Izin share review smartphone 4G dari Infinix ini ya. Artikel di blog (foto lebih lengkap): http://www.gontagantihape.com/2017/02/review-infinix-hot-4-pro-x556-indonesia.html
Hasil Kamera: http://www.gontagantihape.com/2017/02/review-hasil-kamera-infinix-hot-4-pro.html Unboxing + Hands-on Video: https://www.youtube.com/watch?v=f8QtwYSDQTM Review Video: https://www.youtube.com/watch?v=ks5LGphB4-k ------------------- [image: review infinix hot 4 pro lte indonesia] <https://1.bp.blogspot.com/-efy5Klne8Z0/WJj2ZQVOJEI/AAAAAAAAIn0/w18WeHirxxo4GP1lojt81hZ1pla5jgB5gCLcB/s1600/title_video_099r.jpg> Nampaknya Infinix membawa beberapa perubahan untuk mengarungi peruntungan mereka di Indonesia pada tahun 2017 ini. Mereka menggelontorkan lima produk baru yang bila dikelompokkan sebetulnya bisa dikerucutkan menjadi tiga lini produk saja. Yang pertama ada lini Zero dengan varian Zero 4 dan Zero 4 Plus, kemudian lini Note dengan Note 3 (Pro?), dan terakhir pada lini HOT ada Hot 4 (3G) dan Hot 4 Pro (4G). Dari semua produk tersebut, mungkin hanya tinggal Infinix HOT 4 saja yang masih dijual dengan cara eksklusif di salah satu *e-commerce* kenamaan. Sementara sisanya mulai dijual dengan cara yang lebih konvensional, melalui gerai penjualan *offline*. Meskipun tentu saja, tak sedikit dari gerai-gerai *offline* ini yang juga membuka lapak *online* sehingga produk-produk Infinix masih dapat kita temui di berbagai *marketplace*. Namun hitungannya sudah tak eksklusif lagi, dan nampaknya predikat sebagai *internet brand* sudah tak cocok lagi diusung oleh Infinix. Sisi baiknya, nantinya akan semakin luas masyarakat yang mengetahui *brand* pendatang baru ini. Di beberapa *spot*, saya sudah mulai bisa melihat *display* Infinix mulai berani *mejeng*. Distribusi secara *offline* seperti ini memang sangat penting untuk meningkatkan *brand awareness*. Namun, konsekuensi pun hadir seiring keputusan Infinix melakukan perubahan cara berbisnis mereka di Indonesia. *If distribution means additional cost, offline promotion means extra marketing budget*. Ya, sekarang setidaknya ada dua variabel tambahan saat Infinix hendak mengetuk palu dalam menentukan harga jual produk mereka, biaya distribusi dan promosi *offline*. Melirik banyak *brand* yang sudah lebih dulu menjajal peruntungan secara *offline*, saya hanya bisa berharap Infinix masih setia dengan *market positioning*-nya yang sekarang. Harga resmi Infinix Hot 4 Pro sebesar 1.899.000, dan harga resmi Infinix Note 3 yang ada pada angka 2,599.000 jelas menunjukkan berapa besar pengaruh dari kedua variabel baru tersebut. Atau Anda bisa *googling* harga Infinix Zero 4 Plus jika hari ini terasa membosankan dan Anda ingin mendapat sedikit 'kejutan', hehehe. Oh ya, disinyalir proses sertifikasi TKDN yang berhasil Infinix lakukan untuk semua jajaran ponsel terbaru mereka (kecuali Infinix Hot 4 yang cukup puas dengan jaringan 3G dan masih dijual eksklusif di Lazada) pun turut punya andil dalam menyumbang peningkatan harga jual produk-produk mereka. Meskipun begitu, lapak-lapak *online* malah kebanyakan menjual Infinix HOT 4 Pro dengan harga *dealer* di Rp 1.725.000 - Rp 1.750.000. Dan saya cukup beruntung berkat diskon 8% dari program promosi blanja.com <http://hyperurl.co/BLANJA_HOT4PRO>, saya bisa menebusnya dengan harga Rp 1.622.000 saja. Wah, tulisan pembukanya panjang juga ya. Saya ingat intro terpanjang