simpan saja komentar Anda, saya sudah tahu apa yang mau Anda katakan, ha.. ha.. ha.. Demikian ulasan kali ini, semoga bermanfaat ya. Hatur nuhun... --- Hilmy /* saya suka Gonta Ganti Hape <http://www.gontagantihape.com> */ -- =========== Install #MyTelkomsel Apps Terbaru dari Play Store https://play.google.com/store/apps/details?id=com.telkomsel.telkomselcm --------------------- Toko Headphone & Earphone Terlengkap dan Terbaru Kunjungi >> http://bassaudio.net ---------------------- Kontak Admin, Twitter @agushamonangan ----------------------- FB Groups : https://www.facebook.com/groups/android.or.id Aturan Umum ID-ANDROID >> goo.gl/mL1mBT ========== --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "[id-android] Indonesian Android Community" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Kunjungi grup ini di https://groups.google.com/group/id-android.