yang saya tulis ada pada saat saya membuat artikel *review* OnePlus X. Dan karena saya sedang tidak ingin membuat rekor baru, marilah kita sudahi saja dan langsung masuk ke bagian pertama dari ulasan ini: *Unboxing*! Unboxing Infinix Hot 4 Pro Infinix mengkompensasi kenaikan harga produk dengan peningkatan kualitas *product packaging* yang mereka gunakan. Infinix Hot 4 Pro memiliki kotak kemasan yang prima, dengan kesan premium yang cukup menonjol. Peningkatannya sangat jauh dari kotak kemasan yang digunakan pada Infinix HOT 3 maupun HOT 2. Jauh, *pake banget*! Kotak dan kelengkapan di dalamnya kali ini serupa dengan apa yang dapat kita temukan pada Infinix HOT S. [image: review infinix hot 4 pro lte indonesia] <https://2.bp.blogspot.com/-JdduKLN4umw/WJj-TeMz4YI/AAAAAAAAIoE/LxvDhI5x8ccvNMxHF2RjeO2VNiIHBLRKgCLcB/s1600/00_2017_02_gontagantihape_com_099_review_infinix_hot_4_pro_012.jpg> Kelengkapan pada paket penjualan Infinix HOT 4 Pro Infinix HOT 4 Pro - 'dibuat' di Indonesia Ada satu baris tulisan pada bagian belakang kotak kemasan Infinix HOT 4 Pro ini membuat perbedaan harga yang signifikan. Ya, tulisan itu adalah DIBUAT DI INDONESIA, hehehe. Pastinya tak semua komponen ponsel ini dibuat di Indonesia, karena hanya ketentuan TKDN sendiri hanya mewajibkan sekitar 20% saja. Infinix HOT 4 Pro - kepala charger 5v, 2A Hands-on Infinix Hot 4 Pro Secercah harapan muncul ketika pertama kali saya memegang Infinix HOT 4 Pro secara langsung. Material bodinya terasa solid meskipun keseluruhannya terbuat dari plastik. Tekstur pada bagian *backcover *hadir untuk menambah kecantikan serta *grip* dari *smartphone* ini. Sementara sekeliling bagian pinggirnya mah *so-so* saja lah. [image: review infinix hot 4 pro lte indonesia] <https://1.bp.blogspot.com/-rBALdzyJv4g/WJj_TLRw4VI/AAAAAAAAIoc/_cr65Nvr7aMtfgfuOgmcxPTHDmB8JFq_wCLcB/s1600/00_2017_02_gontagantihape_com_099_review_infinix_hot_4_pro_003.jpg> Infinix HOT 4 Pro - sisi atas Infinix HOT 4 Pro - sisi kiri nan kosong [image: review infinix hot 4 pro lte indonesia] <https://3.bp.blogspot.com/-iIQPFGIy4Sg/WJj_TwzxwMI/AAAAAAAAIog/wDfLoD1BHNMirKQsGeluZ6PBetmBLQhVgCLcB/s1600/00_2017_02_gontagantihape_com_099_review_infinix_hot_4_pro_005.jpg> Infinix HOT 4 Pro - sisi bawah [image: review infinix hot 4 pro lte indonesia] <https://1.bp.blogspot.com/-kgYviWxmlIU/WJj_UHXlYQI/AAAAAAAAIok/hxcmZwQG11wV9ESfrpv52BmE4F0HOdEEwCLcB/s1600/00_2017_02_gontagantihape_com_099_review_infinix_hot_4_pro_006.jpg> Infinix HOT 4 Pro - sisi kanan Infinix HOT 4 Pro - sisi belakang Konon layarnya sudah memiliki lapisan pelindung dari goresan, tepatnya Dragontrail generasi kedua. Sementara di bagian bawah layar hadir kembali tiga buah tombol kapasitif tanpa lampu latar yang lagi-lagi ikonnya terasa jadul, tetapi konsisten. Satu konsistensi lagi diberikan oleh Infinix, ketidakhadiran LED notifikasi pada seri HOT juga berlaku untuk HOT 4 Pro. Infinix lebih memilih menghadirkan LED untuk *selfie* daripada untuk notifikasi. Dan ini sedikit mencederai logika saya, pemirsa! Ah, mungkin memang Infinix menyasar para pecinta *selfie* dengan LED ini. Kalau begitu mah saya maklum saja deh, kalau cinta mah memang tanpa logika, hehehe. [image: review infinix hot 4 pro lte indonesia] <https://2.bp.blogspot.com/-Rl9R-aLRrqM/WJj_TZ39_0I/AAAAAAAAIoY/34FlfU9mAcMwgNnRJL4M_kUV7gRZ27PPgCLcB/s1600/00_2017_02_gontagantihape_com_099_review_infinix_hot_4_pro_001.jpg> Infinix HOT 4 Pro - sisi depan Infinix Hot 4 Pro memiliki backcover yang dapat dilepas. Di belakang ponsel ini kita dapat melihat sebuah baterai berukuran besar dipasung di sana. Ya, dipasung, ha.. ha.. ha.. Dua buah slot micro-sim dan satu buah slot micro-SD hadir di sekitar lensa kamera. *Loudspeaker* yang berada di bagian belakang pun dapat terlihat jelas saat *backcover*-nya dibuka. Bentuknya lucu, dibuat menyerupai ikon indikator baterai. Nampaknya Infinix sudah memperhatikan detail dari beberapa hal yang sifatnya *fancy*. Infinix HOT 4 Pro - *backcover *bisa dilepas, baterainya tidak [image: review infinix hot 4 pro lte indonesia] <https://2.bp.blogspot.com/-S6ncYdwluSo/WJkFa5Hw-xI/AAAAAAAAIpA/o8x8kP9C6yQwnIAcZuTQlMSl-ksxDLu0ACLcB/s1600/00_2017_02_gontagantihape_com_099_review_infinix_hot_4_pro_014.jpg> Infinix HOT 4 Pro - baterai besar, dan posisi *slots* Infinix HOT 4 Pro - *loudspeaker* berbentuk ikon indikator baterai Infinix HOT 4 Pro dalam Pemakaian Sehari-hari Saat pertama saya gunakan sebagai ponsel kedua, Infinix HOT 4 Pro mampu melewati tiga hari tiga malam. Meskipun memang hanya sesekali digunakan untuk membuka aplikasi media sosial, namun jaringan 4G-nya menyala terus dengan dua *sim-card* terpasang. Bahkan notifikasi Instagram cukup rajin muncul. Setelah saya pasang semua aplikasi *messenger* dan *login* ke tiga akun Google saya, *smartphone* ini rata-rata dapat bertahan minimal 36 jam dalam sekali pengisian daya. Saya sengaja membahas masalah daya tahan baterai ini duluan, mengingat ini adalah hal yang paling menonjol pada spesifikasi dari Infinix HOT 4 Pro. Baterainya yang berkapasitas 4.000 mAh sejauh ini dapat diandalkan. Beralih ke sisi layar, sebetulnya Infinix HOT 4 Pro memiliki layar yang baik dalam hal reproduksi warna yang baik dan tidak pucat, kerapatan yang cukup, serta responsifitas yang baik. Namun, saat berada di bawah terik matahari, layarnya seolah malu-malu menampakkan diri, alias *visibility*-nya tak dapat diandalkan. Sudut pandangnya cukup luas, meskipun pada sudut yang sangat sempit layar sudah mulai terlihat gelap. Menurut informasi yang saya dapat, layarnya sudah memiliki lapisan pelindung Dragontrail *2nd generation*. Sementara material di sisi layar saya rasa tidak ada peningkatan dari seri pendahulunya, Infinix HOT 3, yang masih terasa kurang kokoh. Jadi, perbaikan hanya terasa pada panel *display*-nya saja, bukan pada lapisan *touchscreen*-nya ya. Kalau bahas masalah dimensi mah, sudah pasti bukan favorit saya ya 5,5 inci. Sayangnya Infinix tahun ini justru baru merilis perangkat dengan layar 5,5 inci ke atas semua. Bukan apa-apa, sering *typo euy* waktu nge- *tweet*, nanti *akuh *di-*bully* linimasa, hiks hiks. Lanjut ke sisi *audio*, Infinix HOT 4 Pro hadir dengan ditemani fitur *sound enhancer* Dirac HD. Saat fitur ini dinyalakan, maka kita dapat mendengarkan musik dari dua buah *speaker* yang ada pada *smartphone* ini. Satu yang berada di belakang, satu lagi adalah dari *earpiece* yang berada di atas layar. Saya berharap semua *vendor* *smartphone* dapat mengikuti jejak Infinix untuk urusan yang satu ini. Kualitas *output audio*-nya sendiri masih tergolong *enjoyable*, meskipun tak istimewa. Satu hal yang sering dikhawatirkan dari produk Infinix adalah masalah kelengkapan sensor. Untuk yang satu ini nampaknya Infinix sudah berbenah, sensor yang disematkan pada Infinix HOT 4 Pro sudah setara dengan ponsel-ponsel lain, serta cukup untuk dapat bermain game VR. Ngomong-ngomong masalah *game*, sama seperti *smartphone* lain yang ber- *processor* Mediatek 6737 (ASUS Zenfone 3 Max dan Ulefone Tiger), Infinix HOT 4 Pro tak mengalami kendala saat diajak bermain *game*. Suhu perangkat ini tergolong tidak gampang panas saat diajak bermain *game* sebentar. Namun untuk *multitasking*, saya sangat merasakan bahwa *smartphone* ini agak keteteran saat berpindah antar aplikasi. Pun demikian saat melakukan *scrolling* banyak data dalam suatu aplikasi yang terasa agak *laggy*. Nampaknya satu-satunya kemunduran yang dialami pada Infinix HOT 4 Pro ini adalah pemilihan *processor*. Infinix makin lekat dengan Mediatek, padahal secercah harapan sempat timbul saat Infinix HOT 3 yang saya coba dulu sudah menggunakan *processor* Snapdragon 415 besutan Qualcomm. Khusus untuk *fingerprint scanner*, saya mau memberikan keempat jempol saya. Pada Infinix HOT 4 Pro sangat terasa perbaikannya, baik itu dari ukurannya yang lebih besar sehingga makin nyaman digunakan, juga akurasi dan responsifitasnya yang sangat baik, melebihi apa yang ada pada Infinix HOT S. Bagian ini saya tutup dengan bahasan mengenai UX dari *smartphone* ini, terutama yang berhubungan dengan masalah *software*. Infinix HOT 4 Pro sudah dibekali Android 6.0 Marshmallow yang dibungkus dengan kulit XOS 2.0 Chameleon. Apresiasi sebetulnya patut kita berikan kepada *developer* dari XOS yang sudah *step up* dari XUI. Namun, XOS rupanya belumlah *bugs free*, meskipun jumlah masalah yang ditemui tak sebanyak jaman dulu di XUI. Ada dua *bugs* yang cukup menganggu saya. Yang pertama adalah masalah notifikasi G-Mail yang jika saya buka saat sedang menjalankan aplikasi Instagram. Jika kita pilih notifikasi G-Mail yang masuk, maka jendela notifikasi akan tertutup namun tampilan kembali ke aplikasi Instagram, dan tak kunjung membuka e-mail yang dimaksud pada aplikasi G-Mail. Yang kedua adalah masalah *screenshot* yang tak bisa di-*tweet*-kan. Masalah ini awalnya diketahui oleh akun twitter @Bang_Gogo_ dan kemudian saya coba sendiri memang benar adanya. Rupanya, *screenshot* yang dihasilkan berjenis file .PNG, sehingga tak bisa di-*tweet*. Begitu saya *edit* dan simpan dalam format .JPG, masalah ini tak lagi muncul. XOS sendiri saat ini masih mempunyai kepribadian ganda menurut saya, di mana selain menumpuk semua ikon aplikasi pada *homescreen*, *custom* UI ini juga mempunyai *application drawer*. Oh ya, satu 'kenakalan' Infinix adalah soal indikator RAM pada *recent apps* yang bukannya menunjukkan *free* RAM, malah memperlihatkan jumlah RAM terpakai. Jadi jika Anda melihat indikator menunjukkan angka 1.5/2 GB, itu artinya 1,5 GB RAM dari perangkat ini sedang terpakai, bukan yang tersedia. Jadi rancu mengingat umumnya *vendor* lain melakukan hal kebalikannya. Nakal *ih,* *udah* banyak yang *bilangin* juga! He.. he.. he.. Dalam satu minggu pengujian bersama Infinix HOT 4 Pro, saya tak kuat menahan rindu untuk segera mengganti ke *hape* berikutnya. Informasi Hardware dan Benchmark Infinix HOT 4 Pro Berikut adalah informasi *hardware *dan hasil *benchmark *menggunakan beberapa aplikasi pihak ketiga yang saya lakukan pada Infinix HOT 4 Pro. CPU-Z: [image: review infinix hot 4 pro lte indonesia] <https://2.bp.blogspot.com/-0CWY_07wywQ/WJkLnICDFuI/AAAAAAAAIpk/XhBvdbhFGo0t6TZ5U_09DTRekjMNhGeRwCLcB/s1600/Screenshot_20170129-190336.png> AIDA64: [image: review infinix hot 4 pro lte indonesia] <https://2.bp.blogspot.com/-O114HHnHBBs/WJkLoAQA8gI/AAAAAAAAIp0/9iGpNnSZnVknrPlhMZfgIqLH5tElXNbHACEw/s1600/Screenshot_20170129-203042.png> Sensor Box for Android: Kelengkapan sensor pada Infinix HOT 4 Pro Antutu Benchmark: Skor Antutu Benchmark pada Infinix HOT 4 Pro Cerita Peluncuran Infinix HOT 4 Pro Ada sedikit cerita di balik peluncuran Infinix HOT 4 Pro. Maksud peluncuran di sini bukan acara *launching *resminya yang tak saya hadiri ya. Melainkan meluncurnya Infinix HOT 4 Pro milik saya saat proses pengambilan gambar untuk video *review*. Ha, ha, ha. Saya meletakkan ponsel ini pada sebuah pilar rumah kakak ipar saya saat proses pengambilan gambar. Sampai pada beberapa percobaan, nampaknya masih aman-aman saja karena saya sangat hati-hati meletakannya. Namun pada percobaan yang kesekian kalinya, akhirnya musibah itu tak dapat terelakkan. Infinix HOT 4 Pro saya meluncur dari ketinggian sekitar setengah meter dan menghujam lantai. Awalnya saya tidak khawatir sama sekali. Selain posisinya tak terlalu tinggi, bunyinya pun tak nyaring saat menyentuh lantai. Namun, ternyata jatuh dari ketinggian setengah meter saja akibatnya cukup fatal, beberapa bagian nampak lecet dan sebuah penyok terlihat pada pojok kanan atas dari ponsel ini. [image: review infinix hot 4 pro lte indonesia] <https://2.bp.blogspot.com/-Ta0cJCHz45Q/WJkKYpjvpaI/AAAAAAAAIpQ/BZ8Xtrl9pqwxK2XZJO8VV71-QPx0XtLrACLcB/s1600/hot4pro08.jpg> Sedih rasanya hati ini, terbayang sudah bakal rugi banyak saat ponsel ini harus saya jual kembali, hiks hiks. Namun, saya tak bisa terlalu menyalahkan soal *build quality* yang dimiliki oleh produk Infinix. Saya ingat hal yang sama pernah terjadi dengan ASUS Zenfone 2 Laser yang dulu saya gunakan. *Moral of the story*: mau *hape* mahal atau murah sebaiknya dipasang *protective case*, minimal *silicon case* lah. Kamera Infinix Hot 4 Pro Sejak dari Infinix Hot S, saya merasa Infinix banyak mengerjakan PR-nya di sisi kamera. Dari sisi kualitas hasil dan fiturnya terasa sekali ada peningkatan. Kamera utama Infinix Hot 4 Pro yang beresolusi 13 Megapixels sudah ditemani berbagai fitur, salah satunya tentu saja fitur *manual mode* alias *professional mode*. Mulai dari ISO, *White Balance*, Fokus, hingga *Shutter Speed* atau *Exposure Time* dapat diatur secara manual. *Exposure time*-nya sendiri maksimal sebesar sepuluh detik. Hasil dari kamera utamanya terlihat tajam dengan saturasi warna yang natural. Pada kondisi *lowlights*, *noise* memang bermunculan. Namun ini dapat diatasi melalui pengaturan manual dengan menurunkan ISO dan memperlambat *shutter speed*. Kamera depannya sendiri tergolong baik. Dengan resolusi 5 Megapixels rasa-rasanya sudah cukup untuk kebutuhan *selfie* masa kini. Hasilnya dapat dilihat di artikel *review* hasil kamera Infinix Hot 4 Pro ini <http://www.gontagantihape.com/2017/02/review-hasil-kamera-infinix-hot-4-pro.html> ya. Plus dan Minus Infinix HOT 4 ProKelebihan dari Infinix HOT 4 Pro menurut saya adalah: - Baterai berkapasitas besar dan cukup awet. - Sudah 4G resmi begitu buka kotak. - *Slot* lengkap: dual-sim + *dedicated* micro-SD *slot*. - Kamera yang baik di kelasnya. - *Fingerprint scanner* yang akurat dan cepat. - *Sound enhancer* yang membuat kedua *speaker* dapat berbunyi, sehingga menjadi *stereo speaker*. Kekurangan dari Infinix HOT 4 Pro menurut saya adalah: - Layar yang kurang mampu diajak berjemur di bawah terik matahari. - XOS yang menarik sekaligus unik, masih perlu diperbaiki UX-nya. - Masih ada *bugs* kecil pada XOS. - Material yang walaupun terasa solid, pada kenyataannya masih kurang kokoh. - Pelit lampu, lebih mementingkan pencahayaan *selfie*, daripada LED notifikasi dan lampu latar tombol. - Infinix makin lekat dengan Mediatek. Padahal performa *processor* Mediatek di tahun ini masih tertinggal dari Qualcomm. Apa Kata Aa tentang Infinix HOT 4 Pro Akhirnya saya berkesempatan lagi menjajal produk dari Infinix. Khusus untuk Infinix HOT 4 Pro ini ada banyak perubahan yang dapat di-*highlight*, di antaranya: - Dibuat di Indonesia, sudah bisa 4G sejak buka kotak. - Dijual secara *offline* di beberapa kota melalui gerai yang sudah bekerjasama dengan Infinix. - Kameranya meningkat tajam. - *Fingerprint scanner* yang lebih baik. - Harga resminya pun naik dengan persentase cukup drastis. *Overall *dengan harga resmi Rp 1.899.000,- saya rasa Infinix akan cukup mampu membuat HOT 4 Pro bersaing di pasaran. Karena untuk ukuran pasar *offline*, fitur-fitur yang ditawarkan cukup lengkap, meskipun bukan *top notch*. Spesifikasi di atas kertas yang tergolong masuk kelas menengah untuk pembeli *offline* yang jarang melilhat *review* produk terlebih dahulu, akan dengan mudah ditenggelamkan oleh penjelasan promotor yang pastinya akan mengedepankan 4 hal ini: layar besar 5,5 inci, kamera jernih + lampu *selfie*, baterai besar, serta sudah canggih karena ada *fingerprint scanner*-nya. Pekerjaan rumah Infinix masih berkutat pada *brand awareness*, karena terbukti ketika minggu lalu sepupu saya hendak membelikan hadiah buat kliennya, sang klien lebih memilih nama Xiaomi dibandingkan Infinix saat disodorkan pada pilihan *smartphone* dengan *budget* maksimal dua juta Rupiah. Namun saya percaya, *time will tell us*, Infinix akan mampu merebut sebagian pangsa pasar ponsel *offline* di tanah air. Sebagai rekapitulasi, sebagai tambahan dari empat kelebihan yang tadi saya sebutkan pada dua paragraf sebelumnya, Infinix HOT 4 Pro mempunyai *looks *yang keren. Sayang pemilihan *processor *Mediatek sedikit membuat saya tak puas, saya kira Infinix akan melanjutkan pemakaian seri Snapdragon. Saya sendiri tentu saja melepas kembali Infinix HOT 4 Pro dengan alasan utama ukurannya yang terlalu besar untuk saya. Saya akan menagih janji Infinix yang konon akan merilis kembali perangkat dengan dimensi layar 5,2 inci saja nanti. Sampai jumpa lagi, Infinix. Hilmy /* saya suka Gonta Ganti Hape <http://www.gontagantihape.com> */ -- =========== Install #MyTelkomsel Apps Terbaru dari Play Store https://play.google.com/store/apps/details?id=com.telkomsel.telkomselcm --------------------- Toko Headphone & Earphone Terlengkap dan Terbaru Kunjungi >> http://bassaudio.net ---------------------- Kontak Admin, Twitter @agushamonangan ----------------------- FB Groups : https://www.facebook.com/groups/android.or.id Aturan Umum ID-ANDROID >> goo.gl/mL1mBT ========== --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "[id-android] Indonesian Android Community" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Kunjungi grup ini di https://groups.google.com/group/id-android.
